Aku Mencintaimu Karena Allah

Aku Mencintaimu Karena Allah
29.Menghabis kan waktu bersama


__ADS_3

Zidan merasa kram pada tangannya semalaman buat bantalan Hana.


Sebelum subuh Hana sudah bangun sedangkan Zidan masih tidur pergi kekamar mandi,Zidan baru menyadari kalau sudah engga ada di sampingnya tak lama kemudian keluar dari kamar mandi.


"Sudah bangun? tidur lagi aja masih jam 4 30 menit lagi Kaka akan bangun kan".


Hana menulis(engga mau ka nunggu azan saja,kalau kaka mau tidur lagi silahkan Hana mau liat televisi boleh?yang tauziah ka)meminta Ka Zidan untuk menyalakan televisi untuk Hana.


Tak lama televisi sudah nyala serta sudah di Carikan tauziah live.


(Ka haus ada air minum?) mengusap kerongkongan kepada Zidan isyarat Hana minta minum air putih.


"Ada bentar aku ambilkan dulu".


Tak lama serta sudah memberikan kepada Hana sangat lucu dan cantik.


(Makasih ka,Hana boleh bertanya?).


"Katakan mau tanya apa"timpal Zidan sama sedang nonton tauziah bersama.


(Ka Zidan sedang mencari informasi tentang ka safyra kan?sudah terlihat jelas kemarin tapi ka safy engga menyadarinya kan?).


"Anak kecil tau dari mana,ka Zidan berteman dengan siapa saja memang jarang berbicara banyak dengan selain umma dan nay saja"mengelak dari Hana,entah tau dari mana hana mengerti tentang ini semuanya sampai menanyakan seditail ini.


"Sudah bentar lagi azan Kaka mau siap-siap dulu nanti giliran Hana oke".


Tak lama akhirnya sudah selesai giliran Hana sedang mengambil air wudhu setelah selesai keluar dari kamar mandi.


(Ka mukenanya mana?Hana pakai apa).


"Pinjam sama nay ayo ke kamarnya pasti ada mukena yang kecil untuk Hana".


Jalan kekemar Nayla langsung masuk kedalam kamarnya.


"Nay kau masih punya kan mukena kecil?dulu sering beli pasti masih ada coba di cari".


"Iya cari saja di sebelah sana isinya mukena semua sudah lama engga aku buka lemari itu siapa tau masih ada".


Setelah mencari lalu ketemu ada 3 mukena dengan warna sampai motif dan desain yang berbeda-beda, menunjukkan kepada Hana untuk memilih salah satu dari ketiga mukena itu serta memakainya.


"Masyaallah Hana terlihat lebih cantik deh ayo keluar mau di gendong ka nay?"Memuji kecantikan Hana mirip nay waktu kecil agak berbeda sedikit dengan Hana.


Nayla menggendong Hana sampai di mushola ndalem sholat pun sedang di laksanakan Zayn yang jadi imam kali ini.


Setelah selesai sholat umma serta Nayla sedang memasak untuk sarapan pagi.


Yang lain menunggu di ruang keluarga Hana pun senang di pesantren bersama dengan mereka semua seperti keluarga sendiri.


(Ka Zidan engga punya mainan apa pun?di sini Hana mau bermain)rengek Hana dengan sedikit kesal engga ada main apa pun.


"Ada cuma boneka di kamar nay banyak banget Hana mau?bentar Kaka ambilkan untuk Hana tunggu di situ"jalan mendekat kearah Nayla yang ada di dapur membantu umma masak sarapan pagi.


"Nay Hana pinjam boneka mu yah kasihan engga punya mainan sama sekali".


"Ambil saja mas nay kan sudah besar tapi jangan yang Teddy bear besar"membujuk mas Zidan untuk tidak mengambil kesukaan Nayla hadiah dari mas Zayn.


"Sip makasih nay"jalan menuju kamar Nayla lalu mengambil empat boneka yang berbeda.


Jalan ke Hana memberikan kepadanya dengan senang hati Hana menerima boneka itu walaupun cuma minjam ke ka nayla.


(Makasih ka gana engga punya boneka seindah ini di pantai,cuma boneka berbie saja itu pun juma satu terbatas juga di panti maaf jadi curhat sama kalian).


"it's oke,bi boleh kan?Zayn akan memberikan sedikit uang yang di berikan tiap bulan serta uang penghasilan Zayn di cafe kan lumayan bisa di berikan bahan pokok makanan.Abi kemarin ibu panti tidak punya donatur tetap cuma donatur bulan saja gimana kalau Abi saja yang menjadi donaturnya serta mengadopsi Hana menjadi adik kita".


"Nay setuju bi dengan ucapan mas Zayn barusan,nanti juga mukena nay kan banyak yang kecil-kecil buat mereka saja kan mubasir engga di pakai tapi di simpan sama saja berdosa kan bi?".


Dengan mempertimbangkan ini semua Abi Fatah sudah mengambil keputusan.


"oke nanti sore saja nanti siang ada urusan dengan dewan pesantren untuk kelulusan angkatan sekarang Hana kalau mau apa pun bilang sama umma nanti akan di berikan".


(Iya bi makasih ka es ada mau dong).


"Masih pagi engga boleh kasihan perut mu nanti sakit gimana?nunggu di makan pagi oke mas ada yang datang sepertinya coba liat siapa yang datang".


"Umma Abi berangkat sekarang sudah di tunggu assalamualaikum"mencium kening istrinya lalu anak perempuan serta Hana.


Di depan bertemu dengan seseorang engga tau namanya serta baru pertama kali melihat ada di pesantren Abi Fatah.


"Mau bertemu dengan siapa?"dengan nada cuek kepada seseorang itu.


"Maaf om saya mau bertemu dengan Hana ada?saya reseller di cafe Bima".


"Masuk saja maaf om sedang buru-buru silahkan masuk ada di ruang tamu lurus saja".


Setelah di tunjukan Abi Fatah serta sudah salam tadi masih menunggu di ruang tamu.


Zayn penasaran dengan orang tersebut jadi nyamperin kesana.


"Maaf nyari siapa?mba safyra kan masuk saja mba kita mau makan pagi,mba sudah makan?sekalian saja mari ikut kedalam Hana ada yang mau menemui mu"sambil jalan ke arah Hana yang sedang bermain boneka engga mendengar kan ucap mas Zayn.


"Khem.......Hana di panggil loh tadi!ada yang mau berteman dengan mu silahkan kesana saja,mas Zidan sini jadan seperti itu ada tamu perempuan loh"ucap Zayn memperingatkan supaya membetulkan posisi tidur an di sofa.


Lalu duduk mendengarkan ucapan Zayn masih rada-rada pusing.


(Ka safy kesini kan berangkat sekolah nanti terlambat loh)safyra cuma tersenyum membaca tulisan Hana yang tadi.


"Ka safy kesini kangen sama Hana makanya kesini sebelum berangkat ke sekolah".


"Ayo sarapan dulu umma sudah masak,safy makan dulu sebelum berangkat ke sekolah engga papa ayo"jalan mendekat ke safy mengajaknya duduk serta mengambil kan makanan serta lauk pauknya.


Kenapa umma Nadya tau kalau aku belum sarapan tadi?'batin safyra serta memakan makanan yang lain pun sedang makan.


"Umma aku keasrama nanti siang kesini lagi"Zidan pergi ke luar masuk ke asrama bersiap-siap berangkat ke sekola.


"Umma Zayn pun mau ke cafe ziza nanti siang pulang kesini"mencium tangan umma lalu pergi kerah motor lu pergi.


Semua sudah sibuk dengan urusan mereka masing-masing tinggal Hana dan umma saja berdua sedang bermain boneka.


(Umma Hana bosan di rumah terus boleh keluar sekitar sini aja koh).


"Baik lah jangan jauh-jauh,Hana bisa keasrama santriwati disana ada Nayla sedang belajar kesana saja engga masalah".

__ADS_1


(Baik umma makasih)mencium tangan umma lalu pergi ke asrama nyari Nayla


...----------------...


Sore hari.


Sudah bersiap-siap ke pantai asuhan kasih bunda bersama Nayla juga.


Setelah sampai serta membawa berkas dan beberapa bahan pokok makanan untuk adik-adik yang ada di sana.


Bertemu dengan ibu panti sedang berbincang-bincang tentang Hana.


"Bu kedatangan kami kesini untuk mengasuh Hana sebagai anak kami,ini ada sedikit bahan pokok makanan untuk adik-adik kemarin anak kami kesini menceritakan semuanya.Jadi kita akan menjadi donatur tetap serta mau mengurus dokumen Hana,maaf bu kami tidak menular Hana untuk bahan pokok makanan atau yang lainnya"dengan menyakinkan ibu panti sambil melihat ke arah Hana.


"Bu Hana sudah kami anggap sebagai putri kecil yang akan menemani nayla karena dia engga ada teman perempuan di keluarga kami,ini berkas kami sebagai orang angkat Hana sudah di siap kan"memberikan berkas serta sedang di periksa.


Sudah memenuhi syarat untuk menjadi orang tua angkat nya,serta menandatangani dokumen pernyataan kalau Hana sudah bisa di bawa pulang oleh abi Fatah serta keluarga.


"Hana mau mengambil barang-barangnya silahkan boleh"ibu panti mengizinkan Hana mengambil barang-barangnya.


"Bu ini ada mukena sudah lama engga kepakai siapa tau anak-anak di sini membutuhkan masih bagus silahkan".


"Makasih pak Bu, semoga keluarga kalian bisa di bales kebaikan dari Allah SWT amin".


Tak lama sudah selesai dan pulang kepesantren mampir dulu ke cafe ziza.


Menemui Zayn di ruangan nya.


"Hana jangan lari hati-hati"ucap umma khawatir kepada Hana.


Tok....... Tok.......... Tok.


"Masuk aja engga di kunci pintunya".


Lalu Hana masuk jalan kearah Zayn serta memeluknya dengan erat.


"Hana kesini sama umma?mau cake es krim?Kaka punya Hana mau?"menggendong Hana ke dapur mengambil cake es krim.


Kebetulan sekali ada mas Haikal di dapur nih.


"Mas sibuk atau engga?bawakan cake es krim ke ruangan dong"pinta Zayn kepada mas Haikal karena engga bisa membawanya sendiri keana sedang menggendong Hana.


Menengok ke arah Zayn melihat ada anak kecil bersamanya serta sedang di gendong.


"Dia siapa Zayn?engga pernah liat sebelumnya jangan-jangan kau sudah.........".


"Ngarang enga lah masa iya sudah sebesar ini mas haikal ada-ada saja,dia adik ku mulai sekarang bawakan ke ruangan untuknya mau tau cerita kenapa bisa menjadi adik ku?"


"Iya lah masa iya-iya dong"mulai tertawa dengan ucapannya sendiri.


"Namanya Hana Alfatah di adopsi umma dan Abi sekarang sudah kan!ayo ke ruangan aja itu om Haikal selalu membantu ka Zayn di cafe Hana mau turun?".


(Iya ka,turunkan Hana mau liat sekitar sini).


Setelah menurunkan Hana mengikuti dari belakang dan membawa kan cake es krim bersamanya serta minuman.


Duduk di halaman samping cafe menikmati pemandangan sekitar.


Abi serta umma sudah berpamitan kepada anak-anak lalu pulang duluan mobil sudah tidak kelihatan lagi.


Setelah itu masuk kedalam bersiap-siap pulang cafe sudah amu tutup.


Malam hari.


Cuaca yang indah zayn sedang beristirahat di kamar, tiba-tiba langsung masuk mengajaknya pergi jalan-jalan bersama Nayla serta Hana ke taman bermain.


Sudah di izinkan pergi kesana jalan kaki setelah sampai Nayla meminta beli gulali.


Membeli dua untuk Hana satu sedang menikmati pemandangan malam yang indah.


"Hana........... di sini juga malam-malam makan gulali?nanti giginya sakit gimana?".


Suara itu sangat familiar di telinga Zidan.


Iya itu safyra yang menghampiri Hana yang sedang bersama mereka.


"Engga papa sesekali boleh"Zidan mulai berbicara dengan nada cuek.


"Kalau sudah terbiasa gimana?engga baik untuk anak-anak"tegur safyra kepada Zidan.


"Mba safy sendirian kesini? bergabung saja dengan kami,mas Zayn mau naik wahana permainan boleh kan?kalau engga beli jajan saja"meminta untuk di bayangkan engga mau memakai uangnya sendiri.


"Baik lah Hana mau di gendong atau jalan?".


(Jalan saja pegangan takut disini sangat ramai,main nangkap ikan-ikanan ka).


Sekarang giliran Hana yang meminta lalu jalan meninggalkan Zidan bersama dengan safyra berduaan saja lalu mereka menghampiri Zayn lagi.


Memeluk bahunya"hai kau mau meninggalkan ku bersama safy"membisikkan di telingaku.


"Salah siapa engga mengikuti kita kau mau bersama Hana atau nay?"timpal Zayn jalan ke penangkalan ikan-ikanan.


"Kau sudah sadar ngapain bilang seperti itu?Zayn ku perjelas lagi kalau dia sudah jadi istri ku engga akan aku tinggalkan,tapi sekarang kami engga memiliki hubungan jadi harus bersama-sama"ucap Zidan mengerikan ke telinga Zayn lagi,lalu di lihat safy terasa aneh saja melihat mereka berdua.


"Sudah berdiskusi?tuh di panggil adik mu kesana lah aku akan menemani Hana di sini".


Zayn pergi nyamperin kesana takutnya penting lalu membiarkan mereka berdua.


"Ada apa?sudah mainannya mas laper beli makanan dulu yuh biarkan mereka berdua".


Di sisi lain.........................


"Kenapa engga ikut pergi bersama mas Zayn?"mencari topik pembicaraan dengan Zidan takut salah bicara nanti marah.


"Engga bisa aku harus mengaja perempuan disini banyak orang yang berniat jahat,seta menjaga Hana nantia ku yang di marahin umma pulang tampanya".


"Terserah ayo Hana pasti lapar kan cari makan dulu"ucap safyra menggendong Hana


Karena sangat ramai Zidan jalan di belakang sambil melindungi mereka.


Masuk kekedai bertemu dengan Zayn sedang makan nasi goreng bersama Nayla.

__ADS_1


"Enak!"Zidan menguarkan sayu kata kepadanya sambil menatap tajam ke arahnya.


"Pesan saja apa susahnya,iya kan nay kalau sudah kita pulang sudah jam 9 engga baik untuk mba safy nanti akan kita anter kerumah iya kan ka?"menginjak kaki Zidan agak keras.


"I--iya kita akan antar kan sampai kerumah"dengan gagap berbicara ke pada safy serta memakan nasi goreng.


Tak lama akhirnya selesai sudah di bayar serta mengantar safyra pulang.


"Mba tinggal dengan siapa?aku liat mba selalu bekerja keras mencari nafkah memang ayah mba engga bekerja?".


Tanpa sengaja safyra meneteskan sudah membahasi pipinya.


"Maaf mba pertanyaan ku tadi"sesal Nayla sudah menanyakan hal yang kurang tepat.


Di jalan bertemu dengan ayahnya yang sedang meminum alkohol di jalan serta banyak luka lebab di wajahnya.


"Ayah........ayah kenapa seperti itu ayo pulang".


"Engga mau berikan uang mu saja tinggalkan ayah,mana uang!!"membentak safyra di depan mereka lalu memberikan uang lalu pergi lagi.


Melanjutkan perjalanan tak lama sudah sampai di depan rumah.


"Silahkan masuk maaf rumahnya seperti ini".


"Engga masalah yang penting kau baik-baik saja sekarang,tadi ayah mu?jangan bersedih kau engga sendirian masih ada kami".


Nayla jalan menghampiri mba safy lalu memeluknya dengan erat.


"Iya tadi itu ayah ku,maaf kalian melihat kejadian tadi bunda ku sudah meninggal lama jadi aku di besarkan oleh atau saat SMP kelas 2 aku sudah menjadi tulang punggung keluarga, motor yang aku pakai itu milik bunda sempat di jual tapi engga jadi karena banyak orang yang mendukung ku dari warga sekitar"ucap safyra sangat sedih sampai bersedu-sedu menekuknya dengan erat.


[umma ksmi pulang terlambat sudah makan tadi serta sudah sholat isya tadi].


Tak lama umma membaca pesan dari Zayn.


[Baik lah jangan kemaleman Jan sepuluh harus sudah ada di rumah].


[Siap umma makasih] setelah mengirimkan pesan menyimpan ponsel di saku bajunya.


"Tenang saja aku sudah izin ke umma pulang sebelum jam sepuluh sudah sampai pesantren,Hana ngantuk sini tidur di bahu mas Zayn saja tidur yang nyenyak sayang".


Mendekat kearah mas Zayn lalu tak lama sudah tidur nyenyak.


"Makasih sudah mau berteman dengan ku".


"Sama-sama sudah malam engga baik kalau lelaki di sini terlalu lama kau engga papa kan?ayo Zayn kita tunggu di luar nanti nay nyusul saja assalamu'alaikum"dengan nada dingin tapi tetap khawatir dengan kondisi safyra.


Keluar rumah menunggu di teras depan.


"Mba sebentarnya mas Zidan engga cuek sama selain aku dan Hana,dia seperti itu karena engga ada hubungan dengan mereka jadi seperti itu.Mas Zidan cer sama orang lain cuma cueknya engga hilang-hilang dan tidak akan hilang mba aku pulang sudah malam".


"Iya hati-hati makasih"ucap safyra mengantar sampai di depan teras serta menunggu sampai pargi jauh.


Di pesantren................


Sampai rumah belum jam sepuluh tapi di gerbang engga boleh masuk sudah beraturan.


Abi keluar karena ada keributan di luar nyamperin anak-anaknya.


Setelah Abi datang baru di perbolehkan masuk kedalam lalu berkumpul di ruang keluarga Abi sangat marah engga beneran cuma 'prenk' saja.


"Abi engga lucu sudah malam Hana sudah tidur nyenyak,biarkan dia tidur bersama ku saja kasihan kalau pindah tangan nanti bangun duluan ke kamar".


Masuk kekamar masing-masing istirahat.


Zidan masuk kekamarnya mau konsultasi kebutuhan Zayn masih bangun belum mengantuk Semarang.


Masuk ke kamarnya menutup pintu kembali.


"Ada apa tidur di kamar mu saja engga akan muat ada Hana di samping ku".


"Zayn aku masih kepikiran dengan safy kelas 2 sudah pekerjaan sama seperti kita,bedanya kita cuma mbantu bisnis umma Sera mendapatkan upah luamyan juga dari upah mereka kan!lalu ayahnya seperti itu aku merasa kasihan setiap hari di marahin seta di minta uang untuk membeli alkohol".


"Benar juga bukanya ayah yang memberikan uang kepada luta ini terbalik,ank yang memberikan uang kepada ayahnya kalau kita di posisinya sudah pergi ke panti asuhan saja dari pada di perlakukan bukan seperti manusia kan bahaya"yang di katakan Zayn benar juga engga tidur-tidur.


Sampai jam sebelas baru mau tidur.


Hana terbangun dari pergi kekamar mandi lalu setelah itu tidur lagi.


Zayn serta Zidan sholat berjamaah di kamar dengan hana juga setalah setelah tidur lagi masih mengantuk.


Jam enam masakan umma sudah selesai.


"Nay panggil kan mas-mas mu kesini sarapan dulu kalau engga bangun panggil umma".


Jalan kekamar mas Zidan engga ada orang masih rapi lalu kekamar mas Zayn ternyata ada di sana tidur di sofa.


"Mas Zayn bangun.Bangun...................."ucap Nayla agak keras serta kencang.


"Diam berisik tau pagi-pagi sudah bersiul saja seperti burung beo"celetuk Zidan setengah sadar dari tidurnya semalam membuat sakit kepala Zayn sudah bangun.


"Nay kalau membangun kan orang yang sopan sedikit masih pagi pula"tegur mas Zayn kepada nayal jalan kekamar mandi cuci muka lalu keluar.


"Iya-iya salah siapa baru bangun sudah jam enam mas Zayn engga ke pesantren habib Usman lagi?kan sudah berangkat sekolah kemarin atau jangan-jangan..............".


"Jangan-jangan apa?engga lah lua barang-barang mas Zayn akan di ambil di pindahkan kesini kalau byka juga akan bersama abinya"menjelaskan dengan sabar pasti ada jalan keluarnya.


"Oh kirain ayo keluar sudah di tunggu Umma".


"Duluan saja nanti kesana"ucap Zidan kekamar mandi cuci muka setelah lalu keluar.


Nayla jalan dulu keruang makan di susul mereka Hana di gendong zidan menaruh di kursi duduk sendiri.


Sedang makan bersama tak lama akhirnya selesai lalu karena as acar khusus di pesantren Abi Fatah maupun di pesantren Abi Usman sedang ada perayaan untuk kreasi makan apa pun setiap kelompok.


Dua pesantren itu sudah menentukan kelompoknya masing-masing Zayn,Zidan,Nay-


la,dan byla akan satu kelompok.


Byla sudah ada di pesantren Abi Fatah naik motor sendirian.


Tak lama akhirnya sampai masuk serta duduk di ruang keluarga membahas mau membuat apa dalam karya ini,2 bulan waktu yang di berikan serta me

__ADS_1


__ADS_2