
Siang hari.
Zidan sedang ada di kamar merasa bosan di rumah jadi ikut ke cafe.
Keluar dari kamar ikut melayani pengunjung serta ikut mbantu mbikin cake es krim manu yang di cari di cafe Ziza.
Di sisi lain (pesantren Abi Fatah).
Paket sedang di antara kesana dengan jasa pengiriman (kurir) tak lama setelah itu sudah sampai di terima salah satu santriwati kebetulan ada di dekat gerbang.
Mengantarkan paket ke ndalem disana ada Nayla dan mba byla sedang bersantai.
"Permisi ning ada paket untuk kalian"ucap salah satu santriwati yang tadi menerima Pakat di depan pintu gerbang pesantren.
"Sudah datang mana paketnya,makasih sudah mengantre kesini"menerima paket dari tangan mereka lalu pergi dari situ.
Dari kemasan sudah terlihat jelas kalau tedd bear lumayan besar,membuka paket di ndalem ternyata dugaan kuat sangat besar nan indah sesuai permintaan.
[Makasih paket sudah sampai sesuai permintaan kau tadiy.
Pesan sudah terkirim serta sedang di ketik Zayn dan belum sempat di kirim masih online serta masih di tunggu byla.
[Gimana sudah bisa memeluk ku kan,anggap saja boneka itu aku.Maaf tadi ada yang mau mbayar makanan aku sedang jadi casir mengganti mas Haikal].
Lalu boneka di bawa kekamar di simpan ditempat tidur di samping byla.
[Iya lanjutkan saja] byla cuma mengetik pesan sangat singkat masih online hingga sekarang.
Di cafe Ziza.
Mas Haikal datang kesana lagi tadi ada urusan sebentar nyamperin Zayn.
"Kalau kau mau istirahat bisa atau pulang saja nanti aku yang menghendaki semuanya".
"Engga usah mas aku kekamar saja istirahat entah kenapa hari ini sangat melelahkan"tutuh Zayn sambil meninggalkan pergi kekamar istirahat.
"Kenapa lagi dengan byla"gedumel sendiri sambil memikirkan byla saat ini.
Karena kesalahan Zayn jadi pulang duluan.
"Mas kalau Zidan nyariin aku, aku sudah pulang dulu assalamualaikum".
Jalan kedepan naik motor dengan kecepatan sedang tak lama sudah sampai.
Nyamperin byla di kamar langsung masuk umma Nadya tau kalau Zayn selalu menemani byla atau sebaliknya.
"Kenap byl?aku salah tadi engga langsung menjawab WhatsApp dari mu,tadi agak ramai jadi engga sempat maaf lain kalo engga akan aku ulangi lagi kesalahan yang sama".
"Iya engga papa kembali saja ke cafe nanti di marahin umma Nadya"ucap byla masih fokus nonton dramkor sendirian.
"Ceritakan ada apa? jangan gitu lah plis kalau ada masalah harus di bicarakan gimana mau tau sumber masalahnua kalau kau engga mau bercerita?"masih sabar menahan sikap supaya engga terbawa suasana.
"It's oke Zayn, makasih teddy baernya"ucap byla memeluk teddy baer dengan erat.
Nayla datang kekamar mba byla mendengar keributan di kamarnya.
Masuk kedalam sudah ada mas Zayn juga ternyata dan melihat mba byla memeluk boneka sangat erat.
"Mas kenapa?sudah kau kembali kekamar saja nanti aku akan berbicara dengan mba byla oke istirahat saja".
"Engga nay sebelum aku tau mumber masalah yang terjadi akan aku selesaikan".
"Maaf aku sedang datang bulan hari pertama jadi gini deh maaf Zayn"titih byla memeluk Teddy bear lagi dengan erat.
"Iya engga masalah lain kali bilang saja aku ngerti kenapa kau seperti tadi sudah satu bulan engga kerasa tinggal liba bulan lagi".
"Zayn aku malu berbicara seperti tadi"timpal byla lagi merasa aneh saja belum terbiasa.
"It's oke masih ada kan?minta sama umma atau Nayla pasti masih ada stok,aku amu kekamar hari melelahkan nanti kesitu lagi"
Zayn mulai pergi kekamar istirahat sejenak menilang rasa lemah yang ada.
__ADS_1
Tak lama setelah istirahat serta sudah agak mendingan pergi kekamar byla.
Masih ada Nayla disana sedang nonton dramkor judulnya berbeda.
"Byla mana?engga ada ngapain di sini sendirian"tegur Zayn mencari kesekeliling engga ada byla di kamarnya.
"Nay tolong ambilkan handuk aku lupa"pinta byla sambil teriak di balik pintu kamar mandi.
Nayla mengambilkan handuk yang di minta.
"Nay ada orang selain kau?aku lupa juga engga membawa baju kesini"dengan rasa malu takut ada Zayn disana,sudah di sana dari tadi sebelum byla teriak tadi serta masih di sana nonton dramkor.
"Ada mba,mas Zayn sedang nonton dramkor".
"Tolong nay"ucap byla terdengar di telinga Zayn serta hampir mendekat kearah Nayla.
"Tunggu mas!mas bisa pergi sekarang!!".
"Bisa nanti aku kesini lagi,satu lagi aku ada di halaman belakang siapa tau nyari aku".
...----------------...
Mas Zidan pulang di anter mas Haikal setelah sampai langsung pulang kerumahnya.
Masuk kedalam nyari keberadaan Zayn.
Tak lama akhirnya ketemu juga di kamarnya sedang nonton film seram.
"Ngapain aku di tinggal pulang berang bersama lalu pulang sendiri-sendiri?"tegur Zidan pada adiknya engga bisa menjadi seperti ini teru menerus.
"Maaf mas tadi aku ada urusan jadi pulang lebih awal dari bisanya,kau pulang sama mas Haikal kan? ngapain marah-marah lampiaskan saja ke aku,aku yang salah mas Zidan masih marah?"penasaran dengan Zidan sang Kaka engga menjawab pertanyaannya.
"Engga jadi sudah lah aku kekamar saja".
Jalan kekamar masuk serta istirahat.
"Kenapa dengannya tumben aneh biasanya enggga seperti ini,atau terjadi sesuatu kepadanya aku harus tanya ke mas Haikal".
Setelah di izinkan pergi kesana di jalan bertemu mas Haikal dengan keluarga sedang makan siang bersama.
Nyamperin kesana lalu bergabung dengan mereka dan mencari tau yang terjadi.
"Mas tau Zidan kenapa sejak pulang mukanya kusut engga seperti biasanya,ada masalah kah dia engga mau menceritakan kepada ku".
"Kejadian pastinya aku engga tau"ucap mas Haikal memang engga tau masalah yang terjadi pada Zidan.
Flashback on.
Sedang mengantarkan pesanan lalu tak sengaja mengenai salah satu temannya mereka sampai basah bajunya.
"Maaf-maaf engga sengaja,mari ikut saya bajumu basah semua disini ada baju untuk mengganti baju basahnya".
"Engga usah mas,tak masalah toilet ada di mana?maafkan teman saya mas memang seperti itu mereka baik sama aku".
Mengikuti langkah kami Zidan,lalu Zidan mengambil baju Nayla yang ada di cafe untuk menggantikan baju yang basah.
Tok.......Tok.......Tok.
"Sebentar"ucap safyra singkat.
Tak lama pintu pun terbuka sedikit.
"Ini baju adik ku pakai saja,maaf baju mu jadi basah karena ku terima saja".
Lalu di terima tak lama akhirnya keluar seperti umma,byla serta yang ada di keluarganya memakai nikhob menghampiri Zidan masih ada di sana untuk menunggunya.
"Makasih mas bajunya ada paper bag engga terpakai?minta satu boleh".
"Mba ambilkan paper bag untuknya makasih tunggu mba itu saja maaf sekali lagi".
"It's oke, makasih sudah di pinjamin akan aku kembalikan bajunya"celetuk syra menerima paper bag lalu pergi ke teman-temannya.
__ADS_1
Flashback off.
"Gitu yah siap yang tau soal ini?mas cctv masih berfungsi kan?aku mau liat besok semoga saja engga di hilangkan oleh Zidan,kalau gitu aku pulang duluan mas makasih assalamualaikum".
Pergi ke Alfamart membeli kan pembalut untuk byla tak sengaja menabrak seseorang.
"Maaf mba engga sengaja,itu kan baju Nayla keanapa ada di dia?maaf mba kalau boleh tau mba dapat baju dari mana, bajunya persis milik adik ku yang ada di cafe ziza mab dapat dari Zidan?"aku melontarkan pertanyaan sangat banyak membuat mba itu mau menjawab yang mana dulu.
Baru berdiri melihat sekilas agak mirip dengan yang tadi?.
"Mas yang tadi kan memberikan baju ini kepada ku tadi sekitar jam 3 an".
"Baju maaf mba itu bukan aku mungkin Kaka ku,oh mba yang tadi itu bisa bicara sebentar? nanti setelah selesai belanja tunggu aku di depan sebenar"ucap Zayn jalan mengambil barang yang mau di belinya.
Sudah 20 menit syafa menunggu Zayn keluar tak lama setelah itu keluar meletakkan barang belanjaannya di motor.
"Maaf mba lama,kalau boleh tau nama mba siap?tunggu deh seperti pernah bertemu beberapa kali dengan mu deh,kau reseller di cafe Bima kan?aku lupa namanya tapi engga lupa dengan orangnya".
"Betul aku safyra salah satu reseller di kafe bima tadi kakamu kah?mukanya sangat mirip nanti bajunya akan aku kembalikan"merasa engga nyaman memakai baju dari anak pemilik cafe secepatnya akan di kembalikan.
"Engga usah di pikirin kan mba tenang saja,nay engga akan nyari baju mnya lagi mba bisa ceritakan sedikit kejadian di kafe ziza?".
"Saat mas Zidan mengantarkan pesanan ke mejaku engga sengaja kesandung, kebetulan juga sedang mbawa minum lalu tumpah kebaju ku.Mas Zayn adik dari mas Zidan?" menunduk merasa bersalah sudah meminjam baju adik perempuannya.
"Iya betul makasih mba,mba safyra bisa pergi oh iya kesini naik apa?".
"Naik motor kalau gitu aku duluan mas assalamualaikum"ucap syafa sudah pergi.
...----------------...
Malam hari.
Zayn masih di san besok akan kembali ke pesantren.Sekarang sedang berada di kamar Zidan menanyakan kondisinya sekarang serta membicarakan kedepannya.
"Mas aku sudah tau semuanya,jujur saja apa mas tertarik dengan mba syafa aku dengar masih sekolah kelas 3 seperti mu bentar lagi lulus memang mas engga mau menikah muda seperti Abi?"berbicara hati kehati serta membujuknya supaya mau menikah muda.
"Zayn ku mohon jangan berbicara lagi tentang itu!nanti saja mau fokus untuk lulus dulu baru melanjutkan kedepannya mau seperti apa,memang kau suah siap menikah muda? bicarakan lagi tentang ini dengan Abi umur mu masih sangat muda masih labil emosi mu belum tentu bisa bertahan lama bukanya mas mau mendoakan yang tidak baik untuk kalian mas zidan yakin kalau kau bisa lewat ini semua"Zidan cuma bisa menasehati adiknya karena masih sayang dengan kebahagiaan serta bisa menata masa depan yang lebih baik lagi jika mau tetap seperti itu Zidan tidak bisa apapun lagi.
Benar juga yang di katakan mas Zidan nanti kedepannya mau gimana? enggak mungkin kan kalau aku bisa mengontrol emosi tiap kejadian kedepannya nanti'batin Zayn.
Jalan kemamar abi Fatah mau membicarakan tentang masa depan dengannya.
Masuk kedalam mendekat kearah Abi Fatah yang sedang rebahan.
"Kenapa murung gitu?ada masalah kah cerita pada Abi serta umma"mengusap rambut Zayn sebagai tanda kasih sayang terhadapnya.
"Bi Zayn sedang berfikir kalau 5 apa cukup untuk ku,Abi kan tau kalau aku terkadang masih sangat labil belum dewasa seperti mas Zidan apa boleh bulan depan di bicarakan lagi sama habib Usman Zayn mau menikah dengan byla.Kan kira sama-sama masih sangat labil belum tentu satu tahun,dua tahun bisa bertahan Allah kan benci kepada umatnya yang bercerai Zayn engga mau itu".
"Oke bulan depan kita kesana lagi kalau sudah ada kabar kepulangan habib Usman pasti Abi akan kabarin Zayn"supaya tenang mendengar kan ucapan Abi Fatah.
"Makasih bi"ucap Zayn memeluk abi serta mencium kening Abi sudah lama engga mencium kening sang Abi.
Keluar dari kamar Abi masuk ke kamarnya istirahat serta berberes mau pulang ke pesantren Abi Usman.
Setelah selesai menaruhnya di sofa kamar serta tidur sudah malam.
Cuaca sangat dingin jadi sudah tertidur nyenyak engga mendengar kan suara apa pun lalu pagi pun sudah datang.
Sedang melaksanakan sholat subuh berjamaah setelah selesai Zayn pergi ke pesantren engga sarapan terlebih dahulu.
Setelah sampai di pesantren melihat ada mobil yang mengantar Abi Usman pulang dari luar kota, mereka sedang ada di ndalem sambil berbincang-bincang berdua hampir satu jam engga ada yang memulainya.
"Bi gimana kondisi Abi sehat kan?pulang lebih awal dari perkiraan kenapa bi?".
"Abi merindukan byla besok akan menemuinya kenapa muka mu seperti itu"
"Engga papa bib,byla engga sendiri an disini selama habib pergi nay lelaki menemaninya oh iya besok kalau habib ke pesantren aku ikut mau membahas 5 lagi bib".
"5 bulan yang itu?Zayn engga usah di pikirin Abi tau kalau kau ada perasaan pada byla.Byla suab bicara pada Abi juga besok saja istirahat saja 5 bulan lagi kau kepesantren menetap di sana selama 2 tahun" ucap habib Usman menjaga perasaan Zayn serta memulihkan kondisi di sana bersama keluarganya akan lebih baik.
"Tapi bi? katanya 1 tahun sekarang berbeda tambah ditambah tahun lagi?kenapa bi katakan pada Zayn,Zayn mohon katakan apa yang terjadi"tiba-tiba amarah Zayn tidak bisa mereda mendengar ucapan Abi Usman barusan ada yang di sembunyikan darinya.
__ADS_1