
Sedang memikirkan modal awal serta mau membuat apa sekarang.
"Kalau membuat basreng setik serta tidak setik gimana?kan banyak peminatnya serta yang jajanan yang sedang trend sekarang".
"Aku mengerti seperti somay kering yang ada pangsitnua sedikit kan?"tanya byla dengan ide yang baru saja di ucapkan tadi.
"Boleh juga,kita beli dulu bahan-bahannya nanti setelah itu baru lihat tutorialnya di tub-tub atau tok-tok"timpal Zidan menyatat semuanya di buku khusus untuk bisnis baru".
"Nanti sore saja catet nanti aku dan mas Zidan yang beli bahan-bahannya,umma Hana kan harus sekolah homeschooling saja di sini kan ada guru khusus untuk Hana".
"Iya benar juga umma akan mencarikan serta membicarakan kepada Abi nanti kalau kalian pergi belilah mainan untuk Hana tukeran kendaraan dengan Abi"titih umma Nadya memberikan uang untuk membelikan mainan Hana supaya tidak sedih lagi.
"Tenang umma pakai uang kita saja simpan uang itu untuk keperluan Hana saja".
"Oke makasih anak-anak umma kalian lanjutkan saja diskusinya ada sedikit bahan-bahan untuk percobaan bikin sesuatu jangan di habiskan semuanya"tegas umma Nadya pada anak-anaknya.
"Kalau gitu biar nay sama mba byla saja kalian yang pecing serta menjualnya oke!".
"Oke nay"jawab bersama dengan singkat.
Sedang mbikin somay kering bumbu pedas dan original daun jeruk.
Tak lama kemudian sudah jadi di bawa bawa keruang keluarga meminta pendapat dari masing-masing orang.
Setelah mencicipi somaynya sangat lezat.
"aKita buat ini saja iya kan mas?mau patungan berapaan bicarakan sekarang serta bahan-bahannya sekalian,nanti aku mau ke cafe pulangnya sore engga akan keburu akan memakan waktu lama".
"Baik lah kalau 50 ribu giman?satu orang kan kalau empat 200 ribu kan,mau bikin somay kering,basreng setik serta tidak setik,lalu apa lagi?sudah gitu saja!ada tambahan dari yang lain katakan ada varian rasa seperti jagung atau yang lain?"ucap Zidan mencatat semuans di buku itu.
"Original daun jeruk dan pedas daun jeruk kalau hari Jumat bisa mixs seperti ada dua rasa satu tempat tau kan?"buka menambahkan ide untuk kelompoknya.
"Bisa tuh mba sudah di catet kan mas Zidan!".
"Sudah dong...... nanti aku kirim ke ke ponsel kalian umma akua da urusan ayo Zayn"mencium tangan umma lalu pergi keluar naik motor pergi ke cafe Bima.
Sedangkan Zayn pergi ke cafe Ziza tak lama lagi sampai di cafe, setelah sampai jalan ke ruangan membuat laporan keuangan bulan ini serta ada pegawai bank datang sekarang Abi usng meminta mereka datang kesana.
"Mas ada anak dari pemilik cafe ini?"tanya pegawai bank kepada karyawan itu.
"Ada mas silahkan tunggu di representasi saja"jawab karyawan itu kepada pegawai bank meninggalkan di resepsionis dan memanggil Zayn di ruangannya.
Tok.......... Tok................Tok.
"Iya masuk aja"ucap Zayn sedang sibuk menyiapkan dokumen untuk di serahkan ke bank setelah selesai.
"Mas sudah di tunggu di resepsionis permisi".
Tak lama dokumen sudah siap,jalan menghampiri serta membahas tentang kedepannya cafe Ziza.
"Mas Zayn?masih sekolah kelas berapa?liba bulan lagi sudah tidak mengurus cafe ini kan?"mengambil dokumen untuk di tanda tangani oleh pemilik ataupun anak dari umma Nadya yaitu Muhammad Zayn Alfatah.
"Iya saya sendiri masih kelas satu SMK,betul kenapa mas?ini uang yang mau di setor ke bank tapi sehubungan masnya ada di sini nitip sekalian makasih"menyerahkan uang sebanyak 10 juta perbulan.
Mererima uang itu dan Zayn tandanya berkas penting (kontrak selama lima bulan kedepan).
"Baik ini susah selesai kami permisi mas nanti akan kita sampaikan ke umma Nadya.
......................
Sore hari.
Zayn baru pulang serta masih lelah dan capek istirahat sejenak di ruang keluarga sambil rebahan di sana.
Hana sedang bermain dengan mba byla dari susah pulang datang lagi kesini membawakan mainan untuk Hana.
Hana berlari kearah ruang keluarga lalu mengganggu istirahat Zayn, sebelum Zayn mulai membuka matanya Hana di tarik untuk tidak mengganggu istirahatnya.
"Emmmmmmm,Hana ngapain kesini?eh byla masih di sini"membetulkan posisi tidurannya.
"Iya maaf terganggu kau sedang istirahat kan?cape mau es coklat aku buatkan Hana mau es coklat?"ucap byla menawarkan mau membuatkan minuman dingin untuknya.
"Boleh kalau engga merepotkan".
Jalan kedapur membuatkan es coklat tak lama sudah jadi di bawa kesana.
Meletakan di meja lalu di minum Zayn engga sampai satu menit sudah habis.
"Zayn........... ada Hana engga baik kalau minumnya seperti tadi akan di tiru Hana nantinya"tegur byla melihat cara Zayn meminum tadi di depan anak kecil.
"Maaf-maaf aku sangat lemah lain kali engga deh,umma mana engga kelihatan?kau menjadi hana dari tadi belum pulang?".
"Umma ada urusan tadi pakai motor ku jadi aku menemani Hana di sini selagi umma tidak ada,kalau mau makan sudah di siapkan umma tinggal makan saja aku pulangnya bisa nanti ataupun besok saja"ucap byla dengan tersenyum terlihat jelas serta Zayn sedikit tersenyum juga dan keduanya saling istighfar.
"Ma---maaf byl,aku mau ke kamar sebentar bau keringat Hana sama mba byka dulu sebentar nanti mas Zayn kesini lagi".
Hendak pergi ke kamar lalu Hana berlari kearahnya minta di gendong.
Setelah di gendong engga mau di turunkan akhirnya di bawa ke kamar,di sana juga engga mau turun maunya di gendong terus sama mas Zayn jadi belum sempet mandi.
"Hana turun dulu sebentar saja mau yah,satu jam lagi azan magrib mas Zayn harus mandi dulu sebelum sholat.Engga bisa kalau mas Zayn engga mandi Hana cantik mau yah sana mba byla dulu sebentar saja"mengeluarkan andalannya tetap enggak mau turun.
Byla masuk kekamarnya melihat mereka seperti anak dan ayah engga mau di pisahkan sama sekali sertavsudah membujuknya.
"Hana tetap di sini bersama mba byla mas mandi dulu sebentar mau yah,memang ka zayn engga bau asam?Kaka bau asam banget ini loh Hana engga merasakan?Hana hentikan geli!engga boleh"tegur Zayn kepadanya membuka kancing kemejanya setelah.
Hana............ kau persis sama seperti nay!malas sekali kalau menghadap byla,argh....................... hana'batin Zayn.
(Kenapa mas?engga bisa bilang apapun lagi?)meledek mas zayn engga bisa berbicara lagi seperti tadi hana membuatnya terdiam.
"Byl aku mau ke kamar Zidan sebentar"menaruh ponsel di meja lalu pergi.
Jalan kekamar Zidan mandi di sana tak lama sudah selesai menggunakan pakaiannya.
"Hana lain kali engga boleh oke".
(Tapi ka itu kan sangat lucu)Hana menulis kan itu serta sudah di baca oleh Zayn.
"Bukan lucunya tapi engga boleh!ada hak di mana ngga bisa di perlihatkan oleh orang lain seperti pakaian saja ada yang tidak boleh,Hana mengerti kan ucapan ka Zayn?".
(Iya mengerti maaf ka)sesal Hana jalan ke kamar ka Zayn langsung masuk.
Menghampiri ka byla sedang memegang ponselnya ka Zayn tak lama masuk kekamar melihat ponselnya sedang di pegang byla.
(Ka ponselnya ada di ka byla).
"Tidak masalah biarkan saja,Hana bisa memijat kaki ka zayn?nanti makan es krim".
(Mau ka sini kakinya,pasti kaka capek kan!).
__ADS_1
Byla duduk di sofa,sedangkan mereka duduk di tempat tidur Hana sudah memulai memijat kaki ka Zayn walaupun Hana masih kecil ada tentangnya terasa sangat sedikit.
Kesempatan yang bagus untuk Hana,ka Zayn menggunakan bawahannya sarung bisa di kerjain oleh Hana.Sengaja memijat kaki serta menggosok-gosok sarung ke atas Zayn menyadari itu lalu menghentikan Hana.
"Hana sudah selesai,sini ganti Hana pasti lelah kan?"memijat Hana sambil mengelitiki pinggang Hana karena kegelian.
Tak lama menyudahi bercandaannya.
Ponselnya sudah di kembalikan byla tadi, mengajaknya pergi tetap engga mau Zidan baru pulang masuk kelamar adik lalu rebahan tidak melihat di sana.
"Mas Zidan baru pulang?"tanya byla penasaran serta kelihatan sangat lelah sekali.
Menengok kearah byla baru menyadari kalau ada di sana bersama Hana.
"Iya nih tadi aku bertemu dengan umma di cafe Bima,lima bulan kedepan kau yang akan mengurusnya setelah itu aku yang melanjutkan cafe itu".
"Udah tau lagian cafe ziza sudah cukup bagi ku,mandi sana bau asem sebelah azan harus sudah mandi!jadi laki jorok engga mandi"ledek Zayn sambil melempar bantal kecil kearah Zidan duduk di tempat tidurnya.
'Hap'tangkapannya sangat tepat.
"Diam nanti juga mandi,itu kan baju ku kau pinjam engga bilang!"baru menyadari kalau bajunya di pakai Zayn dari tadi.
"Iya aku pinjam,oh iya uangnya mau di pegang kau saja byl sama Nayla,aku saja sama mas Zidan?"usul ku kepada mereka dan membahas soal keuangan kelompok kita.
"Aku saja sama nay,kalian yang memasarkan serta membungkus makanan yang sudah jadi besok beli bahan-bahannya serta perlengkapan?pakai motor saja semua anggota ikut beli belanjaannya".
"Tidak......Zayn saja sama kalian pakai mobil Abi pasti boleh"ucap Zidan pergi kekamarnya.
Malam hari.
Sesudah makan malam serta sudah melaksanakan sholat berjamaah sekarang sedang bersantai di ruang keluarga.
"Makasih byl sudah menjaga Hana maaf merepotkan mu kalau mau pulang akan di antar Zayn,Zayn aterkan byla pulang!!".
"Iya umma mau pulang sekarang atau nanti?".
"Nanti saja katanya mau mbahas kelanjutan tugas kelompok"ucap bulan mengingat kan anggota-anggota yang lain.
"Ayo di halaman belakang saja,Hana mau ikut?"mengajak Hana juga ikut serta cuma mau main bersama Nayla doang.
Setelah di halaman belakang sedang berdiskusi mau beli apa saja dan yang lain.
Zayn memberikan uang kepada byla 50 ribu sesuai kesepakatan tadi pagi.
"Mas Zayn aku juga mau dong"pinta Nayla meminta uang 50 ribu juga kepadanya.
"Nay mau?itu untuk beli belanjaan buat besok Nayla Alfatah kau belum loh"ledek Zayn kepada Nayla sambil megelitik Nayla.
"Bayarin sekalian dong mas kan kau Kaka yang paling imut serta perhatian"mengeluarkan andalannya pada mas Zayn serta supaya memberikan uang.
Mengeluar uang 50 ribu dari saku bajunya.
"Nih untuk Nayla.......... Hana juga mau?nanti yah kalau ke Alfamart saja bisa memilih jajan sesuka Hana sepuasnya".
(Beneran boleh, sekarang saja ka beli cemilan Hana mau coklat,es krim dan yang lain).
"Giman yah Kaka sudah janji besok saja gimana?sudah jam segini lagi byl kau mau pulang atau gimana?aku engga bisa membelah diri menjadi dua".
"Pulang sekarang sendirian saja engga masalah,kau temani Hana saja ke Alfamart".
"Engga bisa aku sudah janji Pakai mobil saja motor tinggal sini saja,sekalian ke Alfamart Hana ayo katanya mau beli cemilan nay mau ikut atau engga?"tanya Zayn kepada adiknya.
"Jelas ikut lah masa kagak ayo mba byla".
Mobil sudah tak terlihat lagi,tak lama sudah sampai pesantren Abi Usman setelah turun serta berpamitan pulang kerumah.
Pergi ke Alfamart membeli cemilan kesukaan Hana serta Nayla tak lama sudah selesai tinggal mbayar di casir total semuanya 350 ribu cuma beberapa jam saja.
Lalu pulang ke pesantren membawa belanjaan masuk kedalam karena Hana tertidur di gendong mas Zayn tidur di kamarnya,setelah selesai bersih-bersih lalu tidur di samping Hana sambil memeluknya Sera terbayang-bayang wajah byla ketika tersenyum masih merindukannya.
"Astaghfirullah halazim mikir apa aku kenapa ya Allah selalu memikirkan byla kalau memang berjodoh maka dekatkanlah kalau engga jaukanlah serta jangan lagi menampilkan byla lagi,aku ikhlas kalau memang bukan jodoh ku argh............ sudah malam aku tidur saja bismillah untuk mengikhlaskan byla kepada orang lain".
......................
Byla sudah berada di ndalem sedang membahas belanja yang akan di beli nanti ketika di pasar rakyat Nusantara.
"Ini sudah semuanya?kalau kurang aku inggat tentang bumbu-bumbu dapur".
"Oke byl pergi sekarang saja,Hana sama umma bentar lagi ada guru yang mengajarkan tentang sekolah Hana di sini.Belajar yang rajin yah nanti Kaka akan berikan hadiah untuk Hana oke"membujuk Hana supaya mau belajar dan belajar supaya menjadi anak yang berprestasi walaupun di rumah.
Setelah sampai di pasar banyak orang yang bertransaksi jual beli aneka macam makanan yang belum jadi,semua tugas sudah bagi sedang di laksanakan setelah hampir satu jam berada di pasar berkumpul lagi di tempat yang sama memberikan belanjaan kepada byla lalu pulang ke pesantren.
Setelah sampai serta membawa barang belanjaannya kedalam menaruh di dapur.
Nayla sedang membantu mbuat jajan yang sudah di tentukan somay kering serta basreng,Zayn memotong bakso sesuai dengan potongan sebelumnya mereka memasak menggunakan sarung tangan plastik supaya higienis.
Hana sedang belajar menghitung gurunya sangat salut bisa menangkap pelajaran dengan satu kali memperhatikannya.
"Hana good job tingkatkan prestasi mu".
"Umma saya juga bisa membantu Hana supaya bisa seperti dulu lagi kalau di izinkan".
"Tapi bu hana bisa berbicara pada usia 2 tahun lalu saat orang tua kandung menikah jadi seperti ini,saya umma sambung dari Hana tapi sudah saya anggap seperti anak sendiri silahkan kalau bisa ada perubahan dari Hana saya akan bersyukur sekali".
"Makasih bu,Hana bisa ikutin gerakan mulut Bu guru? coba buka mulutnya perlahan saja,lalu tersenyum setelah itu memajukan bibir kedepan,lalu membuka lebar-lebar setelah itu membuka mulutnya lagi sudah selesai di lakukan secara teratur sebanyak 10 kali salam satu hari makasih bu saya permisi sampai besok Hana assalamualaikum".
Mencium tangan ibu guru llau menghampiri kakanya di dapur menunjukkan pelajaran tadi.
(Kaka lihat Hana sebentar) menunjukkan gerakan yang tadi di ajarkan Bu guru.
"Masyaallah Hana hebat sampai berapa kali melakukan itu?hama mau yang sudah matang?ambil saja hati-hati masih panas".
(Oke ka zayn,sampai sepuluh kali baru satu kali ka kata bu satu hari harus mengucapkan itu nanti dapat hadiah kan?mau mainan masak-masak boleh!).
"Boleh dong belajar yang rajin yah Kaka mau melanjutkan tugas ini dulu,Zidan di mana engga kelihatan dasar maunya enak sendiri nay kau sudah selesai membuat somay keringnya?akua mu telepon dulu sebentar".
Mengambil ponsel engga hadu dari tempatnya tadi mencari nama Zidan.
Trut............ trut............... trut.
"Iya ada apa?kau engga ada di cafe Ziza?di cariin tau tadi, ngapain telepon aku!bentar lagi aku pulang tunggu saja assalamualaikum".
Tut..........Tut.
Belum bicara satu kata pun sudah di matikan.
Menaruh ponselnya kembali melanjutkan pekerjaan yang belum selesai.
"Byl kalau lelah istirahat sejenak gantian dengan yang lain,sini biar aku saja kau tinggal melanjutkan memotong baksonya yang belum selesai serta du kasih bumbu pedas daun jeruk serta original daun jeruk".
__ADS_1
"Iya aku juga gitu mau gantian ternyata panas juga kalau lama-lama di dekat api membuat banyak keringat di baju"ucap byla jalan kearah ku mengganti kan ku sedangkan aku menggantikan byla menggoreng sedikit demi sedikit supaya matengnya merata.
"Byl kaya gini atau bentar lagi?"tanya ku kurang paham tentang memasak beginian.
"Bentar lagi kalau aku bilang sudah harus di anggat yang ada di penggorengan".
Tak lama Zidan pulang jalan menghampiri ke dapur membawa es krim untuk mereka.
"Kebetulan aku lelah tau aja,byl kompornya di matikan dulu yah hampir azan dhuhur di lanjutkan nanti saja"mengambil es krim sambil memakannya.
"Iya sudah 60%yang sudah kita lakukan sisanya ma Zidan saja yang menyelesaikan kan belum membantu apa pun Iyan kan?".
"Betul tuh lihat nih baju susah basah banget karena keringat"timpal Zayn dengan semangat memojokkan kakanya yang baru pulang dari cafe Bima.
"Mas Zidan tadi gimana bertemu dengan mba safy lagi atau engga?"meledek mas Zidan sambil menyenggol tubuhnya.
"Apa si nay ga jelas banget,kalau sudah selesai siap-siap untuk sholat di rumah abi sedang pergi jadi nanti yang akan jadi imam Zayn engga ada penolakkan apapun".
Setelah bersiap-siap serta sedang menunggu yang lain lalu Zayn baru keluar dari kamarnya.
"Lama banget cepat sedikit kasihan yang lain cuma menunggu mu saja"tegur mas zidan.
"Terserah kalau engga mau ke masjid pesantren saja ngapain menunggu ku"jawab Zayn santai menjadi imam di rumah.
Suaranya sangat merdu membuat hari semua orang menjadi tenang serta khusus.
Tak lama akhirnya selesai sedang berzikir serta berdoa lalu menyelesaikan tugas yang tadi belum selesai terpotong untuk melaksanakan sholat terlebih dahulu.
"Permisi mas ada tamu di kuar dekat gerbang kalau begitu saya permisi assalamualaikum"ucap Salah satu santriwati yang kebetulan lewat kedana tadi.
"Makasih, kira-kira siapa tumben sekali enggak langsung masuk kedalam".
Nyamperin kesana menengok siapa yang datang engga masuk kedalam saja.
"Permisi nyari siapa yah?mang dia siapa enga di suruh masuk saja"ucap Zidan dengan sangat lembut keiaa orang tersebut.
Memutarkan tubuh kearah Zidan laku masuk kedalam memberikan makanan untuknya.
"Hana ada?bisa bertemu dengannya?".
"Safy itu kau, boleh silahkan masuk ke ndalm saja makasih makanannya"celetuk Zidan jalan duluan di ikuti dari belakang.
Masuk serta makan dulu makan masakan yang di bawah safyra barusan.
Sedang menikmati makanan sangat lezat tak kalah seperti cafe-cafe yang lain.
"Masyaallah mba ajarin dong aku juga mau memasak ini belum pernah mencoba,ini kan rica-rica ayam kan?kapan-kapan bisa bertemu atau main kepesertaan saja mba?".
"Alhamdulillah kalau kalian suka,bay engga si habiskan nakanmu?mubasir tau tadi ngambilnya sedikit saja"tegur safyra kepadanya engga suka melihat orang menyisakan makanan mereka.
"Biar aku saja yang akan menghabiskan makanannya,nay engga bisa makan ini terlalu banyak punya keluhan tentang maag makanya engga habis"memakan nasi Nayla supaya engga mubasir lagi.
"Maaf Nayla aku engga tau tentang keluhan mu lain kali kalau aku kesini akan masak yang sana cuma engga pedas khusus untuk Nayla kalain ada projek bersama? membuat apa makanan kekinian kan sudah terlihat jelas dari bentuknya, boleh aku mencobanya".
"Silahkan cobain saja kalau mau ambil saja nanti aku yang ganti,oh iya sampai lupa belum menentukan harga untuk ini kira-kira secapya berapa yah?kalau cap sedang lima delapan ribu beki dua lima belas ribu? gimana setuju atau ada yang lain katakan?".
"Boleh juga tuh mba safy kalau mau mbantu promosi juga boleh aku sudah membuat kan ini tapi di laptop belum aku copy bentar".
Jalan kekamar mengambil laptopnya menunjukkan kepada yang lain.
Sepertinya sangat menarik pelanggan deh?.
"Oke kita setuju copy serta jualkan secara online saja,nanti tanya kepada Abi sepertinya boleh kan bebas mau di jualkan kemana saja dan kapan saja iya kan?"ucap nayla kepada yang lain serta sudah menerima copyan dari mas Zayn tinggal di promosikan saja.
Zidan melanjutkan tugasnya yang belum selesai lalu yang lain tinggal menaruh satu persatu kedalam cap yang sudah tersedia.
Kalau sudah selesai tinggal di jualkan serta akan mendapatkan keuntungan dalam penjualan kali ini insyaallah.
Zayn dan byla satu tim menjual kan seluruh dekat rumah-rumah sambil menawarkan ke orang-orang,yang lain pun sana sedang berusaha mendapatkan uang ada yang di titipkan ke cafe Bima walaupun engga ada di menu makanan sudah dapat izin dari umma Nadya langsung yang mengizinkan anak-anaknya untuk menaruh karya makanan kesana uangnya bisa di ambil besok.
Disini lain.................
"Kalau lelah istirahat dulu nanti di lanjut kan lagi"ucap Zayn kepada byla duduk di taman bermain.
"Engga usah aku masih kuat untuk berjalan tapi haus mau minum"pinta byla kepada Zayn.
"Bentar aku beli dulu tunggu di sini sekagi aku pergi sebentar"jalan membeli minuman untuk mereka masing-masing.
Setelah itu jalan ke sana nyamperin byla memberikan minuman kepadanya.
"Makasih Zayn"ucao byla kepadanya.
"It's oke byl minum nanti kita pulang lumayan cuga caoenya tapi lumayan bisa mengambil pelajaran dari ini,aku belum pernah berjualan keliling seperti ini sebelumnya".
"Sama aku juga,Zayn ini baru sedikit yang amu beli punya kita?aku lanjutkan lagi perjalanan kesaba siapa tau ada yang mau beli"Jalan duluan karena dia yang membawa keranjang jajannya.
Setelah hampir jam lima pulang ke pesantren Abi Fatah istirahat sejenak di ruang keluarga.
"Zayn kau dapat berapa tadi?".
"Kurang tau uangnya ada da byla,berapa byl?susah di hitung semuanya?"ucap Zayn kepada byla yang sedang menghitung uang hasil penjualan tadi.
"Dapat 100 ribu mas kalau kalian? dapat berapa?".
"Lumayan lah,kita dapat 150 ribu dapat untung 50 ribu iya kan?masih ada stok kan di rumah yang belum di jualan kan?".
"Masih ada mas kenapa,uang yang di cafe juga belum di hitung kan? kalau gitu aku pulang yah besok kesini lagi".
"Tapi mba nanti malam saja"rengek ku kepada mba byla supaya enga jadi pulang.
"Baik lah nay pinjam baju serta kamar mandinya boleh kan?"tanya byla kepada Nayla serta menunggu jawabannya.
"boleh dong silahkan mba pilih saja yang mba byla mau pakai"ucap Nayla kepada mba byla.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Masih yang mau menantikan cerita selanjutnya dari author Dwi.
Makasih juga yang sudah mau mendukung karya ini,makasih sekali untuk kalian semua.