Aku Mencintaimu Karena Allah

Aku Mencintaimu Karena Allah
46.Naik jetski bersama-sama.


__ADS_3

Sesudah sarapan serta menyiapkan makanan yang akan di bawa ke pantai kedua keluarga itu masih sibung dengan kegiatan masing-masing.Zayn masih berada di kamarnya menyiapkan pakaian yang akan di bawa setelah basah-basahan bersama.


Setelah selesai baru keluar jalan kearah mobil yang sudah menunggunya dari tadi Fariz jalan kearah Zayn mau duduk di sampingnya.


Di perjalanan menuju ke pantai kedua keluarga menggunakan mobil masing-masing (dua mobil).Setelah sampai di pantai masing-masing dari mereka merasa senang setelah siap serta barang-barang pun sudah di bawa tinggal menuju pantai yang indah ini.


Banyak wisatawan mancanegara datang kesini Zayn serta Zidan memperbanyak istighfar serta menjaga pandangannya.


"Ka kapan naik jetski?"tanya Husna engga sabaran untuk menaikinya.


"Sebentar kalian jalan kesana nanti aku nyusul"Zayn mengambil uang lumayan banyak menaruh dompetnya ke dalam tas ransel dan menutup kembali tasnya.


"Hati-hati Abi di sini saja sama mereka"ucap Abi Fatah keiada anaknya.


"Beberapa engga mau ikut?"Zayn memastikan Abi Fatah mau ikut ataupun engga.


"Samah sudah di tunggu"pinta umma Nadya.


Jalan kearah mereka membayarkan jetski mereka semua.Zayn menyewa tiga jetski 1,5 juta rupiah kepada pemilik jetski setelah pembayaran sudah selesai tinggal memakai pelampung renang (baju renang).


"Ayo nay sama mas Zidan aja"pinta Zayn kepada sang adik tercinta.


"Oke nay juga maunya gitu les's go.Mas Zayn foto dulu maju sedikit"ucap Nayla.


Setelah maju dari tempat tadi Nayla sedang memotong mas Zidan,mba safy dan mba Husna setelah selesai tinggal bermain sepuasnya (30 menit) saja.


Zayn melihat kearah Husna bersama Hana sedangkan Fariz bersama Zayn.Menikmati udara yang masih segar menghampiri kearah Husna sebentar.


"Dek harus ingat kalau keselamatan itu nomor satu oke!"tegur Zayn kepada calon istrinya.


"Maaf ka.Iya nih bawanya pelan seperti siput,Kaka sendiri juga engga mementingkan keselamatan!nay foto kita ayo ka pindah dulu kesini"titih Husna kepada zayn untuk foto bersama dengannya.


Setelah pindah dan mengambil foto mereka berdua lalu jetski tadi di bawa Nayla pergi.


"Nay tunggu"ucap mas Zayn kepada Nayla sudah tidak terlihat lagi.


"Engga masalah kan pakai ini saja.tenang aku tau kalau Kaka selalu menjaga kehormatan perempuan kalau Una minta main jatski bersama bisa?pilis ka kali ini saja".


"Baik lah sebentar saja serta menepi sebentar ke Abi Fatah"Zayn sudah menjalankan jetski kearah Nayla serta mengajak balapan.


Nayla setuju untuk balapan dengan mas Zayn sampai ketengah pantai.Kemudian kembali ke pinggir pantai takut terjadi apapun serta turun dari jetski yang sempat di naikinnya.


"Maaf dek masih tegang kan?mau minum atau turun saja kearah mereka?"Zayn merasa bersalah kepada calon istrinya.


Tanpa membantah mas Zayn jalan bersamaan dengannya lalu Zayn mengambilkan minum botol kepadanya.


"Minum dulu.lain kali engga akan seperti tadi,maaf om karena Zayn Una merasa kurang nyaman tadi sempat balapan jetski juga sama Nayla"Zayn menceritakan kejadian tadi saat balapan dengan sang adik.


Menerima minuman lalu meminumnya menghabiskan setengah air mineral.


"Una merasakan apa sekarang seperti pusing? mual atau kurang enak badan"tanya umma untuk memastikan kondisi calon mertuanya.


"Engga ada keluhan sama sekali tante.Alhamdulilah Una baik-baik saja tidak perlu cemas kalau mau ganti pakaian di mana yah tan?"Husna merasa tidak nyaman memakai pakaian basahnya saat ini.


Tiba-tiba datang memeluk mas Zayn"sama nay saja mba kebetulan nay mau ganti pakaian"ucap Nayla kepadanya.


Mengambil pakaian tak lama setelah selesai mereka berdua jala bersama berdampingan.


"Tunggu mas Zayn juga mau ganti pakaian".


Sedikit berlari kearah mereka lalu masuk kekamar mandi umum bersebelahan.


Hana di dampingi umma Nadya sedangkan Fariz di dampingi ayah Tama tak lama Zayn serta yang lain keluar sudah selesai menggantikan pakaiannya.


"Biar Kaka aja"ucak Zayn mengeluarkan uang sepuluh ribu.


Memberikan kepada petugas kebersihan kamar mandi tersebut.


"Maaf mas liat mereka sekitar sini?"Zayn memperlihatkan foto keluarganya.


"Iya mas sedang di dalam bersama ayah dan adaknya juga"petugas kebersihan kamar mandi menunjukkan keberadaannya.


"Sisanya untuk mereka mas makasih"Zayn pergi duluan membawa paper bag berisi pakaian kotornya.


Menghampiri Zayn menunggu yang lain belum selesai tak lama setelah di tunggu-tunggu datang juga.


Berberes kembali ke vila setelah semuanya sudah naik ke mobil tinggal pergi dari pantai.


Sepanjang perjalanan Zayn menjadi supir dari pasangan suami-isteri serta ngerem mendadak tanpa aba-aba.


"Mau beli es kelapa dulu?aku haus kalau engga mau beli aku sekalian di beliin"ledek Zayn sudah turun dari mobil.


Zidan membuka kaca mobil"dua mas sekalian ini uangnya"memberikan kepada Zayn.


Mobil lainnya juga berhenti di depan mobil mereka lalu turun membeli es kelapa.


Jalan kearah Zayn sedang menunggu sampai selesai.Husna juga ikut membeli es kelapa bersama Abi Gibran memesan untuk semua orang termasuk untuk Hana jug.


"Mas 7 es kelapa pakai sirup empat yang tiga pakai gula Jawa"ucap Abi Gibran.


Pesenan Zayn sudah selesai sudah membayar juga tinggal menyesuaikan pesenan om Gibran.


Tak lama akhirnya selesai juga dan masuk ke mobil masing-masing.Husna sengaja masuk ke mobil yang di kendarai Zayn bersama Hana dan Zayn merasa senang kalau ada Husna di samping tempat tuduknya.


"Ay malu ada Una serdana kita"ucap Zidan.


Pasangan itu memang selalu menampakkan kemesraan di depan orang lain membuat orang jadi ikut kebawa suasana.


"Eh maaf ada Una.Cie puasa kali ini ada teman yang bisa membangun dan menemani saat sahur nih nantinya"kedek mba safy.


"Mas tuh mba safy sendirinya juga sedang berbadan dua iye kan?"Zayn meledek balik Kaka iparnya.

__ADS_1


Tak lama akhirnya sampai di villa dan turun dari mobil membawa tas ranselnya masing-masing.Serta masuk ke dalam kamar masing-masing sedangkan di kamar Husna kedatangan tamu tak di undang.


"Kenapa nay datang kesini?aku mau sholat dhuhur dulu"ucap Husna jalan ke kamar mandi tak lama kemudian keluar.


Mengambil pembalut di dalam lemari jalan ke kamar mandi lagi setelah selesai baru keluar dari kamar mandi.


"Kenapa mba engga jadi sholat dhuhur?".


"Engga jadi sedang datang bulan ternyata kalau Naylaai sholat berjamaah silahkan"titih Husna duduk di sampingnya.


Zayn datang ke kamar husna mengetok pintu kamarnya menunggu sampai di izinkan masuk pemilik kamarnya.


"Masuk saja ka engga di kunci pintunya ada Nayla juga"Husna berbicara di dalam kamar.


Masuk kedalam lalu melihat mereka berdua sedang rebahan sangat tenang.


"Khem........ Sholat dulu nanti bisa


melanjutkan lagi nonton dramkornya nay ayo engga ada penolakan sekarang!"uxal mas Zidan tegas.


"Iya sholat di mana?kamar mas Zayn atau sini aja?"Nayla meledek kakanya.


Kenapa nay kau selalu mengganggu mas Zayn capek tau kalau menasehati mu tiap hari.Nay juga tau kalau mas Zayn kurang nyaman berada di kamar orang lain selain kamay mu sendiri!'batin mas Zayn.


"Kamar mas Zayn aja sekarang tanpa penolakan pinjam mukena Una saja biar cepat"mas Zayn jalan duluan ke kamarnya.


Nayla sedang mengambil air wudhu tak lama akhirnya datang juga.


"Kenapa Una engga ikut sholat?sedang datang bulan?"sebelum Zayn memulai sholat.


"Iya tadi sepulang kesini katanya mulai sholat!"tirih Nayla mengingatkan kejadiannya.


Sedamg melaksanakan sholat berjamaah di kamar tak lama kemudian selesai sedang berzikir dan berdoa.


Mencium tangan mas Zayn berkali-kali serta memeluknya dengan erat.


"Kenapa nay?mas Zayn engga kemana-mana sudah hentikan"mas Zayn mengusap air matanya memeluknya lagi.


Setelah tenang baru melepaskan pelukannya dan duduk di tempat tidurnya.


"Mas Zayn engga melupakan bay kan? tidak mengurangi jatah nay kan?"celetuk Nayla.


"Insyaallah tidak mas Zayn sudah mengatur untuk pernikahan sama seperti sebelum mas Zidan menikah dan represi juga akan menyusul nanti baju mas Zayn basah baru ganti baju loh nay"ucap mas Zayn.


"Janji engga mengurangi uang bulanan Nayla?"tanya Nayla memastikannya.


"Janji mas Zayn engga mangurangi uang bulanan Nayla sudah kan tinggal beberapa hari lagi taqoballahu minang wangmingkum untuk Nayla.Maaf kalau mas punya salah ataupun perkataan yang menyakiti perasaanmu selama ini"ucap Zayn.


"sama mas taqoballahu minang wangmingkum juga.Maaf kalau nay suka bandel serta menyusahkan mas Zayn saat ada mba Husna di samping mu"ucap Nayla


"Nay masih ada waktu sebelum romadhon jadi nay mau jalan-jalan lagi"zaym menawarkan untuk bersenang-senang lagi.


"Beneran mau pergi lagi?kemana mas ke wisata air saja berenang di sana juga".


"Oke ada bahan-bahan untuk BBQ an?"Nayla merasa ragu kalau belum ada persiapan apapun serta tersenyum kepadanya.


"Tentu ada oke besok sore saja lebih menyenangkan setuju?"titih Zayn memasti-


kan adiknya setuju.


"Setuju dong"ucap Nayla merasa senang.


...----------------...


Malam hari sebelum tidur Zayn jalan kekamar nayla.husna juga sudah ada di sana berniat untuk tidur bersama dan Nayla sedang berada di kamar mandi sedang cuci muka.


Zayn engga tau kalau yang tidur bukan Nayla melainkan orang lain.Langsung masuk kedalam kamar Nayla jalan mendekat kearahnya memeluk orang tersebut dari belakang, tiba-tiba Nayla keluar dari kamar mandi lalu melihat mas Zayn sedang memeluk orang tersebut.


"Mas itu bukan aku"ucap Nayla menghampiri kearahnya serta menarik tangan mas Zayn.


Ketarik oleh tangan Nayla membuat orang itu terbangun dari tidurnya.


"Astaghfirullah halazim maaf-maaf Kaka engga sengaja memeluk mu.Nay kenapa engga bilang kalau Una ada disini juga!kalau kalian bilang sebelumnya mas Zayn engga pernah melakukan seperti tadi"Zayn merasa bersalah kepada calon istrinya.


Membuka mata sempurna sudah ada mas Zayn di hadapannya"eh ada kaka ngapain kesini? kenapa kau merasa bersalah seperti itu? katakan sesuatu kepada ku,ada apa ayolah engga usah di sembunyikan lagi".


"Maaf tadi Kaka memeluk mu tak kira yang sedang tidur Nayl.Maaf adek kalau di pernikahan di percepat saja gimana? sepulang dari sini kita akan urus dokumen pernikahan.Karena dosa Kaka sudah banyak kepada adek maaf sekali lagi tidur lah besok sore ada rencana BBQ an bersama di dekat kolam renang"Zayn jalan keluar kembali ke kamarnya merenung kesalahannya.


Menangis di dalam kamar lalu umma datang kekamar Zayn memeluknya dengan kasih sayang.Menghapus air mata yang sudah keluar menunggunya sampai tenang baru bertanya kepadanya.


"Kenapa anak umma,hem katakan sesuatu umma tau kalau ada yang di sembunyikan dari umma kan?"umma Nadya mengusap kepala serta mencium keningnya.


"Umma,Zayn minta bereskan dokumen pernikahan untuk Zayn dan Husna secepatnya.Zayn melakukan kesalahan yang besar sudah lancang memeluk Una tadi di kamar nay maaf kan Zayn sudah mempermalukan umma dan Abi maaf"Zayn menyesalinya kesalahan tadi.


"Sudah nanti umma sama Abi akan mengurus masalah ini.Seharusnya kau tidak melakukannya sekarang bersama Una!umma maafkan tidur lah sudah malam nanti umma bicarakan kepada Abi mu dulu"umma Nadya menenangkan Zayn baru pergi ke luar dari kamarnya menuju ke ruang tengah.


Memanggil suaminya untuk membicarakan masa ini kepada ayah dari anak-anak.


Abi Fatah menggendong umma kedalam kamar meletakkan di tempat tidur mengunci pintu kamar.Abi memulai dengan melepas kan nikho berserta kerudungnya hampir membuka resleting baju gamisnya.


"Umma buka pintu ini Hana"ucap Hana.


Jalan menuju pintu kamar mempersiapkan Hana masuk kedalam kamar.


"Hana kenapa engga tidur di kamar mu sendiri?mau tidur bersama umma sama Abi juga?"umma Nadya memeluknya serta menidurkan Hana di sampingnya.


Abi masih menginginkan hal lain dari umma Nadya sambil menunggu Hana tidur nyenyak.


"Bi tadi Zayn meminta pernikahannya di percepat"ucap umma Nadya.


"Ada apa lagi dengan anak itu? membuat kesalahan lagi!"Abi Fatah merasa heran dengan anak tersebut.

__ADS_1


"Betul bi yang umma dengar Zayn tidak sengaja memeluk Husna di kamar Nayla saat masuk kamarnya tadi.Abi punya teman yang bisa mengurus pernikahan secepatnya?mungkin ada kalau engga coba tanya kan kepada Tama siapa tau ada kenalan orang yang bisa melakukan pernikahan.Baik menikah secara agama dan negara bi umma engga mau kalau Zayn menikah tanpa itu semua"celetuk umma Nadya.


"Tidur dulu besok di bicarakan lagi sama Gibran mungkin bisa di percepat".


Malam mulai gelap mereka semua sudah tidur nyenyak di vila.


Pagi hari.....................


Setelah selesai melaksanakan sholat subuh berjamaah Zayn juga sudah mandi sebelum melaksanakan sholat subuh tadi.


Jalan ke ruang tengah menemui Abi Fatah serta mertuanya duduk di samping om Gibran rasa bersalahnya itu masih ada di dalam tubuh Zayn sampai saat ini.


"Maaf sekali lagi om Zayn sudah melakukan kesalahan kepada Una.Om punya kenalan orang yang bisa menikah kan bukan ini aja supaya dosa Zayn di ampuni Allah SWT".


"Zayn kali ini apa yang sudah kau lakukan?kepada adik ku katakan!"ka Tama sangat marah kepada calon adik iparnya.


"Tadi malam Zayn engga sengaja memeluk Una tak kira Nayla,kalau Kaka mau marah silahkan bahkan melakukan lebih juga engga masalah Abi tidak akan marah ini salah Zayn"menundukkan kepalanya tidak berani menatap kerah mereka semua.


"Oke nanti kaka carikan penghulu untuk kalian satu lagi secara agama dan negara kan?mau kapan menikah sepulang dari liburan?".


Husna bersama Nayla datang kearah mereka semua sedang berbincang-bincang sangat serius duduk di sebelah umma Nadya.


"Tentu ka Abi bantu Zayn untuk menyelesaikan masalah ini kan?bi, Zayn mohon bantuan dari Abi sangat di perlukan umma Abi tuh lagi serius malah bercanda"Zayn melihat Abi Fatah bersama keluarga serta Husna tertawa bersamaan.


Sepertinya ada sesuatu yang di sembunyikan dari mereka semuanya.


Flashback on.


Sedang berbincang-bincang di ruang keluarga sebelah Zayn datang sudah di rencanakan dengan matang.


"Bi ini engga akan menyakiti perasaan Zayn?Abi tau kan kalau Zayn sudah melakukan kesalahan pasti akan bertanggungjawab kesalahanny"ucap umma Nadya.


"Tidak masalah untuk Abi apa lagi calon mertuanya juga setuju"tersenyum manis kepada umma Nady.


"Tante tenang saja Zayn pasti engga mau kalau orang di dekatnya merasa kurang nyaman apa lagi kalau orang itu perempuan.Tama senang kalau di perbolehkan Zayn menikah secepatnya takut melakukan dosa kwkau belum punya hubungan hakal,Tama juga yakin kalau Zayn orang yang selalu tau batasan-batasan yang harus di jaga sampai menikah nantinya".


"Baik lah tunggu sampai Nayla datang untuk melanjutkan kejahilan kita"umma Nadya sedang menunggu Nayla datang.


Menarik tangan Nayla untuk mengikuti jalan ke dapur memberikan tugas sedikit untuknya.


"Nay mau kan punya kaja ipar kagi?nay harus membawa Una untuk tidur bersama malam ini nanti saat mas Zayn datang biarkan Una bersamanya sebenta"pinta umma Nadya kepadanya sambil menunggu jawaban dari Nayla sekaran.


"Oke nay mengerti sudah kan umma?nay mau istirahat cape"ucap Nayla.


Jalan mengajak mba Una kekamarnya nonton dramkor paling romantis sampai mba Una kebawa suasana.


Lala kelamaan mengantuk sedangkan Nayla pergi ke kamar mandi untuk cuci muka sebelum tidur mala.


Flashback off.


"Ada apa bi masih tenang kejadian malam hari?mas Zayn kenapa masih kesal dengan kejadian tadi malam?"ucap Husna penasaran kepada calon suaminya.


"Tenti iya aku engg amu menanggung masalah ini pada umma dan Abi lagi sudah cukup sampai di sini mereka menanggung semua yang sudah aku lakukan dari kecil hingga sekarang"Zayn bersih keras menginginkan menikah secepatnya.


"Tenang saja malam ini kalian habis kan untuk melepas masa lajang sebelum pernikahan oke.Kaka mu sedang mengurus semuanya bersama teman-temannya kalau sudah ada kabar persyaratan yang di butuhkan sudah ada pasti akan menikah".


"Sepulang dari sini Zayn dan Una mampir ke butik temannya umma,masih ingat kan?engga lupa tempatnya sama sekali nanti umma yang akan membayar gaun pengantin untuk kalian".


"Tidah usah Zayn masih ada tabungan yang bisa di pakai untuk membeli gaun pengantin kalau menyewa baju juga masih bisa"ucap Zayn tidak mau merepotkan orang tuanya lagi sudah cukup sampai Zayn mau menikah.


...----------------...


Sedang membakar bakso serta beberapa jagung bakar yang sudah matang.


Zayn sengaja menyendiri di tepi kolam sambil menikmati keindahan malam hari sebelum pernikahan datang.


"Mas ayo kesini sudah matang jagungnya sini dong kan masih banyak orang masa sendirian di situ"Nayla membawakan jagung bakar untuk mas Zayn.


Menerima jagung bakar dari Nayla sambil memakannya sesekali melihat kearah Husna serta tersenyum manis sedikit.


Makan malam di dekat kolam serta beberapa kali Zayn melihat kearah calon istrinya.


"Khem........Tunggu sampai pulang dari sini kita besok pulang Kaka ada urusan dengan teman Kaka.Fariz pulang sama Abah yah dan Tante Una ayah nesan taxsi saja dan Zayn nanti kak kirim kan lewat WhatsApp saja yah".


"Siapa ka makasih banyak sudah mau membantu Zayn.Kita juga pulang besok aja engga papa kan?Zayn mau menyelesaikan masalah ini secepatnya"titih Zayn.


"Oke besok pagi setelah makan pagi susah tinggal kembali bersama calon istri dan akan berubah menjadi istri Muhammad Zayn Alfatah"ledek mas Zidan keiadanya.


"Amin doakan saja yang terbaik Zayn sudah kenyang mau istirahat selamat malam assalamualaikum"Zayn pergi dari sana.


Di susul Husna masuk kekamar masing-masing membereskan pakaian mereka kedalam koper.


Setelah selesai baru di masuk kedalam mobil serta kembali ke pesantren.Di perjalanan berhenti sejenak melaksanakan sholat dhuhur di rest area serta makan siang terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan pulang.


Setelah selesai sholat tinggal makan siang bersama dan bersantai sejenak.


"Mas kau yang mengendarai mobilnya gantian dong aku cape mau istirahat"Zayn memberikan kunci mobil kepadanya.


Menerima kunci mobilnya"oke kau istirahat saja setelah sampai nanti akan aku bangunkan,serta menyiapkan kan berkas untuk pernikahan kalian oh iya kalian mau hadiah apa dari kita.Ay nanti ke Mool yuh beli sesuatu untuk Zayn dan Una"Zidan melihat kearah una sekilas lalu berpindah kearah Zayn dan tersenyum penuh arti.


"Kebapa senyuman mas Zidan seperti itu.Kalau mas Zidan mau memberi sesuatu jangan berupa pakaian sudah banyak yang lain saja"Zidan sudah mengetahui kalau kakanya mau mengerjainnya.


"Terserah aku dong yang mau memberikan hadiah kan aku kau tinggal menerima hadiahnya"ucap mas Zidan.


Setelah perdebatan panjang antara Kaka dan adik itu dan sedang melanjutkan perjalanan ke pesantren dan ke rumah sakit.


Setelah sampai mereka sedang mempersiapkan dokumen untuk pernikahan.


Setelah selesai Zayn juga sudah siap hendak pergi menemui om Gibran,dan jalan keruang keluarga menemui Abi Fatah dan juga umma Nadya.Serta mengambil dokumen yang sudah di siapkan Abi Fatah tadi duduk di tempat yang kosong.


"Bi,Zayn jalan sekarang dan makasih sudah menyiapkan dokumen pernikahan untuk Zayn.Untuk umma dan yang lain makasih Zayn pergi sekarang keburu kesorean"ucap Zayn kendak pergi keluar dari ruang keluarga.

__ADS_1


Jalan naik ke motor serta tidak terlihat lagi hampir sampai di rumah sakit sejahtera.


__ADS_2