
Zayn sudah empat bulan di pesantren serta mudah tinggal di asrama bersama yang lain dikamar B2,byla sudah berangkat kepesertaan abi Fatah sejak empat bulan yang lalu Nayla selalu bersamanya tak pernah menjauh dari byla kemana pun pergi pasti ngikut.
Zidan masih sekolah di pesantren sema satu tahun lagi karena mendapatkan tugas dari abi tiap jam makan siang sampai menjelang sholat ashar baru kembali kepesertaan naik motornya, sekarang sedang ada di cafe melihat laporan minggu ini di ruangannya sepertinya akan membuka cabang baru belum ada persetujuan dari abi Fatah.
Abi datang kesana melihat Zidan diruanganya serta mau membicarakan cabang baru bersama umma serta Zidan.
Sudah berkumpul disana serta sudah dapat tempat seperti cafe ini taki lumayan 25 menit dari sini, tanah luas serta ada tempat bermain untuk anak-anak yang diajak pergi kesana bisa menikmati cafe serta bermain.
"Umma kali ini cafe ya ada makanan lain selain cake seperti nasi rendang atau sejenisnya gimana?setuju minum seperti biasanya aja abi sudah menemukan tempatnya tinggal di cet ulang serta di ubah sedikit pasti lebih menarik".
Trut..........trut.......trut.
"Bentar ada telpon dari nay".
[Iya kenapa nay?Abi keluar sebentar nari kedana lagi].
"Bi nay izin mau kerumah mba byla boleh yah naik taksi serta bertemu dengan mas zayn".
[Boleh sudah 1 bulan juga Zayn jarang ada yang datang kesana kau saja sama byla,Abi izinkan hari-hati nay].
Setelah di izinkan lalu memesan taksi serta kepesantren menemui Zayn disana, setelah membayar taksi lalu masuk kedalam rumah byka menunjukkan kamar Zayn kepada Nayla langsung masuk.
Karena aku sedang tidur siang serta sangat lelah bisa merasakan kalau ada orang lain selain ku di kamar ini,membuka mata secara perlahan serta sempurna melihat ada Nayla tapi engga menyadari kalau itu dirinya bukan orang lain.
"Plis siapa pun kau tolong pergi sebelum ada uang datang, pergi cepat engga usah mendekat ayolah ini kamar cowok engga ada yang bisa masuk sembarangan".
Bukanya menjauh Nayla malah memaju membuat Zayn ketakutan seperti orang tertangkap basah dengan orang lain.
Nayla sudah menyiapkan ponsel untuk memoto dirinya yang ketakutan karena Zayn tidak mengizinkan orang lain selain makhromnya keruang pribadi.
Ckrek..........ckrek..........ckrek.
Sudah mengambil 3 foto lalu mendekat di samping tempat tidur ku, aku bergeser sedikit untuk menghindari Nayla serta membuat bulu kuduk ku berdiri semuanya.
"Plis pergi serta hapus foto ku,jawab dong jangan diam aja ih sudah lah pergi saja dari sini cepat!!!".
"Khem mau aku sebar foto ini keorang terdekat ku"mengkrisikkan ketelinga ku seperti kenal suara ini.
"Nay itu kau?katakan sesuatu sebelum orang lain datang"berkali-kali aku mencoba untuk mengetahui siapa dia sebenarnya.
Nayla menurunkan nikhob lalu aku langsung memeluknya senang melihat Nayla datang kesini,Nayla sengaja menumpahkan sauos kebaju ku untung aja aku pakai baju oblong warna hitam jadi engga terlalu kelihatan nodanya di baju ku.
Aku melepas pakaian ku karena noda tadi tak menyangka bersamaan dengan melepaskan baju ada Byla datang kesana, dengan cepat Nayla duduk persis di depan ku untuk menghalangi byla melihat aurat ku.
"Maaf-maaf enga sengaja apa aku mengganggu kalain?"tanya byka dengan sopan kepada ku serta Nayla.
"Tidak mba kenapa mau membuat makan siang bersama?"aku sengaja meledek mas Zayn supaya takut kalau engga ada aku.
"Jangan pergi nay ayo lah ini salah mu"Zayn mengkrisikkan ketelinga ku.
Byla merasa aneh dengan sikap Zayn serta Nayla saat ini entah kenapa dengan dirinya.
__ADS_1
Nayla sengaja menggoyangkan tubuhnya kekanan serta kekiri sedangkan aku mengikuti kerakan tubuh Nayla.
"Nay antar mas ngambil baju disana jalannya mundur yah"pinta ku karena masih ada byla diambang pintu kamar ku.
"Tunggu tadi aku dengar kau meminta Nayla jalan mundur?kenapa gitu kan bisa jalan seperti biasanya".
Zayn Henghela nafas panjang mendengar ucapan byka barusan.
"Byla ceritanya panjang kalau jalan seperti biasa engga mungkin oke kau mengerti ucapan ku?".
"Engga oh iya tadi Abi menyuruh mu untuk membantu mengangkat beras bersama santri lain kedalur santri, santriwati serta kedalam rumah itu saja" hendak pergi keluar dari kamar Zayn.
"Tunggu mba masuk saja engga papa".
"Nay kau sudah membuat ulah mau menambahnya lagi?"tegur Zayn dengan mata tinggi kepada Nayla.
"Ha ulah apa Zayn katakan kalau engga aku masuk kedalam"ancam buka kepada ku.
ih kenapa aku harus kepancing karena ucapan nay tadi jadi lama kan urusannya'batin Zayan tidak kepikiran sampai kesana.
Abi Usman datang melamar ku karena menunggu ku keluar kamar lama akhirnya masuk kedalam jalan mendekat kearah ku.
"Maaf bi aku engga bisa membantu sepertinya,ulah nay makanya lama engga selesai-selesai debatnya bersama byla juga nay yang lama-lamain".
"Ya sudah engga papa ayo nak pergi,nayla tunggu disini dulu nanti menyusul keruang tengah bersama Zayn".
Setelah mengajak byla keluar serta menutup pintu kamarnya Nayla melangkah kedepan serta merasa kepanasan.
"Jadi panas kan mas Zayn siada di belakang ku"protes ku kepada mas Zayn.
"Tapi mas Zayn mau kan?kalau nanti kalian berjodoh aku do'akan semoga mas Zayn dengan mba byla berjodoh amin". Mengusap kedua tangan kemukanya serta menggoda ku sambil mengelitiki pinggang ku.
Sesudah pergi dari tadi zay serta Nayla masih di sana,Zayn memakai baju setelah selesai baru keluar membantu mengangkat karung beras kedalam rumah habib Usman.
Setelah selesai byla membuat cemilan untuk santri serta Abi dan Zayn tak lama akhirnya selesai membawa cemilan serta minuman keruang tamu,meletakan disana lalu Nayla serta byla duduk di ruang tengah ada penghalang seperti rak penyimpanan buku serta penghargaan yang pernah di raih pas byla masih smp.
"Mba itu piala panahan?juara 2 masyaallah mba byla hebat coba saja bisa memanah hati orang pasti akan meleleh deh".
"Maksudnya aku engga paham coba jelasin yang mba ngerti,Nayla mau mba byla memanah seseorang seperti lawan jenis mba byla gitu?"byla cuma menyusun ucapan ku serta menebak saja.
"Iya mba mau kan?coba dulu mba siapa tau ada yang nyangkut".
Aku tak sengaja mendengar kan ucapan Nayla bersama byla tadi lalu nyamperin kesana,karena searah melewati mereka karena aku mau kewc sebelum kesana nyamperin kesana dulu.
"Khem.........tadi mas Zayn dengar kalau nay meminta byla memanah seseorang kan?engga usah ikut campur urusan orang belum tentu orang itu mau mengabulkan permintaan nay minta maaf!!nanti mas kesini lagi".
Jalan kekamar mandi tak lama akhirnya keluar jalan lagi kearah Nayla serta byla.
"Sudah minta maaf?ulang lagi minta maafnya tadi mas Zayn engga liat,nay ayo lah kan kau yang salah kalau engga mau ya sudah mas lebih tenang sudah 4 bulan uang ku masih utuh kalau kau engga mau"
Ih ngapain make bilang seperti tadi?kan lumayan 4 bulan jadi satu bisa beli cemilan serta mendapatkan 400 ribu satu bulan'batin nayla sedih engga mendapatkan uang jajan dari mas Zayan.
__ADS_1
"Iya,mba byla maafkan nay kalau ucapan nay menyakiti perasaan maaf mba byla nay menyesal"sesal ku,untuk mendapatkan uang dari mas Zayn.
"Sudah kan mana uangnya untuk beli cemilan sekarang mas"sambung ku kepada mas Zayn.
"Bentar aku ambil dulu di kamar kau tunggu sini,tadi engga bawa dompet kesini nay kau mau pulang sekalian atau kesini lagi pulang nanti malam".
"Nanti sore kenapa?Zayn mau nitip kalau pergi ke alfamart?"menanyakan kepada Zayn.
Pergi kekamar mengambil uang 400 dari saku celananya lalu jalan kerumah habib Usman,mendekat kearah Nayla serta byla memberikan uang 400 ribu kepada Nayla sudah janji juga tadi.
Memberikan uang kepada Nayla lalu setelah itu bergabung lagi dengan yang lain di ruang tamu,serta ada beberapa yang sudah kembali ke asrama istirahat sedangkan Zayn masih di sana menemani Nayla.
"Mas Zayn aku mau ke Alfamart mau nitip?es krim kan sama coklatkan?".
"Yups coklatnya yang banyak"ledek ku kepada Nayla supaya memenuhi keinginanku.
"Enak saja uangnya mana?".
"Engga jadi beli sendiri lebih hemat daripada sama mu, cepat kembali bawa ponsel kalau kenapa-kenapa mas akan datang oke".
Setelah keluar dari pesantren jalan menuju Alfamart engga jauh dari situ lalu masuk serta mengambil barang yang sudah di tuju setelah selesai membayar kecasir.
Tak lama setelah selesai di kacasir pulang ke rumah dan sampai masuk kedalam duduk di ruang tengah, Nayla mencarias Zayn ternyata engga ada lalu jalan kekamar yang tadi di pakai mas zaun ternyata di sana sedang pul up seluruh tubuhnya di penuhi keringat yang sangat banyak baru menyadari kalau ada da Nayla di sana akhirnya berhenti.
Mengambil handuk serta melihat kan ketubuh Nayla jalan mendekat kearah ku"berhenti itu kau kan nay dari bau aroma khas"aku mulai takut kalau itu bukan Nayla.
"Iya mas ini aku,pesenan mas sudah aku beli di ruang tengah mau aku ambilkan atau ambil sendiri"memberikan kode kepada mas Zayn.
"Bawa lesini aja males kalau keluar,masa iya pakai ini kurang sopan kalau di rumah engga masalah ini di pesantren serta ada ora lain selain kau"membuat Nayla menutup mulut.
Mengambilkan pesenan mas Zayn serta mencari ada di mana pesanannya.
"Mba byla minta parfum sedikit boleh?".
"Boleh ini parfumnya buat apa?"tanya byla kepada ku tadi aku engga menjawab pertanyaan mba byla.
Menerima parfum mba byla lu memakainya setelah selesai di kembalikan,serta membawa es krim serta cemilan yang ku beli kekamar mas Zayn karena aku sedang berpura-pura menjadi mba byla sekarang.
Tok......tok.......... tok.
"Iya siapa?kalau nay kan langsung masuk siapa yah aduh aku masih keringatan males pakai baju sekarang,bentar".
Mau ga mau harus membuka pintu setelah ku buka pintu bau nya sudah berbeda engga seperti punya Nayla.
'aku kejebak lalu kalau bukan Nayla siapa dong baunya seperti byla atau mungkin itu byla bukan Nayla?'bati Zayn bertanya-tanya.
"Byla itu kau?taruh samping tempat tidur aja serta bisa langsung keluar".
Setelah Nayla sudah meletakan cemilan disana sekarang kesempatan untuk mengerjain mas Zayn sangat tepat.
Berjalan kearah belakang pintu karena mas Zayn ada di sana serta semakin mendekat dan mendekat.
__ADS_1
"Plis byl aku engga mau kalau melanggar peraturan pesantren pergi lah".
Nayla semakin dekat enggak ada jarak lagi mas Zayn menutup matanya entah kenapa denganya,serta membuka nikhobnya menyulek mas Zayn supaya membuka matanya kalau itu bukan byla tapi Nayla.