
Setelah sampai di rumah Zayn masuk ke kamar mandi dulu setelah selesai keluar serta memakai baju, setelan sekarang kaos oblong memakai sarung lalu keluar sholat berjamaah di rumah.Tak lama sholat ashar sudah selesai berzikir serta berdoa satu persatu keluar dari sana duduk di ruang keluarga bersantai sambil berbicara-bincang.
"Nay bisa ikut mas keluar?mas Zidan ikut juga bi kunci mobil"mengulurkan tangan ku serta sudah ada kunci mobil lalu keluar,mencium tangan umma serta abi bergantian setelah itu keluar serta masuk ke mobil.
Umma mengajak byla masuk ke kamarnya mengeluarkan beberapa perhiasan turun temurun dari keluarga Abi Fatah dulu sebelum serta sesuai menjadi keluarga.
"umma itu perhiasan banyak sekali buat apa? serta untuk siapa umma?"tanya byla sangat polos belum mengerti yang umma siapkan.
"Pilih lah salah satu ini aa beberapa 1 set perhiasan byla mau yang mana?umma kasih untuk mu engga usah pikiran kan harga serta modelnya pilih saja"menunjukkan kepada byla karena banyak engga bisa memilih sampai pusing kepala byla.
"Umma ini perhiasan umma kan?byla engga mau apapun,byla kangen umma byla doang sedah lama engga bertemu serta cuma pernah lihat fotonya doang".
"Byla jangan sedih lagi ada umma Nadya kan?kalau byla kangen sama umma byla bisa memeluk umma Nadya sepuasnya engga ada yang marah sini mau peluk boleh-boleh uthu-uthu anak Umam Nadya walaupun engga lahir dari rahim umma nadya,umma akan mengganggap mu seperti anak umma sendiri" mendekat kearah byla memeluk layaknya umma kepada anaknya sampai byla engga kerasan meneteskan air matanya.
"Maaf umma baju umma kotor karena byla,memang boleh byka memilih salah satu?byla mau yang ini warna biru muda aja sudah cukup makasih umma"memeluknya lagi dan lagi seperti punya kasih sayang lagiyang sudah lama engga di dapatkan byla.
"Sama-sama mau nitip sesuatu sebelum Zayn serta yang lain pulang".
"Engga umma sudah kenyang ini boleh aku pakai nanti mau nyobain"sangat suka hadiah dari umma Nadya barusan.
"Boleh dong anti setelah sholat magrib kita akan makan malam bersama".
Disisi lain
Zayn sedang memilih beberapa makanan Yanga kan di bawa ke rumah habib Usman belinya di Medium'mool nama moolnya 30 menit baru sampai kesana.
"Yang betul dong milihnya sudah berapa troli?"takut kalau belanjaan yang sudah di pilih mereka sangat kacau, jangan-jangan belanjaan bulan mereka masing-masing sudah 2 troli penuh di titipkan ke pinggir sebelah casir meninggalkan disana.
"Maaf itu belanjaan kita sekarang kau mau beli apa?serta buat siapa?".
"Banyak tanya beli cemilan untuk seumur ayah yang mana kira-kira kalain?kan mas Zayn yang paling sering lihat Abi belanja!".
"Kalau gitu engga kelar-kelar aku tanya Abi saja bentar tunggu sini"mengeluarkan ponselnya mencari nama'abi fatah'nenekan tombol telepon.
trut......trut.
Langsung diangkat oleh Abi Fatah karena Nayla yang telepon sangat penting.
"Iya ada apa nay? sudah belanjanya pulang secepatnya!abi tunggu di rumah".
[Bi gimana mau cepat tuh mereka sedang debat engga selesai-selesai,mau tanya cemilan untuk seumur Abi apa mas Zayn engga tau jadi tanya Abi].
"Oh itu ambil beberapa roti kacang tau kan? agak banyak kesukaan habib Usman".
__ADS_1
Jalan mencari roti kacang ketemu mengambil beberapa kotak ada 8 kotak yang Zayn ambil di taruh ketroli.
[Lalu apa lagi bi?] lagi-lagi meminta bantuan kepada Abi Fatah karena lebih dekat dengan Abi serta jarang makan cemilan kalau sedang di pesantren Zayn engga pernah melihat habib makan cemilan.
"tanya sisanya kenay pasti tau kesukaan byla sudah yah nanti ketahuan"menutup teleponnya ada byla disana.
"Tadi kata Abi apa mas?".
"Tanya saja kepada mu?lalu beli apa lagi? parfum, cemilan atau apa?"mulai panik engga tau amu beku apa lagi sekarang.
"Baru ingat mba byla suka cemilan pedas kalau parfum aku jarang melihatnya coba aku cari aroma yang pirip dengan baunya".
"Oke bagi dua,nay kau bisa kan cari sendirian?aku sama Zayn cari cemilan oke ketemu di casir ini kartu kredit untuk mbayar belanja tadi"memberikan kepada Nayla lalu pergi kearah lain dengan Zidan.
Mencari cemilan pedas serta yang biasa aja engga terlalu pedas setelah 30 menit berlalu jalan kecasir sudah satu troli penuh sampai mendorong bersamaan.
"Nay sudah di bayar yang tadi?es krim gimana?aman kan?"engga boleh terlewat kan kalau es krim harus menyetok banyak.
"Mas ini di taruh kardus aja yah?"ucap mba casir kepada Zayn serta Zidan.
"Boleh mba ada kantong belanja mau beli di sebelah mana?bisa sekalian ambilkan 20 kantong ja mba"perkiraan Zayn saja engga perlu menghitungnya karena banyak sekali belanjaannya yang akan di bawa.
"Boleh mas sebentar"jalan mengambil kantong belanja sesuai ucapan Zayan tadi kepada mba casir.
Setelah sampai di depan lobby mool menaruh di bagasi serta memberikan tips untuk mereka yang sudah membantunya tadi 50 ribu satu orang mereka ada dua jadi 100 ribu.
30 menit sudah perjalanan dari mool kerumah serta membawa masuk kedalam, kebutuhan sekali ummat mengajak byla keluar bersama.Abi membantu menyusun belanjaan ke kantong belanjaan menyusun satu persatu di bantu Zidan serta Nayla.
"Bi ini kita mau kemana?beli cemilan sebanyak ini untuk byka seorang?"mulai bertanya kepada abi dari tadi enga bicara sama sekali cuam menyusun ke kantong belanja (paper bag) membuat Zidan pemasaran engga sabar menunggu jawaban Abi Farah kepadanya.
"Kita mau kerumah byla mengerti kan?enga usah abi jelas kan nay mengerti kan maksud perkataan abi barusan?"menengok kearah Nayla yang membantunya cepat selesai.
"Mengerti bi,bukanya mas Zayn masih sekolah?kan masih lama lulusnya?kenapa engga mas Zidan saja bi?".
"Engga papa nay,abi sudah sepakat dengan temen Abi nanti kau ambil cake tanya umma nanti,Zayn tanya Umam sekarang ada di mana nanti kau bisa langsung ambil cakenya umma sudah meminta karyawan untuk membuatkan yang sepesial untuk byla".
kring ada notifikasi dari ponsel umma.
"Umma ada di mana sekarang?tadi Zayn di suruh Abi untuk mengambil cake tapi engga tau mau mengambil di resto atau di cafe?".
[Di cafe saja,umma ada di resto sudah umma siapkan tingal di ambil saja].
"Baiklah umma aku kesana sekarang"setelah menerima jawaban dari umma lalu menaruh ponselnya di saku bajunya.
__ADS_1
"Nay ikut aku kau yang akan membawa cakenya,iya kan bi?ayo lah untuk mas Zayn mau ini.Nay bantu aku kali ini saja nanti dapat coklat silver Queen mau atau mau"kali ini mas Zayn ketealuan menggoda dengan coklat silver Queen kan kesukaan Nayla engga akan menolaknya sama sekali.
Dengan pertimbangan Nayla mau menerima permintaan mas Zayn, mengikuti langkah mas Zayn sudah duduk di motornya lalu menuju ke cafe mengambil cake.
Setelah sampai bertemu dengan ning Syafa menemui ku serta sudah membawakan pesanan umma, setelah menerima cake dari tangan ning Syafa lalu berbicara-bincang sebentar baru pulang kerumah.
......................
Malam hari.
Setelah selesai melaksanakan sholat Maghrib berjamaah bersiap-siap ke rumah habib Usman,mata byla sengaja di tutup dengan paper duck yang sering di gunakan saat sudah tidur kalau jauh dari Abi Usman.
Nayla siap untuk menuntun serta memberi arah kepada byla,masuk kedalam mobil umma serta Abi sedangkan Zayn serta Zidan sengaja naik motor kesana.
Setelah sampai turun duluan mengumpat lebih tepatnya lewat pintu samping rumah habib Usman,umma serta Abi sudah berada di dalam menyiapkan surprise untuk byla setelah berada di depan pintu,paper duck di buka lampu sengaja di padamkan lalu yang lain keluar dari persembunyiannya.
Giliran Zayn membawa cake untuk byla sudah ada lilinnya juga mendekat kearah mereka serta menyuruh byla untuk request, setelah selesai baru memakan cake serta duduk di sofa membicarakan ta'aruf Zayn serta byla.
"Abi engga jadi pergi?masih di sini?".
"Besok Ani sudah pergi, sekarang Abi minta ke byla, apakah byla mau ta'aruf nak?dengan teman anak teman Abi?dia sudah ada di sini bersama keluarganya"menengok kearah Zayn serta memberikan isyarat kepada byla.
"Abi apakah engga nanti saja?bila masih sekolah,kalau abi pergi kan masih ada umma Nadya yang menjaga byla setiap anak sendiri iya kan umma"melihat kearah umma Nadya.
"Byla Abi sudah berjanji kepada habib Fatah kalau kalian ta'aruf dulu selama 4-5 bulan kedepan selama Abi pergi,Abi sudah tenang engga mikirin kamu sendirian kau belum pernah cerita kepada Abi.Sekarang cerita kan isi hati mu ikut Abi sekarang!bentar aku kesini lagi"menarik tangan byla menjauh dari sana mengajak ke ruang makan duduk serta menatap byla dengan penuh pertanyaan.
"Bi abi mau jawaban kan dari byla?byla juga menyukai Zayn sejak Abi yang memberi pembalut itu pasti bukan Abi kan yang beli?".
"Beneran byl,byla menyukai Zayn kenapa di sana engga bilang kalau byla juga menyukai Zayn?byla engga papa terima saja ta'aruf ini kan masih lama prosesnya kalau engga ada kecocokan bisa berhenti seperti Abi Fatah dulu juga ta'aruf waktu masih kuliah engga akan mengganggu waktu untuk kalian mencari ilmu abi jamin serta akan bicara lagi pada Fatah,jadi jawabannya mau?".
"Insyaallah bi kalau itu yang terbaik untuk byla,byla siap 4-5 bulan kan ta'aruf nya?kenapa engga 5-6 bulan saja kan bisa menikmati masa-masa di sekolah bi"tawar menawar dengan Abi Usman ayahnya meminta waktu tambahan untuk bersenang-senang dengan teman-teman.
"Ajukan saja keabi Fatah malau setuju kamu bisa bersenang-senang dengan teman serta Nayla kan?ayo kesana lagi".
Jalan keruang keluarga duduk serta memberikan kode kepada habib Fatah.
"Bib kenapa waktunya cuma 4-5 bulan?engga 5-6 bulan saja kan masih sama-sama membutuhkan waktu untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab nantinya bib boleh kan?"mengajukan permintaan kepada habib Fatah serta umma Nadya selaku orang tua dari Muhammad Zayn Alfatah.
Kira-kira kedepannya gimana yah jadi oenasaran 😄
"Berati byla menyetujui kedatangan kami sekeluarga kesini?kalau kalian mau permintaan yang di ajukan byla Abi akan kabulkan gimana umma setuju?".
"Insyaallah setuju bi,oh iya tadi umma membawa cake tambahan ada di mana nay kalu lihat cakenya?itu umma yang mbuat untuk Zayn dan byla tapi cake nya hilang"sesal umma engga mengingat di mana cake yang tadi di bawahnya sambil merasa bersalah kepada Zayn serta byla.
__ADS_1
"Ini cakenya ada di aku umma,umma yang menyimpan serta menitipkan tadi sebelum kesini"memberikan baper bag keumma serta ada hadiah kecil di dalamnya untuk Zay.