Aku Mencintaimu Karena Allah

Aku Mencintaimu Karena Allah
47.Puasa berbeda tahun ini.


__ADS_3

Setelah duduk di ruang khusus yang biasanya di gunakan untuk berbincang-bincang dengan keluarga bersama Zayn.


Om Gibran datang bersama ka Tama menghampiri Zayn.Duduk serta mencium tangan ka Tama dan om Gibran lalu menyerahkan dokumen kepada ka tama.


"Ka kalau pernikahan dua minggu dari sekarang bisa?kalau memang bisa Zayn mau minjam Una ke butik langganan atau tepatnya butik temanya umma Nadya"Zayn menatap ke suduk ruangan tidak ada calon istrinya.


"Bisa tenang saja Zayn engga sibuk kan?kita pergi sekarang aja una sedang pergi ke rumah temannya dekat sini"ucap ka tama.


"Om,Zayn pergi dulu nanti kesini lagi assalamualaikum"Zayn mencium tangan om Gibran setelah itu baru keluar dari ruangan.


Sedang menunggu ka tama tak lama akhirnya datang juga membawa helm.


"Pakai motor mu aja biar cepat nyampe terkadang jam segini macet"ka Tama sudah duduk di depan.


Menerima kunci motor Zayn.Zayn sudah naik serta meninggalkan rumah sakit, ternyata benar yang di ucapkan ka tama tadi kalau jam segini bisanya macat.


Tak lama akhirnya sampai.Mengetok pintu kamar serta menunggu pemilik rumah agak lama membuka pintunya.


"Maaf lama menunggu silahkan masuk,yang bersamau siapa tam?"pemilik rumah sudah mengizinkan masuk kedalam.


"Kenalin ini Zayn calon adik ipar ku.Ini dokumen mereka tolong urus secepatnya kalau perlu di dahulukan"ucap ka Tama.


"Kenapa gitu ada masalah sampai buruh-buruh gitu?kalau mengurus dokumen paling lamban satu minggu.kam banyak yang mengantri juga bukan kau saja yang mau menikah"ledek pemilik rumah kepadanya.


"Maaf ka kalau bisa dua minggu dari sekarang bisa?sudah lengkap semua dokumen kalau ada yang kurang bilang saja"Zayn menyela pembicaraan mereka berdua sampai teman dari ka tama terheran-heran kepadanya.


"Kalau itu mah gampang bisa di atur kalau boleh tau umur mu berapa tahun?15 tahun keatas?"titih pemilik rumah tersebut.


"16 tahun kemarin ka,ada masalah dengan usia ku?atau yang lain"Zayn cemas memikirkan hal yang belum tentu terjadi.


Sudah memeriksa semua dokumen serta jalan mengambil kertas dan pulpen untuk di serahkan kepada Zayn nantinya.


"Nama lengkap mu siapa?serta mahar yang akan di serahkan kepada calon istri mu.Misal seperangkat alat sholat,uang tunai serta buktinya dan kalau ada tambahan berapa gram yang akan diserahkan kepadanya".


"Kalau itu bisa di bicarakan di rumah saja ka?Zayn engga mengerti tentang ini"celetuk Zayn sangat pusing memikirkan ini semua.


"Baik lah bisa saja nanti kirimkan lewat WhatsApp saja.Kau masih sendiri aja sampai sekarang anak mu engga ikut datang kesini"pemilik rumah itu sengaja membuat ka Tama marah kepadanya.


"Tidak masalah anak ku sudah banyak kasih sayang dari orang terdekat engga perlu lagi ibu untuk mengurusnya.Jangan bahas itu lagi mengerti Zayn ayo pulang urusannya sudah selesai assalamualaikum"ucap ka Tama sangat marah.


Di perjalanan amarahnya belum berhenti berhenti di masjid dekat situ sambil makan malam terlebih dahulu.


Tak lama nasi goreng spesial sudah datang Zayn mengambil ponselnya.


Mencari mana adek tak lama akhirnya ketemu mengetik ke nomor WhatsApp nya.


[Adel mau nasi goreng spesial kebetulan tadi terjebak macet jadi makan dulu baru sholat magrib berjamaah dengan Ka Tama].


Meletakkan ponselnya kembali melanjutkan makan malam bersama ka Tama.Husna engga mendengar ada pesan yang masuk di ponselnya.Membuka siapa yang mengirimkan pesan tadi saat sedang membaca buku di dalam kamar serta nonton dramkor kesukaan Husna mengetik untuk membalas chatting dari calon suaminy.


[Iya ka mau beli tiga sama Fariz juga.punya Fariz engga pedas punya ku agak padas sedangkan punya Abi sedang saja].


Membuka pesan yang di balas dari Husna kebetulan masih ada di tempat yang sama.


[Oke bentar lagi kura pulang membawa pesanan punya adek].


Memarikan ponsel serta memesan lagi yang tadi Husna katakan lewat WhatsApp.


Menghabiskan sisa makanan yang belum sempat habis tak lama kemudian nasi gorengnya sudah jadi tinggal membayar semuanya.Zayn mengeluarkan uang 100 ribu kepada penjual nasi goreng spesial lalu tidak ada kembalian sama sekali.


Jalan ke masjid untuk menunaikan shalat terlebih dahulu 20 menit kemudian akhirnya selesai tinggal kembali kerumah sakit.


Selama di perjalanan Zayn terdiam tidak mengatakan sesuatu kepada calon Kaka iparnya akhirnya sampai juga.


Jalan keruang khusus sudah di tunggu Husna dan juga yang lain.Meletakan nasi goreng spesial di atas meja ka Tama menyimpan piring dan sendok.


Setelah di letakkan serta sudah menerima piring dari ka Tama,Husna langsung memakan nasi goreng spesial yang tadi di belikan untuknua dan juga keluarga.


"Ka ini beli di mana?ka Zayn bukan ka Tama".


"Oh ini tadi beli di masjid yang terletak sekitar 10 menit dari sini baru nyampe"ucap Zayn.


"Di depan masjid Al-Qishor kenapa kurang banyak porsinya?banti saat kau sudah menjadi istri dari Gus Zayn minta apa saja akan di belikan"ka Tama meledek calon adik iparnya sambil tersenyum lebar.


"Zayn aja ka.Belum tentu Zayn bisa seperti Abi Fatah ini juga masih banyak kesalahan dalam mempelajari tentang ilmu tafiqnya".


"Kenapa mbahas gelar Gus?masih lama juga.Nanti Kaka akan memberikan lagi kalau Una masih kurang,di habis kan terlebih dahulu"sambung Zayn tersipu malu.


"Buka itu yang Una maksud.Ini lebih dari cukup ka Tama memang sula jahil kepada ku hiraukan saja,banyak ayam sera serta nasinya harganya sangat mahalkan?"menghabiskan sisa nasi goreng yang masih ada.


"Engga juga masih ramah di kantong makan dulu di habis kan baru bicara.Om besok bisa pesantren? membicarakan kelanjutan pernikahan ini,Zayn sudah mendapatkan tanggal yang tepat ini memang terlalu terburu engga masalah kan dek?puasa ke 14 kita menikah.Penghulu juga sudah mengizinkan kita nikah di tanggal itu pasti bisanya bukan ini banyak yang akan menikah"ucap Zayn.


Belim selesai berbicara ka Tama memotong membiarkannya"iya dek engga masalah Kaka akan memberikan hadiah sepesial untuk kalian tunggu saja oke.Sudah malam sebaiknya kau menginap saja di sini sudah malam"Pinta ka Tama kepada calon adik ipar.


"Iya om izinkan.Habib juga pasti mengizinkan nanti Una yang akan memasak makan sahurnua kan Una!"Abi Gibran melihat kearah Una yang baru saja selesai makan malam.


"Oke mau di masakin apa?"tanya Husna.


"Apa saja yang penting jangan batu sama pasir saja.Fariz mau tidur bersama om Zayn?kalau engga juga tidak masalah"Zayn hendak pergi dari ruang tersebut masuk ke kamarnya di susuk Fariz dari belakang.Zayn hendak tidur engga jadi ada Fariz di dalam kamar tersebut Husna juga baru masuk kedalam kamar yang di tempat Zayn.


"Kaka mau makan telor balado?"tanya Husna.


"Boleh.Sudah malam besok harus bangun lebih awal dari biasanya,Fariz susah melaksanakan puasa tahun kemarin?nanti om akan bangun kan mu tidur duluan saja".


"Sudah belum full satu bulan cuma empat sampai lima kali saja"titih Husna tidak berani menatap wajah calon suaminya.


"Baik lah akan aku bantu Fariz supaya bisa puasa full.Tahun kemarin dapat hadiah apa dari ka Tama atau yang lain?"Zayn mencari tahu tentang kesukaan keponakannya.


"Mainan seperti tokoh animasi.Beneran Kaka mau membantu Fariz menyelesaikan puasa tahun ini agak sulit untuk membangun kalau sudah tidur"ucap Husna kepadanya.


"Tidak masalah sudah sangat malam kau kembali saja ke kamar.Salamat calon istri mimpi indah, tolong pintunya ditutup sekalian makasih calon istri".


Husna jalan menutup pintu kamar mas Zayn lalu kekamarnya,selalu terbayang-bayang wajah serta tatap mas Zayn saat di dekatnya Husna memikirkan ini semua jadi engga bisa tidur.Baru tidur jam 10 malem serta sudah terlelap dalam dunia lain dan lupa menyalahkan alarm.


...----------------...


Zayn baru selesai melaksanakan sholat tahajud menggendong Fariz keluar jakan keruangan khusus untuk sahur bersama.


Menyimpan bahan-bahan yang akan di masak Husna nantinya.Zayn sudang merebus telur serta melihat televisi film paling horor di dunia tak lama Husna datang mengenakan mukena,entah ada apa dengannya jalan mendekat kearah Zayn yang memangku Fariz yang masih tidur dan ikut tertidur pula.


"Makasih sudah menyiapkan bahan-bahan untuk memasak hari ini"Husna membisikkan ketelitiannya lalu pergi ke dapur.


Menyelesaikan masakan yang belum selesai 30 menit sudah Zayn tertidur di sofa tak lama om Gibran dan ka Tama datang melihat mereka serta tertawa.


"Lihat lah calon menantu Abi masa tidur di sini sama Fariz,sangat ke ayahan pasti dari kemarin kurang istirahat jadi seperti ini".


"Kaka jangan berisik biarkan tidur sebentar lagi kalian makan saja.Una mau membangun mereka untuk sahur"Jalan mendekat ke arah mas Zayn.


Fariz sudah bangun dulu lalu melihat tante Una sudah ada di hadapannya dan wajah Zayn sangat dekat dengan wajahnya.

__ADS_1


Zayn membuka kedua mata sempurna melihat Husna sudah di hadapannya lalu menutup wajahnya dengan kedu tangannya.


"Maaf-maaf ayo makan Fariz sangat merepotkan Kaka kan"tanya Husna sangat penasaran kepadanya.


"Tentu engga kalian duluan saja aku mau cuci muka dulu sebentar"Jalan ke wastafel mencuci mukanya.


Setelah selesai baru makan bersama dengan yang lain.Husna juga ikut makan pagi bersama mereka untuk tidak membuat Fariz merasa iri lagi kepadanya.


"Adek kan masih da--------"Zayn hentak melanjutkan tapi sudah di potong Husna.


"Iya engga masalah.Fariz mau lagi telornya atau nasinya?nanti minum susu dulu sebelum gosok Gigi"pinta tante Husna.


Setelah semuanya selesai sahur menggosok gigi,Zayn pergi ke kamar gosok gigi di sana tak lama akhirnya selesai juga.


Perjalanan ke pesantren dengan mengguna-


kan mobil serta Zayn berada di belakang mobil om Gibran.


Setelah sampai di pesantren lalu masuk jalan ke ruang keluarga,Zayn masuk ke dalam kamar ternyata sudah ada Nayla yang menantikan kedatangan mas Zayn.


"Nay kau puasa kan?jadi silahkan pergi dari kamar mas Zayn"Zayn berbicara dengan nada halus tetap engga di dengar kannya.


Mengikuti kerakan manapun hingga masuk ke kamar mandi.Engga habis pikir dengan Nayla sekarang kakanya cuma berdiri memandang dengan tatapan tajam.


"Mas Zayn,Nayla mau minta uang bulanan bulan ini untuk keperluan bulanan ayo lah mas berikan saja"pinta Nayla.


"Seperti biasa kan?ambil saja di dompet berapapun yang nay inginkan.Sudah kan mas Zayn belum mandi jadi kalau mau keluar dari kamar jangan lupa tutup pintunya".


Nayla keluar dari kamar mandi mengambil uang setengah juta dari dompet mas Zayn.


"Mas,nay ambil uang setengah juta makasih tenang saja nay akan menutup pintu kamar mas Zayn"Nayla pergi dari kamar lalu menutup pintu kamarnya kembali.


Zidan sedang mandi tak lama akhirnya selesai cuma menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.


Tok...........Tok..............Tok.


"Siapa?"tanya Zayn berdiri mengambil handuk lagi di laci.


"Ini Una boleh masuk?"Una hampir membuka pintu kamarnya.


Zayn sudah menggunakan dua handuk.Saru di atas panggung dan yang satu di lilitkan di pinggangnya.Una membuka pintu kamar mas Zyan melihat kearahnya serta merasa sedikit canggung engga ada orang lain selain mereka berdua dan memutar balik membelakangi mas Zayn.


"Kenapa membelakangi ku?aku akan sudah memakai dua handuk tidak masalah.Katakan ada apa kesini cepat engga ada orang lain lagi"Zayn tersenyum melihat calon istrinya merasa canggung saat ini.


"Mau pinjam power bank ada? baterai ponsel ku habis atau charger ponsel ada?"tanya Husna sambil ragu tidak di pinjemin power bank ataupun charger ponsel.


Mengambil charger ponsel memberikan kepada Husna lalu menerima charger ponsel hendak pergi dari kamar mas Zayn.


"Sidah gitu saja?makasih sudah minjamin charger ponsel assalamualaikum"Zayn mengingatkan kepada calon istrinya.


"Maaf Una lupa.Makasih sudah minjemin charger ponsel untuk Una,ini mau di pakai atau engga?kalau sudah selesai nanti Una kembalikan"ucap Husna.


"Sama-sama"Zayn mendekat kearah Husna.


Mas Zidan jalan ke kamar adik laki-laki langsung masuk kedalam.Zayn memundurkan langkah dari hadapan Husna.


"Tunggu sampai menikah bebas mau apapun yang lakukan.Zayn ingat kau sedang puasa kalau mau membatalkan silahkan saja"ledek mas Zidan kepadanya.


"Astaghfirullah halazim iya Zayn lupa.Makasih sudah mengingatkan ku mas mau ngapa-ngapain kesini?"Zayn mengambil pakaian di dalam lemari.


Jalan masuk kedalam kamar mandi tak lama akhirnya selesai lalu keluar dari kamar mandi.


kan ponsel kepada hunsa.


"Makasih,tau banget kalau Una mau main ponsel nitip ponsel mau charger ponsel disini saja"hunsa mencharger ponsel di sana.


"Iya ayo mas keruang keluarga"zatn sudah jalan duluan keruang keluarga.


Di susul dengan mas Zidan dan juga calon istrinya lalu duduk di sofa kosong.


"Asa yang berubah nih bi dari Zayn.Mau tau apa yang terjadi dirinya?katakan atau engga yah"ledek Zidan kepadanya serta menyenggol lengan adik laki-laki itu.


"Apaan sih mas.Zayn engga berubah sama sekali masih sama seperti dulu kalau mas Zidan merasa seperti itu mungkin salah lihat"Zayn mengelak bantah tadi.


"Mungkin mas Zidan salah liat tapi nyata loh".


"Terserah Zayn capek mau menjelaskan seperti apa lagi?sedang puasa loh engga boleh mengatakan atau pun menggunjing orang berdosa"ucap Zayn mengingat kan kepada kakaknya.


mas Zidan beristighfar serta berhenti mengatakan sesuatu serta ruangan menjadi sunyi.Setelah selesai melaksanakan sholat dhuhur Zayn rebahan di tempat tidur sedang fokus pada pekerjaannya.


Husna langsung masuk ke kamarnya"Kaka sedang melakukan apa?uba ambil ponsel yah"ucap Husna menyabut charger ponsel.


"Iya dek kalau mau makan ada di laci meja ada makan saja engga ada bocil-bocil".


Husna memakan beberapa cemilan ringan yang mengenyangkan lalu bocil-bocil langsung masuk kekamarnya.


Zayn melihat mereka baru saja masuk menghentikan langkah kaki serta membawanya keluar dari kamar tersebut.


"Kenapa om kita engga boleh masuk kedalam?"Fariz mengungkapkan perasaan kepada om Zayn.


"Fariz sayang dengerin om,om engga mau kalau puasa pertama mu sampai batal jawab jujur kepada om Zyan.Sekarang Fariz sudah membatalkan puasa atau belum sama sekali?kalau belum nanti saat buka puasa pertama kita mau makan di luar bersama"Zayn memberikan kesempatan Fariz untuk bisa full satu hari dan sampai seterusnya.


"Kebetulan belum om dari tadi Fariz main sama mba Hana dan main pasir warna-warni di halaman belakang"Fariz suka kalau mau makan di luar bersamanya.


"Oke nanti yah sekarang kalian tidur siang dulu sambil menunggu waktu berbuka puasa.Kalian bisa tidur di kamar om dan Kaka nanti tunggu di sini sebentar".


Zayn pergi memeriksa kondisi kamarnya melihat Husna sudah selesai makan siang.


"Dek bentar lagi mereka kesini mau tidur siang kau sudah selesai?".


"Tentu sudah mas makasih.Biarkan mereka masuk saja kasihan menunggu di luar kelamaan"ucap Husna.


Bocil-bocil sudah masuk sebelum di suruh masuk jalan ke tempat tidur sambil rebahan.


"Una kau tidur siang di sini saja,Fariz sama om Zayn tidur di kamar sebelahnya tante nayla.Nanti sore pinjam baju nay lagi kita mau makan di luar iya kan riz?"titih Zayn memberikan kode kepada Husna.


"Tentu om makasih.Engga sabar mau tidur bersama dengan kalian berdua"celetuk Fariz.


Jalan kemar sebelahnya Nayla yang sering di pakai untuk bekerja bersama mas Zidan.


Zayn sudah menidurkan Fariz sudah tidur nyenyak gilirannya untuk tidur juga.


...----------------...


Zayn sudah siap begitu pula dengan bocil-bocil sekarang sedang menunggu Husna di ruang keluarga.


"Mas nay boleh ikut?"tanya Nayla mau ikut bersama mereka semua.


"Tentu, bentar yah nunggu Una dulu bentar lagi juga keluar"titih Zayn.

__ADS_1


Dan benar saja sudah keluar.Sedang di perjalanan makan di area supermool masuk kesalah satu tempat makan.


Sudah memesan makanan tinggal menunggu sampai azan magrib datang, setelah azan mereka berdoa bukan puasa bersama serta berdoa makan.Bocil-bocil merasa ada yang berbeda saat bisa puasa full terutama Fariz.


"Gimana senang?mau mencoba lagi puasa setiap hari?kalau mau ok akan sering-sering mengajak kalian makan seperti ini sesekali bisa belanja pakaian juga"Zayn melanjutkan makan sampai habis.


Setelah makanan habis serta berbelanja sebentar di sakam supermool.Zayn sengaja pergi bersama bocil-bocil serta memberikan kartu kredit kepada mereka,sedangkan adiknya pergi bersama Husna serta berbelanja sesukanta.


Husna sedang memilih baju yang sedikit terbuka dan Nayla membelikan hadiah untuk mba Husna.Setelah berbelanja mereka mampir ke masjid sebentar melaksanakan sholat berjamaah.


"Om kenapa tente Una engga sholat juga?".


"Sholat dulu masih ada waktu".


Tak lama kemudian azan isya berkumandang lalu pulang ke mabaki ke pesantren.


Setelah sampai Zayn dan yang lain turun jalan keruang keluar sudah ada om Gibran bersama dengan ka Tama sedang berbincang-bincang dengan Abi dan umma.


"Assalamualaikum kami pulang maaf terlambat,abi sudah sholat?kalau belum bisa berjamaah bersama?"ucap Zayn mencium tangan mereka satu persatu.


Yang lain pun laku duduk sejenak sebelum melaksanakan sholat isya berjamaah di lanjut dengan sholat tarawih bersama.


"Wangalaikumusalam belum Abi menunggu kalian ayo sholat dulu bentar lagi Abi mau kultum di pesantren".


"Ay kau sama Una dulu sudah ada banyak cemilan di kamar tinggal makan saja"titih Zidan kepada istrinya.


Meteka sedang melaksanakan sholat isya berjamaah lalu jalan ke masjid pesantren.


Menjadi pusat perhatian santriwati Zayn menghiraukan semuanya.


Kuktum pun sedang dimulai di antara mereka ada yang ketiduran di dalam masjid.


"Tuh banyak fans melihat kearah mu"ledek mas Zidan kekada adiknya.


"Husttt sedang ada ilmu baru jangan di ajak bicara"tegur Zayn kepada kakanya.


"Itu kau bicara"Zidan langsung diam saat di lihat Abi Fatah langsung.


Diam seribu bahasa serta memperhatikan Abi Fatah menyampaikan tauziah malam ini.


Di lanjut dengan sholat tarawih yang mengantuk pergi mengambil air wudhu lagi 15 menit kemudian sholat tarawih pun selesai jalan ke ndalam bersama sang adik.


Di samperin santriwati yang menginginkan untuk bisa dekat dengan Zayn.


"Assalamualaikum Gus"sapa salah satu santriwati dari adik kelasnya.


"Wangakaikumusalam.Iya ada apa?kalau engga ada yang mau di bicarakan mohon izin mau masuk ke ndalam"ucap Zayn tanpa menyakiti perasaannya.


"Bentar Gus baru pergi jalan-jalan kan?maaf lancang sudah menanyakan seperti tadi".


Mas Zidan hendak pergi dari mereka berdua lalu tangannya di pegang Zayn sangat erat sampai tidak memberontak sama sekali.


"Tidak masalah.Bukan urusan kalian engga usah kepoin urusan orang,tunggu mas sebentar lagi maaf kita harus masuk assalamualaikum"Zayn pergi bersama kakaknya serta merasa moodnya turun.


Masuk kendalem untuk istirahat serta tidur malam di kamar masing-masing.


...----------------...


Zayn sudah siap begitu pula dengan bocil-bocil sekarang sedang menunggu Husna di ruang keluarga.


"Mas nay boleh ikut?"tanya Nayla mau ikut bersama mereka semua.


"Tentu, bentar yah nunggu Una dulu bentar lagi juga keluar"titih Zayn.


Dan benar saja sudah keluar.Sedang di perjalanan makan di area supermool masuk kesalah satu tempat makan.


Sudah memesan makanan tinggal menunggu sampai azan magrib datang, setelah azan mereka berdoa bukan puasa bersama serta berdoa makan.Bocil-bocil merasa ada yang berbeda saat bisa puasa full terutama Fariz.


"Gimana senang?mau mencoba lagi puasa setiap hari?kalau mau ok akan sering-sering mengajak kalian makan seperti ini sesekali bisa belanja pakaian juga"Zayn melanjutkan makan sampai habis.


Setelah makanan habis serta berbelanja sebentar di sakam supermool.Zayn sengaja pergi bersama bocil-bocil serta memberikan kartu kredit kepada mereka,sedangkan adiknya pergi bersama Husna serta berbelanja sesukanta.


Husna sedang memilih baju yang sedikit terbuka dan Nayla membelikan hadiah untuk mba Husna.Setelah berbelanja mereka mampir ke masjid sebentar melaksanakan sholat berjamaah.


"Om kenapa tente Una engga sholat juga?".


"Sholat dulu masih ada waktu".


Tak lama kemudian azan isya berkumandang lalu pulang ke mabaki ke pesantren.


Setelah sampai Zayn dan yang lain turun jalan keruang keluar sudah ada om Gibran bersama dengan ka Tama sedang berbincang-bincang dengan Abi dan umma.


"Assalamualaikum kami pulang maaf terlambat,abi sudah sholat?kalau belum bisa berjamaah bersama?"ucap Zayn mencium tangan mereka satu persatu.


Yang lain pun laku duduk sejenak sebelum melaksanakan sholat isya berjamaah di lanjut dengan sholat tarawih bersama.


"Wangalaikumusalam belum Abi menunggu kalian ayo sholat dulu bentar lagi Abi mau kultum di pesantren".


"Ay kau sama Una dulu sudah ada banyak cemilan di kamar tinggal makan saja"titih Zidan kepada istrinya.


Meteka sedang melaksanakan sholat isya berjamaah lalu jalan ke masjid pesantren.


Menjadi pusat perhatian santriwati Zayn menghiraukan semuanya.


Kuktum pun sedang dimulai di antara mereka ada yang ketiduran di dalam masjid.


"Tuh banyak fans melihat kearah mu"ledek mas Zidan kekada adiknya.


"Husttt sedang ada ilmu baru jangan di ajak bicara"tegur Zayn kepada kakanya.


"Itu kau bicara"Zidan langsung diam saat di lihat Abi Fatah langsung.


Diam seribu bahasa serta memperhatikan Abi Fatah menyampaikan tauziah malam ini.


Di lanjut dengan sholat tarawih yang mengantuk pergi mengambil air wudhu lagi 15 menit kemudian sholat tarawih pun selesai jalan ke ndalam bersama sang adik.


Di samperin santriwati yang menginginkan untuk bisa dekat dengan Zayn.


"Assalamualaikum Gus"sapa salah satu santriwati dari adik kelasnya.


"Wangakaikumusalam.Iya ada apa?kalau engga ada yang mau di bicarakan mohon izin mau masuk ke ndalam"ucap Zayn tanpa menyakiti perasaannya.


"Bentar Gus,tadi baru pergi jalan-jalan kan?maaf lancang sudah menanyakan seperti tadi"titih salah santriwati tersebut.


Mas Zidan hendak pergi dari mereka berdua lalu tangannya di pegang Zayn sangat erat sampai tidak memberontak sama sekali.


"Tidak masalah.Bukan urusan kalian engga usah kepoin urusan orang,tunggu mas sebentar lagi maaf kita harus masuk assalamualaikum"Zayn pergi bersama kakaknya serta merasa moodnya turun.


Jalan masuk ke rumah keluarga.Karena hari susah malam Husna dan keluarga menginap di pesantren malam ini.

__ADS_1


__ADS_2