
Setelah melihat tempat bisnis baru yang akan di hendel Zidan bersama dengan adiknya.
Lalau pulang ke pesantren jalan keruang keluarga tiduran di pangkuan sang istri.
"Ay ada nay malu tau,pakai bantal aja yah?".
"Engga mau biarin aja"ucap Zidan memejamkan matanya.
Lama kelamaan tertidur di pangkuan sang istri lalu safy juga tertiduran juga
Di sisi lain.............
Zayn baru saja datang lalu melihat pasangan kekasih sedang tidur di ruang keluarga.
Cuma lewat saja lalu ke kekamarnya,Zidan serta safy baru bangun tidur lalu Hana datang mendekat ke arah mereka berdua.
"Ka safy lelah kan?"tanya Hana kepadanya.
"Lumayan karena kaka terkadang tidur siang jadi ketiduran deh"ucap safy.
"Ay aku mandi duluan yah"pergi ke kamar duluan meninggal kan sang istri di sana.
"Iya ay nantia ku nyusah".
Masuk ke kamar mandi lupa membawa pakaiannya setelah selesai mandi cuma menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya lalu keluar.
Nayla masuk ke kamarnya membawa album foto tentang kakanya dari kecil hingga dewasa,Zidan baru menyadari kalau ada Nayla juga di kamarnya serta membawa album foto.
"Nay kau keluar dulu sebentar".
"Beneran aku keluar?"mengulang ucapan sang Kaka memperlihatkan album foto.
"Itu apa? album ku?nay sini albumnya"pinta Zidan kepada sang adik.
Tak lama safy datang langsung masuk kedalam melihat Kaka adik sedang berdebat.
"Ay pakai baju dulu"melihat ke arah suaminya.
"Iya,ay mau mandi kan?mandi aja"jalan mengambil baju handuk doang.
Lalu memakainya sang istri cuma menggeleng kan kepada doang.
Nayla mendekat kearahnya memperlihatkan foto kecahilan kaka beradik.
Safy sudah melihat beberapa foto belum sampai foto sang suami tidak memakai pakaian waktu kecilnya.
"Nay hentikan! ambilah uang ini dan pergi jangan di perlihatkan lagi ke safy"memegang uang seratus ribu rupiah.
"Ay foto apa si itu cuma foto bisa saja"ucap safy sangat penasaran dengan foto itu.
"Tidak apa-apa,nay engga usah mulai deh dan jangan sampai foto itu hilang pasti banyak kan yang kau sudah ambil tanpa seizin ku?".
Memberikan uang seratus ribu rupiah kepada sanga adik tercintanya.
"Oke kalau uangnya habis akan aku perlihatkan lagi kepada mba safy bay mas Zida"ucap Nayla pergi membawa album itu.
"Ay aku nay dan Zayn selalu mengambil foto saat salah satu dari kita terlengah(tidak sadar) foto itu dan cetak lalu di simpan".
"Lalu"ucap safy sangat penasaran dengan kelanjutan ceritanya.
"Kalau nay butuh uang pasti memperlihatkan serta mengancam mau menyebarkan foto itu,ay ada foto aku yang engga menggunakan pakaian waktu kecil mau liat?satu lagi nay selalu mengambil foto saat aku atau Zayn baru selesai mandi serta lupa membawa pakaian saat mandi"menjelaskan semuanya kepada sang istri tercinta sebelum Nayla memperlihatkan foto-fotonya.
Mengambil bingkai foto memberi kan bagian badan Zidan di tutupi pakai tangan.
"Maaf yang ini engga boleh serta belum bisa,kau memang istri ku serta berharap tapi aku malu memperlihatkan kepadamu".
"Iya aku paham makasih sudah mau membagi cerita ke kepadaku, komitmen supaya menjaga keharmonisan keluarga kecil kita nanti"pinta safy kepada suaminya sambil memeluk dengan erat di dadanya.
"Komunikasi sangat penting,membagi waktu dan saling memahami satu sama lainnya gimana?setuju atau ada yang mau di ubah ay?"tanya Zidan kepada sang istri.
"Setuju"ucap safy menyetujui saran dari sang suami memeluknya dengan erat.
Setelah itu di lepaskan pelukannya,Zidan memakai pakaian lalu berdua-duaan di kamar menghabiskan waktu bersama.
Sambil bermesraan-mesraan pasangan suami istri itu sambil nonton drama Korea.
"Ay kenapa engga nyetok cemilan di kamar?kan di sini ada laci meja kalau di isi cemilan boleh?"menanyakan saran dari sang suami.
"Boleh dong aku ada cemilan di dapur aku ambil dulu tunggu sebentar".
Jalan mengambil cemilan di dapur tak lama berjalan kembali menuju kamarnya.
Memberikan cemilan ke safy sebagian lagi di simpan di laci meja serta memakan cemilan.
"Ay ganti yang lain dong"pinta safy bosan melihat dramkor yang sedang di lihat bersama dengan sang suami.
Mengganti yang lebih romantis serta banyak adegan mendebarkan.
Pasangan yang berada di kamar itu kebawa suasana saat melihat dramkornya.
"Ay mau dong seperti itu"safy sangat menginginkan Zidan melakukan yang sama.
"Tapi aku engga bisa,jarang melepas baju saat tidur doang itu pun terkadang".
"Ayo lah kan sudah aku kan sudah menjadi istri ay,ay harus mau melepaskan sendiri atau aku bantu?"ucap safy mau menjadi suka rela membantu sang suami.
Zidan melepaskan bajunya sedikit malu baru pertama kali melakukan itu sebenarnya engga pernah sama sekali.
Safy langsung memeluk dari samping serta mencium dada atletisnya.
"Ay hentikan geli tau,sudah yah nanti ada nay atau yang lain datang kesini".
"Engga mau nanti saja"pinta safy kepadanya.
"Kau kenapa?sedang datang bulan kah?".
"Iya ay maaf yah jadi merepotkan, soalnya ini menyenangkan tau serta bebas kalau sudah menikah"safy engga mau melepaskan pelukannya sama sekali.
Sore ini.
Zidan mau mengambil air wudhu setelah selesai sedang bersiap-siap melaksanakan sholat berjamaah di ndalem.
Safy engga mau mencium tangan suaminya.
__ADS_1
"Kenapa?cuma sebentar sudah di tunggu Zayn,ay tadi sudah mengambil air wudhu jangan di sentuh plis"melangkah mundur saat safy mendekat ke arahnya.
Nayla datang ke kamarnya memangil untuk itu sholat berjamaah bersama.
Setelah sampai di kamar melihat mba safy engga memperbolehkan keluar dari kamar.
"Nay bilang sama umma aku sholat di kamar safy sedang datang bulan sedikit manja".
"Oke"ucap singkat Nayla jalan keluar dari kamar lalu menuju musholla ndalem.
Safy memeluk sang suami saat lengah enga memperhatikan tadi
"Astaghfirullah halazim ay,iya aku tau cuma sebentar sholat setelah itu terserah ay saja".
"Oke sana aku tunggu"ucap safy.
Jalan ke kamar mandi mengambil air wudhu lagi lalu melaksanakan sholat di kamar.
Setelah selesai baru melepaskan bajunya mendekat ke arah safy.
"Ay engga usah ngambek dong,ay supaya engga ngambek ay aku harus apa?"menghela nafas panjang serta memeluknya.
"Pergi saja ke asrama santriwati banyak tuh yang lebih dari baik, cantik serta bisa pengertian"ucap safy memeluknya dengan erat sambil menangis.
Zidan baru menyadari kalau istrinya menangis di pelukannya.
"Ay sudah jangan menangis, engga akan berpaling dari ay sudah yah jangan menangis ayo lah kenapa aku salah katakan?".
"Maaf ay engga tau tapi, menangis seperti drama Korea itu jadi sedih kan suaminya mencari wanita lain serta menjadi dia istrinya"ucap safy engga tau kalau dirinya sedang menghayati adegan itu.
"Astaghfirullah ay sudah yah nanti Langi nonton dramanya sekarang mandi atau aku duluan yang mandi?"menghela nafas panjang lagi lalu mencium kening istrinya.
"Ay mandi dulu sebelum aku mulai lagi".
Membawa pakaiannya sekalian ke dalam kamar mandi 15 menit kemudian selesai sedah menggunakan pakaian.
Lalu keluar serta baru menyadari cuma memakai celana pendek di atas lutut sedikit.
Jalan ke arah safy lalu merasa nyaman di samping suaminya yang kini duduk bersebelahan melanjutkan nonton dramkor.
"Ay mau ngapain?pakai bantal aja yah?"mengambilkan bantal untuk istrinya.
"Engga mau,gini aja sudah nyaman ay mandinya nanti setelah dramkornya selesai"tolak safy rebahan di pangkuan sang suami mengusap kepalanya.
Tiba-tiba umma datang menghampiri kamar Zidan langsung masuk.
"Astaghfirullah halazim umma,ay ada umma.Umma ngapain kesini maaf Zidan engga tau kalau umma mau kesini"ucap Zidan malu-malu di hadapannya cuma menggunakan celana pendek di atas lutut sedikit yang kini menjadi bantal sang istri.
"Engga papa itu wajar umma juga pernah seperti kalian,Zi kau di panggil Abi ke kantor sekarang kalau engga bisa Zayn aja".
"Bantar umma,ay mau ke kantor dewan pesantren sekarang kau pakai bantal dulu yah nanti ay kesini lagi"ucap Zidan membujuknya.
"Engga mau Zayn aja umma"pinta safyra.
"Tapi ay kan yang di suruh abi bukan Zayn?".
"Kan kalau engga bisa,umma minta Zayn yang menggantikan mas Zidan bisa?"menengok ke arah umma Nadya.
"Oke besok aja umma"sambung Zidan.
Umma pergi keluar kamar Zidan menutup pintu kamarnya lagi.
Tangan safy bergerak di sekitar sampar di atas lutut membuat sang suami kegelian.
"Ay geli kalau gini mau nyusul Zayn aja"ancam Zidan kepada istrinya.
"Iya engga lagi entah tau tangannya gerak sendiri"elak safy engga mau kalah debat.
"Sudah lah, keluar aja sudah lama nonton drama Korea benter lagi juga selesai".
Benar yang di katakan Zidan dramkornya sudah selesai.
Zidan jalan mengambil sarung di lemari lalu tangannya di tarik sampai ke tempat tidur.
"Ay mau ngapain?ayo lah engga usah aneh-aneh"ucap Zidan perasaannya engga enak kalau dekat-dekat dengan istrinya.
"Engga dong seperti tadi ay mau bermalas-malasan mandinya bisa nanti".
Mau tidak mau akhirnya mau seperti tadi safy rebahan di pangkuannya.
"Ay kalau di rumah sama ayah enggga pernah seperti ini?"tanya Zidan kepadanya.
"Enggga jadi sekarang kau lah yang akan menuruti permintaan ku"celetuk safyra.
"Iya tenang aja,ay ayo lah engga usah mulai deh kalau ada orang gimana?"takuta ada orang sedangkan sang istri sengaja membuatnya marah.
Tangan safy masuk kedalam celananya di halangi oleh tangan Zidan entah kenapa moodnya naik turun sesaat.
"Suka tau kalau ngeliat kau sedang merah'.
Lalu tangannya sudah keluar dari celana pendek Zidan.
...----------------...
Cuaca hari ini sangat panas malam harinya cuaca sangat dingin membuat banyak orang kedinginan pasangan suami istri itu tidak merasakannya.
Di kamar Zidan.
Sudah jam 21.00 di kamar AC sengaja di kecilkan supaya engga kedinginan.
Mengingat cuaca sangat dingin lalu Zidan merasa panas jadi melepas bajunya.
Safy baru saja keluar dari kamar mandi mau tidur sebelum tidur mengunci pintu dulu.
Sesudah itu baru tidur di sampingnya.
Selimut Zidan sengaja sampai dada atletis lalu dengan penasaran mereka akhirnya berdebat lagi serta tarik menarik selimut.
"Ay tidur saja sudah malam"pinta Zidan.
"Engga bisa tidur, tapi kalau enggak berpelukan mau nonton dramkor lagi".
Mau engga mau akhirnya mengalah safy memeluknya ada yang Anek.
__ADS_1
Iya Zidan engga memakai baju?.
Membuka sedikit ternyata benar dugaannya.
"Ay kau sudah tidur?"tanya safy kepadanya.
Engga ada suara sama sekali sudah tertidur pulas lalu safy juga tertidur pulas.
Di pagi hari Zidan sengaja bangun lebih awal mandi duluan melupakan sesuatu.
Setelah selesai mandi baru inggat pakaiannya ketinggalan engga di bawa.
"Ay sudah bangun?ay tolong ambilkan pakaian di lemari"meninggikan suaranya.
Lalu mengambilnya jalan ke arah kamar mandi safy sengaja bercanda tidak mau memberikan pakaiannya.
"Ay sini bentar lagi azan subuh,ayo lah engga usah bercanda engga lucu juga".
"Lucu tau boleh masuk kedalam kan?"tanya safy membuatnya kebingungan.
"Engga,usah dong mau ngapain?sini pakaian ay kan sudah azan"ucap Zidan mendengar kumandang azan subuh.
Safy sengaja mau masuk tetap di halangi oleh Zidan belum bisa sampai melihat kepribadi masing-masing masih perlu belajar lagi.
"Ayo lah,engga jadi makasih"ucap Zidan hampir menutup pintu kamar mandi.
Lalu safy merasa dirinya sudah keterlaluan sampai suaminya bersikap seperti tadi.
"Ay maaf, sudah keterlaluan Kadi".
"Sudah di maafkan"jawab singkat Zidan.
"Lalu bentar lagi ikhomat loh".
"Sholat di kamar aja,satu lagi kalau ada orang yang mau sholat di hentikan akan mendapatkan dosa dan dosa itu akan di tanggung suami mengerti?"menjelaskan sedikit pemahaman untuk sang istri.
Safy sedih mendengar kan ucapan suaminya barusan serta meneteskan air mata.
Lalu memberikan pakaiannya tak lama kemudian sudah selesai serta sudah mengambil air wudhu sekalian.
"Ay setop jangan mendekat plis dong sudah ikhomat nanti saja assalamualaikum".
Pergi ke mushola ndalam menjadi imam sholat subuh sedangkan Zayn juga menjadi imam di masjid pesantren.
Tak lama akhirnya selesai jalan ke kamar menghampiri istrinya.
Mencium tangan serta menekuknya dengan.
"Bentar ganti pakaian dulu ini bisa di pakai lagi nanti, siapkan pakaian ku baju sama selana saja aku tunggu di kamar mandi".
Tak lama pakaian yang tadi minta sudah di siapkan safy serta mau memakainya.
Setelah selesai baru keluar ternyata menggunakan celana jeans pendek.
"Ay kau tau dari mana ada celana ini?".
"Asal ngambil lalu di berikan kepada ay"ucap safy apa adanya seperti itu.
"Ini celana favorit aku dan ada beberapa di lemari di pakai cuma di kamar,engga berani keluar dulu ada santriwati yang membantu umma memasak saat Zayn masih SMP kelas satu sedangkan Nayla SD kelas enam".
"Lalu kalau keluar menggunakan celana panjang dan sarung?"mengintrogasi suami.
"Iya dong,ada si yang suka sama ay dulu cuma engga pernah di respon lalu berpindah ke Zayn sama saja engga pernah di respon".
"Tapi kalau sedang berhadapan seperti ini zatn pasti akan menjawab pertanyaan kalau di ponsel engga sama sekali"sambung Zidan."Banyak dong nomor yang nyasar?".
"Ada engfa sebanyak Zayn lihat sendiri ponselnya ada di sana"menunjukkan ponselnya di atas laci tempat tidur.
Sedang membaca sedikit lalu di kerjain balik dan ngeblokir nomor-nomornya.
Meletakan kembali ponselnya seperti semula.
Mendekat ke arah Zidan serta memeluknya dari belakang, menggerak-gerakkan tangan di sekitar dada atletis sang suami serta engga mau melepaskan pelukannya.
"Biarkan saja seperti ini sebentar"pinta safy.
Pintu kamar engga di di kunci laku,Nayla langsung masuk kedalam melihat mereka.
"Astaghfirullah halazim kan aku sudah bilang di kunci pintunya"menutup kedua matanya.
Serta merusak momen ini lalu melepaskan pelukannya menghampirinya.
"Ngapain kesini?Zayn mana sedang di kantor dewan pesantren?"tanya Zidan penasaran.
"Iya betul sedang mengurus santri dan santriwati yang mau melanjutkan sekolah di sini ada mas Haikal juga bentar lagi juga datang sama istrinya"jawab Nayla santai.
"Kau juga di suruh ikut mbantu-mbantu dua Minggu setelah penerimaan santri dan santriwati akan kemah seperti tahun-tahun sebelumnya pasti menyenangkan".
"Harus dong,ay sama Nayla dulu nanti kalau sudah selesai nyusul kemana pun"membujuk sang istri supaya mengizinkan pergi.
"Kemana pun?"mengulangi perkataan suami.
"Iya"jawab Zidan singkat menyium keningnya.
"Kalau ke lubang semut bisa?".
"Tentu kalau memang bisa,jangan ngambek dong janji deh engga akan mengobrol banyak dengan lawan perempuan lain tapi tergantung juga siapa yang mengajak ngobrol".
Membuat Safy engga mau membiarkan suaminya pergi ke kantor dewan pesantren.
"Tuh kan di kamar aja,mau pergi dengan celana seperti itu?kalau mau silahkan aku akan pulang ke rumah ayah sekarang juga"mengancam suaminya sendiri.
"Ayo lah enga gitu juga kali,iya aku engga akan jadi pergi ke kantor dewan pesantren serta engga akan ke mana-mana".
"Tetap aku amu pergi ke rumah ayah sekarang"sambil meneteskan air mata saat deras engga bisa membendungnya lagi.
Menenangkan sang istri di pelukannya sambil mencium kening serta menghapus air mata.
"Maaf mba jadi seperti ini"sesal Nayla.
"Engga papa pergi saja nanti kesini lagi kalau sudah tenang"ucap Zidan kepada adiknya.
Pergi keluar kamar,Zidan masih menenangkan sang istri kama kelamaan tertidur menggendong ke tempat tidur.
__ADS_1