Aku Mencintaimu Karena Allah

Aku Mencintaimu Karena Allah
63.Waktu berlalu begitu cepat.


__ADS_3

Zayn sudah fokus pada pelajaran satu bulan kedepan, hari-hari di habiskan untuk belajar serta menyelesaikan tugas yang di berikan kepadanya.Jarang menghabiskan waktu bersama dengan istrinya, sesekali Zayn menghabiskan waktu sekedar manja-manja bersamanya.Husna juga mendapatkan kesempatan yang sama cuma 6 bulan untuk menyelesaikan kelas dua smk yang sama.


Sedangkan di kamar Zayn,Husna lebih sering cemberut supaya mendapatkan perhatian dari suami tercinta.Mereka berdua sedang berdua-duaan bersama sambil menyelesaikan tugas satu bulan ini yang harus segera selesai supaya bisa melanjutkan bulan sebelumnya.


"Bi,makan di luar yuh"ajak Husna pada suami.


"Tunggu kenapa panggil nama ku bi?biasanya Kaka,engga salah dengar kan?"bertanya kepada istrinya,mencium kening sambil mengusap kepalanya yang tertutup jilbab.


"Kenapa engga boleh?bi itu panggilan khusus untuk mu"mencium bibirnya dengan rakus.


Zayn juga membalas ciuman tersebut,lalu bocil-bocil datang menemui mereka berdua.


Langsung masuk ke dalam kamar, mereka meletakkan ciuman tersebut lalu melihat ke arah bocil-bocil sambil tersenyum.


"Hana sama Fariz kenapa kesini?engga sama Nayla, bukannya kalian tadi bermain bersamanya?"tanya Zayn kenapa mereka.


"Tadinya iya tapi sekarang tidak om,Tante Nayla ada urusan bersama ka Samar".


"Gitu yah?mau ikut ke cafe ziza?om mau kesana sebentar mengambil dokumen penting,kalau mau ikut siap-siap yah sekarang"pinta Zayn kepada mereka berdua.


"Bener bi,ke cafe Ziza?ke cafe yang lain aja bisa bi"Husna mengeluarkan jurus andalan yang tidak bisa di hindari sama sekali.


"Oke tapi ke cafe Ziza dulu sebentar".


Bocil-bocil sudah pergi untuk bersiap-siap,Zayn tidak bisa melewati kesempatan ini.Kiss bibir lagi mereka saling melengkapi suara se isi kamar ini.


Lalu menghentikan kiss, bersiap-siap hendak pergi bersama dengan istri dan bocil-bocil.


...----------------...


Hendak pergi ke cafe Ziza,Zayn melihat ke arah adiknya yang sedang membantu membersihkan halaman sekitar pesantren bernama santri dan santriwati yang lain.


"Nayla mau ikut makan di luar? ayo cepat bersiap-siap sekarang"ucap Husna.


Melihat kearah Kaka iparnya"Nay engga ikut,yang penting bawa oleh-oleh yang sama seperti mas Zayn oke"mendekat ke arahnya.

__ADS_1


Mencium tangan Kaka serta kaka iparnya,yang lain pun setelah itu pergi ke cafe Ziza.Setelah sampai langsung menuju ke ruangan mengambil dokumen serta menemui mba Syafa.Mendatangani beberapa dokumen penting serta memakan cake kesukaannya.


"Kandungan mba Syafa sudah berapa bulan?".


"Memasuki tujuh bulan, kenapa ada masalah?"tanya mba Syafa kepada Zayn.


"Oke,dua bulan kedepan aku akan membagi waktu antara bisnis dan pelajaran".


"Kau menggambil lulus lebih cepat? kenapa mengambil keputusan itu Zayn"melihat ke arah Zayn,yang sedang menikmati cake kesukaannya serta melihat ke arahnya.


"Tentang aja mba,sudah 10% pelajaran yang selesai tinggal pelajaran selanjutnya".


Jalan ke dapur meletakkan tempat cake tadi di wastafel, jalan kembali bersama Husna dan yang lain ke arah mba Syafa.Duduk di sofa.


...----------------...


Berjam-jam lamanya mereka di cafe ziza.Sekarang melanjutkan perjalanan ke cafe yang sedang viral serta tempatnya sangat menarik,masuk ke dalam dan memesan makanan sambil menunggu pesanan datang.


Menikmati musim yang sudah tersedia di sana,setelah beberapa saat pesenan sudah datang.Sambil menikmati makanan sambil melihat ke arah musik yang mereka mainkan.


Suara vokalis band tersebut sangat keren banget,jalan mendekati ke meja mereka.


Setelah selesai vokalis menemui temannya itu mereka berjabat tangan,duduk di bangku kosong berbicara-bincang bersama mereka.


"Apa kabar, sudah lama enggak ketemu.Engga sama bodyguard yang selalu di sampingmu".


"Ada sih di luar cafe ini sedang istirahat di sana.Dia siapa?koh bisa sama mu".


"Pindah profesi?jadi musisi?ini istri ku mas namanya Husna.Mas kembali ke sini kapan?".


Husna penasaran dengan percakapan mereka berdua sangat dekat tanpa ada batasan usia.


Sedikit menunduk kepala serta menyatukan tangan ke depan dada,begitu pun Husna pun.


"Arkara, sepupunya byla kau kenal kan?.Maaf kejadian yang pernah menimpah suami mu".

__ADS_1


"It's oke mas,bi mau nambah boleh?"melihat ke arah suaminya, melihat kede yang di berikan kepadanya tadi 'boleh dong'.


Setelah memesan makanan yang di inginkan sedang menunggu sampai pesanan datang.


"Mas arka sering di cafe ini?atau mendapatkan hasil dari cafe ini?"tanya Zyan.


"Tentu tidak, cafe ini aku yang bikin sengaja juga aku menjadi vokalis band.Yang tadi teman-teman ku sekarang dia ada di beskem,mau kesana? boleh di habiskan dulu dan tidak usah membayar pesenan kalian sebagai tanda pertemanan kita"memeluk Zayn serta merangkulnya dengan erat.


Lama kelamaan sudah selesai jalan ke lantai tiga,di sana ruangan khusus untuk keluarga serta teman-teman dan orang yang menginap di sana.Ada beberapa kamar yang tersedia.


"Ini ruangan khusus untuk keluarga,teman dan orang-orang ku.Kalau di sana kamar ku bentar lagi juga keluar tunggu di dalam".


Masuk dan duduk di sofa,ada beberapa orang yang tadi.Serta orang baik tidak bermacam.


Arkarna sudah menikah dengan seorang wanita yang pernah menyukai Zayn dulu.


Sekarang sudah mempunyai putri kecil berusia dua tahun,berlari ke arah ayahnya memeluk tubuh ayah tercintanya.


"Ayah,dhara kangen ayah"memeluk tubuhnya.


Membalas pelukannya,mencium pipi tembem serta duduk di pangkuan ayahnya.


"Kenalan dulu, sama teman-teman mu nanti dapat hadiah dari ayah oke"mencium lagi.


"Oke yah,kenalin adhara.Nama kalian siapa?"mengukur kan tangan kepada mereka.


Di sambut oleh Hana serta Fariz menjabat tangan adhara anak dari arkara bersama istrinya.Istrinya tidak kelihatan sama sekali.


"Hai adhara,saya Hana salam kenal dari saya".


"Fariz,salam kenal"menjabat tangan adhara sebentar lalu melepaskan tangannya.


"Hai juga ka, kalian sedang berkunjung ke sini?yah boleh dhara main sama mereka?".


Melihat kearah ayahnya sambil tersenyum manis supaya di izinkan oleh ayahnya.

__ADS_1


"Boleh nanti kesini lagi,inggat jangan jauh-jauh kalau adhara pergi ayah akan sedih"memeluk anaknya dengan penuh kasih sayang kepadanya,laku melepaskan pelukannya dan mereka pergi ke ruang bermain yang sengaja di buatkan untuknya.


__ADS_2