Aku Mencintaimu Karena Allah

Aku Mencintaimu Karena Allah
55.Pergi ke showroom.


__ADS_3

Beberapa hari kemudian kondisi safy sudah pulih, sekarang saatnya pulang ke rumah Zidan sedang membersihkan pakaian ke koper.Setelah selesai Zayn datang menjemput mereka berdua menunggu di lobby rumah sakit sejahtera.


Tak lama mereka sudah datang koper pun sudah di masukkan ke bagasi mobil,Zayn mengemudi mobil dengan kecepatan sedang setelah sampai di rumah.Turun membawa istrinya kedalam sedangkan koper di tinggal supaya adiknya yang membawa kan kedalam.


Duduk di ruang tengah menikmati suasana di rumah,ada Husna serta adik dari suaminya sedang bersantai sambil nonton dramkor.


"Mba safy sudah lebih baik kan?".


"Alhamdulillah sudah,kalian engga sekolah atau sedang liburan"tanya safy mengambil cemilan yang sudah di potong-potong.


"Maaf yah jadi melihat safy makan deh".


"Tidak masalah mas,mba safy kam baru sembuh jadi harus memakan buah-buahan yang banyak.Kaka kita pulang ke pesantren nanti aja saat berangkat sekolah aja"melihat ke arah suami sedari tadi sibuk sendiri.


"Iya terserah adek aja,mas mau rumah yang mana?di sini atau di luar kota?tanya Zayn.


"Kenapa tanya seperti itu?kau mau beli rumah?uang mu di tabung dulu buat keperluan lain-lain, bisnis mu juga lagi naik daun nambah satu cabang lagi aja setelah safy bisa melakukan aktivitas seperti biasa".


"Niatnya seperti itu cuma kasih mba safy mas"Zayn menolak saran dari kakanya.


"Di dekat rumah sakit ada seperti cafe yang di sewakan ka,beli aja cafe nanti di renovasi adek bantu mengembangkan bisnis Kaka kalau di izinkan"ucap Husna.


"Baik lah besok kesana liat tempat kalau cocok di beli sekalian di renovasi"Zayn masih fokus pada leptopnya mengerjakan tugas yang belum selesai.


Husna nyamperin ke arah suami mengambil leptop dari tangannya.


"Kembali kan Kaka sedang memantau kegiatan bakti sosial sore nanti, alhamdulilah sekarang perlu santri dan santriwati yang memasak makanan.Kita mengambil dari penjual dengan cara memesan makanan darinya nanti biar santri dan santriwati yang membagikan ke orang yang membutuhkan".


Husna merasa bersalah sudah mengambil leptop dari tangan suaminya.Jalan ke arah suami mengembalikan leptop kepadanya.


"Alhamdulillah,tapi dananya dari mana?"tanya Husna,kepada suami melihat ke arahnya.


"Dari keuntungan bisnis Kaka,mau ikut membagikan nasi box ke orang yang membutuhkan?nay mau ikut?".


Menerima laptop dari tangan istri,melanjutkan pekerjaan yang belum selesai sampai saat ini.Mengambil ponsel mencari nama Samar.Setelah ketemu menelpon dan langsung di angkat olehnya.


[Hallo assalamualaikum ada apa ka?tenang aja sudah beres seperti biasa].


[Wangalaikumusalam memang aku mau tanya itu?nanti aku nyusul kesana kalau sempat,mba safy baru nyampe ke sini]ucap Zayn kepada temannya.


[Oke santai aja ka].


"Mas,nay ikut yah membantu siapa tau kekurangan orang untuk membagi nasi boxnya"titih Nayla melihat ke arah depan penuh harapan kepadanya.


"Baik lah,nanti kau nyusul aja kesana.Mas di rumah aja nemenin mas Zidan".


[Bukan bicara dengan mu,jemput nay bisa kan?ajak putri sekalian].


[Iya ka,Samar paham sudah dulu yah assalamualaikum] Samar menutup telepon.


"Wangalaikumusalam,nay nanti Samar akan kesinie jemput mu.Mas mau istirahat dulu cape ayo dek"jalan duluan ke kamar.


Husna menusul ke kamar,Zayn susah tertidur nyenyak kelihatan dari auratnya sedang kecapean butuh istirahat yang cukup.


...----------------...


Samar sudah menjemut Nayla,pergi dari pesantren bersama putri dan teman asrama.


Setelah sampai masuk kedalam,menunggu di ruang tengah bersama mas Zidan.Tak lama akhirnya keluar juga seperti biasa memakai nikhob,Nayla berpamitan ke kakanya lalu pergi mengambil makanan dari tempat pemesanan tinggal setengah yang belum di ambil.Karena setengahnya sudah di ambil serta di bagikan ke pada orang sekitar pesantren yang membutuhkan.


Zayn baru selesai memasak untuk buka bersama di bantu istri tercinta.


Setelah waktu berbuka,Zayn serta Husna membatalkan puasa.Memakan kurma 7 butir selepas itu melaksanakan sholat magrib berjamaah.10 menit kemudian mereka sedang melanjutkan makan yang tadi belum sempet di makan.


Samar dan yang lain baru sampai, mengantar kan Nayla pulang dan makan di rumahnya.


Setelah selesai baru berbicara-bincang bersama di ruang tengah.


"Mas Zidan lama engga keliatan"ucap Sanar menjabat tangannya.


Zidan menjabat tangannya juga"iya nih,kau juga baru keliatan.Himana tadi lancar?".


"Alhamdulillah mas mancar"jawab Nayla. Menatap tajam ke arah mas Zidan,lalu safy menghampiri mereka duduk di samping suaminya.Bersender di bahu merasa masih lemas dan sedikit sakit ketika berjalan.


"Kenapa keluar?"tanya Zidan mengusap jilbab istrinya,mencium rambutnya yang tertutup hijab panjangnya.

__ADS_1


"Bosan,eh kalian apa kabar"safy menjabat tangan adik kelasnya.


Menjabat balik ke safy"saya putri ning".


"Putri,baru ingat.Gimana kabar mu seangkatan dengan Zayn kan?".


"Iya ning, alhamdulilah baik ning makasih sudah di izinkan buka di sini.Kalau ning sendiri gimana kondisinya"tanya balik ke safy.


"Alhamdulillah baik, sama-sama yang seharusnya bilang makasih itu aku makasih sudah menganter Nayla pulang".


"Khem.......Nay,sudah sholat belum!"dengan nada tidak suka kepada putri.


Zayn masih fokus di sofa panjang tidak ada orang lain selain dirinya.


"Sudah dong,iya kan mas Samar?"Nayla melihat ke arahnya sekitar.Melihat ke arah mas Zayn kembali,jalan mendekat dan duduk di sebelahnya hendak menjahili kakanya.


"Iya ka sudah sholat tadi di jalan,kalau gitu kita kembali ke pesantren sudah jam segini".


"Tunggu aku ikut,nay sampai ke Una kalau mas pergi ke pesantren mengisi tauziah.Pulang agak terlambat kalau engga ada urusan penting"ucap Zayn berpamitan dengan orang rumah.


Zayn naik motor ke pesantren, setelah sampai sudah azan isya.Setelah selesai sholat Zayn menyampaikan tauziah kepada seluruh santri dan santriwati,di lanjut dengan sholat tarawih berjamaah 20 menit berlalu akhirnya selesai juga.Zayn segera pulang ke rumah menemui istrinya yang di tinggal tidak berpamitan.


Tak lama setelah itu,Zayn masuk ke kamar menemui istri tercinta.Ternyaa sudah memakai baju tidur transparan yang di pakai saat melakukan hubungan bersama suami.


Zayn terkejut ternyata istrinya bersembunyi di belakang pintu kamar.


"Astaghfirullah halazim dek,Kaka sangat cape boleh adrk pijat kan"Zayn melepaskan pelukan dari istri tercinta,rebahan di tempat tidur.Kesempatan untuk husna karena suaminya sudah tidur nyenyak.


Husna membuka baju suami sampai tersisa celana pendek ketat.Zayn menyadari kalau ada yang anah tidak terasa pijet dari istrinya.


"Dek tolong pijet semua badan Kaka".


"Oke"jawab singkat Husna.


Memulai dari tangan, memijat pada umumnya sampai seluruh tubuh.Lama kelamaan Zayn merasa ada sesuatu di bawah sana lalu bangun dari tidurnya.


Melihat kalau Husna sedang melakukan permainan dengan sangat baik dan cepat menangkap semua yang di ajarkan Zayn.


"Dek,Kaka engga minta itu.Kenapa di tambahin? lepaskan dek,arghhhhhhh dek ayo lah"ucap Zayn,menambah semangat untuk istri tercinta.memambahkan kecepatan permainan sambil duduk di atasnya itu.


"Iya tapi,dek emmm.sudah cukup henti kan mau sampai kapan?arghhhhh, terserah adek ajaah Kaka cape"Zayn menikmati kenikmatan cuma tidak bisa mengatakan kepadanya.


"Emmmm,tapi nikmat kan?.Arghhhh,emmm".


Kamar tidur sudah di hiasi oleh suara mereka merdua,lama kelamaan penatuan tersebut sudah di lepaskan Husna karena kelelahan.


Tidur di samping suaminya,menekuk tubuh sambil tersenyum melihat ketampanan suaminya.Saat bangun tidur Zayn mengambil handuk di laci lalu memakannya,jalan ke kamar mandi tak lama kemudian keluar membangun kan istrinya.


Setelah keduanya sudah selesai bersiap untuk menyantap sahur bersama.15 menit mereka susah selesai menyantap sahur bersama kemudian bersantai di ruang tengah.


"Dek nanti ikut kaka ke showroom membeli motor untuk mu,kalau nayla minta ke Abi Fatah"ucap mas Zayn melihat ke arahnya.


"Iya nay sudah di transfer kemarin, membeli motor bersama mas Zayn aja sekalian kesana"mendekat ke arah rebahan di pangkuan kakanya.


"Oke ka,mba safy mau jus buah?biar Una bikin sekalian,Kaka juga mau jus mangga?".


"Boleh jus mangga"pinta Zayn.


"Nay mau juga,jus alpukat mba"Nayla mendaftar sekalian di buatkan jus.


"Samain aja seperti Zayn".


"Sebentar mba,Una bikini dulu"jalan ke dapur.


Sedang mengupas buah mangga,setelah di potong lalu di masukan ke blender.


"Nay pakai bantal dulu,masau mbantu Una dulu kan engga bisa menyelesaikan secepat itu"mengambilkan bantal untuk Nayla.Pergi membantu istrinya membuat jus buah untuk mereka semua.Tak lama susah selesai tinggal di berikan kepada mereka satu persatu sesuai permintaan tadi.


25 menit kemudian azan subuh berkumandang, yang lain sholat di rumah sedang kan safy masih memakan cemilan sehat.Seperti buah-buahan yang sudah di potong dadu oleh suami tercinta.


...----------------...


Zayn pergi ke showroom bersama adik dan istrinya.Sedang melihat motor yang di inginkan oleh mereka berdua.


Setelah berselang lama Zayn membayar motor yang di inginkan istrinya, begitu pula dengan Nayla tinggal mengurus dokumen tersebut lalu pulang ke rumah.

__ADS_1


30 menit kemudian sudah selesai,lalu pulang menaiki motor tersebut sampai rumah.Husna dan adik iparnya mengadakan balap bersama,Zayn duduk di motor belakang bersama istrinya.Sesampai di rumah Husna sangat puas memenangkan balapan tersebut.


Jalan ke ruang tengah Zayn merasa pusing karena ulah suaminya tersebut.


"Kau kenapa?pusing,karena balapan tadi?".


"Iya mas,jangan ganggu dulu kepala ku masih sangat puas"ucap Zayn rebahan di sofa panjang.Memejam kan mata sebentar dan menghilangkan rasa pusing tersebut.


Husna melihat ke arah suami yang begitu tampan,jalan mendekat membawa kan minyak telon untuk suami tercinta.


Memakaikan minyak telon sambil memijat kepala dengan saat pelan.


"Sudah mendingan ka?"tanya Husna melihat kearah suami yang masih lemas.


"Sudah hentikan dek,Kaka baik-baik saja kalau di pijat nanti tambah pusing"mehalangi tangan Husna lalu mencium tangannya.


"Mas engga ke pesantren?kalau kesana Nayla mau ikut,mau bertemu dengan hana".


"Pergi lah mas engga kemana-mana,mau istirahat cape beberapa hari memaksakan tubuh mas untuk bekerja dan bekerja"titih Zayn masih terbaring di sofa.


"Mas muka mu pucat,batalkan puas aja nanti bisa di ganti di lain waktu"Nayla melihat ke arah mas Zayn mengambil termometer.


Memakai kan di ketiak mas Zayn,setelah menunggu beberapa saat ternyata suhu badannya naik terasa panas sebarannya.


"Iya nay benar,bentar aku telpon Ka Tama dulu untuk kesini atau Abi Gibran"mengambil ponsel mencari nama ka Tama.


Akhirnya di angkat juga oleh kakanya,merasa takut untuk mengatakan kepadanya.


[Kenapa dek!Kaka sedang kosong jadwal pasie,ada masalah?]tanya ka tama penasaran kenapa dengan adiknya.


[Kaka bisa ke rumah Abi Fatah,Zayn panas cepat kesini ka!].


[Otw dek sudah di lakukan penanganan pertam? seperti di kompres dengan air hangat?]ka Tama sedang bersiap tak lama,sudah masuk kedalam mobil meluncur ke rumah om Fatah.


[Sudah ka tapi belum turun panasnya].


Lalu beberapa menit kemudian ka Tama sudah sampai, memeriksa kondisi adik ipar serta memberikan infus penambah imun tubuh kepada nya.


"Gimana ka, kondisi mas Zayn? baik-baik saja kan?"Husna khawatir kepada suaminya.


"Iya dek,Zayn baik-baik saja cuma kecapean.Tunggu infus ini habis di dalam infus Zayn masih menjalankan puasa?".


"Masih mas engga mau membatalkan puasa nya, coba mas tama bujuk siap mau bisa untuk meminum obat biar lebih cepat sembuh"titih Nayla melihat ke arah kakaknya.


"Zayn masih dengar suara Kaka?kau sangat lemah dan perlu obat untuk bisa lebih cepat sembuh.Kaka mau minumlah sedikit air lalu makan dan minum obat ini".


Zayn membuka mata melihat ke arah kanan melihat ka Tama, awalnya engga mau membatalkan dan minum air lalu akhirnya mau meminumnya.


Memakan bubur yang sudah di buatkan tadi,Husna menyuapin suaminya sampai setengah porsi yang sudah masuk kedalam.


"Sudah kenyang, obat yang harus aku minum mana? berapa lama harus di infus ka?".


Menerima obat yang di berikan meminum dan duduk di samping istrinya.


"Kalau infus ini sudah habis dan kondisi mu lebih baik maka Kaka bisa pulang ke rumah sakit lagi"ucap ka Tama menyakinkan ke Una.


"Oke ka,ka Tama ada obat untuk rasa pusing ku.Sepertinya aku kekurangan darah deh".


"Ngaco memang kau engga menjaga pola makan,kan tiap hari di perhatikan oleh Una".


"Bisa nanti Kaka berikan kepada Una, pasti banyak pikiran dan kurang istirahat jadi seperti ini kan?"ka Tama melihat ke arah Una.


Memberikan obat untuk Zayn ke adiknya.Sambil menunggu jawaban dari Zayn.


"Betul ka, istirahat ku terpotong kalau sudah sibuk di pesantren.Dan kalau di pekerjaan juga iya hehehe engga usah khawatir".


Husna mencubit pinggang suami lalu melepaskan, melihat ke arah Zayn dengan tatapan tajam sambil tersenyum manis.


"Ka Tama,mas Zayn sedang membuka cabang bisnis lagi di dekat rumah sakit sejahtera.Cafe itu loh yang sedang di renovasi di sini tempatnya".


"Oke Kaka mengerti,jaga kesehatan mu nanti sore Kaka kesini lagi melihat kondisi mu".


"Iya ka makasih,sudah repot-repot datang kesini sebenarnya engga usah"ucap Zayn.


"Mas!kau juga butuh dokter untuk merawat kondisi mu yang terbaring lemas,engga usah bercanda dek"tegur Nayla menatap tajam kearah kakanya.

__ADS_1


"Iya maaf"kata yang bisa di ucapkan oleh Zayn lalu melanjutkan rebahan di sofa panjang dan tidur kembali sebentar.


__ADS_2