
Hampir dua bulan sudah bisnis baru bersama kelompok masing-masing hari terakhir mengumpulkan laporan mingguan.
Serta akan di umumkan dari kelompok yang mendapat keuntungan terbanyak.
"Selamat untuk kelompok Ziza dan teman-temannya pertahankan bisnis ini"ucap Abi Fatah selaku dewasa pesantren.
"Alhamdulillah kita berhasil"celetuk byla senang mendengar kelompoknya berhasil.
"Semoga sukses terus untuk kalian"ucap salah satu kelompok lain kepada kelompok Ziza menjabat tangan.
"Makasih kalain juga semangat terus,engga sabar ternyata sudah tiga bulan kita lalui tiap-tiap hari bersama"sambung Zayn memeluk kakanya serta Adiknya dengan erat.
Berada di ruang keluarga.................
Sedang bersantai sambil menikmati cake es krim kesukaan semua orang.
Kebetulan membuat banyak,safyra datang kepesantren dengan kondisi yang buruk masuk kendalem memeluk umma Nadya.
Byla mengambilkan selimut untuk mba safy lalu membalikkan ke tubuhnya.
"Safy kenapa? sudah-sudah jangan sedih lagi ada umma nay tolong minum air putih sana coklat panasnya sekalian"titih umma Nadya kepada Nayla sambil menenangkan di peluk dengan erat seperti ada masalah yang di sembunyikan dari mereka semua.
Setelah jadi memberikan kepada mba safy setelah meminum air putih sudah lumayan tenang masih syok kejadian tadi.
Flashback on.
Ayah safyra selalu meminum alkohol lalu terkadang bermain judi yang di larang oleh agama Islam.
Sedang berkumpul dengan teman-temannya seperti biasa akan mempertaruhkan sesuatu.
"Aku mau main sekarang"ucap ayah safyra.
"Hai kau selalu kalah dari kita"sambung salah satu temannya ayah saya fyra tidak suka dengannya selaku saja kalah dan kalah.
"Tenang saja putri ku yang tak berguna lagi akan aku taruhkan kalau kalau untuk kalian".
"Kau yakin?Dia kan selalu berpakaian sary apa yang kita dapatkan dari anak mu itu?"sambung temanya yang lain tidak percaya kepada ayah safy lagi dan lagi.
"Dia cantik masih suci kalian engga mau?ya sudah engga masalah bagi ku"hendak pergi dari tempat itu sudah berada agak jauh dari sana kemudian bertemu dengan orang.
Orang tersebut yang selalu menagih hutang kepadanya karena masih banyak yang belum terbayar masih banyak lagi.
"Maaf-maaf engga sengaja"ucap ayah safy terbantah-bantah sudah melihat orang tersebut sangat menyeramkan.
"Kapan hutang mu akan di lunasi?nanti-nanti engga ada waktu lagi, sekarang berikan nyawa mu atau putri satu-satunya yang kau miliki bos kita menginginkannya"jawab debt collector dengan nada tinggi kepadanya.
"Baik nanti akan aku anterkan kerumah bos".
"Oke di tunggu sampai nanti"sambung debt colector kepada ayah safy.
Di rumah bos besar................
Ayah safy serta safyra sedang berada di rumah bos besar dari semua bos yang ada di kawasan tempat tinggalnya.
"Silahkan masuk sudah di tunggu bos besar ada di kamar,lurus saja kamarnya ada di sana cepat lah nanti kalau marah akan tau akibatnya"ucap salah satu bodyguardnya.
Dengan berani Safyra jalan ke kamarnya sendirian tanpa di dampingi ayahnya.
Masuk kedalam bos besar sengaja menggunakan baju handuk bersembunyi di belakangnya sesudah itu pintu tertutup serta di kunci dari dalam safy ketakutan di sana.
Jalan mendekat kearahnya masih ketakutan mendudukan kepalanya engga berani mengangkat kedepan mukanya.
"Hai ngapain menunduk?engga usah takut aku engga akan kasar kepada mu kalau kau menuruti ucapan ku oke!safyra..........".
"Tolong lepaskan saya aku tau kalau ayah ku banyak hutang kapada tuan besar"ucap safy dengan berani berbicara kepadanya.
"Oke akan aku lepaskan kalau kau mau tidur bersama ku sekarang sayang"memberikan kode kepada safyra menyuruh untuk tidur di tempat tidurnya lalu mendekat dan mendekat.
"Aku engga jahat itu om ku yang menyuruh ku,awalnya ku engga mau tapi ini bisnis keluarga serta sudah di wariskan kepada anak laki-laki dari ayah ku.Banyak orang seperti mu yang aku lepas kan nanti cuma dua jam saja kau di sini kenalkan nama ku Arkara Dewantara hutang mu bisa di cicil kepada ku bentar supaya mereka percaya kita akan melakukannya maaf kau harus mendengar kan hal seperti ini maaf banget".
"Makasih ka Arka engga masalah bagi ku itu sudah cukup tapi kalau mendengar kan ini tidak cukup"ucap ku dengan ragi serta malu.
"It's oke kau bisa sedikit menyobek baju mu tapi nanti adik ku akan kesini setelah satu jam diabakan membantu mu, pakailah ini akan aku kencengkan sedikit volumenya sekarang!sebelum mereka datang ku mohon"ucap arkara memberikan headset bluetooth.
Memakainya lalu menerima leptopnya sedangkan arka duduk di tempat lain.
Hampir satu jam adiknya datang sudah ada di depan pintu kamarnya.
Tok ............. Tok............ Tok.
"Bentar nanggung"ucap Arkara sengaja meninggikan suaranya.
Setelah membuka pintu kamarnya setelah bodyguard sudah lelah menunggunya.
Masuk kedalam kamar lalu menutup pintu kamarnya kembali Deri dalam.
Jalan mendekat kearah perempuan itu menyontek bahunya serta menarik headset bluetooth yang sedang di pakai safyra.
"Kau adiknya ka arka?aku safyra sebentar kenapa pakaian mu seperti itu?sangat terbuka kalau di depan Kaka mu sangat boleh tapi selain ayah dan kakamu tidak boleh".
__ADS_1
"Iya aku tau itu aku Azalia Dewantara tinggal satu jam lagi kau ada di sini sekarang tinggal empat puluh menit lagi"ucap Azalia dengan senyum manis kepadanya.
"Jaja kau bantu dia Kaka engga mau tau tapi inggat jangan terlalu terbuka serta banyakan coretan di bajunya saja,aku ke kamar mandi kalau sudah ketuk saja pintunya jaja kalau belum selesai jangan di ketuk pintunya".
Masuk ke kamar mandi membawa ponselnya.
Azalia sedang membantu merobek sedikit bajunya seperti sedang melakukan hubungan cuma muslihat mereka berdua saja.
"Oh iya aku belum cerita mau denger?Kaka engga suka kalau ada orang lain di ruangan yang sana bersamanya,aku pun sama cuma jarang berpakaian terbuka seperti ini tiap hari kalau ada orang seperti mu pasti berpakaian lebih terbuka dari ini tapi kaka akan di dalam bersama ku"ucap Azalia sedikit lagi selesai.
"Gitu kah?makasih ini sangat cukup untuk ku kalau ka Azalia mau kerudung ku robek-robek saja enga masalah"timpal safyra kepadanya.
"Sudah cukup banyak robekan kecil serta sedang nanti aku yang kena marah ka akan lebih panjang urusannya"jalan ke kamar mandi mengetok pintu kamar mandi.
Lalu di buka sedikit"sudah selesai?dua puluh lima menit lagi!katakan ja,engga usah bercanda kau tau kan?Jaja ayo lah Kaka engga akan keluar sebelum kau bicara"tegur arkara kepada adiknya sambil melihat keadaan sekitar kamarnya.
"Iya sudah selesai permintaan Kaka,ka mau sampai kapan kau mau seperti ini?aku leleh tiap hari ada saja memang om engga lelah menyuruh mu?"timpal Azalia kepada kakanya.
"Terserah mereka yang penting kita tau mana yang benar dan mana yang salah,bentar lagi akan di alihkan ke aku serta kau om cuma mendapatkan 25%dari ayah sudah lah jangan bahas itu lagi sudah selesai kan?Kaka bisa keluar safy beneran susah selesai pasti Jaja boleh kan"sambung arkara engga percaya kepadanya lalu masih diam di dalam kamar mandi menunggu jawabannya.
"Iya sudah selesai makasih sudah membantu ku serahkan drama ini kepada ku".
"Oke, hati-hati di jalan ini nomor ku kalau ada masalah tentang bodyguard ku langsung hubungi aku aja ini"memberikan kartu nama.
Menerima kartu nama jam sudah selesai lalu keluar dengan sangat sedih lalu pergi keluar.
Pergi ke pesantren naik taksi membayarnya kalau sudah sampai di sana.
Flashback off.
"It's oke tenang saja kebawa drama tadi maaf aku pergi kesini"ucap safyra dengan tenang.
"Lalu kenapa pakaian mu seperti ini?kau kenapa katakan kepada Abi sekarang".
"Aku malu kalau mengatakan ini tapi ada sisi baiknya juga,tadi aku bertemu dengan ka arkara Dewantara lalu berada di satu kamar satu jam kemudian adiknya datang membantu ku merobek pakaian ku ini juga engga terlalu banyak buka dia yang kelakuannya melainkan adik dari ka arka namanya Azalia.Ka arka masuk ke kamar mandi sampai selesai melakukan ini ke pada ku karena ayah mempunyai banyak hutang kepada keluarga kaarka"ucap safy menjelaskan semuanya yang terjadi tadi di sana meminum coklat panas.
"Arkarna Dewantara? putranya tuan besar di kawasan itu Abi pernah mendengar namanya.
Keluarga Dewantara memang baik cuma kalau menyangkut perinsip tentang keluarga turun temurun akan di lakukannya"mengulang perkataan safyra barusan.
"Mba ganti baju dulu ayo mba aku bantu"celetuk Nayla membantu mba safyra.
Setelah ganti baju jalan keluar menghampiri mereka di ruang keluarga.
"Safy kalau ada orang yang mau meminang mu boleh?nanti keluarganya akan kesana".
"Engga masalah kalau laki-laki itu harus menerima keadaan keluarga calon istrinya"melihat kearah Zidan memberikan kode sambil tersenyum.
"Kalau aku mencintaimu karena Allah apakah kau mau menerima ta'aruf ku? secepatnya akan datang ke rumah mu dengan keluarga iyabkan umma Abi?"ucap Zidan kepada umma Nadya serta Abi Fatah.
"Aku juga mencintaimu karena Allah kalau mau datang saja ke rumah,tapi maaf ayah ku akan meminta dari mas Zidan sebaiknya di pikir-pikir dulu bukanya melarang tapi aku engga mau kalau mas Zidan kenapa-napa"sambung safyra engga amu melihat orang yang di sayang terluka.
"Engga masalah akan aku hadapi dengan mu"yakin kalau tidak akan terjadi apapun.
"Mulai dengan gombalnya, kulkas sudah cair nih mana tempat untuk menaruh cairannya"ledek nayla kepada kakaknya.
...----------------...
Setelah melaksanakan sholat magrib di rumah berjamaah setelah selesai baru siap-siap ke rumah safyra tak lama perjalanan sudah sampai di depan rumahnya.
Masuk kedalam ayahnya sedang rebahan laku duduk melihat ada tamu datang.
"Assalamualaikum saya habib Fatah ini keluarga saya"ucap Abi menjabat tangannya.
"Wangakaikumusakam silahkan duduk ada apa kemari?anak saya membuat masalah kah?kalian pasti sudah mendengar semuanya tentang keluarga safy kan?"titih ayah safyra.
"Engga masalah om saya anak pertama dari beliau,aku mencintaimu karena Allah apakah saya di izinkan untuk ta'aruf dengan safy om?"meminta izin kepada ayahnya.
"Om setuju karena itu yang terbaik untuk safy,terserah safy keputusan ada di tangan mu tapi maaf tadi safy sudah......tidak suci lagi"malu mengatakan hal itu keiada mereka tetapi keluarga sudah harus tau tentang ini.
"Safy mau,makasih sudah mau menjadi kan pasangan hidup mu.Tidak yah insyaallah masih sana seperti dulu tadi cuma di robek saha bajunya maaf-maaf jadi mbahas itu ayah!"tegur safy jadi sangat malu kepada Zidan serta keluarganya.
"Maaf ucap yang tadi,di sini engga ada makanan cuma ada tah hangat saja".
"Tidak masalah pak dua bulan sebelum lulus atau mau tiga bulan?"ucap umma Nadya.
"Terserah umma dan Abi saja Zidan akan mengikuti semuanya,tapi kalau boleh sebelum lulus saja kan bisa belajar bersama iya kan fy?"menengok kearahnya sekilas lalu melihat umma Nadya lagi.
"Iya kalau boleh"mengulangi ucapan Zidan barusan serta tersenyum.
"Oke sebelum ujian di publikasikan dulu".
"Makasih umma Zidan sayang umma"mencium kening umma serta memeluknya dengan sangat erat.
Setelah menghabiskan minuman lalu pulang ke rumah lalu istirahat.
Jalan keruang keluarga istirahat sejenak.
"Alhamdulillah berjalan dengan lancar"seru Abi Fatah merasa senang sekali.
__ADS_1
"Iya bi umma engga merasa kalau bentar lagi Zidan akan menikah dua bulan lagi".
"Cie yang amu punya Kaka ipar bentar lagi terwujud"ledek Zayn kepada adiknya.
"Mana nih dari mas Zayn?"timpal Nayla meledek balik kepada kakanya.
"Engga tau nay, sekarang mas Zayn mau fokus kepada bisnis yang akan di loncing secepatnya walaupun tidak sebesar cafe umma"ucap Zayn dengan percaya diri yang di perlukan sekarang serta kedepannya.
"Bisnis apa engga memberitahu umma?"titih umma Nadya merasa bangga mempunyai anak seperti Zayn mau merintis bisnis dan bawah hingga ke atas.
"Ada deh nanti juga tau kalo gitu aku ke kamar dulu mau istirahat"sambung Zayn pergi dan jalan ke kamar.
...----------------...
Renovasi kedai yang akan di tempati untuk cemilan sedang viral di mana-mana.
Zayn datang kesana engga jauh dari pesantren melihat renovasi kedai bisnis pertama yang di rintis sendiri tanpa bantuan orang tuanya,tidak sabar untuk menempati sudah ada rak untuk memetakan cemilannya sudah 100% jadi tinggal mencari karyawan.
Setelah mendapatkan karyawan 4 orang lalu membeli bahan-bahan untuk membuat cemilan seperti Basreng,kerupuk seblak,somay kering dan lain-lain.
Tak lama susah jadi sehubung sudah sore akan di resmikan besok semuanya sudah pulang tersisa Zayn sedang menutup kedainya sendirian tidak ada orang yang membantu tak lama sudah selesai.
Kembali ke pesantren di perjalanan cuma memikirkan hari esok saja tidak ada yang lain.
Sudah sampai serta masuk kedalam jalan masuk ke kamarnya engga tau kalau sedang di pakai Nayla,byla dan safyra.
"Maaf nanti aku kembali lagi"menundukkan kepalanya jalan keluar menuju ruang keluarga istirahat di sana sambil memikirkan kejadian yang tadi sangat memalukan bagi Zayn.
"Kenapa nay masuk ke kamar ku bersana mereka?sedang karaoke lagi"ngedumel sendiri sambil nonton film hantu paling seram untuk menghilangkan kekecewaan yang tadi.
Zidan datang menghampiri di ruang keluarga.
"Khem......Kenapa? kelihatannya sedang bed mood katakan pasti nay bersama yang lain di kamar mu kan?"tanya Zidan penasaran kepada adiknya sendirian saja.
"Iya kenapa engga di kamar nay saja?mas pinjam pakaian dong lengket semua nih".
"Sanah keburu ada yang datang,satu lagi safy mau pakai kamar mandinya jadi jangan lama-lama"titih Zidan kepada adiknya.
"Oke"jawab singkat Zayn jalan kekamar kakanya masuk kedalam serta mengambil baju ganti sekalian baru masuk ke kamar mandi,sudah lima belas menit Zayn numpang kamar mandi setelah selesai menaruh pakaian kotor ke keranjang kakanya.
Safy masuk ke kamar Zidan lalu bertemu dengan adiknya baru aja selesai mandi.
"Pakai saja aku sudah selesai,barang ku engga ada yang ketinggalan di dalam".
Hendak pergi keluar kamar lalu di halangi engga boleh keluar.
"Ada apa?"tanya Zayn santai.
"Kau pernah melakukan ta'aruf kan?kenapa berhenti engga di lanjutkan aku mendengar kan cerita dari Nayla"awalnya ragu bertanya.
"Ada masalah engga bisa di lanjutkan sudah?engga ada lagi? ayo lah aku engga mau kalau mas Zidan salah paham"sambung Zayn jalan kesana di ikuti kesana.
"Satu lagi,kau masih menginginkan byla bersama mu kan katakan saja lagian engga harus di sembunyikan dari ku"menyingkir dari jalan Zayn lalu masuk kekamar mandi.
Zayn pergi ke halaman belakang merenung kan kesalahan-kesalahannya.
Setelah sampai sedang memberi makan ikan lele sambil mengajak berbincang-bincang bersama lele itu sendirian.
"Nay dia kenapa? sendirian di sana?".
"Engga tau mba samperin aja siapa tau mau bercerita kepada mu"ucap Nayla kepadanya.
Nyamperin kesana mengikuti gerakan tubuh Zayn serta memberi makan lelenya.
"Ngapain mengikuti gerakan tubuh ku?"merasa terganggu kedatangan byla.
"Engga boleh? ngapain sendirian di sini?".
"Melepas lelah saja kau masuk saja kedalam. Byl kita engga ada hubungan lagi jadi plis tinggalkan aku sekarang"sambil menekan perkataannya yang keluar barusan.
Byla masuk kedalam lalu pergi kembali ke pesantren Abi Usman.
Zayn baru menyadari kalau ucapannya kepada byla sampai pergi engga bilang sama umma Nadya sama sekali.
Masuk ke dalam menuju ke kamar mengambil ponsel mencari nama byla.
[Assalamualaikum byl,maaf ucap ku tadi kalau mau di lampiaskan silahkan ke aku aja jangan orang lain kasihan kalau engga tau masalahnya apa jadi sasaran kau].
Setelah di kirimkan belum di balas apa pun.
Byla baru online WhatsApp membaca pesan dari Zayn lalu engga di bales apa pun.
[Bisa bertemu besok? selesaikan masalah mu dengan ku aja bertemu di cafe Ziza].
Baru mengetik untuk di kirimkan ke Zayn.
[Insyaallah kalau engga sibuk].
[Katakan saja engga usah menyembunyikan sesuatu dari ku,maaf byl maaf kalau memang ini yang terbaik kalau kau juga tidak bisa mau bagaimana lagi?]setelah mengirim kan pesan itu masih online engga membuka ponsel lagi.
__ADS_1