Aku Mencintaimu Karena Allah

Aku Mencintaimu Karena Allah
43.Merasa malu.


__ADS_3

Setelah itu Zayn belum mendapatkan baju ganti bukanya di ambil baju malah di ajak bercanda oleh saudara serta saudarinya.


"Engga lucu,ayo lah hentikan bercandanya mas sarungnya Jagan di tarik plis!aku engga menggunakan celana pendek".


Umma sama Abi cuma melihat mereka seperti sedang nonton televisi Nayla sengaja menyalakan rekaman video untuk merekam semuanya sampai puas.


"Iya akua akn menikah secepatnya"ucap Zayn sedikit meninggikan suaranya.


Semua orang yang ada di situ terkejut mendengar ucapan Zayn barusan.


"Beneran?sama siapa umma akan senang mendengarnya"pinta Zidan.


"Sama Una,umma anak mu ini sudah melakukan dosa besar tadi sebelum kalian datang tak sengaja kita melakukannya maaf kalau kalian mau marah silahkan boleh".


Zayn tidak bisa membendungnya lagi serta sudah membasahi pipinya.


"Tentu dua bulan dari sekarang kalian akan menikah,dan Abi akankah menghukum kesalahan mu kau harus mencintai Una Karena dia akan menjadi makmum mu".


"Tentu kalian engga marah?ayo lah hukum aja tak masalah jangan seperti ini!"ucak Zayn.


Nayla menghapus air matanya serta memeluknya dengan erat.


"Mas sepertinya Una sama aku seumuran deh beda tipis saja mas kalau sarungnya aku radik boleh?"sudah siap untuk menarik sarung tersebut tinggal menunggu sebentar.


"Nay engga bisa menariknya.Kalau mas Zayn memakai celana pendek baru boleh nay engga sudah mulai deh sama mas zidan aja".


Menggali tangan nayal lalu om Gibran datang keruangan tersebut sambil tersenyum.


Menciym tangan satu persatu serta Zayn masih merasa bersalah kepada Husna.


"Om maafkan Zayn susah lanjang mengambil yang bukan milik Zayn dari Una,Zayn mau menikah secepatnya dengan Una sebelum dosa besar di lupakan"ucap Zayn.


"Bener kah?kalau gitu om akan menyiapkan semuanya nanti malam ta'aruf dulu".


"Om kalau Una menolaknya? seperti byla aku engga bisa melupakan dosa yang terlah terjadi tadi,Zayn sudah mencium Una di hadapan ka Tama serta Fariz kalau ok mau marah silahkan"sudah tidak bisa membendungagi kemarahannya.


Malam pun tiba ****tiba**** suasananya yang mendukung serta sudah berkumpul semua di ruang khusus keluarga.


Zayn sudah duduk di hadapannya mengeluarkan cincin pertunangan yang hampir saja di pasangkan di jari byla.


"Husna AlGibran apakah kau mau menjadi calon ibu dari anak-anakku?"tanya Zayn.


"Mau Muhammad Zayn Alfatah"jawab Una.


"Una maaf tentang kejadian sore tadi kalau ini sangat mendadak kebetulan keluarga ku datang kesini kau bisa marah kepada ku lampirkan saja enga masalah".


"Iya mas aku juga minta maaf.Engga perlu juga seperti itu kalau kau sakiti gimana?mas dulu sebelum sama aku mas ada hubungan dengan orang lain?"mengintrogasi calon suaminya menengok kearah umma.


"Ada beberapa bulan yang lalu tepatnya sebelas yang lalu hampir tunangan tapi engga bisa di lanjutkan".


"Nama perempuannya?teman Abi Gibran juga?"tanya Husna penasaran.


"Kalau itu kurang tau satu yang ku tau Abi Fatah berteman baik dengan keluarganya pesantren kita dengan pesantren miliknya selaku mengadakan acara bersamaan".


Kedua keluarga cuma melihat bercakap mereka sesekali tertawa melihat keduanya.


"Jadi sering bertemu,menghabiskan waktu bersama serta meluangkan waktu bersama".


Menghela nafas panjang menenangkan diri serta pikiran untuk menjawab pertanyaannya.


"Iya pernah aku lakukan bersama byla sebelum samanya cadang sekarang berbicara kepada orang lain tanya aja sama keluarga ku kalau kurang yakin,Una kalau kau melarang ku untuk melakukan kegiatan yang sehari-hari di lakukan aku siap untuk sebisa mungkin tidak akan melakukannya"Zayn mulai berjanji kepada calon istri yang terakhir.


"Kalau kau engga pergi siapa yang akan mengurus bisnis keluarga?"tanya om Gibran.


"Di pantau dari jauh,ada orang kepercayaan yang sudah terbiasa melakukannya setiap hari lalu memberikan data kepada lu baru di serahkan kepada umma Nadya".


"Ayo lah jangan gitu saja saja memberatkan ku dong?kau boleh beraktivitas seperti biasa inggat ada persaingan orang yang harus kau jaga!bi kalau Una sudah menikah lalu sekolahnya gimana dong?"melihat kearah Tante Nadya sampai Abi gibran.


"Pindah saja mba ke pesantren nanti bisa tidur bareng sama nay"pinta Nayla.


Setelah selesai serta sudah menukar cincin di tangan masing-masing tinggal memakan makanannya yang sudah di hidangkan.


Zayn memberikan tisu kepada calon istri laku menerima tisu tersebut mengelap mulutnya.


"Makasih bi sudah kenyang"celetuk Husna.


"Di habiskan mubasir tadi ambilnya sedikit aja jangan kebanyakan!ayo lah mencari uang tidak mudah tanya saja sama mba safy".


Melihat kearahnya"beneran mba?mba safy pernah bekerja gimana rasanya mba".


"Sangat sulit jadi hargai yang kau miliki"melanjutkan makanannya.


Tak lama akhirnya selesai sambil menunggu makanan penutup,tak lama akhirnya datang cake coklat toping keju dan kacang mengambil satu persatu.


"Om mau kan tidur bersama Fariz?".


"Engga bisa tidur bersama Hana aja ka"pinta Hana menatap tajam ke arah Fariz.


"Jangan bertengkar kalian bisa tidur di kamar om dan Kaka aja? setelah selesai makan malam oke"memberikan solusi terbaik.


Setekag selesai tinggal masuk kekamar masing-masing sedangkan di kamar Zayn ada Hana dan Fariz sedang bertengkar.


Zayn dan Una jalan berama melintas ke kamarnya melihat mereka sedang bertengkar lalu menghampiri serta memisahkan.


"Hana engga boleh gitu sama Fariz ayo kalian minta maaf!"tegas Zayn.


"Maaf mba Hana"ucap Fariz.


"Mba Hana pun minta maaf"jawab Hana.


Mereka sudah bisa menenangkan serta duduk bersama di tempat tidurnya.


"Sudah malam hampir jam sembilan ayo tidur Una juga istirahat sudah malam".


"Tante jangan pergi tidur bersama di sini"menahan tangan tantenya untuk tidak pergi dari kamarnya.


Memutar balik kearah Fariz memeluknya dengan erat serta menunggu sebentar lagi.


"Sayang ayo tidur biarkan tante Una istirahat juga,kalau Tante Una di sini om yang akan pergi mencari kamar lain karena belum boleh tidur satu rangan"menjelas keakda Fariz.


"Keanao engga menikah sekarang aja?".


Berlutut di hadapannya menjelaskan sesuatu untuk keponakan yang masih imut.

__ADS_1


"Pernikahan bukan mainan yang bisa di gunakan kapan saja, tunggu dua bulan dari sekarang nanti bisa tidur bersama dengan kalian"ucap Una menjelaskan kepadanya.


...----------------...


Sudah maktunya makan pagi Zayn serta bocil-bocil belum kelihatan dari tadi.


"Una panggil kan mereka sekarang"pinta Abi Gibran keiadanya.


"Oke bi sebentar Una panggil kan"jalan kekamar mas Zayn.


Tok..........Tok...........Tok.


Engga ada jawaban dari pemilik kamar jadi langsung masuk kedalam masih pada tidur.


Membangun kan satu persatu sampai terbangun serta hendak ke sana.


"Eh Una maaf tadi engga mendengar kalau kau mengetok pintu"ucap Zayn.


"Sidah engga pusing?cuci muka sekarang lalu pergi untuk makan pagi bersama"membantu Fariz untuk cuci muka.


Hana pun ikut bersamanya setelah selesai baru keluar,Zayn masuk ke kamar mandi tak lama setelah selesai baru keluar.


Jalan bersama menuju ruang khusus untuk makan bersama setelah sampai duduk dan menikmati makan bersama.


Dua puluh lima menit kemudian makan pagi pun sedang selesai masuk kamar masing-masing bocil-bocil ikut bersama Zayn kekamarnya engga mau jauh-jauh dengannya.


"Hana ka Zidan bawa ganti baju atau engga kesini?kalau bawa Kaka mau pinjam".


"Bawa kayanya tanya aja sendiri"fokus pada televisi nonton kartun lucu bersama Fariz.


"Kalian tunggu sini Kaka akan segera kembali"jalan menuju kamar mas Zidan.


Tok...... Tok........ Tok.


Zidan menghampiri suara tersebut lalu membuka pintu untuk adiknya.


"Mau pinjam baju ada?kata Hana tadi mas bawa baju kesini?"tanya Zayn penasaran.


"Memang aku bawa baju mau minjam?kau menyewa baju ku,bentar tunggu sini"menutup pintu sedikit tak lama baju pun sudah di ambilkan untuk adiknya.


Memberikan baju kepada sang adik lalu menerima baju tersebut dari sang Kaka.


"Oke aku menyewa baju ini"mengulangi ucapan Zidan tadi.


"Bercanda sudah ada peralatan mandinya?".


"Kebetulan sudah makasih bay"ucap Zayn pergi ke kamarnya.


Sedamgkan makanya juga masuk kedalam menemani sang istri tercinta.


Setelah sampai di kamar ternyata ada Husna sedang bermain bersama bocil-bocil (anak kecil) menaruh baju di dalam kamar mandi.


"Mas mau mandi?"melihat punggung calon suaminya lalu tersenyum.


"Tadinya gitu nanti saja ngapain ada di sini?"jalan mendekat kearah mereka.


Duduk di atas tempat tidur lalu nonton televisi bersama sesekali Husna mengambil foto tanpa sepengetahuannya.


"Om tadi tante Una mengambil foto om"kebetulan melihat saat Tante Una mengambil beberapa foto.


Bukanya memberikan kepada Zayn masih di pegang sandiri tak lama ponselnya susah di kembalikan serta mengirimkan beberapa foto yang tadi di ambilnya.


"Oke tidak masalah,sudah jam segini Hana mandi dulu ke kamar umma yah kalau di sini Kaka engga ada baju Hana di sini".


"Kalau gitu Fariz aja om boleh kan mandi di sini?Tante baju Fariz tolong di ambilkan mau mandi di sini"mengeluarkan jurus andalannya lalu mendekat kearah tante Una.


Jatuh bersamaan di tempat tidur terkadang Fariz juga jahil kepadanya.


"Engga bisa mandi di kamar ayah mu aja,ayo kesana sudah di tunggu ka Tama sekarang".


"Pakai aja dulu kamar mandi ini aku mandinya nanti mau mencari udara segar dulu".


Jalan melilingi lantai lima sedangkan Una jalan mengambil baju untuk Faris setelah selesai baru memandikannya.


Sedang mandi dengan tante Una hampir semua mandi Fariz menyiram baju yang di gunakan sampai basah semua.


"Fariz,tante engga bawa baju kesini!ini kamar mas Zayn gimana kalau orangnya balik kau belum selesai mandi?"melanjutkan memandikan Fariz sampai selesai.


Benar saja yang di katakan Una dia sedang jalan kekamar mandi di dekat pintu.


"Sudah selesai? gantian dong"ucap Zayn.


"Maaf mas menunggu lama kan?Fariz kau ambilkan baju untuk tante minta tolong ke Abah atau ayah kau sekarang!mas nanti dulu sebentar"membuka pintu untuk Fariz lalu menutupnya kembali.


"Ada apa? bajunya basah?"Zayn mulai mengerti yang di katakan Una barusan.


Fariz jalan keluar lalu kembali lagi ke kamar om Zayn tanpa membawa apapun.


"Om Zayn,Abah engga ada sedangkan ayah sedang memeriksa pasien"Fariz berbohong kepada mereka berdua.


"Tunggu sini sebentar"jalan keluar memanggil Nayla serta membawakan bajunya.


Masuk kekamarnya lagi memberikan baju Nayla kepada Una untuk mengganti bajunya yang basah tadi.


"Mas kenapa engga kau saja ?"tanya Nayla.


"Engga tau ada apa dengan ku sekarang ada yang berbeda saja dari mereka berdua".


Jalan keluar kamar sebelum sampai di depan pintu Nayla susah menghalangi dengan memeluknya dari belakang.


Una keluar sudah selesai karena rambutnya ikut basah tadi jadi keramas sekalian hendak mengerjakan dengan hair dryer pun sudah menyala Zayn penasaran siapa yang menyalahgunakan melihat sekilas dari pantulan cermin ternyata Una membalikan wajahnya kearah lain.


"Nay lepaskan mas mau keluar sekarang!ayo lah kalau mau ikut boleh tapi engga bisa di sini sekarang"tegas Zayn berusaha melepaskan tangan Nayla dari tubuhnya.


Engga bisa terlepas jadi ikut di bawa keluar menunggu di depan pintu kamarnya.


"Mas kau kenapa?sedang menahan amarahya?"Nayla sengaja menambahkan amarahnya supaya makin menyenangkan.


"Nayla kalau kau seperti tadi,mas Zayn akan makin bersalah kepada Una bercanda boleh engga boleh sampai melewati batas".


"Kalau mas merasa bersalah kepada engga di percaya saja?"meledek mas Zayn.


Tak lama Una keluar sudah selesai mengerjakan rambutnya yang basah tadi.

__ADS_1


"Maaf na soal tadi,nay kau kekamar saja mas Zayn mau mandi sudah agak siang mau ke cafe sebentar"ucap Zayn hendak pergi masuk kedalam kamarnya.


Narik tangannya hampir menekuk Una lalu mengarahkan kearah Nayla.


"Kenapa lagi nay!mas sudah di tunggu mas Haikal kasihan kalau menunggu kelamaan gini aja mas Haikal akan kesini"ucap Zayn.


Nayla semakin mendekat sedangkan anak kecil-kecil berada di dalam kamarnya.


"Nay engga boleh"menahan ketawa sambil menahan Nayla membuka bajunya.


Tak butuh waktu lama untuk bisa melepaskan baju yang di kenakan mas Zayn.


"Gini kan comel"ucap Nayla mengambil sepidol menggambarnya di perut.


"Nayla geli sudah cukup sudah banyak gambar di tubuh ku"menghentikan tangan Nayla sulaya tidak menambah coretan lagi.


Husna penasaran yang di lakukan Nayla di dalam sana bersam yang lain membuka pintu kamar sedangkan Zayn melonjak ke samping tempat tidur saat melihatnya.


"Maaf-maaf menggunakan kalian kan?"tanya Una melihat kearah mas Zayn.


"Tidak masalah,Una bisa kau keluar sekarang?aku engga bisa memastikan kalau nay akan menarik ku kearahnya"takut untuk keluar dari samping tempat tidur.


"Ayo ka keluar aja"pinta Nayla dengan tersenyum penuh arti.


"Engga bisa dong kalian mau ngapain?plis engga usah membuat ku seperti ini".


Zidan mendengar semuanya karena tak sengaja lewat membawakan handuk untuknya serta memberikan kepada Zayn


Menerima handuk darinya"makasih dari tadi engga membuat malu!memakai di balitkan ke tubuh jalan kekamar mandi.


...----------------...


Sudah pulang kepesantren lalu masuk ke kamarnya hari ini milad Zayn malam nanti.


Nayla sedang membuat rencana dengan Husna di kamarnya setelah selesai baru keluar jalan ke kamar mas Zayn.


Langsung masuk kedalam mengusal-ngusal di ketiaknya serta hampir mencium bibir sang Kaka lalu di hentikan serta di halangi dengan tangannya.


"Nay ayo lah engga usah gitu".


Menyingkirkan Nayla dari tempat tidur dan tidak memperbolehkan berada di situ.


"Jangan di buka!plis dong mas cuma makai celana pendek di atas lutu".


Husna datang kekamar berniat untuk mengajak bocil-bicil bermain bersama.


"Mba Una mau liat sesuatu?"ucap Nayla.


"Sesuatu apa jadi penasaran"Husna bertanya-tanya ke diri sendiri.


Zayn mengerti tentang yang di katakan adiknya barusan serta paham yang akan di lakukan sang adik.


"Nay engga usah membuat mas Zayn merasa malu! Ayo lah jangan gitu mas cape kalau kau mau uang jajan bulan ini akan di tambah kalau mau melepaskan mas satu hari saja".


Mendengar kan hal barusan Nayla merasa senang uang bulanan akan di tambah lagi.


"Uang jajan?"Husna mengulang kata yang di ucapkan mas Zayn barusan.


"Iya tiap bulan nay akan mendapatkannya Hana juga,kalau nanti sudah menikah kau juga akan mendapatkan lebih banyak dari Nayla.Bisa keluar semua dari sini?oh iya mau bertemu dengan mas Haikal sampai lupa".


Mengambil handuk dari dalam laci lalu memakai awet menggbil celana bahan di dalam lemari jalan masuk kedalam.


Setelah selesai baru keluar jalan ke ruang keluarga tanpa aba-aba Nayla meloncat ke punggung kakanya lalu menurunkan do sofa.


"Nay lepaskan tangan nay malu tuh di lihat mas Haikal,sudah lama mas menunggu ku?maaf nay yang bertanggung jawab untuk itu".


Memberikan laporan keuangan bulan ini yang sudah selesai tinggal di berikan kepada umma Nadya,setelah menyerahkan dokumen kepada umma Nadya tiba-tiba dengan pakaian yang kurang baik lalu memeluk umma.Husna mengambil kan kain untuk di pakaian kepada byla setelah itu menenangkan sampai hilang rasa takutnya.


"Jelaskan kepada umma kau kenapa?kalau masih butuh istirahat ke kamar tamu saja".


"Tidak usah umma makasih,maaf membuat kalian cemas.Hiks........Byla sudah ternoda oleh kekasih byla tadi sebelum kesini semangat bertemu lalu-----"byla engga bisa melanjutkan cerita selanjutnya.


"Dari kapan byla memiliki hubungan ini?"tany Umma penasaran mendengar kan ceritanya.


Zayn pergi ke dapur membuat coklat dingin untuk bylayang sekarang menjadi teman.


Setelah selesai memberikan kepada umma Nadya untuk memberikan kepadanya.


"Minum ini supaya lebih tenang".


Membantu byla untuk menghabiskan minuman yang sudah di buat oleh Zayn.


"Makasih Zayn kau sangat baik kepada ku kalau kau memiliki orang yang lebih baik dari ku insyaallah orang itu juga akan membahagiakan mu nanti, setelah beberapa bulan kita membatalkan pernikahan saat itu juga aku kenal dengan Rizal yang kini sudah merenggut semuanya dari ku"byla tidak bisa mengontrol emosi serta amarahnya.


"Tenangkan dirimu dulu, walaupun engga ada hubungan lagi aku sudah menganggap mu seperti saudara ku kenali ini Husna AlGibran".


Menjabat tangan satu sama lainnya byka sudah tenang kalau zaun sudah mendapatkan penggantinya.


"Masyaallah cantik anaknya om Gibran?Zayn kau sangat pantas mendapatkannya jaga perasaan dia,umma mau mengantar byla kekamar untuk istirahat?"titih byla masih lemas dalam kondisi tadi.


Una merasa sakit melihat mereka sangat akrab sampai segitunya serta tidak pernah melihat orang sebaik dirinya.


Meninggalkan Zayn setelah byka masuk kekamar tamu untuk istirahat.


"Mas Haikal tunggu sebentar kalau mau pulang nanti dulu"Zayn pergi mengejar Una.


Lari ke halaman belakang melihat ikan-ikan sedang berenang menghilangkan rasa cemburunya bersama ikan-ikan tersebut.


Menghampiri Una serta mengajak Hana bersamanya dan Fariz juga ikut-ikutan.


"Adek marah?maaf tadi cuma memberikan minuman doang kepada byla,maaf deh kalau sikap ku menyakitkan bagi calon istri Kaka".


Jeleb' membuat Husna tidak bisa mengatakan sayu kara pun yang akan di sampaikan kepadanya.


"Om kalau Tante sedang ngambek biasanya di cium sudah hilang"Fariz memberikan izin kepada calon omnya.


"Fariz mau uang dari om?sekarang jalankan perintah om,om minta Fariz mencium Tante Una anggap saja Fariz adalah om kalau om sendiri belum bisa melakukannya".


"Oke om"ucap Fariz jalan mendekat kearah tante Una setelah mendengarkannya.


"Kaka curang masa Fariz doang Hana engga?"memanyunkan bibirnya.


"Iya Hana juga.100 ribu cukup untuk kalian?seluruh muka harus di cium berkali-kali".

__ADS_1


Memgambil uang untuk mereka 200 ribu lalu mereka mengerjakan perintah dari Zayn.


Berkali-kali sampai Husna memperindahkan untuk berhenti baru berhenti.


__ADS_2