
Kini mereka telah cek out dari hotel serta sedang beli cemilan di Alfamart tak jauh dari hotel tersebut.Dan ada yang sudah jalan menuju ke kasir bersama Zayn.Satu persatu mereka susah selesai belanja yang di inginkan biaya yang di keluarkan Zayn hampir 2 juta rupiah.Engga sampai tiga jam setelah selesai tinggal menuju restoran yang sudah di janjikan setelah sampai di restoran lalu turun serta menunggu Zayn.
Tak lama jalan menghampiri mereka masuk kedalam memesan makanan yang di inginkan masing-masing di antara mereka.Mereka memesan dua meja serta sambil menunggu pesenannya datang sambil bercanda.
"Nay awas aja kalau engga habis"ucap mas Zayn sambil menatap tajam kearahnya.
"Tenang pasti habis kan tadi belum makan sore ataupun makan cemilan".
Tak lama akhirnya pesenan datang sebagian pesenan sudah di makan dan sebagiannya lagi belum.Zayn dan safy duduk di meja lain tidak satu meja denganha,di samping meja mereka menikmati keindahan restoran yang menyajikan pemandangan alam yang sangat indah tak lama kemudian makanan pun sudah habis tanpa sisa sama sekali.
"Tunggu mas Zayn mau bayar makanan,mau jalan-jalan lagi?mas kau yang mengemudikan mobilnya capek tau seharusnya kan aku yang mendapatkan kebebasan tidak melakukan apa pun"ucap Zayn kepada kakanya.Jalan ke kasir membayar pesenan yang tadi mereka pesan dan menambah pesenan es coklat.
"Engga usah mas kita pulang saja"ucap Husna menerima es coklat darinya.
Zayn menghabiskan 1 juta rupiah lalu untuk yang tadi sudah di pesan.Kembali ke pesantren sengaja duduk paling belakang serta bisa tidur terlebih dahulu.
Setelah sampai baru di bangun kan 5 menit kemudian sudah berada di ruang keluarga berkabung sambil berbincang-bincang.
"Mas kita harus mempunyai mobil operasional bisnis gimana?umma kita boleh beli mobil?"Zayn melihat kearah umma Nadya sambil menunggu jawabannya.
"Tentu boleh kalian berhak atas uang kalain sendiri umma minta satu dari kalian".
"Katakan saja Zidan dengerin Zayn pun"ucap kearah Zayn serta umma Nadya.
"Kalain sudah mempunyai penghasilan sendiri hampir satu tahun ini jadi umma minta kalian harus inggat ada hak orang lain yang membuat uang juga"titih umma Nadya.
"Tentu kita akan mengadakan tiap Minggu seperti biasa untuk orang yang membutuhkan bantuan seperti makanan serta beberapa sembako juga iya kan mas?"Zayn melihat kearahnya sambil minum es coklat.
Zidan mengangguk sedikit kepalanya sedangkan Abi Fatah bersama om Gibran jalan menghampiri mereka di ruang keluarga.
"Assalamualaikum anak perempuan Abi"ucap Abi Gibran kepada anaknya.
Jalan mendekat kearahnya bersama Zayn mencium tangan satu persatu.
"Wangalaikumusalam om mau menjemput fariz dan Una kan?"tanya Zayn.
"Engga menjemput mereka,om kesini cuma mau bermain dengan Abi mu oh iya nanti kalian ikut kita ke kamar Zayn"ucap om Gibran jalan bersama Abi Fatah.
"Sekarang engga ada penolakan".
Setelah sampai di kamar Zayn tak lama Husna bersama calon suaminya datang kekamar langsung masuk.
"Duduk di samping om dan Una duduk di samping om Fatah"ucap om Gibran.
Duduk sesuai yang di katakan tadi om Gibran memeluk Zayn tanpa henti-hentinya.
Lalu melepaskan pelukannya bersama Zayn serta wajahnya berubah menjadi fokus pada tujuannya datang ke pesantren.
"Zayn katakan kepada om kau sudah ada persiapan untuk calon istrimu nanti?".
"Sudah om Zayn sudah menyiapkan kartu kredit khusus untuk Una"mengambil dompet serta mengambil kartu kredit yang akan di berikan kepada Una nantinya.
"Disalam sini ada uang kalau engga salah 12,5 juta dulu hampir di serahkan kepada byla calon pertama Zayn tapi batal engga jadi di berikan kepadanya.Kalau Una engga mau menerima uang ini bisa Zayn ganti dengan tapungan masa depan cuma 8 juta"sambung Zayn mengeluarkan kartu kredit lainnya.
"Zayn kau punya bisnis sendiri? bisnis apa kalau boleh om tau? katakan kepada om sekarang?"om Gibran mengintrogasi calon suami yang akan menjadi menantunya.
"Dulu sebelum punya bisnis sendiri masih ikut mbantu-mbantu di resto dan dua cafe itu pun cuma menerima beres berkas serta uang yang sudah siap tinggal di masukan ke rekening masing-masing.Yang mengurus semuanya mas Haikal dan mba Syafa kalau sekarang Zayn sudah punya sendiri bisnis makanan yang sedang hitz sekarang Una tau makanan itu"ucao Zayn melihat kearahnya.
"Itu punya mas Zayn?"tanya Husna penasaran kepada calon suaminya.
"Kurang lebih seperti itu ada bisnis lainnya yang sama cuma pemiliknya berbeda.Una mau kartu yang mana? kartu ini atau ini pilih salah satu kalau engga mau ambil yang ini aja"Zayn memiliki kan kartu masa depan untuk uang bulanan nantinya.
"Engga mau keduanya simpan saja lagian masih lama kan,bi kenapa ka Tama engga ikut kesini?Abi engga liburan atau berniat liburan?"celetuk Husna.
"Kapan-kapan saja Abi sangar sibuk Kaka mu juga sibuk di pending terlebih dahulu".
Zayn pergi mengambil leptopnya melihat jadwal sekolah serta jadwal yang lain.
"Mau berlibur? sebelum bulan puasa datang ada nih jadwal yang pas kalau ke luar kota mau tiga hari di sana berangkat kesana lusa kalau mau nanti aku bilang mas Zidan".
"Tapi kenapa engga sekarang saja?kenapa harus besok?"Husna engga sabar untuk segera pergi kesana.
"Bisa cuma nanti habis ini ada acara di tempat bisnis perayaan kecil setelah melewati satu tahun,Abi mengizinkan Zayn untuk pergi bersama mas Zidan.Mba safy dan Nayla"ucap Zayn.
Abi sudah mengizinkan Zayn pergi bersama dengan Kaka dan adiknya.
"Kalau Una mau ikut mereka Abi izinkan".
"Beneran bi?Una boleh ikut bersama mereka?"tanya Una mengkonfirmasinya.
"Tentu boleh,Zayn om nitip anak perempuan satu-satunya kepadamu jaga jangan sampai kenapa-kenapa!"tegas om Gibran.
"Maaf om dari tadi Zayn sudah di tunggu mas Zayn,mereka sudah datang duluan kesana bi pinjam mobil kuncinya di mana?"jalan mengambil baju untuk acara yang sedang di laksanakan.
Jalan membawa baju ganti ke kamar mandi tak lama kemudian sudah selesai lalu keluar mendekat kearah Abi Fatah.
"Ini jangan lupa di isi kalau sudah menggunakan kendaraan Abi"ledek Abi Fatah.
Memberikan kunci mobil kepada Zayn lalu Zayn menerima kunci mobil tersebut.
"Tentu ayo sudah di tunggu dari tadi sama mereka assalamualaikum"mencium tangan Abi Fatah dan juga om Gibran.
Jalan berdampingan menuju ruang keluarga lalu mencium tangan umma Nadya tinggal menuju ke tempat acara.
__ADS_1
Tak lama akhirnya sampai Zayn dan Una turun bersama.Masuk ke dalam toko sementara di tutup besok baru di buka dan benar saja Zayn dan Una ketinggalan acaranya yang hampir selesai.
"Kemana saja?di telpon engga du angkat di WhatsApp engga di bales!".
"Maaf mas engga dengar ponsel ku ada di ruang keluarga tadi ada yang mengirimkan lewat email leptop makasih mas"ucap Zayn.
"Kan aku sudah mengatakannya kemarin engga ingat atau sengaja engga ingat?"Zidan agak kesal dengan sang adik yang satu ini.
"Iya Zayn salah.Maaf semuanya makasih kalian hebat sebagai gantinya kalian bisa berlibur 3 hari mulai besok terserah mau kemana"Zayn mengambil uang dari dalam dompet 2 juta menyimpannya kembali.
"Ini untuk kalian nay tolong ini untuk mbanya makasih sekali lagi selamat berlibur sebelum bulan puasa, setelah berlibur tetap berangkat buka jam setengah tiga aja gimana?kalau masih ada anak balita di rumah bisa datang tidaj terlalu sering juga tidak masalah iya kan mas Zida? Taqobalallahu minna wa minkum untuk kalian semuanya"ucap Zayn.
Membagikan bonus uang untuk mereka berlibur bersama keluarga di rumah.
"Apa engga akan Ruki nantinya?"tanya karyawan kepada Zayn.
"Engga dong menghargai orang yang sedang berpuasa juga,di habiskan makanan yang sudah di pesan dek mau cemilan untuk stok?ambil saja sama nay temenin sanah".
"Kalau nay nemenin,nay dapat apa?kalau engga ada mba Una ambil sendiri"Nayla mau uang dari mas Zayn.
"Bagas nanti di rumah saja"tegas Zayn menatap tajam kearahnya.
Setelah acara selesai serta sedang berada di perjalanan hendak pulang ke pesantren tak lama akhirnya sampai.
Jalan keruang keluarga sedang berkumpul bersama Fariz dan Husna bermain dengan om Gibran dengan adi tidak ada yang bertengkar sama sekalil.
"Assalamualaikum kami pulang"ucap Zayn mencium tangan mereka satu persatu.
"Wamgalaikumusalam kalian cape kan ayo duduk dulu"ucap om Gibran.
Yang lain pun menjium tangan.Pasangan ini juga ikut-ikutan safy mencium tangan sang suami dan duduk di sofa yang kosong.
"Om jahat engga ngajak Fariz"Fariz kesel kepada om Zayn.
"Maaf tadi buru-buru,mas besok ada acara atau engga?kalau engga kita ke cabang seperti ya di sambil liburan tiga hari menjelang puasa"ucap Zayn penuh harapan kalau besok engga ada jadwal mendadak lagi.
"Engga ada jadwal sama sekali kalau berangkat besok aja pagi sekitar jam delapan"usul Zidan kepada adiknya yang sudah menyusun rencana.
"Ada yang keberatan? semuanya ikut tenang aja kalau liburan kali ini banyak waktu bisa naik jetski"ucap Zayn.
"Asik naik jetski sepuasnya mas?"tanya Nayla.
"Kalau Nayla mau bayar sendiri"jalan ke kamar meninggalkan mereka.
...----------------...
Sudah bersiap untuk pergi ke vila sepanjang perjalanan safy rebahan di kursi belakang yang mengendarai mobil mas Zidan.
Akhirnya sampai di vila juga keluarga om Gibran susah sampai duluan sedang bersantai di ruang keluarga.
"Ka tolong ambilkan kardus besar ini untuk masuk kedalam, hati-hati agak berat kiper Kaka aku yang bawa kedalam makasih".
Mengambil kardus yang di katakan Husna barusan ternyata berat juga Husna jalan duluan di susul Zayn.
Masuk kedalam meletakan di samping sudut ruangan Zayn membawa kopernya masuk kedalam kamar di atas kolam renang.
Kolam renang berada di dalam vila serta halaman depan ataupun belakang sangat luas.Zayn jalan keluar serta menuju ruang tengah sambil membawa es krim membagikan satu persatu kepada semua orang dan memakainya sampai habis.
"Om berenang yuh"ajak Hana sudah terhipnotis dengan kolam renang.
"Nanti masih jam segini nanti sakit setelah sholat ashar aja gimana?"ucap Zayn.
Membujuknya untuk mau berenang nanti sore saja tersenyum kearah Husna.
"Oke om Fariz juga mau ikut berenang tante Husna juga ikut berenang juga"pinta Fariz.
"Tante engga bisa janji kalau nanti ikut berenang juga"ucap Husna mencium pipi Fariz langsung di usap, dengan tangannya menghilangkan ciuman dari tante Husna.
"Kenapa di usap biasanya sudah terbiasa".
"Om Zayn mulai sekarang tante Husna bukan makhrom Fariz kan? sama seperti om Zayn sebelum menikah dengan Tante Una?"tutih Fariz kepada om Zidan.
"Sangat betul Fariz kan masih kecil belum baligh jadi masih bisa melakukan apapun seperti bersentuhan kulit dengan tante Una".
"Engga bisa om.Fariz sudah mengerti jadi sebisa mungkin akan menghindari maaf mba Hana dulu Fariz selalu cahil ataupun kurang menjaga batasan-batasannya maaf"ucap Fariz menyatukan kedua tangan di dadanya.
"Sudah kan istirahat dulu nanti sore berenang besok pagi jam setengah sembilan ke pantai sepuasnya gimana?"tany Zidan kepada mereka semuanya.
Setelah setuju serta bisa istirahat terlebih dahulu sebelum sholat ashar karena waktu pun masih lama tiga jam lagi.
Mereka sedang melaksanakan sholat dhuhur berjamaah sebelum tidur siang setelah selesai sholat baru melaksanakan tidur.
Sore harinya.................
Zayn sudah mengganti pakaian serta membawa baju ganti, Memakai celana legging dan celana pendek serta baju oblong polos warna hitam.
Melakukan pemasangan bersama bocil-bocil Nayla juga ikut berenang sudah menggunkan baju renang serta hijab dan nikhobnya.
"Nay ayo lah kalau berada di kolam renang engga usah bercanda engga lucu kalau terjadi sesuatu gimana?"tanya Zayn tegas.
"Maaf mas it's oke mas?"Nayla menanyakan pertanyaan tentang kondisinya.
"I'm fine ayo mula renang"ucap Zayn memulai renang duluan bersama bocil-bocil.
__ADS_1
Hampir tiga puluh menit kemudian mereka sudah berenang naik keatas untuk istirahat sejenak sebelum melanjutkan lagi berenangnya.Husna membawakan cake coklat topping keju jalan kearah mereka meletakan di atas meja.
"Silahkan di makan Fariz setelah ini mandi".
"Makasih sudah repot-repot bikin seperti ini untuk kita,besok pagi Una main jetski sama ka Tama atau naik sendirian juga engga masalah.Maaf belum bisa melakukan apapun bersama Una tunggu sampai satu bulan satu minggu lagi"ucap Zayn memakan cake coklat.
"Mas aku amu ganti baju sudah sore mau jalan-jalan sebentar sini".
"Iya,Una kalau kau juga mau ikut tunggu aku bentar ganti baju lalu mandi sebentar Lamaan Nayla kalau mandi"Zayn menyindir adiknya.
"Tentu supaya Nat terlihat sangat cantik".
Jalan kekamar masing-masing mandi terlebih dahulu sebelum pergi jalan-jalan sore menikmati pemandangan yang indah.
Setekah selesai serta masiha ada matahari sambil menunggu satu jam kemudian.
Jalan-jalan untuk membeli mie ayam pangkal sambil melihat kearah matahari terbit tak alam akhirnya selesai suasana yang pas mereka sedang berfoto bersama satu bersatu hingga bersama-sama.
"Nay kirim ke ponsel mas Zayn sekarang".
"Nanti saja ayo amsuk hampir azan magrib mas sholat berjamaah bertiga bersama mba Una"pinta Nayla menatap kearah mba Husna.
"Kakian saja aku sholat bersama yang lain".
"Engga usah menolak permintaan nayla mba mas Zayn pasti merasa senang Iya kan mas?"Nayla menggelitik pinggangnya.
Tersenyum manis melihat kearah Fariz"maaf tadi nay bilang apa?mas Zayn engga mendengar nay bicara"ucap Zayn sengaja mengatakan seperti tadi.
"Kita sholat bertiga bersama mba Una!"menekan perkataannya menatap tajam kearah mas Zayn.
"Terserah saja kalau ada nay masih bisa yang tidak boleh sholat berdua selain suami istri,anak sama orang tua dan Kaka beradik".
"Baik lah ayo masuk"ucap Husna mengajak mereka untuk masuk kedalam.
Sedang melaksanakan sholat berjamaah Zayn,Nayla dan Husna di dalam kamarnya.
Sedangkan yang lain sholat berjamaah di musholla vila.Setelah selesai duduk di tempat tidur Zayn Husna sengaja tidak melepaskan mukenanya.
"Mba kenapa engga di lepas? mukenanya engga makai kerudung kan?"ledek Nayla.
"Betul sekali tadi buru-buru jadi lupa deh Kaka engga marah kan?"tanya Husna.
"Kenapa harus marah?kan masih tertutup dengan mukena nay mas ada urusan Hana sama nay sebentar,kalian liat tas ransel ada leptop di dalamnya carikan dong aku pergi dulu assalamualaikum calon istri".
"Wangakaikumusalam nanti aku cari laptopnya seb6kaka datang"ucao Hana.
Zayn jalan keluar naik mobil bergi ke toko cemilan mengambil beberapa untuk stok di vila,lalu kembali tak lama akhirnya sampai juga masuk kedalam membawa beberapa paper bag memberikan keiad mas Zayn.
Susanya untuk Nayla dan Zayn sendiri masuk kedalam kamar menaruh di atas meja.Menerima leptop dari tangan Husna mengambil kursi rias meletakkan di samping Husna sambil membuka leptopnya.
"Katanya libur ini bukan liburan tapi,liburan sambil kerja emhga capek kerja Mulu"tegur Nayla kepada kakaknya.
"Tentu engga bentar lagi ada istri kalau mas Zayn engga kerja nanti makan pakai apa keluarga kecil mas Zayn?".
Husna mencubit pinggang mas Zayn lalu melepaskan cubitan tersebut"Nakal.Engga gitu juga kali kan kaka susah menyampaikan uang bulanan engga mungkin babis dalam hitungan menit"husna merasa senang akan kepantai besok pagi.
"Apaan sih sakit tau iya kan untuk bahan makanan belum perawatan untuk adek engag mau atau jarang memakainya?"celetuk Zayn.
Pesanan dengan calon istrinya seperti tadi menggunakan apa pun tetap cantik.
"Cuma beli cuci muka serta sedikit pelembab kulit wajah supaya tidak terkena sinar ultraviolet langsung harganya juga sangat murah engga mahal sama sekali".
"Ayo lah dek buat apa aku kerja keras serta mempunyai bisnis ini kalau tidak buat adek doang!"Zayn ngambek gara-gara barusan.
Mata pun masih fokus pada layar leptop tidak mengalihkan sesekali saja saat di acak bicara Husna mengambil leptop di pangkuan Zayn secara paksa.
"Kembalikan dikit lagi selesai janji engga melihat leptop kalau engga ada Emil masuk bentar lagi puasa banyak yang menyetok cemilan di rumah masing-masing jadi kembalikan leptopnya"ucap Zayn. menjelas-
kan kepada Husna tentang bisnis toko online yang masih berjalan sampai sekarang dan belum di atur untuk libur sementara menjelang pertama kali puasa.
"Tidak akan ka,kan janjinya liburan iya kan nay?"ucao Husna.
Mereka saling bekerjasama untuk bisa membuat mas Zayn berhenti bekerja sementara sama seperti yang lain.
"Beneran kaja engga bohong sistemnya belum di atur sini dulu sebentar doang"ucap Zayn berusaha mengambil leptop dari tangan Husna terkadang di peluk..
"Ambil saja masih ada di laptop mas Zidan terserah kalian tadi susah di copy datanya sebelum di ambil oleh adek"sambung Zayn memperlihatkan flashdisk kepadanya.
Jalan kekamar mas Zidan mengetok pintu kamarnya kaku di bukakan serta memberikan leptoo sebelum bilang kepadanya.
"makasih bentar daang"jalan kedekat Kalam renang mengerjakan di sana.
Bersama ka Tama mengerjakan disana engga ada yang bisa menggangunya sama sekali.
"Kenapa di sini engga dikamar saja?"tanay ka Tama penasaran.
"Engga kenapa-napa ka,malas aja.Kalau Kaka sendiri ngapain di sini?karena tempatnya nyaman kan"Zayn hampir selesai mengerjakan pekerjaan bisnisnya.
"Ada yang berubah dari Una kan?tanya saja kalau Kaka mengerti akan di jawab langsung".
"Ka kenapa akhir-akhir ini Una selalu menggangguku saat aku sedang kerja?"titih Zayn meletakan leptoo di atas meja.
"Mungkin butuh teman yang bisa di beluk.Kalau Kaka berada di dekat Una juga sama di ganggu apa lagi tugas kaka engga mudah bahkan lupa tempat obat tapi engga terlalu sering melakukannya kalau sedang bete aja"Tama membocorkan sedikit rahasia Husan kepada Zayn.
__ADS_1
"Gitu yah?oke ka besok pagi.Ka Tama harus ikut naik jetski untuk menemani Una".
"Sebenarnya Kaka agak malas sih naik jetski Una juga bisa lebih jago dari Kaka"ucap ka Tama.Membuat Zayn engga percaya kalau belum melihatnya sendiri.