Aku Mencintaimu Karena Allah

Aku Mencintaimu Karena Allah
58.Makin romantis.


__ADS_3

Engga kerasa banget cafe Zina story.Singkatan dari Zayn+Husna sudah satu minggu setelah di resmikan cafe tersebut.


Pelanggan penasaran dengan minum dan jemilan yang tersedia di cafe Zina,banyak tempat keren untuk berfoto bersama saat mengunjunginya.buka setiap hari saat menjelang buka puasa dan sampai jam 9 terkadang kalau mau kebagian tempat duduk harus membooking tetap duduk.


Zayn masih di dalam kamar,sengaja tinggal sementara di rumah mertua bersama istrinya.


Sedang bersiap-siap hendak pergi ke cafe,memantau perkembangan cafe lalu Husna memeluk tubuh suami dari belakang.


"Adek kenapa?mau ikut ke cafe?"tanya Zayn.


"Engga kenapa-kenapa,mau di sini bersama Kaka boleh kan?"Husna membalikkan badan suami untuk menghadapinya.


Mencium kening istrinya lalu Zayn menunggu sampai bisa meninggalkan untuk pergi sebentar, tetapi Husna masih memeluk tubuh dengan erat lama kelamaan melepas pelukannya dan mengizinkan suami untuk pergi memantau perkembangan bisnisnya.


"Beneran adek engga papa di tinggal sendirian? ikut aja yah Kaka engga bisa meninggalkan adek di sini, kalau adek kenapa-kenapa telepon aja yah"ucap Zayn.


"Iya engga masalah ka"memeluk tubuh suaminya lagi lalu melepaskan pelukannya.


"Oke kabari Kaka,kalau gitu Kaka pergi pulang secepatnya assalamualaikum"husna mencium tangan suaminya baru pergi ke cafe dan Story cemilan Ziza.


...----------------...


Setelah sampai Zayn membantu menyiapkan pesenan online dari castemer,setelah selesai baru di kirimkan ke alamat pelanggan.Ada beberapa castemer yang kerja sama menggambil cemilan dan di cual lagi sudah berlangsung sejak beberapa bulan yang lalu.


Zayn pergi ke cafe Zina, sesampainya di sana banyak orang yang mengantri mendapatkan tempat duduk 'membooking'.Sebagian orang tidak mendapatkan tempat duduk karena sudah penuh, walaupun memiliki lantai dua cafe Zina selalu ramai dikunjungi wisatawan.


Masuk kedalam menuju ke dapur melihat karyawan yang membutuhkan tenaga kerja lagi,Zayn turun tangan untuk membantu mereka bersama Nayla dari tadi sudah berada di dalam dapur.Menotong beberapa sayuran lalu Zayn memasak sayuran tersebut tak lama sudah selesai,mengambil piring untuk menaruh makanan yang sudah selesai.


"Nay sudah selesai semuanya?ada lagi yang belum di masak? biar mas Zayn aja yang menyelesaikan ini kau bantu yang lain".


Nayla memberikan potongan ayam yang sudah dibalut dengan rempah-rempah,di goreng sampai matang dan siap di sajikan.


Hampir jam setengah enam, orang-orang sudah berdatangan menepati meja yang sudah di pesan sebelumnya.Semua karyawan bekerjasama menyelesaikan tugas masing-masing dan saling membantu satu sama lainnya, setelah azan magrib berkumandang karyawan serta yang lainnya pergi ke dapur untuk mengambil makanan.


Begitu pun dengan Zidan,Zayn dan Nayla pun makan bersama dengan mereka di sana.


"Engga nyangka masakan mas Zayn enak banget"Namira memuji masakan yang di masaka oleh Zayn langsung.


"Alhamdulillah kalau memang lezat,nay habis ini mas Zayn mau pulang.Maaf engga bisa membantu membersihkan cafe ini".


Tak lama Zayn sudah menghabiskan makanan menaruh piring kotor di wastafel.


"Mas aku nebeng yah"ucap Nayla.


"Sama mas Zidan aja,mas sudah di tunggu atau naik taxsi ini uang untuk mengganti karena mas Zayn engga bisa menunggu mu"mengambil uang 50 ribu di berikan kepada Nayla, menerima uang tersebut.


"Makasih mas"titih Nayla sebelum mas zayn pergi dari dapur serta pulang kerumah.


"Sama-sama,mas tungguin nay sampai selesai aku pulang duluan assalamualaikum".


"Wangalaikumusalam"jawab bersamaan.


Keluar menuju tempat parkir mobil lalu pergi ke rumah murtua, di perjalanan mampir ke penjual seblak setelah sampai turun memesan serta menunggu sampai selesai.


Mengambil ponsel,ada pesan dari Husna minta di belikan seblak seperti biasanya.


Tak lama pesenan sudah selesai, setelah membayar seblak lalu pergi masuk ke dalam mobil.Pulang ke rumah martua sesampainya di depan lobby memberikan kunci mobil ke security,jalan menuju kamar masuk kedalam memberikan pesenan yang tadi di minta tiba-tiba security datang memberikan kunci mobil Zayn memberikan uang 50 ribu kepadanya.Masuk kedalam lagi memeluk tubuh istri dari belakang bocil masuk menemui om Zayn serta rebahan di dekatnya.


"Fariz mau seblak?engga pedas coba dulu".


Setelah mencoba beberapa kali suapan akhirnya mau menghabiskan makanannya.


"Enak?Fariz mau hadiah dari om Zayn?mau uang atau barang?"tanya Zayn kepadanya.


"Uang aja om,nanti bisa beli dengan om Zayn kan?"tak lama sebalak yang di makan Fariz sudah selesai membuang ke tempat sampah.

__ADS_1


Lalu cici tangan setelah selesai baru duduk lagi bersama om Zayn dan tante Husna.


"Boleh besok om temenin Fariz beli mainan,baju atau apa?"titih Zayn meraih tubuh keponakan duduk di sampingnya.


"Liat aja besok om,beli di supermool aja yah om bisa sekalian cuci mata dan jalan-jalan".


Zayn mencubit pipinya lalu melepaskan cubitanya"astaghfirullah halazim Fariz belajar dari mana kata cuci mata?katakan kepada om siapa yang mengajarkan kata seperti itu?".


"Dari tante Una, waktu om Zayn tidak ada di rumah.Tamte Una bersama tante Nayla mengatakan seperti itu"ucap Fariz memberitahu kepadanya,lalu melihat ke arah istri tercinta meminta penjelasan tentang kata tersebut sambil menatap tajam ke arahnya.


"Iya deh Una minta maaf".


"Dek kata itu engga salah cuma harus di perhatikan lagi,adek pergi engga pamit sama orang rumah?lain kali harus berpamitan dulu sama Kaka oke"Zayn mencium kening istri serta keponakan biar adil dengan keduanya.


Husna mengambil pakaian di dalam lemari lalu masuk ke kamar mandi, setelah selesai baru keluar mendekat ke arah suaminya.


Rebahan di tempat tidur,Fariz berada di tengah-tengah mereka berdua.


"Fariz ini sudah malam tidur di kamar bersama ayah Tama yah,om Zayn gendong deh mau kan?"tanya Zayn menengok ke arah keponakan,memeluk tubuhnya dengan erat.


Lama kelamaan sudah tertidur pulas, begitu pula dengan istrinya.Zayn memperhatikan wajah yang begitu bersih serta berseri-seri.


Mematikan televisi lalu tidur juga, setelah semuanya tertidur pulas ka Tama datang hendak membawa anaknya pindah ke kamar.


"Biarin aja ka,engga masalah tidak mengganggu ku dan Una".


"Baik lah nitip Fariz yah,Kaka juga cape banyak pasien tadi makasih"lalu pergi kembali ke kamar,menutup pintu kamar Zayn.


----------------


Seperti biasa saatnya sahur Husna terkadang berdrama seperti anak kecil,tak lama keponakan bangun tidur melihat mereka berdua membuat Fariz tidak bisa berhenti tertawa.Lalu ayah Tama datang hendak membawa Fariz untuk sahur terlebih dahulu.


Masuk kedalam kamar Zayn melihat mereka berdua, ikut tertawa juga sampai keluar air mata serta beristighfar bersama-sama.


"Zayn adik ku selalu merepotkan dirimu?sabarin aja memang seperti itu".


"Dengerin tuh ka,suami ku aja tidak masalah kenapa Kaka mempermasalahkan?".


"Sudah lah engga ada habisnya, makanan sudah siap Kaka tunggu cepat kesana"jalan keluar membawa Fariz ikut bersamanya.


Setelah berkumpul di sana,sambil menikmati kebersamaan saat menyantap sahur bersama sesekali bercanda gurau bersama keluarga.


...----------------...


Setelah sudah selesai bersiap-siap untuk pergi ke Supermool bersama dengan keluarga,di perjalanan Nayla serta Fariz bermain game tebak gambar sesampainya di depan lobby Supermool turun duluan sedangkan Zayn memalkirkan mobilnya.


Masuk kedalam bersama,memilih barang yang di inginkan Husna pergi bersama suami.


Ke toko baju masuk kedalam, melihat sekeliling lalu Zayn melihat ada baju capel sangat menarik.Langsung di bayar dan pergi ke toko lain melihat sekeliling toko.


"Mas mau beli celana pendek,kan di rumah sudah ada"ucap Husna melihat ke arahnya.


Memberikan kode kepada istri tercinta,setelah selesai belanja tinggal membayar belanjaannya.


Jakan menghampiri mereka lalu pulang ke rumah.Sesampainya di rumah melihat barang belanja mereka masing-masing di kamar.


Husna terheran-heran kepada suami, melihat ke arahnya yang sedang menaruh pakaian ke keranjang pakaian kotor.


"Kenapa ngeliatin segitunya?Kaka lebih nyaman saat tidur menggunakan celana pendek"ucap Zayn menghampiri istrinya.


"Oh"jawab husna sangat singkat,memeluk tubuh suami menyuruh rebahan bersama.


"Adek kenapa?kurangi cemberutnya makin gemas deh"mencubit pipi istri tercinta.


Setelah Zayn melepaskan cubitan,istri tercinta merintis kesakitan karena ulahnya.

__ADS_1


"Sakit yah?maaf dek,adek boleh membalas kelakuan Kaka"ucap Zayn melihat ke arahnya.


"Tidak perlu, sayang yuh nanti sore mau pergi kan ke kafe?"membuat suami makin lebih cinta kepadanya,memeluk tubuh Husna.


Dengan sangat erat,Zayn mengambil ponsel melihat siapa yang mengirimkan pesan barusan ke ponselnya.Setelah membaca pesan tersebut lalu melepaskan pelukannya.


Bersiap-siap hendak pergi ke suatu tempat,mencari nama Samar mengetik pesan kepadanya lalu menyalakan jps di ponselnya.


"Maaf dek, Kaka harus pergi sekarang penting nanti pulang maaf sekali lagi".


Meninggal istri,jalan masuk ke dalam mobilnya.Pesan sudah di baca olehnya lalu nyusul dengan motornya menghampiri ka Zayn,jalan ke kamar ya g sudah di kirim oleh orang tidak di kenal dan nomor baru masuk.


Samar sudah sampai langsung ke kamar yang di tunjukkan orang ka Zayn,Zayn pun sudah menyalahkan kamera tersembunyi yang bisa mereka sesuai di sana.


Orang tersebut sedang berada di kamar mandi,Zayn membuka kan pintu kamar lalu bersembunyi di bawah kasur memasang alat untuk mendengarkan pembicaraan mereka.


Di beberapa tempat, setelah selesai baru keluar memantau dari jarak jauh.Dan memesan kamar di samping kamar tersebut.


Orang tersebut sudah keluar cuma menggunakan baju handuk tebal,Zayn tidak melihat kearahnya mainan ke arah lain.


"Mas Zayn sudah datang?lihat lah ke arah ku".


Zayn sengaja tidak melihat ke arahnya,jalan mendekat sudah berada di samping tempat duduk Zayn.Lalu orang tersebut sengaja menggodanya dengan cara seperti orang yang menginginkan sesuatu darinya.


"Maaf, hentikan saya tidak seperti orang yang kau pikirkankan"melihat ke arah orang yang ada di hadapannya,Zayn memperbanyak istighfar serta minta petunjuk kepada Allah.


"Jangan seperti itu,sudah beberapa hari aku perhatikan.Aku mau menjadi istri mu!".


"Ngaco,katakan apa mau mu! sebelum kau melihat sisi buruk ku.Jarang ada yang melihat itu karena saya tidak mau menyakiti perempuan,kalau saya menyakiti mu sama saja saya menyakiti perempuan terdekat saya"Zayn memperingatkan kepada pegawai cafe yang pernah mendaftar di sana.


"Tunjukanlah, seberapa besar sisi buruk yang kau miliki"ucap Namira hendak melepaskan tali baju handuk yang sedang di gunakan.


Zayn mencoba menghalangi serta menjauh darinya,Namira tidak memberikan cela untuk bisa menghindari darinya.


"Kau sudah menantang ku?baik lah".


Zayn menampar keras pipinya sampai tersungkur di lantai,lalu pergi menjauh setelah beberapa saat Namira berdiri menghampiri orang yang sudah menamparnya barusan.


"Kenapa?engga terima?pakai,pakaian mu sudah cukup permainan mu.Kau tidak mematuhi perintah dari mas Zidan?jahui aku jangan berharap menjadi seorang istri".


"Kenapa?kalau kau sudah menikah!"melihat ke arah zayn sambil tersenyum penuh arti.


Menghela nafas panjang"kalau iya kenapa?ini peringatan pertama dan terakhir kalinya,dan jangan lupa kalau macam-macam dengan orang terdekat ku akan tau akibatnya!".


Zayn mengambil ponsel di sebelah vas bunga lalu pergi ke luar kamar, menuju kamar yang sudah di pesan Samar menang diri di sana.


"Mas Zayn engga papa?"tanya Samar.


"Engga papa kau simpan ponsel ini aku akan membeli ponsel baru,dan bantu aku supaya tidak ada yang tau nomor baru ku nantinya".


"Oke mas,tadi yang aku lihat beneran engga setingan?"Samar mulai menginterogasinya.


"Beneran masa bohong,kan tadi sudah tersambung ke leptop.Berjanji lah jangan katakan ini kepada orang lain apa ke Una,aku engga mau pernikahan ku hancur karena hal sepele oke"Zayn menangis di pelukan sahabat,sambil menenangkan sampai benar-benar tenang.


Lama kelamaan tertidur pulas di pelukannya,Zayn baru bangun saat azan magrib berkumandang lalu duduk sejenak.


"Cuci muka dulu tadi sudah aku pesen makanan,mas tadi malam banyak WhatsApp dari ning Una mencari keberadaan mu".


"Iya nanti aku pulang"ucap Zayn jalan ke kamar mandi,setelah selesai mencuci muka lalu keluar sahur bersama dengan Samar.


Lama kelamaan sahur pun sudah selesai,Zayn bersiap-siap hendak pergi kembali ke rumah mertuanya.


"Mas beneran mau pulang sekarang?".


"Bener lah,jaga rahasia ini kalau aku sudah menjelaskan ke Una serta keluarga besar baru akan aku tunjukkan buktinya.Samar makasih udah mau membantu ku saat-saat seperti ini,kamar hotel sudah di bayar kan?nanti akan aku ganti uangnya"ucap Zayn.

__ADS_1


"Engga usah di ganti mas,samar ikhlas membantu mas Zayn.Mas ponsel mu ambil lagi aja siapa tau ada dokumen penting di dalamnya"tutuh Samar mengembalikan ponsel ke tangan mas Zayn,menerima ponselnya kembali.


__ADS_2