Aku Mencintaimu Karena Allah

Aku Mencintaimu Karena Allah
42.Hampir 1 month


__ADS_3

Sudah bersiap-siap kembali ke pesantren tiba-tiba Fariz gatang kesana bersama tantenya menghampiri Hana sendirian di sana.


"Assalamualaikum cantik"sapa Husna.


"Wangalaikumusalam ka,Kaka nyari siapa? bukanya Kaka yang kemarin datang kesini?".


"Betul sekali Faris mau bertemu dengan mas Zayn ada?"tanya Husna sopan.


"Ada silahkan masuk mungkin ada di kamarnya,ada ka nay minta dia aja yang manggil Kaka"asik bermain bonakanya.


Tak lama Zayn datang membawa koper bersamanya memasukan ke bagasi mobil.


"Ka di cariin"ucap Hana menyampaikan pesannya tadi.


Menengok ke arah suara tadi lalu Faris turun dari gendongan tantenya.


Tiba-tiba menangis Zayn berlutut di hadapannya serta menghapus air mata Fariz.


"Adek kenapa?"tanya Zayn serta memeluknya.


"Om mau pergi kan?jangan pergi nanti Faris kangen gimana?"Fariz memang jarang akrab dengan orang lain secepat ini.


Nama:Faris Muhammad Rizki baru tiga tahun sekarang.Kulit bersih, hidung manjung,manja ketika sudah merasa nyaman kepada orang tersebut tidak mau berjauhan dengannya.


"Betul om mau pulang kapan-kapan kesini lagi sudah jangan menangis lagi"pinta Zayn.


"Faris sini kemari nanti beli coklat".


"Engga mau mau sama om aja"menolak kemauan tantenya.


"Zayn di panggil umma"memangil dari jarak jauh itu suaranya Zidan.


"Sebentar om kesini lagi,Faris sama Hana dulu cuma sebentar"menjelaskan kepadanya.


Karena lama engga menemui umma jadi jalan kesana menghampirinya.


"Maaf umma tadi di panggil engga kesana".


"Engga masalah sudah di bantu Zidan,eh ada Una sejak kapan kesini.Maaf kita mau pulang"mendekat kearah anaknya.


Yang lain baru selesai memasukan barang bawaan kebagasi mobil.


"Iya tan maaf juga kesini mengganggu kalian".


"Tante yang baik hati serta cantik boleh kan Fariz ikut bersama om Zayn?"mengeluarkan jurus andalannya.


Memikirkan bagaimana cara untuk memisahkan mereka berdua.


"Gini aja Faris mau ke rumah Abah Gibran?nanti akan di antar kan kesana?"tanya Zayn.


"Mau dong sudah lama engga bertemu dengan Abah Gibran,tante juga ikut ayo tan"menarik tanya Husna sampai terjatuh di pelukan Zayn tepat di atasnya.


Berdiri langsung merasa malu serat agak bersalah kepadanya.


"Maaf mas,nanti tante kesana sama ayah Faris duluan aja"ucap Husna.


"Maaf juga.Fariz engga boleh memaksa orang untuk ikut sama kita minta maaf kepadanya sekarang"sambil menekan perkataannya.


"Tante yang baik hati maaf Faris tidak sengaja kalau boleh kalian mau kan menjadi satu?".


Entah tau ada apa dengan sikapnya sekarang,ayah dari Faris sudah sampai ke vila Abi Fatah menjemput anaknya serta adiknya.


"Faris ayo pulang kita mau kerumah Abah mau ikut atau engga?".


"Mau dong tapi sama om Zayn yah"pinta Farizminta di gendong.


Setelah menggendongnya yang lain sudah masuk ke mobil Abi Fatah.


"Sama ayah saja di mobil banyak coklat tinggal memakannya"membujuk anaknya serta mau menggambil Faris dari tangannya.


"Maaf kalau di izinkan Fariz ikut sama aku aja nanti di anterkan sampai tujuan".


"Baiklah di antrr ke rumah sakit sejahtera saja kebetulan sudah ada tugas dari abi dan ada operasi juga nanti siang,ayo kita pulang sekarang sampai nanti assalamualaikum".


"Wangalakiumusalam"jawab bersamaan.


...----------------...


Setelah sampai di rumah sakit Ayah sedang mempelajari tentang kondisi pasien.


Abi Gibran menghampiri ke ruangannya sambil membawa es coklat untuk sang anak.


Masuk kedalam menaruh di meja kerja serta melihat sekitar ternyata kosong engga ada orang lain seperti dirinya.


"Cucu ku ada di mana?engga kelihatan dari tadi jangan-jangan ketinggalan lagi".


"Ada,engga bareng satu mobil bentar lagi juga nyampe tadi kan cucu abi bersama anak teman Abi.Anaknya kedua dari Om Fatah bi jangan ganggu dong makasih coklatnya".


Faris berlari keruangan ayahnya di susul dari belakang oleh Zayn tak lama akhirnya sampai di ruangannya masuk kedalam.


"Ayah aku pulang,maaf lupa belum mengucapkan salam.Assalamungalaikum ayah Abah Fariz kangen".


Memeluk satu persatu sedangkan Zayn mencium tangan satu persatu.


Rebahan di tempat tidur ayahnya kemudian Abah Gibran pergi ke ruangan menyelesaikan pekerjaan serta bersantai.


Sebelum masuk keruang operasi ayah meninggalkan pesan untuk sang adik.


[Jaga Faris sekarang!kakq ada pekerjaan sebentar dia sedang bersama Zayn di ruangan Kaka] pean susah terkirim.


Husna sudah membaca pesan yang di tinggalkan kakana lalu jalan keruangan tersebut menemui keponakan.


Langsung masuk kedalam mendekat kearah Zayn kebetulan berada di hadapannya.


"Faris Ayi ikut tante,mas Zayn pasti cape butuh istirahat sudah menjaga fariz dari tadi".


"Engga usah makasih biarkan saja"ucap Zayn.

__ADS_1


"Ayo lah tan bilang aja mau berdua-duaan sama om iya kan"lefek Fariz asal bicara.


Zayn menggaruk kepala yang tidak terasa gatal keduanya salah tingkah membuat Fariz tertawa lepas bersama.


"Faris mau kan main kerumah om?ada urusan penting mau ikut kerumah om"tanya Zayn.


"Mau dong gendong om".


"Jalan aja yah om kurang vit hari ini,tidak enak badan belum minum obat lagi.Jadi Fariz jalan saja nanti bisa makan coklat om punya oh iya di sini ada mobil yang engga di pakaian?".


"Ada punya Abi benter"jalan keruangannya.


Tak lama datang menyceri keberadaan mereka sudah tidak ada di ruangan kakamya ternyata ada di halaman depan rumah sakit.


Masuk kedalam mobil jalan kembali ke pesantren tak lama sudah sampai.


Turun jalan bersamaan lalu duduk di ruang keluarga sambil berbincang-bincang.


Zayn mengusalhngusal di dekat umma sambil bermanja-manja.


"Kenapa anak umma?"memegang dahinya ternyaa panas tinggi.


Sambil memejamkan matanya sambil tidur di pangkuan umma Nadya.


"Safy tolong ambilkan air panas untuk Zayn sekarang makasih"sambil mengalihkan butiran-butiran air yang turun.


Sudah mengambil air yang di minta umma serta di berikan kepada umma Nadya.


"Tan mas Zayn kenapa sakit kah?tadi sebelum kesini bilang kurang vit dan pinjam mobil Abi"ucap Husna.


"Zidan ada di mana?Abi sedang di kantor pulang kesini nanti sore,Hana tolong panggilkan Abi suruh kesini sekarang".


...----------------...


Setelah berada di kamar masih ada Husna di ruangan tersebut bersama Fariz menjaganya sampai siuman.


"Emmmmm"mengulet melihat kalau ada orang lain ada di ruangan yang sama.


Membulatkan matanya melihat ke arah orang tersebut sambil tersipu malu.


"Astaghfirullah halazim maaf engga tau ada orang lain di kamar ini umma mana?".


"Sedang masak bubur untuk mas"ucap Husna menatap sekilas kearahnya lalu memalingkan kearah lain saat di lihat balik.


Umma datang membawa bubur untuk anaknya lalu menguping sampai habis.


Setelah selesai batu inggat ada pekerjaan yang belum sempat di selesaikan.


"Tolong mba ambilkan leptop di atas meja".


Setelah mengambilkan leptop memberikan kepada Zayn lalu duduk mengerjakan laporan keuangan yang sempat tertunda.


"Makasih"ucap Zayn singkat.


Membuka email dari Zidan membacanya pesta pernikahan yang sempat tertunda.


"Umma ini serius?kalau engga ada pasangannya engga boleh datang?".


"Bener kalau kau masih sakit engga usah ikut"pinta umma mengusap kepalanya.


"Maaf tan memang mas Zidan susah 0 000kapan,dimana,sama siapa?".


"Yang kemarin sama Nayla itu istri dari Zidan kalau mau ikut sama Zayn saja".


Zidan sudah mengangkat telepon dari sang adik yang kini mendengar sedikit percakapan mereka lupa kalau sedang telepon.


[Ngapain telepon ga jelas!datang saja sama Una atau byla pilih salah satu].


[Mulai ngaco deh,aku engga tau mau datang atau engga lagian males juga melihat kalian mending kerja dapat uang]sedikit menyinggung perasaan kakanya.


[Terserah kau saja, ngapain telepon!mau es krim?ke kamar saja ada safy kalau aku ada urusan di pesantren]ucap Zidan.


[Yang nanya.Iya nanti kalau di perbolehkan umma Nadya yang paling cantik].


Menutup telepon sepihak lalu menaruh ponselnya fokus lagi ke laptop yang lain di cuekin tanpa menyadari masih ada orang lain.


"Una jangan kesungguhan ucapan Zayn barusan memang seperti itu".


"Tidak masalah tan susah sore kalau gitu Una pulang dulu ayo pulang besok kesini lagi".


"Tunggu!"menghentikan langkah kaki mereka.


Menengok kearah Zayn serta menunggu sebentar sebelum pulang.


"Tadi kesini sama aku dan pulang akan aku anter juga.Umma yang baik Zayn pergi dulu mau mengantarkan mereka pulang ayo lah umma boleh kan?"mengeluarkan andalannya.


"Engga usah makasih aku bisa pulang sendiri"menolak dengan sopan supaya tidak menyakiti perasaannya.


Bangun jalan duluan mengambil kunci mobil dari tangannya sedikit terasa pusing.


"Kenapa?masih sakit kan! istirahat saja engga masalah kondisi mu lebih berharga dari pada mengantre kita pulang"tegur Husna.


"Ayo masuk sudah mendingan kalau memang di perlukan nanti bilang om Gibran untuk menyuntik vitamin menambahkan imum tubuh"sudah masuk duluan ke mobil.


Tak lama akhirnya sampai di rumah sakit sejahtera masuk kedalam menemui om Gibran ternyata sedang dinas.


"Sama Kaka ku aja dia juga dokter kau masuk saja ke ruangan paling atas yang kau suka".


Memanggil kakanya lalu jalan bersama menemui Zayn di ruangannya.


Tok......... Tok....... tok.


"Masuk aja"linta Zayn.


Masuk kedalam memeriksa kondisi Zayn lalu menyuntikkan vitamin ke tubuhnya.


"Susah tunggu sampai habis,kenapa sampai kambuh lagi?kau engga bisa terlalu memaksakan tubuh mu kalau memang kurang vit minum vitamin".

__ADS_1


"Maaf dok beberapa hari kebelakang sibuk dengan urusan bisnis keluarga jadi gitu deh".


"Inggat kesehatan nomor satu sudah makan atau belum!nanti kalau Abi datang liat kau ada di sini belum makan aku yang kena ceramah beliau"memberikan sedikit Snack.


Menerima Snack lalu memakannya sampai habis lalu menunggu infusnya habis.


"Good job gitu dong nanti kalau infus sudah habis akan di anter pulang,Kenalkan Pratama AlGibran ayah dari Faris kau kelas berapa sekarang?"tanya Tama penasaran.


"Kelas dua sekarang ka,Ka bosan di kamar terus bisa di percepat aja penyembuhannya?".


Husana tertawa melihat ada orang yang engga suka di rawat sampai segitunya.


"Engga bisa dong,na kau temenin Zayn Kaka mau mandiin Fariz dulu sebentar".


Hendak pergi dari ruangan lalu di halangi oleh Una engga boleh pergi.


"Ka aku aja yang mandiin Fariz"pinta Una.


"Ka bisa kan infusnya bawa pulang? besok di kembalikan plis boleh kan.Ka Tama.......Zayn males kalau di rawat apa lagi di sini boleh kan?"mengeluarkan jurus andalannya.


Menoleh kearahnya menatap tajam Zayn sampai mengecil kan nyalinya.


Mengambil ponsel menceri nama om Gibran lalu memencet tombol hijau.


Tak lama akhirnya tersambung juga[Om,Zayn ada di rumah sakit sejahtera ka Tama engga mengizinkan aku pulang].


[Pulang kau kenapa ada di sana?kambuh lagi kan om sudah melarang kau untuk menjaga kesehatan!berikan ponsel ke Tama om mau bicara]menunggu Zayn memberikan ponsel kepadanya tak lama memberikan ponselnya.


[Iya bi ada apa?]tanya Tama.


[Zayn harus menginap dua hari karena Abi mau adik mu berta'aruf dengannya].


[Oke bi assalamualaikum].


[Wangalaikumusalam].


Memberikan ponselnya lalu memperlambat cairan infus yang masuk kedalam tubuhnya.


"Ka keana di perlambat?tadi kan mintanya di percepat!ayo lah aku belum mandi mau asam"mengibaskan-ngibaskan tangan kedepa hidup serta memajukan bibirnya.


"Kata siapa bau asam?lalat aja suka dengan aroma parfum mu,mandi sini aja pakai baju Kaka Abi Gibran yang menyuruh kau tetap di sini.Na Ayo keluar biarkan Zayn istirahat".


Jalan keluar dari ruangan menuju kamar masing-masing.


Tak lama Tama membawakan pakaiannya kekamar Zayn masuk kedalam memberikan kepadanya mempercepat cairan infusnya.


"Kalau cair ini sudah habis cepat mandi ini baju sama perlengkapan mandinya".


"Makasih ka,ka mau tanya boleh?umma Fariz ada di mana engga kelihatan dari tadi?".


"Sudah pergi engga akan kembali satu lagi jangan bahas soal tadi di hadapan Fariz"pergi meninggalkan Zayn.


Setelah cairan sudah habis lalu di bantu suster untuk melepaskan setelah selesai baru mandi.Tak lama kemudian keluar sudah menggunakan pakaian setelan malam ini kaos oblong polos warna hitam serta sarung.


Fariz datang menghampiri ku serta bercanda gurau bersama tak sengaja di lihat tentenya.


"Gangu yah?ini cake coklat topping keju".


memberikan kepada Zayn saling pandang memandang satu sama lainnya.


Salah satu dari mereka menyadarinya kalau masih tatapan "astaghfirullah halazim maaf engga sengaja,makasih cakenya aku juga suka dengan cake ini buat sendiri?".


"Maaf juga mas.Betul buat sendiri kenapa engga lezat kan?atau ada yang kurang?katakan saja nanti kalau buat lagi akan di perbaiki"ucap Husna.


"Tentu tidak tan ayo sini duduk bersama Fariz"menarik tangannya sampai terjatuh.


Di dekat Zayn serta mengambil ciuman pertama dari masing-masing yang selama ini masih terjaga sampai sekarang.


Lalu melepaskan serta menutu mulutnya masih-masing,kebetulan saat ciuman tadi belum datang ke kamar melihat kearahnya merasa malu serta ada perasaan yang aneh.


"Khem.....Asa apa?kenapa dengan mulut kalian!katakan sesuatu anak ayah mereka kenapa?"melihat kearah anaknya.


"Tadi mereka seperti ini yah"menunjukan kode serti bahasa cinta.


Keduanya menepuk jidatnya masing-masing karena Faris mengatakan kepada sang ayah.


"Maaf ka Zayn akan membawa Abi san umma kesini serta bertanggung jawab kepadanya".


"Tidak perlu om Fatah nanti malam kesini bertemu dengan Abi tenang aja ada Kaka,Kaka akan membantu kalian dulu Kaka engga pernah seperti kalian loh!"meledek sang adik serta calon adik iparnya.


"Kaka maaf tadi engga sengaja.Fariz menarik tangan ku lalu kakiku tersandung dan menyentuh bibirnya"Husna membela dirinya.


"Asik punya Kaka lagi,oh iya Kaka kan belum berkenalan secara resmi kan? berjabat tangan sekarang"pinta Fariz.


Tersenyum mendengar kan ucap Fariz barusan"Engga bisa sayang belum makhromnya nanti kalau susah menikah baru bisa.Muhamad Zayn Alfatah atau biasa di sana dengan Zayn"menyatukan kedua tangan di depan dadanya.


"Husna AlGibran,biasa di panggil Una atau Husna keduanya boleh"menyatukan kedua tangan di depan dadanya.


"Engga mengasikan melainkan sangat membosankan ayo lah kalau aku robek baju om boleh?"mengambil gunting di atas meja.


Sidah memotong lalu menarik sampai tak tersisa lagi Hana sudah membelakanginya.


Zayn menutupi dengan bantal di dapan dada serta membaringkan isyarat kepada ka Tama.


"Plis dong ambilkan baju lagi mau sampai kapan?Fariz kau ahhhhhhh sudah lah.Na tau kan apa yang kau harus lakukan".


Setelah mendengar ucapan Zayn jalan pergi dari kamarnya tak sengaja melihat keluarganya sudah datang.


"Maaf untuk ka safy engga bisa masuk kedalam"ucap Husna menghentikan langkah kaki mereka semua.


"Kenapa engga bisa masuk kelamar Zayn?".


"Tadi ada sedikit darma dengan Fariz dan sekarang Zayn meminta ku pergi dari kamarnya serat kalau ka safy masuk pasti akan membuat Zayn makin marah".


"Katakan kepada umma ayo kesini".


Jakan mendekat keaoad umma Nadya"seberangnya Zayn tidak menggunakan baju,tadi bajunya sudah di robek Fariz makanya aku bilang seperti tadi"ucak Husna.

__ADS_1


"Oke safy kau kekamar saja sana Hana".


Jalan kekasarannya lalu yang lain jalan ke kamar Zayn melihat kondisinya.


__ADS_2