Aku Mencintaimu Karena Allah

Aku Mencintaimu Karena Allah
49.Kegiatan bersama dengan teman-teman.


__ADS_3

Setelah beberapa saat Zayn bersama dengan dewan pesantren anggota lain atau tepatnya panitia pelaksana yang sudah siap untuk melakukan kegiatan,yang sudah di siapkan sebagainya semua santri dan santriwati sedang menunggu acaranya di mulai.


Sengaja bukan bersama di halaman depan masjid pesantren, setelah itu panitia memberikan waktu kepada peserta untuk istirahat sejenak setelah melaksanakan sholat magrib berjamaah semuanya sangat antusias mengikuti acara tersebut.


"Samar kesini sebentar"ucap Zayn memanggil wakil dewan pesantren yang menemaninya.


Jalan mendekat ke arah mereka berdua,Zayn masih menggendong Fariz yang sedari tadi engga mau turun ataupun jauh-jauh darinya.


"Iya ka ada apa?"tanya samar siap menjalankan tugas dari ketua panitia.


"Tenang ka, samar tau Kaka engga mau kan turun langsung membantu mereka.Itu siapa adek ganteng namanya siapa? kenalan boleh?nama om,om samar adik kelas serta wakil panitia pelaksana kegiatan tersebut"mengulurkan kan tangan kepadanya.


Fariz langsung mencium tangan om yang tadi ngajak kenalan kepadanya.


"Kenalin nama ku Fariz,om mau es krim boleh kan?ambil sendiri bisa koh nanti kesini lagi".


"Baik lah janji kalau pergi bilang dulu"Zayn menurunkan Fariz lalu menggambil es krim.


Ada tiga varian rasa yang berbeda memberikan kepada om Zayn,om damar dan untuk dirinya sendiri.


"Makasih adek ganteng"titih samar menarima es krim yang di berikan kepadanya.


Lalu Husna datang bersama kakanya menjemput Fariz,jalan menghampiri mereka duduk sejenak sambil menunggu Fariz menghabiskan es krim.


"Kenalin ini samar teman ku sekaligus wakil dewan pesantren yang akan membantu ku setiap kegiatan,kalau ada waktu bis melihat keseruan kegiatan di sini sedang berlangsung"ucap Zayn kepada calon istri.


"Ka una boleh ikut bersama mereka?sama Fariz juga,assalamualaikum saya Husna adik dari beliau sudah lama berteman?"titih Husna melekatkan kedua tangan di depan dadanya.


Begitu pula dengan samar sama-sama menghargai orang bukan makhromnya. "Wangalaikunusalam saya samar,mari kita ke sana acara sudah di mulai"ucap samar.


Putri dan kawan-kawan sengaja jalan membuat kegaduhan di tengah-tengah kegiatan tersebut,samar turun langsung untuk menengok keadaannya yang tadi sempat jatuh saat perlombaan.


"Apa yang terjadi? pakaian mu kotor sebaiknya ganti terlebih dahulu sebelum panjang urusan kalian,ning bawa teman mu nanti berkumpul lagi di sini"samar tidak menatapnya sama sekali.


"Gus Zayn mana?engga dengar tadi aku sempat teriak?"putri ngedumel sendiri sambil jalan ke kamarnya.


Sedangkan Zayn sengaja menjaga jarak dengan Husna,masih belum bisa berdekatan seperti mas Zidan yang sudah tau kalau dia sudah nikah dan mengandung buah cinta mereka berdua.


"Ka bentar lagi azan isya Una kesana dulu mau nyamperin ka Tama"Husna belum mengenal dengan mereka semua.


"Baik lah,Kaka mau ke masjid sekalian sholat tarawih sekalian Una sholat bersama umma saja uah"titih Zayn jalan duluan ke masjid.


Husna mengikutinya dari belakang serta memakai mukena masjid pesantren.


Fariz jalan ke barisan barasama santri,tak lama Zayn sedang melanjutkan materi sebelumnya yang belum selesai kemarin.


10 kemudian setelah menyampaikan tauziah lalu melanjutkan untuk melaksanakan sholat tarawih berjamaah.Berteparan dangan itu di mushola ndalem pun sedang melaksanakan sholat tarawih bersama.


Lama kelamaan susah kembali sedang di ruang keluarga,Zayn menghargai tamu yang datang sebelum istirahat di asrama bersama samar.Serta berbincang-bincang bersama yang lain dan bercanda bersama berbain gems mengoper bantal yang terakhir memegangnya akan mendapatkan hubungan.


Kebtulan Zayn yang mendapatkan hukuman menyanyikan lagu balonku ada lima menggunakan huruf I,sama kelamaan akhirnya selesai juga games istirahat sejenak.


"Maaf Zayn harus kembali ke asrama santri sudah di tunggu samar assalamualaikum semuanya"Zayn mencium tanga semua orang satu persatu kecuali Husna dan mba safy.


"Tapi om Fariz masih mau bersama om di sini"Fariz engga mau melepaskan tangannya.


"Fariz om ada urusan selama bulan puasa tahun ini, karena tugas om menjadi dewan pesantren serta panitia pelaksana kegiatan tersebut maka mas Zayn akan lebih sering berada di asrama.Kalau siang om bisa kembali ke sini bersama kalian sudah malam juga Fariz tidur yah,om temenin deh mau tidur di mana?ayo ke kamar sekarang om gendong"Zayn menggendong Fariz sampai kamarnya menunggu sampai benar-benar tidur pulas.Setekah tidur keluar membawa leptop serta meninggalkan di kamarnya.


Kemudian bertemu Husna"Dek tidur lagi di kamar Kaka,sudah malam Kaka ke asrama santri dulu assalamu'alaikum"ucap Zayn pergi meninggalkan Husna di sana.


...----------------...


Setelah selesai melaksanakan sholat subuh berjamaah lalu bersiap-siap menjalankan kegiatan bersama dengan panitia pelaksana.


Membaca Al-Qur'an di halaman depan asrama semua santri dan santriwati susah membawa Al-Qur'an masing,putri sengaja tidak membawa Al-Qur'an sendiri supaya mendapatkan perhatian dari Zayn.


Membaca Al-Qur'an bersama-sama Husna,Nayla dan Fariz juga ikut dalam kegiatan tersebut.Samar memantau semua santri dan santriwati bersama anggota yang lain serta melaporkan kepada Zayn yang tidak membawa Al-Qur'an.

__ADS_1


"Ka ada satu orang yang tidak membawa Al-Qur'an"samar membisikkan ke ka Zayn.


"Siapa?"tanya Zayn singkat.


"Santriwati yang sering memperhatikan ka Zayn diam-diam,siapa aku lupa namanya.Ning putri kalau engga salah ka".


"Berikan Al-Qur'an mu saja nanti aku ganti Al-Qur'an yang sama,satu lagi kalau dia bermacam-macam kau yang urus permasalahannya dan jangan laporan kan masalahnya ke aku lagi"titih Zayn melanjutkan membaca Al-Qur'an.


Samar membaringkan Al-Qur'annya lalu kembali ke arah Zayn melanjutkan membaca Al-Qur'an bersama-sama lagi.


Lama kelamaan matahari sudah mulai terbit serta sudah berhasil mengatakan setelah juz dari juz 1,Zayn berserta keluarga hendak kembali ke ndalam di jalan ada putri sendirian menghalangi jalan mereka semua.


"Ada apa ning,bisa engga tidak menggangu orang lain?nay mas engga bisa kembali bersama kalian,maaf na kalu kembali saja bersama Nayla bawakan perlengkapan mandi ke kamar mas Zayn tau kan?"ucap Zayn membalikkan tubuhnya jalan ke arah asrama santri,sedangkan yang lain melanjutkan perjalanan masuk ke ndalam dan Nayla mengambilkan perlengkapan mandinya.


Samar melihat teman sekamarnya nampak murung dari tadi engga seperti biasanya.


"Kenapa lagi ka?tentang ning putri lagi kan,dia suka banget mencari perhatian dari mu ka".


"Apa an sih,aku engga mau menyakiti perasaan perempuan dengan sikapku.Dan ada orang lain yang sedang dekat dengan ku jadi jangan katakan hal ini kepada orang lain ini rahasia kita berdua"Zayn mengancamnya.


Tok........... Tok........... Tok.


Samar membuka pintu untuknya lalu Zayn mendekat serta menerima perlengkapan mandi,Nayla kembali ke ndalam cuma menghantarkan dan mendapatkan uang 50 ribu dari mas Zayn.


"Ka tadi memberikan uang kepada ning Nayla?dia adiknya Kaka?"melihat ke arahnya.


"Iya dia adik ku kenapa?aku mau mandi lanjutkan nanti lagi,kalau nanti siang aku akan kembali ke ndalam kau urus semuanya"Zayn masuk ke kamar mandi.


Kamar khusus dewan pesantren susah di lengkapi dengan kamar mandi di dalamnya engga perlu mengantri panjang lagi,lama kelamaan Zayn keluar memakai pakaian yang selalu melekat seperti sarung dan kaos oblong jalan menghampiri samar.


"Ka boleh nanya?tadi Kaka bilang mempunyai orang dekat kan?dan tidak bisa menyakiti perasaannya, jangan bilang Kaka mempunyai pacar kan?"celetuk samar asal bicara serta penasaran kelanjutan ceritanya.


"bisa di bilang gitu tapi Kaka engga berani mendekati zina,oh iya sekarang ada kegiatan selanjutnya seperti membersihkan halaman depan asrama dan sekitarnya ayo kesana".


"Kaka bentar mau ke sana?tadi aku liat ning putri sedang mencari mu"samar jalan berdampingan dengan ka Zayn.


"Maaf ning ini area pesantren hargai orang dan jangan dekati aku lagi,sekali lagi aku tegaskan jangan dekati aku sudah cukup selama ini di biarkan bukan beradi aku diam!"ucap Zayn menekan perkataannya.


"Katakan satu hal kenapa aku harus menjauh dari mu?dari awal ketemu aku merasa ada yang berbeda dari mu dan dari itu juga aku mencintaimu dari pertemuan awal kita"putri sedikit membendung air matanya.


"Ada alasan untuk itu,tapi yang jelas jangan ganggu lagi.Nayla!kesini"titih Zayn memanggil adiknya yang sedang bersama mba Husna, meninggal kan mba Husna bersama Fariz di sana mendekat kearahnya.


"Iya ada apa mas?"tanya Nayla ke padanya.


"Nay kau urus sisanya,mas Zayn mau pergi menenangkan pikiran dan suasana kalau kau engga paham tanya saja ke samar dia seumur dengan mu assalamualaikum".


Jalan masuk ke ndalam langsung masuk ke kamar menonton film hantu terseram yang Zayn sering melihatnya, sedangkan husna mendekat ke arah Nayla dan yang lain tak lama akhirnya selesai membersihkan halaman pesantren Al-Hikmah.


"Ning baru menangis ada apa?"tanya Husna penasaran kepada santriwati tersebut.


Putri mengusap air mata lalu berusaha menyembunyikan dari orang lain.


"Engga kenapa-kenapa,kau kan yang kemarin malam bersama Zayn kan?kau mengenalnya"melihat kearah Husna menunggu jawaban darinya.


"Iya ning ada apa dengannya?atau ning suka kan sama mas Zayn,maaf ning perasaan orang tidak ada yang tau kalau mas Zayn memang selalu cuek kepada orang lain apa lagi orang tersebut bukan makhromnya".


"Karena acaranya sudah selesai ayo mba Una kita ke ndalam aja,mas panitia kan? sebelum mas Zayn ke sana lagi nay harap tidak ada masalah kedepannya"ucap Nayla jalan bersama mba Husna.


Sedangkan samar dan putri masih ada di situ lalu teman sekamarnya datang.


"Ning kau sudah di peringati oleh adik dan temannya tadi,saya harap kau paham dari semua ini.Saya akan mengizinkan ning untuk istirahat tidur mengikuti kegiatan hari ini".


Putri kembali ke asrama santriwati merenung kan masalah yang dihadapi sekarang.


Di sisi lain Zayn masih mengurung dirinya di dalam kamar walaupun begitu pintu kamar tidak di kunci sama sekali.


Husna jalan mendekat ke arah kamarnya langsung masuk,mengambil kursi pelajar duduk di sana menunggu sampai calon suaminya marasa lebih tenang.

__ADS_1


"Dek maaf untuk saat ini belum bisa menjadi orang yang kau inginkan,kalau kau mau menjauh dari ku silahkan sangat boleh dan semua yang ku kasih engga akan aku ambil lagi dari mu"ucap Zayn masih fokus pada film yang sedang di lihat dari tadi.


"Kanapa? bilang seperti itu?atau Kaka menyukai ning tadi?katakan sesuatu ka jawab aku!kalau bener gitu secepatnya Una kesini bersama keluarga membahas tentang kelanjutannya mau gimana"ucap Husna merasa belum pantas menjadi istrinya.


"Bukan gitu, Kaka engga mau menyakiti perasaan adek dokumen pernikahan sebentar lagi selesai kalau di lanjutkan Kaka takut kalau kedepannya adek terluka dengan semua ini"Zayn berusaha lebih fokus tentang film yang sedang di lihatnya.


"Sudah banyak kebahagiaan yang Kaka berikan kepada adek mau di lepaskan begitu saja?Kaka tau perasaan adek sekarang gimana?engga kan! coba deh kalau seandainya posisi adek berada di posisi Nayla, pasti Kaka engga mau melihatnya hancur berkeping-keping kan?jawab adek".


"Oke kalau adek mau melanjutkan perjalanan ini menuju ke tempat janji suci Kaka siap menjadi suami dari adek,untuk sekarang dan seterusnya Kaka akan memundurkan diri menjadi dewan pesantren tugas yang di berikan engga semudah yang di lihat oleh orang.Adek mau tau sesuatu?kalau sudah masuk ke dewan pesantren mau engga mau tugas yang sudah di berikan harus di laksanakan apa lagi kalau di tugaskan menangani santriwati itu lebih sulit"titih Zayn duduk menghadap ke arahnya.


"Kalau memang sulit kenapa ka Haikal bisa menikah sama ka Syafa? sudah memiliki buah cinta mereka yang masih dalam kandungannya, mereka lulusan sini kan?kalau engga salah ka Haikal pernah menjadi dewan pesantren kan?"Husna membahas masalah ini sampai terjawab semuanya.


"Iya benar dari buku catatan dewan pesantren masih ada sampai sekarang yang terakhir menjadi ketua dewan pesantren mas Haikal lalu ada orang lain sebelum aku dia mengundurkan diri sebagai dewan pesantren serta masalah yang sering di hadapi,sekarang aku yang menggantikan orang tersebut sampai nanti satu tahun yang akan mendatang"Zayn belum bisa memastikan mau meneruskan tugasnya atau mundur dari tugasnya yang sudah di berikan kepadanya.


"Selama itu?ka sebentar hunsa engga marah tapi kesal aja sama mu,engga bisa menjaga perasaan orang lain yang sebentar lagi mau menjadi calon ibu dari anak-anak mu"Husna tersenyum menggoda kearahnya.


Zayn mengerti apa yang tadi sempat Husna sampaikan kepadanya,sengaja Husna mendekat ke arahnya sebisa mungkin Zayn menjauh dari calon istri yang semakin mendekat ke arahnya.


"Stop!jangan maju satu langkah lagi,kau sudah melanggar batas menjauh lah dari ku.Plis ini bukan waktunya bercanda kalau mau marah silahkan tapi jangan seperti ini"Zayn menghalangi dengan pergi ke kamar mandi mengunci pintu dari dalam.


Husna mencoba membuka pintu tetap engga bisa,sudah berusaha juga tetapi mas Zayn engga mau keluar dari dalam kamar mandi.


"Una minta maaf ka,kanji lain kali engga pernah melakukan seperti tadi.Tadi cuma bertujuan untuk menghibur Kaka maaf kalau cara Una tafi salah"Husna menyesali perbuatannya kepada mas Zayn tadi.


"Engga lucu bercandanya,Kaka tau itu bukan bercanda lagi kau sudah melewati batas bercandanya.Kaka engga mau keluar dari sini sampai nanti malam biarkan tugas ku di ambil alih Samar"ucap Zayn.


"Kenaoa gitu? itu bukan mas Zayn yang ku kenal,buka pintunya ka Una minta maaf kalau tadi bercandanya engga lucu dan Dangan menyiksa diri mu sendiri"masih berdiri di depan pintu kamar mandi.


Drut............ Drut................ Drut.


Ponsel mas Zayn berbunyi ada telpon masuk dari nomor Samar langsung di angkat oleh Husna dan terdiam ketika di angkat olehnya.


[Ada apa sampai meneleponnya?mas Zayn sedang ngambek di kamar mandi aku nyalakan sepier saja yah supaya kau membujuknya]Husna sudah menyalakan sepiker tersebut sudah menyala dan di hadapan kedalam pintu kamar mandi.


[Ka ini aku Samar, untuk malam ini ning putri engga akan ikut kegiatan tersebut tadi yang menjawab telepon ning Husna kan?kau dengar yang ku katakan barusan kan?]


[Iya dengar,bisa kesini bantu aku untuk keluar dari kamar mandi.Ayo lah sekalian tidur di kamar ku jarang ada orang yang ku bawa ke kamar selain diri mu,Samar cepat datang kesini aku hitung sampai 3 saja kalau datangnya terlambat di pastikan mendapatkan hukuman.1 cepat! 2 lebih cepat samar dengar aku berbicara?".


Samar sudah sampai di ruang keluarga menemui pak yai lalu di izinkan masuk menemui Zayn, langsung masuk ke dalam kamarnya jalan mendekat ke arah Husna sedari tadi masih di depan pintu.


"Permisi boleh geser sebentar?ka ini aku samar sudah datang!buka pintunya atau mau aku rusak ini pintu?"ucap Samar.


"Masih ada Una? di sana?"Zayn memastikan dan bertanya kepadanya.


"Iya masih kenapa?kau bertengkar dengannya ning ka Zayn kenapa engga mau membuka pintu ini?"melihat sekilas kearahnya lalu kembali fokus ke pada ka Zayn.


Setelah beberapa saat Zayn sudah keluar jalan di sampingnya.


"Jaga ka Zayn aku amu keluar kalau ada yang mencurigakan darinya laporankan kepada ku saja,minta nomor WhatsApp boleh?mana ponsel mu pinjam sebentar akan aku catat.Atau kau catet saja di ponsel ini"Husna lagi-lagi meledek Zayn menguji kesabaran darinya, tetapi Samar engga menerima ponsel dari Husna melainkan melekatkan kedua tangan di depan dada.


"Maaf ning engga bisa kalau membutuhkan bantuan telepon saja dari telepon ndalam nanti akan aku angkat,ka Zayn maaf aku sudah tau yang kau maksud dengan perkataan tadi malam.Kakian sudah mau menikah kan?jadi maaf saja aku engga bisa memberikan nomor WhatsApp kepada mu".


'Plak' mendarat di wajah mulus Samar tamparan kecil darinya.


"Una kau pergi sekarang,samar akan aku hukum karena datang terlambat tadi maaf tadi menampar mu tapi"ucap Zayn.


"Kau tau dari mana?kalau yang du katakan kau benar? tau dari mana?"tanya hunsa.


"Aku tau dari tatapan mu tadi maaf kau bisa menghukum ku dan untuk ning bisa pergi dari sini, sebelum ka Zayn menghukum ku engga masalah keluar lah cepat"Samat meninggikan nada bicaranya kepada Husna dam langsung pergi dari kamarnya,lalu mengunci pintu kamar supaya tidak ada yang datang ke sana selagi sedang di hukum.


"Pull up 15 kali sekarang hukum pertama kau sudah meninggikan suara kepadanya.


Samar menjalankan perintah dari Zayn sampai selesai lalu istirahat sejenak.


"Dudah cukup sampai di sini saja hukumannya,kalau kau sudah tau kalau Una menjadi calon istri ku aku mohon jangan beritau siapapun keiada orang lain oke"ucap Zayn kepadanya.


"Oke ka aman, sampai kapan Kaka seperti ini terus? pasti ning putri akan merebut mu kapan pun yang dia inginkan, sebagai teman aku sudah menyampaikan yang ku tau sebagai seorang teman seperjuangan".

__ADS_1


"Makasih sudah membantu ku"ucap Zayn merangkul samar seperti saudara laki-lakinya.


__ADS_2