
Dengan amarah ku supaya lebih tenang memutar film hantu paling menyeramkan bagi ku supaya lebih rileks pikiran ku.
Adegan yang menyeramkan aku lihat dari awal sampai akhir karena bagi ku lucu filmnya,nonton film sambil tertawa juga membuat ku nyaman serta tentang engga ada yang mengganggu ku mereka tau kalau aku sedang marah serta memberikan waktu untuk merendahkan sejak.
Dengan rasa berani Nayla datang kekamar ku membawa ponsel yang tadi di taruh meja masuk kedalam mengukurkan ponsel kearah ku karena aku masih fokus melihat filmnya.
"Mas maaf itu salah ku ini hp nya aku kembalikan".
"Engga perlu ambil aja nanti aku beli yang baru, untuk mu kalau engga berikan kepada orang kartunya hancurkan saja semuanya pergi lah dari sini cepat"sambil menekan perkataan ku serta menambahkan volume suara di televisi.
Nayla pergi dari sana membawa ponselnya masih ada di genggaman serta merasa bersalah,karena Zayn sudah lebih mendingan serta sudah mendapatkan motor dari Abi pas kenaikan kelas pergi keluar membawa motor engga pamit ke umma ataupun Abi.
"Kemana dia sampai engga bilang kalau mau pergi?ada apa umma katakan pada Abi".
"Nay engga sengaja mengirim WhatsApp ke nysa serta Nayla bilang sepertinya kita berjodoh lalu ponselnya di lihat oleh Zayn makanya marah seperti itu"umma sudah menjelaskan kepada Abi Fatah.
Melihat kearah Nayla sangat terlihat penyesalan serta engga mau berbicara satu kata pun yang keluar dari mulutnya.
"Itu benar nay?kau kan tau kalau Zayn tidak pernah chating duluan serta apalagi itu perempuan,sudah minta maaf kepada Zayn?jangan di ulangi lagi kesalahan mu nanti Abi yang bujuk pasti akan di dengar kan umma nanti pergi atau engga? Abi ada urusan diluar setelah selesai baru menemui Zayn".
Setelah berpamitan pergi ke arah mobil serta menemui sahabat Abi,beliau mempunyai pondok pesantren juga untuk sekolah menengah kejuruan seperti milik Abi Fatah.
Bertemu di luar seperti cafe menghilangkan penak di pikiran masing-masing sedang berbincang-bincang serta menikmati makan siang bersama,sudah hampir 2 jam disana lalu pergi ada urusan lain serta ada acara lain di tempat dekat sini.
"Bib makasih sudah mau bertemu dengan ku sampai nanti assalamualaikum"titih Abi sebelum pergi dari sana .
"Sama-sama wangalaikumusalam sahabat ku"habib pun pergi keacara lain.
Setelah hampir 2 jam mengisi acara disana serta mobil pun belum sampai menjemput habib Usman.
Habib Usman memiliki pesantren serta pemimpin disana mempunyai satu seorang putri bernama sauqi salsabyla baru lulus dari sekolah menengah pertama.
Aku sudah membeli ponsel baru serta sudah ada nomor Nayla serta keluarga ku disini setelah melaksanakan sholat di masjid,duduk serta memakan somay di pinggir jalan habib Usman nyamperin kearah ku memesan somay juga.
"Assalamualaikum habib yang tadi jadi imam kan?masyaallah suara habib sangat merdu perkenalkan saya Zayn, Muhammad Zayn Alfatah nama habib siapa?"ucap ku mengulur kan tangan kepada habib Usman.
"Wangakaikumusalam anaknya Alfatah?tadi sebelum menjadi imam baru saja bertemu dengannya,nama habib Usman zayn ngapain sendirian disini sendirian ada masalah kah?mang Samay komplit satu sedang makan sini"menjabat tangan Zayn setelah itu baru duduk disampingnya.
Tak lama akhirnya sudah dianter kan habib sedang memakan somay.
"Maaf bib kesini sama siapa?".
"Tadi sama putri saya lalu dia membawa supir serta mobilnya ketempat lain kenapa Zayn panggil Abi aja biar lebih agrab bisa kah kau anter Abi pulang keruamah sepertinya akan membutuhkan waktu lama kalau menunggu anak Abi kesini"tutih abu selagi menghabis kan sisa somay di piring tersebut.
"Baik bi akan Zayn antar tapi maaf sebelum nya Zayn belum punya SIM boleh kah Abi yang di depan,dari sini jauh atau engga bi?" tanya ku kepada habib Usman.
"Engga cuma 15 menit dari sini ayo pergi sekarang mang jadi berapa punya dia juga?".
"15 ribu bib mau kemana lagi sekarang?".
__ADS_1
"Mau pulang mang ini uangnya makasih". Memberikan uang 20 kepada mang penjualnya serta tidak mengambil uang kembaliannya,Zayn yang di depan sedangkan habib Usman duduk di belakang melaju ke rumahnya ada di pesantren tak lama akhirnya sampai tempat yang habib Usman tunjukkan.
"Bib ini kan pesantren?kalau gitu saya pamit sudah lama pergi dari rumah".
"Abi..........tadi aku menyusul ditempat yang sama lalu sudah engga ada"gerutu byla kepada Abi Usman sang ayah.
"Maaf nak abi pulang sama Zayn,Zayn kenalin ini byla anak Abi Usman"abi memperkenalkan anaknya kepada ku.
Byla serta Zayn menyatukan tangan di dada lalu menyebutkan nama masing-masing.
"Zayn, Muhammad Zayn Alfatah".
"Byla,Sauqi salsabyla".
"Bib saya pulang duluan sudah jam segini kapan-kapan kesini lagi insyaallah kalau ada waktu assalamualaikum".
"Wamgalaikumisalam makasih sudah mengantre Abi pulang".
"Sama-sama"jawab ku singkat.
Sauqi salsabyla gadis ramah,tegas,setiap hari selalu memakai nikhob melekat di wajahnya,kelas satu smk baru lulus tahun sekarang belum tau mau melanjutkan sekolah dimana.
...----------------...
Zayn susah sampai di cafe ziza sedang melayani pembeli serta tak sengaja byla sedang ada disitu juga bersama teman-teman memiliki hari libur bersama.
Jalan kearah byla serta menunggu mereka sedang memilih menu makanan.
'Suara ini engga asing deh tapi siapa dia'batin Zayn masih memikirkan suara tadi.
"Cake es krim"jawab ku singkat.
"Bentar deh aku tadi dengar suara mu di pesantren Abi Usman kan,byla kalau engga salah nama mu?mau pesen cake es krim aja?"dengan sangat tak percaya kalau ada byla dicafe.
"Iya aku byla pesan itu aja minumnya es coklat 3,cake es krim 3".
Tiba-tiba Nayla datang sambil merangkul tangan mas ayn.
"Mas Zayn ngapain disini sendirian"aku ta suka kalau mas Zayn dekat orang lain.
"Apa si lepas nay!mas mau mengambil pesanan mereka,kalau engga mau nih ambil kau aja mas mau keluar lagi jangan harap mas pulang ke rumah maaf byla serta teman-temannya assalamualaikum" memberi kan buku pesenam byla kepada Nayla.
"Wangalaikumusalam".
"Maaf bentar aku akan ambilkan"celetuk Nayla sambil jalan mengambil pesanan byla.
Tak lama akhirnya datang menaruh di meja lu mencari kebenaran ku yang tak jauh dari cafe montor pun masih disana, melihat pemandangan dari atap cafe ternyata indah juga tempat ini akan aku buat untuk menghilangkan semuanya.
"Mas Zayn kau di mana,maaf mas kalau masih marah jangan gitu dong mas Zayn keluar"ucap Nayla sambil menangis sambil teriak memanggil ku.
__ADS_1
Byla serta teman-teman sudah selesai makan cake sampai habis serta sudah membayar juga lalu melihat kearahku yang menangis sendirian nyamperin kearah ku serta membantu ku untuk berdiri.
"Makasih,mas kalau engga mau bicara ya sudah makasih sudah mau mengabulkan semuanya maaf kalau kau belum memaafkan aku aku pergi untuk selamanya"ancam ku lalu bersembunyi di cadalm cafe meminta mereka suaoa engga bilang kalau aku sedang bersembunyi di dalam.
Aku keluar mendengar ucapan Nayla tadi mencari kebenarannya engga ada lalu di kasih tau bulan kalai ada di balik pintu,aku keluar karena sudah ketahuan oleh mas Zayn jadinya mereka tau kesalahpahaman kita.
Saling berpelukanan menyesali kesalahannya lalu melepaskan pelukan itu.
"Bukan makhrom"tegur byla kepada kita.
"Dia kakaku mba,mba tau mas Zayn?"asal bicara saja kepada byla.
"Tau tadi Abi ku di anter pulau oleh Zayn,kalau gitu saya permisi assalamualaikum".
"Tunggu byla"cegah umma Nadya.
Alhasil langkah kaki mereka berhenti karena umma manggil byla.
"Iya kenapa?maaf Tante siapa yah?saya sudah ditunggu Abi dirumah"ucap dengan sangat ramah kepada umma Nadya.
"Abi kamu ada di dalam sedang menemui suami umma ayo masuk,temannya byla kan silahkan masuk lagi kedalam Zayn kau juga di tunggu Abi umma amu menyiapkan cake".
Setelah amsuk di dalam Abi Usman serta Abi Fatah sedang berbincang-bincang terlihat asik sekali setelah datang serta duduk bersama di sana.
"Abi ngapain kesini?aku kan mau pulang bersama teman-teman".
"Abi sengaja kesini mau menitipkan mu ke pesantren sahabat Abi satu satu minggu lagi kau sudah berangkat kesama".
"Tapi BI aku kan mau di pesantren Abi saja"protes byla kepada Abi Usman.
"Sama saja nanti ada temannya juga,Nayla akan satu kamar dengan mu mau kan mengabulkan permintaan Abi?".
"Baik lah kalau ada teman sekamar byla mau".
"Zayn kau juga mau kan di pesantren sahabat Abi?Abi Usman kalau bersama naykai masih kurang belajar lagi".
"Terserah Abi aja berangkat kapan kesan?satu lagi setiap hari diizinkan pulang kan bi?nanti kesana lagi setelah sholat Azhar".
"Baik lah kalau teman izinkan".
"Boleh kapan Zayn siap datang kerumah Ani akan senang".
Tak lama cake yang di buat umma susah siap di hidangkan serta di bantu Nayla.
Sudah di letakan di meja serta minuman lalu Nayla duduk di samping byla.
"Nayla,Nayla alfatah adil dari Muhamad Zayn Alfatah nama mba siap"tanya ku serta mengulurkan tangan kearahnya.
"Byla,sauqi salsabyla yang tadi sempat menangis di luar kan?"menjabat tangan ku serta menanyakan lah memalukan tadi.
__ADS_1
"Males membahas itu lagi,mba byla senang bisa berkenalan dengan mba kalau boleh apa kita bisa berteman?".
"Tentu bisa dong Nayla".