
5 tahun sudah pernikahan nada dan ryan berjalan. namun hingga saat itu masih belum ada janin yang tumbuh di rahim nada. tak sedikitpun ryan mencob berpaling pada wanita lain. karena dia percaya semua ini adalah rahasia Allah.
"hari ini kamu jadi jemput ka melody kan?" nada mengoleskan selai coklat pada roti ryan. "iya sayang. kamu ikut ga?" balas ryan sambil meneguk secangkir kopi di hadapannya. "ga deh aku dirumah aja mau masak. kasian nanti ka melody dateng ga ada makanan" ryan mengangguk menyetujui perkataan istrinya.
melody akan berkunjung ke Kanada untuk berlibur bersama chiara yang ternyata rayhan tak bisa ikut menemani karena ada urusan penting di Jakarta. melody akan tinggal selama beberapa hari di tempat ryan dan nada.
hari itu jalanan begitu licin karena kebetulan sedang musim salju disana. 3 jam sudah ryan berangkat untuk menjemput melody dan keponakannya namun tak kunjung datang. "apa mungkin delay ya pesawatnya" nada menggumam sendiri.
__ADS_1
menit demi menit berlalu akhirnya nada memutuskan untuk menelpon ponsel ryan. ponsel ryan tiba tiba tak bisa dihubungi. berkli kali nada melakukan masih juga tak tersambung. apakah habis baterai atau mungkin sinyal buruk begitu pikir nada. harusnya pesawat melody tiba pada pukul 1 siang waktu Kanada tapi sampai jam 5 sore tak ada tanda tanda kedatangan suami beserta kaka dan keponakannya. perasaan cemas seketika menyeruak dalam hati nada. tak seperti biasanya ryan pergi tak ada kabar. kalaupun hanya habis baterai ponsel ryan bisa diisi menggunakan charger mobil.
"good evening madam this is Mr Ryan's residence?" seorang laki laki yang terlihat seperti polisi berdiri di depan pintu apartemen nada dan ryan. "yes right i am his wife" balas nada bertanya tanya. "Mr Ryan and a woman named Melody and the little girl had an accident" nada terkejut mendengar ucapan pria itu. dia berharap berita ini tidak benar. "are you serious? You must have the wrong address" nada meyakinkan diri bahwa pria itu salah informasi. laki laki itu mengeluarkan sebuah dompet yang dia hapal sekali itu milik suaminya. dia membuka dan memastikan bahwa apa yang dia dengar adalah kenyataan. bagai tersambar petir perasaan nada saat itu. dengan langkah gontai dia mengikuti petugas polisi menuju rumh sakit dimana suami kaka dan keponakannya berada.
dengan terisak nada memasuki ruangan dimana ryan berada. nada melihat pemandangan yang sangat memilukan dimana laki laki yang sangat dia cintai terbaring lemah di ruang perawatan intensif. rasanya tak kuat ia menghadapi peristiwa ini. "kamu akan baik baik saja sayang" nada mengusap lembut wajah ryan.
"jaga chiara de. aku titip dia sama kamu." dengan terbata bata melody memohon kepada nada untuk menjaga anak ynag sangat ia sayangi. nada mengangguk menyembukan air mata yang sudah hampir mnegering. begitu banyak luka menganga saat itu di hati nada. ryan yang masih belum sadar dan melody yang seolah olah berpamitan kepadanya. "kamu akan baik baik aja ka. percaya sama aku. chiara aman sama aku. kamu jangan khawatir ya. plis kamu harus sehat demi anak dan suami kamu" nada terisak mengusap punggung tangan melody sambil terus mendekap chiara yang sudah terlelap dalam pelukannya. "chiara anak baik. sampein pesen aku untuk mas rayhan aku sayang dia. aku mau dia menemukan jodoh yang baik nanti dan bisa menyayangi chiara dengan tulus" melody menahan sakit dan terus mengucap asma Allah. "kuat ya ka kuat. aku udah telp ayah sama bunda dia akan kesini ketemu kamu. plis bertahan yaaa" semakin kencang tangis nada saat melihat melody begitu kesakitan dan dia memanggil suster untuk mengecek kondisi kakanya itu.
__ADS_1
nada membawa chiara keluar ruangan saat dokter dan suster memeriksa melody.
"sorry, madam, she's not helped" nada meraung menangis memasuki kamar melody. nada merebahkan chiara di sofa ruang perawatan dan menghampiri tubuh kaku melody. dengan sisa tenaga nada menatap dan memeluk jenazah kaka satu satunya itu. tak terbayang gimana nanti nasib chiara yang harus kehilangan sosok ibu yang begitu sangat menyayanginya. chiara yang terbangun diangkat oleh nada untuk mendekat kepada tubuh melody dan memintanya untuk mencium dan memeluk tubuh ibunya. dengan polosnya chiara memanggil manggil mamanya yang sedang diurus dan dibersihkan untuk bisa segera dipulangkan ke indonesia.
nada membawa serta chiara mengurus segalam keperluan dan dokumen dokumen untuk kepulangan jenazah kakanya. dia menghubungi KBRI untuk membantunya agar segala sesuatunya lebih mudah. sementara menunggu kedatangan ayah bunda dan mas rayhan, nada dan chiara beristirahat di apartemen nada. chiara hanya punya dia saat ini. nada harus tetap kuat demi keponakan tersayangnya. "kamu akan baik baik saja ya sayang. aunty janji akan jagain kamu sayangin kamu sama seperti umi mencintai kamu dengan tulus." nada mengusap lembut rambut chiara dengan menahan tangis. ingatan nada melayang saat melody dengan riang menghubunginya kalau dia dan chiara akan berkunjung ke Kanada. nada berjanji
untuk menghabiskan waktu dengan bersenang senang mengelilingi kota. tapi Allah berkehendak lain. dengan cepat tawa suka cita itu diganti dengan tangis kepedihan karena kehilangan sosok melody.
__ADS_1
ayah bunda dan mas rayhan tiba di rumah sakit. dengan mata sembap bunda mencari ruang jenazah untuk melihat jasad putri sulungnya untuk yang terakhir. tangis ayah dan bunda pecah saat melihat tubuh kaku melody di dalam peti. mereka berharap ini hanya mimpi buruk. sementara bunda dan ayah menangis, mas rayhan justru terlihat tegar menatap wajah istrinya untuk yang terakhir. satu kecupan ia berikan untuk melepas kepulangan sang istri tercinta ke pangkuan sang maha pencipta.