Aku Mencintaimu Karena Allah

Aku Mencintaimu Karena Allah
12


__ADS_3

nada menatap langit malam dari balkon kamarnya. terlintas wajah ryan tersenyum dari atas sana.


tok tok tok


bunda nada masuk kedalam kamar nada.


"chiara udah tidur bund??" nada menghampiri bunda yang sudah duduk di tepi ranjangnya. "udah. sini nad bunda mau ngomong sama kamu?" nada menatap bunda heran. "serius banget bund" nada tersenyum. "nad kamu masih sayang ryan kan??" nada terkejut mendapat pertanyaan itu. "masih bund. mungkin akan selalu sayang. kenap bunda tiba tiba nanya kaya gitu?" bunda menghela napas. "ada yang mau menikahimu nad." nada terbelalak. "sudah saatnya nad kamu memiliki kebahagiaan kamu. bunda ingin kamu melanjutkan hidupmu bertemu dengan laki laki yang tepat untuk mendampingimu" bunda melanjutkan kalimatnya. "nad ayah sudah menyetujui laki laki ini." mata nada terasa hangat. "gimana dengan chiara bund? nada ga mau pisah dengan chiara. apa laki laki ini akan bisa nerima chiara?" bulir air mata jatuh di pipi wanita itu. "chiara akan tetep sama kamu nak. bahkan chiara akan seneng banget dengan pernikahan kamu ini" nada masih mencerna setiap kata dari bundanya. "rayhan meminta kamu lewat ayah. dia yakin kamu bisa menjadi sosok ibu untuk chiara. chiara akan sangat bahagia bersama kamu" nada terkejut mendengar kata bundanya. bagaimana bisa rayhan menginginkan dia untuk menjadi istrinya. apakah sama saja ini menghianati melody. "pikirkan baik baik nad. semua demi chiara" bunda mengusap punggung nada dan meninggalkannya di kamar. sementara nada masih terisak tak tahu harus berbuat apa.

__ADS_1


"ya allah engkau maha mengetahui yang terbaik untukku. jika memang engkau menghendaki aku mendampingi rayhan mohon dekatkan kami. berikan hamba keikhlasan untuk menerima segala takdirmu." nada terisak memohon petunjuk pada Allah. dia bersimpuh meminta yang terbaik atas segala keputusannya kelak.


"nada nada" bunda memanggil dari luar kamar dengan suara sedikit panik. nada yang baru akan memejamkan mata terkejut dengan suara bunda di luar kamarnya.


"iya bund kenapa?" nada memperhatikan raut kecemasan tercetak di wajah bunda. "chiara demam nad. kamu kerumah rayhan yaaa sekarang." nada panik dan bergegas berganti pakaian. nada mengambil kunci mobil dan pergi menuju rumah rayhan yang harus ditempuh selama 15 menit.


nada langsung memeluk chiara. mengukur suhu tubuhnya dengan termometer. setelah itu dia mengambil air dalam wadah dan handuk kecil untuk mengompres tubuh keponakannya itu. sementara rayhan duduk di sofa mengamati perhatian yang nada berikan pada putrinya. nada belum pernah memiliki anak tapi mengapa dia begitu lihai dalam mengurus chiara.

__ADS_1


"makasih ya nad kamu udah repot repot dateng kesini. maaf merepotkanmu" nada tersenyum. "chiara itu berharga buat aku mas. aku ga akan bisa tenang kalo ada apa apa sama chiara." rayhan menatap nada hangat. "mas tentang permintaan kamu ke ayah" nada mencoba bertanya. "maaf kalo kamu merasa keberatan. aku cuma ga mau kehilangan kamu lagi." rayhan terlihat tak percaya diri dengan keinginannya. dia tahu benar bahwa nada sangat mencintai ryan. "aku mau mas" seketika rayhan tersenyum tak percaya dengan apa yang didengarnya barusan. "kamu serius??" nada tersenyum mengangguk. rayhan terlihat gembira dengan jawaban nada. wanita itu akan benar benar menjadi miliknya.


"saya terima nikah dan kawinnya nada cinta andriawan dengan mas kawin tersebut tunai." rayhan dengan lantang mengucap ijab kabul. mata nada menghangat mendengar ijab kabul yang diucapkan laki laki yang kini sudah sah menjadi suaminya. 7 tahun silam ia pernah mendambakan laki laki ini tapi kini seolah semua seperti mimpi. tepat hari ini rayhan meminangnya menjadikannya istri.


chiara menggelayut manja pada nada. dia merasa bahagia ketika rayhan mengajari chiara untuk meyebut nada dengan kata bunda.


"aku punya bunda sekarang" nada tersenyum mencium gemas pipi chiara. resmi sudah ia menjadi ibu dari chiara.

__ADS_1


"mas maaf kalo nanti di dalam perjalanan rumah tangga kita aku tidak sempurna. maaf kalo aku belum bisa menjadi istri yang baik untuk kamu." rayhan mengusap pipi nada lembut. "kita akan jalani ini bersama sayang. aku bahagia. setelah 7 tahun akhirnya aku bisa memiliki kamu seutuhnya." rayhan memeluk nada dengan erat. jantung nada berdebar hebat. dia merasa seperti mimpi bisa berada dalam dekapan rayhan. wajah rayhan mendekat menyatukan dahi mereka.


"abi bunda chiara mau tidur disini" nada terkejut dengan kehadiran chiara di depan pintu. seperti maling tertangkap basah nada segera berlari ke kamar mandi dan menggunakan kimono baju tidurnya. nada yang hanya mengenakan baju tidur tipis tali 1 merasa malu. beruntung dia belum melakukan apa apa. salahnya sendiri lupa mengunci pintu disaat penting seperti itu. sementara rayhan menghampiri chiara. "sayang bobonya di kamar aja yaaa. abi sama bunda cape banget mau istirahat" rayhan mencari alasan agar chiara bisa memberikan mereka kesempatan untuk melakukan malam pertama. "chiara mau bobo sama bunda." chiara melenggang masuk ke kamar pengantin nada dan rayhan. "kok kamar bunda banyak bunga bunga?" tanya chiara heran memperhatikan sekeliling kamar. "iya bunda suka bunga sayang. chiara ga mau bobo dikamar?" nada keluar dari kamar mandi melirik ke arah rayhan sambil tertawa mengamati muka kesal rayhan yang gagal melakukan aksinya. chiara merajuk untuk bisa tidur dikamar pengantin nada dan rayhan. akhirnya mereka mengalah. mereka tidur bertiga dengan chiara di tengah tengah mereka. malam pertama yang gagal.


__ADS_2