Aku Mencintaimu Karena Allah

Aku Mencintaimu Karena Allah
25.Sangat khawatir


__ADS_3

Umma sudah di hubungi oleh mas Haikal tak lama dokter keluar mencari keluarga Zayn.


"Maaf keluarganya yang mana?"melihat kearah semuanya engga ada yang berbicara sama sekali lalu umma datang bersama Abi.


"Saya ummanya dok gimana kondisi anak saya?engga papa kan dok?"menanyakan kepada dokter yang menanganinya tadi.


"Engga papa cuma tekanan darah sangat rendah serta kehujanan kan sebelum kedini?sudah saya berikan obat lewat infus lihat besok bu,kalau bisa berikan sate kambing setelah porsi saja bu.Pernah lihat deh tapi di man habib Fatah kan?teman ku waktu SMA Alawiyah ingat kan santri yang bikin onar".


Mengingat-ingat nama serta wajahnya tak lama baru ingat memang benar dulu pernah satu angkatan di SMA Alawiyah, seperti pondok pesantren selalu bikin onar di asrama tiap hari ada aja kelakuannya.


"Iya inggat Gibran kan?masih teringat jelas banyak yang memanggil mu dengan sebutan Beby?kanengga nyaka kalau sekarang sudah jadi dokter sudah lama pekerja di sini?atau milik sendiri?dulu kan banyak yang mengenal mu karena kekayaannya doang".


"Alhamdulillah ini rumah sakit yang ku buat dengan tabung sendiri,itu anak mu bisa masuk kedalam sebelum masuk harus di pindahkan dulu ke ruang rawat sus minta tolong pindahkan ruang VVIP makasih".


"Engga usah repot-repot by ruang biasa saja".


"Ruang VVIP dok?"mengkonfirmasi ulang.


"VVIP sus sekarang! nanti kosong jadwal saya minta yang lain menggantikan jam kerja saya,mau mengobrol sahabat lama dulu".


Jalan keruang VVIP khusus untuk keluarga serta kerabat yang sakit akan di rawat di sini satu lantai penuh di buat untuk kamar tidur di rumah sakit sangat menjaga kebersihan serta yang lain masuk keruang Zayn berada di lantai 5 paling atas engga ada lantai lagi.


"Masyaallah by sangat nyaman kalau gitu aku mau nginap saja di sini bersama Zayn".


"Gibran bukan by,sudah lama lupakan saja malu tuh sama anak-anak sudah berumur lebih tua juga.Anak mu sudah berapa?".


"3 yang baju warna pink paling bontot,anak sulung belum kesini masiha da di pesantren anak mu berapa?serta di mana engga kelihatan by"Abi suka menggoda temanya makin malu dan menahan keresean teman.


Zayn mulai sadah menggerakkan jeri-jarinya tak lama membuka mata sempurna, melihat banyak orang yang ada di sana sedang berbincang-bincang.


"Umma mau pulang bosan di sini"tengek Zayn baru sadar diri dari pingsan engga suka bau menyengat sama sekali mau mut'ah.


"Eh Zayn sudah sadar nak,gimana kondisi mu masih pusing?kalau iya engga boleh pulang mau pindah kamar bisa nanti setelah sudah habis infusnya,sarta bisa menggunakan fasilitas di sini sepuasnya itu siapa belum di tanya namanya siapa?ada hubungan apa dengan keluarga engga suka bau obat"melihat kearah byla supaya tau kalau mereka engga suka bau obat-obat seperti ini.


"Sabar mas nanti juga bisa pulang"tutih Nayla membujuk supaya mau tetep disini.


"Dok rawat jalan aja yah boleh kan? cairan infus di cepat kan bisa kan?"melihat ke arah Abi Fatah supaya mengabulkan kemauannya.


"Tidak bisa Zayn!om engga mau ambil resiko kau tetap di sini,pindah ke kamar saja gimana?lantai 5 yang terakhir engga ada lagi disini ada kamar khusus untuk keluarga serta kerabat om,mau kesana saja?sama si cuma beda sedikit dari ruangan ini"menawarkan yang terbaik untuk anak sahabat lama.


"Boleh deh om kalau disini makin pusing engga sembuh-sembuh makin bosen nanti tambah sakit gimana?"mengungkapkan isi hatinya engga mau di ruangan VVIP,ruangan ini sudah nyaman untuk Zayn lengkap seperti rumah pada umumnya.


"Bentar om bilang dulu untuk memindahkan mu kekamar,yang lain juga bisa istirahat disana banyak kamar pilih saja untuk teman lama ku engga usah malu-malu.Sudah biasa malu-maluin tunggu sebentar di sini".


"Om jalan saja Zayn bisa"celetuk Zayn menghentikan langkah om Gibran.


"Engga bisa umma liat ada kursi roda pakai itu saja"pinta umma mengambil kursi roda sudah ada di sudut ruangan itu.


Setelah mengambil Mai engga mau Zayn terpaksa duduk mengikuti perintah umma Nadya jalan keluar ruangan banyak banget ruangan VVIP serta kamar,sekitar 25 ruang VVIP sedangkan kamar ada 25 juga 2 khusus untuk keluarganya kalau ada tugas mendadak serta jarang pulang ke rumah.


"Pilih saja mau yang mana sudah ada cemilan serta yang lain kalau pakaian engga ada di sini om engga menyediakan untuk itu".


"Baiklah om by, makasih mba byla sama aku yah satu kamar supaya bisa nonton bareng".


"Sama-sama bukan by engga usah ikut-ikutan Abi mu kalau masih panggil nama om dengan sebutan by Alan om batasi penggunaan internet semua ruangan pakai internet kalau mau nonton TV"ancam om Gibran kepada Nayla engga suka di panggil dengan sebutan by itu masa lalu yang sangat amat aneh.


"Iya maaf om Gibran jangan batasi internet nanti filmnya engga menyenangkan episode terakhir loh om,aku boleh di kamar itu om?".

__ADS_1


"Boleh dong kan tadi om sudah bilang dimana saja boleh om mau keruangan nanti kesini lagi,kalau ada apa-apa bisa hubungi resepsionis atau pencet nomor 0 sudah terhubung keruangan om permisi jaga kesehatan Zayn darah mu sangat rendah".


"Siap om engga janji"jawab singkat Zayn ketus mendorong kursi roda dengan tangannya sendiri masuk kekamar.


......................


Pagi hari.


Dokter Gibran sahabat lama yang sekarang menjadi dokter sekaligus direktur rumah sakit sejahtera,sudah di tinggal istrinya sudah lama hampir 3 tahun yang lalu Dokter Gibran sangat bersedih selain itu masiha da tanggung jawab untuk putrinya sedang kuliah di luar negeri semester.


Zayn baru bangun tidur lalu pergi kekqmar mandi cuci muka lalu keluar.


Zidan datang ke rumah sakit sejahtera membawakan baju ganti untuk semuanya keluarga termasuk byla,jalan langsung ke lantai 5 dan bertemu dengan dokter gibran mau mengecek ke kembali kondisi Zayn.


"Nyari siapa?kau salah satu keluarga Alfatah?"dengan senyum ramah kearah Zidan di balas dendam senyuman juga olehnya.


"Iya dok saya Zidan, Muhamad Zidan Alfatah dokter kenal dengan keluarga saya?mereka ada di mana sekarang saya membawakan baju ganti serta perlengkapan mandi".


"Zayn ada di kamar itu yang lain engga jauh dari kamar Zayn,nanti bertemu lagi saya mau memeriksa pasien dulu permisi".


Zidan masuk kekamar orang tanpa mengetok pintu,ternyata kamar byla sama Nayla.Nayla sedang nonton dramkor sendirian sambil makan cemilan.


"Khem........mau baju ganti atau engga?aku bawain untuk mu sama byla"Zidan menaruh tas ransel di tempat tidur dekat Nayla.


"Beneran mana-mana bajunya? lengket nih badan mau mandi"ucap Nayla kegirangan mendengar kalau mas zian mbawa baju ganti untuk mna bulan juga.


"Iya di tas ambil saja ada tiga punya umma satu oh iya aku ambil baju umma serta bajumu jangan protes kalau engga sesuai keinginan mu kamar Zayn di mana?".


"Samping kamar ini persis masuk saja pasti sedang di periksa om Gibran".


"Om Gimana kondisi Zayn?masih perlu di rawat atau boleh pulang om?".


"Infus Zayn sudah habis kondisi masih kurang baik disini dulu tadi om sudah menyuruh pelayanan kesini membelikan sate kambing untuk Zayn tunggu saja om ada di ruangan kalau butuh apapun pilang saja".


Di kamar Nayla bersama Byla.


Baru selesai cucu muka lalu keluar menghampiri Nayla.


"Nay itu baju buat siapa?dari siapa? untuk siapa"byla melontarkan pertanyaan begitu banyak kepada Nayla membuatnya pusing.


"Untuk kita,dari mas Zidan mba byla mandi dulu ak mau kekamar umma sama abi ngasih bajunya"sudah memisahkan baju untuk mba byla serta dirinya,jalan kekamar Abi serta umma langsung masuk sudah di izinkan juga.


"Umma ada kiriman untuk Abi juga dari mas Zidan"mengambil kan baju untuk Abi serta umma lalu keluar jalan kekamar mas Zayn.


Masuk ke kamar serta memberikan pakaian untuknya lalu pergi kekamar Nayla sendiri.


......................


Sudah selesai berberes serta sedang keluar duduk di salah satu rumah khusus untuk berkumpul om Gibran yang mengajak sekeluarga berada di sana.


"Nay temenin aku yuh beli vitamin penambah imun tubuh"titih byla menarik tangan Nayla.


Om Gibran melihat mereka langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Engga usah beli bilang saja pada om,bentar mau rasa apa nanti om ambil kan?atau mau berbagai rasa,tadi gimana makan pagi kurang puas atau biasa aja?"menghubungi bagian apotek meminta menyiapkan vitamin.


[Tolong siapkan vitamin daya tahan tubuh berbagai rasa yang ada satu lagi siapa makan siang juga minta ke tari seperti tadi untuk Zayn dan panggil kan tari ke ruang keluarga vitaminnya sekalian makasih].

__ADS_1


Taklama tari datang membawakan vitamin yang di minta direktur rumah sakit.


Tok.......Tok.........Tok.


Langsung Masuk kedalam memberikan kepada om Gibran.


"Makasih tar,ini untuk kalian yang mau vitamin insyaallah bisa menjaga kekebalan tubuh kalian.Bilanh saja ke tari akan di buat kan yang kalian inginkan".


"Ibu mau makan apa?yang alin juga bisa riquest permintaan nanti akan di buat kan".


"Mba tari bisa bikin seblak?"melihat kearah tari sambil makan cemilan.


"Seblak dee?bisa mau di buat kan sekarang atau nanti?ada levelnya juga sesuai request kalian,ada lagi? sekalian di bikinin".


"Mba untuk yang tadi request level 2 aja,kalau minta dari lebihin level bilang sama umma akan mendapatkan hadiah"mulai membuka suara mengenai anak-anaknya.


"Siap bu,masnya mau makan apa?seblak juga level berapa"tanya tari ke Zidan dari tadi engga berbicara satu katapun.


"Samaain aja mba level 5 makasih"ucap Zidan ketus masih sibuk dengan ponselnya.


"Tunggu sebentar akan di buatkan,mau minum apa?es teh atau air mineral?".


Ada yang mau jus mangga serta air mineral Zayn es coklat sedang di bikinin.


Tak lama akhirnya jadi membawa kesana.


"Permisi ini untuk level 2, level 4 dan level 5"memberikan sesuai permintaan mereka masing-masing serta minumnya.


"Om ada yang aneh deh Zayn merasa lapar biasanya engga sekarang laparnya,om menambahkan napsu makan Zayn kan?mi om by masa gitu sama Zayn"mengadukan kepada umma Nadya mengambil sendok di tangan Nayla serta memakan seblaknya.


"Tunggu mas ini sudah di siapkan khusus untuk mas Zayn om Gibran sudah mengizinkan mas bisa menikmati juga".


Memberikan seblak untuk Zayn lalu langsung di makan olehnya.


"Mas engga masalah untuk Zayn?dulu engga suka makan seblak serta kan masih sakit!".


"Engga usah khawatir sudah di tambah kan daging kambing di dalamnya mungkin akan cepat sembuh,tah nasehatin istri mu aku engga akan membuat kondisi Zayn makin memburuk aku sedang berusaha supaya bisa pulang nanti sore kasihan kalau di paksa disini terus apalagi dia engga suka bau rumah sakit.Tar sudah bikin cemilan yang terbuat dari ikan ayam goreng?kalau sudah bawa sini berikan kepada Zayn".


"Iya dok bentar akan di ambil sanger".


Tak lama sudah siap dan di berikan kepada Zayn,Zayn merasa senang mendapatkan cemilan seperti ini engga kerasa sudah habis.


"Om periksa dulu kondisi mu kalau sudah mendingan bisa pulang, rawat jalan saja oke sus tolong periksa kondisinya sekarang".


"Tunggu sus,om aja yang periksa aku maf sus"meminta dengan penuh harapan kepada om Gibran yang memeriksanya.


"Baik lah om periksa"ucap om Gibran singkat.


Tak lama akhirnya selesai kondisi sudah setabil lebih sehat dari sebelumnya.


"Bisa pulang sekarang bawa mobil atau pesan taksi saja"menawarkan kepada mereka.


"Engga usah makasih aku bawa mobil makasih by sudah membantu Zayn".


"Sama-sama silahkan,maaf kalau kurang dalam pelayanan atau fasilitas".


"Tidak om lebih dari cukup".

__ADS_1


__ADS_2