Aku Mencintaimu Karena Allah

Aku Mencintaimu Karena Allah
38.Cabang di luar kota.


__ADS_3

Abi sudah mengatur 'cabang di luar kota' untuk anaknya, sekaligus rumahnya engga jauh dari toko cabang cemilan'Ziza.


Satu minggu sebelum lulus sekolah akan di resmikan Abi serta umma Nadya.


Sementara itu anak-anaknya berada di pesantren mengurus bisnis Yanga dan cafe serta serta resto.


Di kamar Zidan...............


Safy sengaja menggunakan pakaian sedikit terbuka pernah punya engga di pakai.


Sekarang pakaian terbuka di pakai olehnya lalu memperlihatkan kepada sang suami yang tengah sibuk mengurus laporan keuangan.


"Ay coba lihat penampilan aku sekarang".


Melihat kearah sang istri ternyata sangat cantik lalu fokus lagi kepada dokumennya.


"Ih cuma gitu dang?"protes safy seperti engga di hargai sama sekali.


Mendekat kearah Zidan lalu duduk di pangkuannya ambil mengganggu pekerjaan.


"Ayang ngapain pakai baju seperti itu?jangan di coret-coret kertasnya,janji deh kau pergi ke tempat tidur nanti aku nyusul sebentar lagi selesai"ucap Zidan membereskan dokumen yang engga ada coretan di kertas.


Safy mematuhi ucapan sang suami menunggu di tempat tidur tak lama akhirnya selesai rebahan di sampingnya.


"Ay bosen deh Zayn engga memperbolehkan datang ke toko cuma di suruh membuat laporan"menceritakan kegalauannya.


Safy memulai rencananya menggoda sang suami lalu menghiraukan serta berusaha menghindari dan engga bisa mendekat.


"Ay kenapa?sini dong katanya bosen ay temenin"ucap safy memberikan kode.


"Engga mau kantu baju dulu nanti aku kesitu".


"Ayo lah masa engga mau"semakin membuat sang suami engga bisa menahan dirinya.


Dengan keras tidak memperdulikan yang di lakukan safy akhirnya mau juga.


Tak lama setelah bercinta sangat panas di atas ranjang tadi Zidan mengingat kalau dirinya belum bisa merebut hak istrinya.


"Ay sudah yah,ay ayo lah aku sudah katakan waktu itu serta bekum bisa mengambil hak itu sekarang"ucap Zidan menahan dirinya supaya tidak melakukan lebih dari itu.


"Hampir satu bulan tinggal tiga hari ini,ay belum melakukan malam pertama pernikahan memang engga mau melakukannya?ada orang lain selain ay!"sambil menangis mengungkapkan perasaan seorang istri.


"Jangan menangis dong tentu tidak ada, tapi akan menguras tenaga serta agak sakit ay engga mau kalau melihat pasangannya kesakitan"menenangkan safy sambil memeluknya dengan sangat lembut.


Mencium keningnya setelah tenang melepaskan pelukannya.


"Buat apa aku Makai baju seperti ini kalau suami juga tidak menghargainya".


"Ay bicara apa? iya ay salah maaf sudah jangan menangis lagi"menghapus air matanya Marasa bersalah.


Menghembuskan nafas panjang lalu mempertimbangkan lagi keputusannya.


"Iya akan aku lakukan malam pertama pernikahan kita sekarang bentar kunci pintu dulu"ucap Zidan jalan mengunci pintu kamar.


Setelah selesai baru jalan kearh safy naik ketempat tidurnya.


Zidan mulai mencium seperti biasanya serta melakukan dengan tempo sedang.


Di sela-sela kegiatan panas ada yang mengetok pintu kamarnya.


Aktivitas itu tertunda jalan kearah pintu kamar membuka ternyata Zayn yang datang.


"Ada apa?"tanya singkat seperti biasa dingin dan cuek serta sidikit kesal dengannya.


"Ponsel baru mu mana?ada email masuk engga kau baca!".


"Engga nanti aku ambilkan"masuk kedalam mengambil ponselnya.


Memberikan kepada sang adik yang menunggu di depan pintu.


"Aku kesini bukan cuma mau ngambil ponsel saja tetapi juga mau menangih kado dari mu,buatkan keponakan yang lucu untuk ku kalau bisa kembar juga engga masalah".


"Doa akan saja"ucap Zidan singkat.


"Berati sedang melakukan hubungan suami istri kan?aku mengganggu mu sana kembali".


"Zayn prik sana pergi jangan ganggu lagi!"menutup pintu kamarnya.


Melanjutkan kan turun keleher meninggalkan ukiran yang indah untuk istrinya.


Dua sijoli itu sudah sangat menikmati satu sama lainnya,lalu zian melepas baju sang istri hingga setengah badan melanjutkan ciuman panasnya b*a pun sudah di lepas.


Safy membuka matanya melihat ke arah dada sang suami engga ada yang menghalangi sehelai benang pun, menutupinya dengan kedua tangan merasa malu melihat ini apa lagi ada sang suami juga.


"Khem.........engga jadi?lepaskan ay kalau engga mau juga engga masalah".


"A------aku malu kau pasti tadi melihatnya kan?"masih menutupi dengan tangannya.


"Iya saat kau menutup mata,sudah ayo lepas kan"pinta Zidan dengan perlahan-lahan akhirnya mau melepaskannya.


Tangannya lihai meremas serta mempermainkan benda kenyal di datanya sang istri yang berwarna pink.


Zidan sudah melepaskan bajunya lalu kembali lagi ke ciuman panas itu sambil megangi kepalanya safy tangan satunya melepas kan pakai yang tersisa di tubuhnya.


Sudah terlepas semua engga ada sehelai benang yang ada di tubuh safy,lalu kembali menutupi dengan tangan Zidan menarik selimutnya keatas serta mau melepaskan celana yang masih melekat di tubuhnya.


"Ay aku takut"ucap safy ketakutan.


"Ini sudah setengah permainan mau berhenti?engga masalah,ay aku ingatkan lagi permainan ini akan menguras tenaga serta agak sakit kalau memang belum berani melanjutkan permainan kita sudahi saja".


"Engga bisa sudah setengah permainan kalau tiba-tiba permainan itu berhenti apa yang akan terjadi?"tanya safy kepadanya.


"Orang yang sudah naik kedalam wahana akan ketakutan,kalau melanjutkan tentu saja akan semakin senang mau lanjut atau perhatian?di sini ay jangan ngalamun".


"Bismillah lanjut jangan sampai terluka orangnya aku takut"pinta safy kepadanya.


"Iya akan main perlahan saja".


lalu meremas benda kenyal itu sampai safy merasa kegelian dan mengeluarkan suara Inda seorang perempuan.


"Aghhhhh ay geli tau,janji engga sakit kan".

__ADS_1


"Iya engga sakit permainannya akan melambat sesuai permintaannu"ucap Zidan.


Yang kini melepaskan celana sana seperti safy engga ada sehelai benang di tubuhnya.


Tangan kiri meremas benda kenyal,serta mencium panas lagi dan tangan kirinya berusaha masuk ke goa gelap gulita.


Dengan sudah punya sudah membasahi goa lalu memasukan orang kedalam goa itu secara perlahan sambil melihat kearah istrinya marasa kenikmatan.


'Jlep'sudah masuk sebagian orang lalu menggoyang kan dengan tempo sedang.


"Aghhhhhh,ay sakit......... jangan kecepatan wahananya"pinta safy dengan menutup matanya ada kenikmatan tersendiri.


"Iya ini juga sudah sangat pelan,ay ada orang yang belum masuk kewahanananya tahan sedikit ada orang yang mau ikut juga".


'jlep sudah masuk semuanya melanjutkan permainan dengan sangat pelan.


"Ay wahananya sangat penuh,aghhhhhhh ay nikmat kencengiin sedikit capat dong".


Zidan mengikuti instruksi dari sang istri lalu ada yang mau mengeluarkan cairan hangat.


"Aghhhh"mereka teriak bersama saling menikmati wahana itu.


"Makasih sayang sudah memberikannya kepada suami mu ini maaf".


Cuma kata maaf yang bisa keluar dari mulut sang suami lalu mencium kening istrinya.


"Engga masalah ay aku senang sudah menjadi istri seutuhnya, tempo permainan cepetin dikit lagi plis ay mau kan?".


"Maaf engga bisa sudah sampai sini saja ayo tidur masih jam satu siang"pinta Zidan.


"Ayo lah kan yang tadi menolaknya sekarang malah menghindar sebentar lagi serta tambahkan kecepatan"ucap safy dengan sungguh-sungguh.


"Satu permainan lagi nanti tidur yah".


"Iya janji"ucap safyra dengan semangat.


Zidan menambah kecepatan lalu sangat suka dengan benda kenyal milik safy.


'Aghhhh'desisan safy terdengar jelas di telinga Zidan,mereka bermain sangat lama sampai dua jam lalu Zidan mengeluarkan orang di dalam goa lalu menyelimutinya.


Di ruang keluarga..............


Zayn sedang mengerjakan tugasnya sebagai pelajaran lalu tak lama setelah.


Tinggal menyelesaikan tugas bisnis yang masih menumpuk hingga sekarang.


"Tadi bener mas Zidan melakukanya?"Zayn ngedumel sendiri.


Tak lama Nayla datang mendengar sedikit ucapan Zayn barusan.


"Mas Zidan melakukan apa?katakan mas jadi penasaran"tanya Nayla memaksa mas Zayn menjawab pertanyaan.


"Melaksanakan tugas seorang pelajar mengerjakan tugas-tugasnya".


"Jelas iya, seorang pelajar memang mengerjakan tugas sekolahnya"ucap Nayla.


"Tugas mu sudah selesai?mau melanjutkan di sini juga?"tanya Zayn penasaran.


"Iya lah mau di mana lagi?".


Lalu safy merasa semua tubuhnya sakit semua lalu mengingat kejadian tadi.


Melihat kearah sang suami serta membuka selimutnya ada bercak merah.


Tampak sangaja safy ketakutan serta menangis tersedu-sedu membuat Zidan terbangun melihat kearahnya.


"Maaf ay sakit kan?kalau mau marah marah saja tuangkan semuanya engga masalah".


"Ti-------tidak akan marah kesuami,nanti mendapatkan dosa besar"ucap safy.


"Ay maaf bentar tunggu akan aku gendong ke kekamar mandi"ucap Zidan memakai ****** ***** serta celana pendek yang tadi di pakai sebelum melakukan permainan.


Setelah selesai mengambilkan baju handuk memakai ketubug safy, menggendong sampai kamar mandi lalu mendukung kan di wastafel mengambil beberapa tisu.


Membantu membersihkan darah yang ada di kakinya lalu keluar mengambilkan pakaian.


"Ay bisa mandi sendiri kan? masih jam segini masih agak lama azan asharnya".


"Bisa tunggu di luar saja kalau butuh bantuan akan ay panggilan"ucap safy sangat percaya kalau bisa mandi sendiri.


"Oke aku tunggu kalau sudah panggilan saja ay engga kemana-mana"meninggalkan safy serta menutup pintu kamar mandi.


Membersihkan ulahnya tadi semua seprei serta bedcover dan mengambil pakaian yang berserakan kedalam keranjang kotor.


Tak lama safy keluar dari kamar mandi jalannya pelan seperti anak kecil baru bisa berjalan lalu mendekat kearah sang suami.


Mengerikan kan rambut dengan hair dryer di bantu sang suami sampai rambutnya kering.


"Sana mandi nanti sholat berjamaah di kamar"pinta safy masih fokus menyisir rambut sampai selesai.


"Iya ini juga mau mandi,ay masih sakit yah?masih kan maaf ay bentar akan aku ambilkan krim untuk luka di leher ay"ucap Zidan pergi kekamar umma nadya mencari salepnya.


Tak lama akhirnya ketemu serta kembali ke kamarnya mengoleskan krim me leher.


"Sudah ini krim punya umma nanti akan ay ganti yang baru"meletakan krim di atas meja rias di simpan di sana.


"Tau dari mana mrim ini?".


"Umma yang memakainya saat melakukan hubungan suami-istri,saat itu ay masih kecil tak sengaja masuk lalu melihat mereka sedang berdua-duaan umma memakai itu".


"Kau tau?"tanya safy penasaran mendengar kan kelanjutan ceritanya.


"Engga tau kan masih kecil ay sekitar kelas satu SD masih sangat polos,lalu aku tanya umma sedang melakukan apa sama Abi?Abi cuam senyum ke arah ay"sambung Zidan.


"Ay tanggung jawab nih sakit bagian sini"menunjukkan ke arah bawahnya.


"Iya,ay tangguh Jawab mau apa?atau minta apa? sebelum azan ashar datang ay harus ma di dulu"ucap Zidan mencium kening sang istri serta merapikan rambut panjangnya.


"Apa yah hem..........Es krim coklat dan vanila yang banyak lalu mau keluar kota juga setelah lulus SMK"pinta safy memeluknya dari samping serta membalas pelukannya.


"Siap,sekarang lepas dulu ay mau mandi sudah azan kan.Ayo lah nanti kita beli es krim setengah selesai sholat ashar berjamaah bentar lagi Zayn atau pun nay akan datang".

__ADS_1


Bersama ucapannya tadi Zayn datang ke kamarnya mengetok pintu sangat keras.


"Iya bentar engga ada yang pelan?"tanya Zidan jalan ke arah pintu sambil melihat ke arah safy sedang memakai jilbab serta nikhobnya setelah selesai baru di buka.


Zayn merasa tidak di anggap sudah lama menunggu baru di buka.


"Kenapa gitu?maaf tadi engga mendengar kau mengetok pintu"elak Zidan kepadanya.


"Ayo buruan sudah azan".


"Iya aku sudah dengar,aku mandi dulu tadi belum sempat eh iya ponsel ku mana?".


"Nanti saja ayo cepat aku tunggu sekarang!"ucap tegas Zayn menatap tajam kearah sang Kaka.


"Engga bisa,duluan saja kalau menunggu lama di tinggal saja".


"Sedang proses kan?iya aku tau kau sholat di kamar saja nanti nay akan jadi urusan ku"ledek Zayn lalu pergi keruang keluarga.


Zidan masuk kedalam mengambil handuk serta pakaian ganti serta masuk keoamar mandi tak lama akhirnya selesai dan keluar.


"Ayo ay sudah di tunggu Zayn nanti akan marah serta panjang urusannya gendong saja biar cepat"ucap Zidan menggendong lalu turun kebawah menurunkan serta mengambil air wudhu lagi.


Sedang melaksanakan sholat ashar berjamaah yang menjadi imam Zayn tak lama akhirnya selesai melaksanakan sholat ashar.


Berzikir dan berdoa serta mencium tangan Zayn serta safy menempel kan kedua tangannya masing-masing.


Jalan keruang keluarga safy di gendong lagi oleh sang suami sampai di sofa.


"Khem......Hargai orang disekitar kalian"tegur Nayla merasa iri kepada Kaka iparnya.


"Sini mau juga"tanya Zayn mendekat kearah sang Adik sedang sensitif.


"Engga makasih"ucai Nayla singkat.


"Kenapa?ayo lah kalau ada masalah katakan jangan gini kapan akan selesainya?".


"Nay engga marah,sedang bedmood saja"lagi-lagi Nayla menjawab dengan cuek.


"Maaf nay kalau mas Zidan ada salah,Nat mau ke Alfamart? sekalian mau beli es krim coklat dan vanilla untuk stok"ucap Zidan.


Nayla memikirkan untuk ikut atau engga bersama mas Zidan.


"Ay beli agak banyak"pinta safyra sambil mengambil ponsel yang ada di samping Zayn.


"Iya nanti beli agak banyak untuk stok sekalian nay mau ikut atau engga kalau engga menjawab pertanyaan terserah"hendak pergi dari ruang keluarga.


Jalan duluan ke halaman depan lalu di susul dengan Nayla di belakangnya.


Tak lama sudah sampai Alfamart sedang memilih es krim coklat serta vanilla agak banyak serta beberapa cemilan.


Setelah selesai memilih belanjaan tinggal membayar totao belanja sama Nayla juga.


Hampir 500 ribu dalam hitungan jam saja kembali ke pesantren masuk dan jalan ke ruang keluarga meletakan es krim untuk di makan bersama sisanya di taruh ke kulkas.


Jalan keruang keluarga sambil makan es krim coklat lalu di ambil istrinya.


"Ay kan itu masih ada"ucao Zidan kepadanya.


"Kurang ambil lagi saja"pinta safy dengan manja serta mau di suapin sang suami.


Lalu di suapin oleh tangan sang suami serta mengambil sendok lagi untuk Nayla.


Menyuapin adiknya dengan adil engga ada yang akan ngambek lagi.


Setelah selesai safy mau makan es krim vanila serta di suapin.


"Ay sudah yah makan es krimnya"tegur sang suami menatap tajam kearahnya.


"Mau lagi kan tadi baru rasa coklat bukan vanilla"safy merengek seperti anak kecil yang engga di kabulkankan permintaan pasti akan kecewa Sera ngambek.


Engga berbicara sama sekali menghindari tatapan sang suami kepadanya.


"Iya deh berkongsi sana ay yah?sudah banyak loh makan esnya!kalau engga mau buat ay saja"tegas Zidan memakan es krimnya.


Memikirkan es krim yang sedang di makan oleh sang suami sangat lezat.


"Oke"jawab singkat safy memakan es krim dengan tangannya.


...----------------...


Kepulauan Abi serta umma dan Hana membuat kebahagiaan tersendiri.


Sedang ada di perjalanan bentar lagi sampai bisnis toko cemilan'Ziza 2 sudah berjalan.


Tak lama akhirnya sampai Hana tertidur lalu Umma membawa masuk kedalam meletakan Hana di sofa panjang.


Melihat mereka tersenyum bahagia dengan kepulangan Abi Fatah serta umma Nadya


"Umma safy kangen"ucap safy mencium tangan lalu memeluknya dengan erat.


Lalu tak lama melepaskan pegangannya Abi baru masuk kedalam.


Safu cuma mencium tangannya lalu memeluk sang suami sebagai pengganti Abi Fatah.


"Ay kenapa?"tanya Zidan penasaran.


"Engga papa kangen saja gimana bi lancar kan?"ucap safy sambil melihat ke arah Hana.


Menjahili Hana yang sedang tidur lalu di hakangi Zidan takut terbangun.


"Ay engga boleh Hana lelah ayo istirahat kasih Abi pasti butuh istirahat juga".


Menggendong sang istri sampai ke kamar lalu menutup pintu kamarnya.


"Ay mau mengabulkan sesuatu?".


"Apa tuh,kalau sulit engga sudah cukup ay mau istirahat saja besok harus ekstra vit".


"Ayo lah satu saja"dengan kedua tangan menyatu serta hampir menangis.


Zidan memikirkan lagi permintaan sang istri serta mempertimbangkan lagi.

__ADS_1


"Ay mau apa katakan"ucap Zidan menekan perkataannya masih ragu melihat arahnya.


"Engga jadi kelamaan"safy mulai drama lagi memalingkan mukanya kearah lain.


__ADS_2