Aku Mencintaimu Karena Allah

Aku Mencintaimu Karena Allah
40.100% setelah pernikahan part 2


__ADS_3

Pagi hari...........


Abi sudah membuat janji dengan sahabat yang berprofesi dokter umum.


Setelah selesai makan pagi safy membuka pintu kulkas mengambil es krim empat bungkus lalu memakannya di ruang keluarga.


Abi nyamperin kearahnya mengusap kepala safy akan memberikan cucu untuk beliau.


"Makasih nak jaga kondisi mu,kau masih sangat muda hampir enam belas tahun masih sangat muda umma dulu juga seumur mu sedang mengandung Zidan serta makan banyak es krim sampai dokter pun terheran-heran melihat umma waktu itu".


"Bi mau kan menceritakan kisah zaman dahulu sambil safy makan es krim"pinta safy.


Abi Fatah sedang menceritakan kisah para nabi terdahulu serta beberapa hadist.


"BI bosan sudah sampai sini ceritanya,kapan menemui om Gibran sekarang saja ay coklat tolong ambilkan engga mau dua"safy menatap tajam kearah sang suami.


Tak lama sudah di ambilkan serta jalan kerah mobil akan pergi ke rumah sakit sejahtera.


Sudah sampai turun langsung masuk keruangannya sudah mempersiapkan semuanya untuk kedatangan habib Fatah.


"Assalamualaikum gimana ada yang sakit?".


"Wangalaikumusalam engga ada cuma mau memeriksa safy sepertinya sedang mengandung cucu ku periksa yang benar"ucap Abi kepada sahabatnya.


"Tentu sus tolong di bantu serta laporan kan kepada ku,anak mu yang mana nih?atau jangan-jangan sudah menikah engga memberi tau ku?kapan nih resesi di laksanakan om mau datang"ucao Gibran.


Suster membantu safy keruangan sebelah bersama sang suami.


Sedang di USG serta melihat dengan jelas ada kantong telur sangat kecil.


"Mba sepertinya ada dua kantong kemungkinan akan kembar"ucap suster.


"Maaf sus istri saya masih muda apa di akan kuat melahirkan dua anak sekaligus?".


Zidan kena tampar tepat di mukanya serta di hadapan suster juga.


"Engga sengaja insyaallah kuat kalau ada ay di engga boleh pergi kemana pun"ucap safy.


"Mau di simpan fotonya?bentar akan di capy dulu ini masih belum jelas kalau sudah satu bulan bisa kesini lagi"setelah selesai di copy memberikan kepada Zidan.


Setelah selesai baru keluar ruangan serta jalan keruangan om Gibran.


Suster menyerahkan dokumen pemeriksaan safu barusan ternyata sedang mengandung.


"Alhamdulillah bib benar yang di katakan mu".


"Iya dong,mau tau rinciannya sudah berapa minggu safy mengandung? penasaran"ucap Abi Fatah pemasangan.


"Belum lama sepertinya,safy maaf kalau boleh tau terakhir kau datang bulan kapan?"untuk memastikan semuanya.


"Es krim dulu nanti satu akan menjawab pertanyaan om Gibran"ucap safy.


Mengambil kan es krim untuknya engga tau mau rasa yang mana jadi di ambilkan saja.


"Lima hari yang lalu,tiga hari setelah datang tau kan engga usah di ceritaka.Maaf om engga tau kenapa safy seperti ini engga mau banyak berbicara"memakan es krim nya.


"Fiks ini akan seperti ayahnya cuek serta cool banget,ini belum satu minggu kurang dua hari jaga kondisi mu nanti om akan resepkan vitamin saja untuk safy"menyiapkan vitamin untuk kesehatan calon anakny.


Memberikan kepada Zidan lalu menerima vitamin yang di berikan kepadanya.


"Om kalau terlalu banyak makan es krim engga masalah kan?"tanya Zidan.


"Engga kau janinnya kuat insyaallah engga akan ada masala,zi kurangi waktu kerja mu jaga kondisi istri mu dia masih butuh kasih sayang dari seorang suam"Gibran sangat bangga kepada anak dari sahabatnya.


"Tentu om"jawab singkat Zidan.


...----------------...

__ADS_1


Sudah sampai di pesantren lagi safy sedang istirahat di kamar sendirian.


Zidan datang kamar lalu menutup kembali pintu kamarnya,mendekat kearah sang istri mencium keningnya sedangkan safy engga mau melepaskan pelukannya.


"Ay copot baju sekarang!"pinta safyra membuka matanya.


Lalu melepaskan baju lalu meletakkan di samping tempat tidurnya.


"Untuk apa?ay tidur lagi masih jam segini".


Memeluknya dengan sangat erat tak lama sudah tidur kembali.


"Istri ku sangat lucu cuma gini doang sudah tidur nyenyak,anak Abi sehat-sehat di dalam perut umi mu jangan menyusahkan Abi menunggu mu sampai kau lahir".


Sudah sore Zayn jalan kekamar kakanya membangun untuk pergi bersama.


Tok......Tok.......Tok.


"Apa,ganggu saja masih ngantuk juga"ucap Zidan meninggikan suara.


Safy kebangunan karena suara tadi lalu menangis tanpa sebab.


"Kenapa ay jangan menangis"pinta Zidan.


"Woy ada orang nih,mau ikut jalan-jalan atau engga?"tagur Zayn masih ada di depan pintu.


"Oke tunggu sebentar,kita mau pergi kemana? jalan-jalan beli seblak"tanya safyra.


"Terserah mba safy saja kalau ada penjualnya pasti beli,aku tunggu di ruang keluarga".


Pergi Ketang tengah sedangkan safy sedang bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan.


Tak lama sudah selesai Zidan pun jalan keluar menuju ruang keluarga.


"Ayo karanya jalan-jalan"safy sangar bersemangat untuk pergi jalan-jalan.


Turun dari mobil jalan mengelilingi taman serta beli makanan safy terpisah bertemu dengan arka bersama adik serta saudaranya.


"Byla kan?kalian lihat penjual seblak di sekitar sini?mau seblak,mas arka baik hari belikan seblak dong agak pedas sekarang plis".


Arka engga akan menolong permintaannya tapi belum menjawab pertanyaannya.


"Iya ja tunggu di sini,byla mau seblak juga? sebentar seafood atau biasa aja?"tanya arka.


"Seafood sama biasa makasih mas arak".


Jalan membelikan seblak untuk safy serta saudaranya agak lama tempatnya juga lumayan jauh dari taman.


Safy sangat bosan menunggu seblak engga datang-datang sampai sekarang.


Tak lama kemudian arkara datang membawa seblak lalu jalan berduaan bersama Zidan.


Bertemu di jalan sedang mencari istrinya jalan mendekat kearah mereka.


"Ini seblak pesanan kalian"memberikan kepada byla lalu duduk.


"Engga laper ay kau makan saja,mau makan nasi goreng saja Azalia temenin beli".


"Iya ayo,panggil Jaja saja mba engga ada yang nitip? sekalian di beli juga"titih Azalia.


"Ja belikan sate satu setengah porsi sedang saja"ucap Arkarna memberikan uang 50 ribu.


Mereka sedang mencari penjual nasi goreng tak lama akhirnya sedaj jadi tinggal membeli sate pesenan arkara Dewantara.


Disini lain................


"Mas kenapa mba safy aneh deh kan pertama minta di belikan seblak lalu engga di makan lalu sekarang beli nasi goreng".

__ADS_1


"Mungkin membelikan untuk ku,ini pakai uang siapa?akan aku ganti"mengeluarkan uang.


Memberikan kepada byla engga mau menerimanya lalu di berikan kepada arak.


"Simpan saja aku cuma mentraktir safy saja kalau kau keberatan uangnya bisa di taruh kotak di dalam masjid"tirih arkara.


Tak lama safy sudah membeli nasi goreng serta memakannya dan sate satu porsi.


"Mana pesenan ku?"tanya arja kepada adik menerima sate di tangan adiknya.


Sedang menikmati cuaca malam hari safy sangat lapar satu porsi nasi goreng masih kurang lalu memakan lagi sate yang sempat di beli tadi bersama Azalia.


"Ay makannya pelan-pelan engga ada yang minta"tegur Zidan mengusap mulutnya terkena kuat sate.


"Ay minum!"pinta safyra keausan belum sempat minum.


Byla memberikan air minumnya lalu menerima serta meminumnya.


"Makasih ya beli minum sana"melanjutkan makan sate satu porsi.


Ada penjual air minum keliling lalu membelinya satu botol serta membayarnya.


Tak lama sudah selesai menghabiskan sate lalu minum air serta merasas kenyang.


Zayn mencari mereka dari tadi baru bertemu bersama arka lalu duduk bersamanya.


"Safy kau engga merasa sakit perut makan sebanyak tadi?maaf kalau aku liat porsi tadi sangat banyak"arkara penasaran kepada safy.


"Engga tuh biasa saja,ay mau goes seperti mereka boleh yah?kakai engga boleh pulang saja mau istirahat Zayn Ayi pulang".


Zidan merasa dirinya sangat jauh engga seperti sebelumnya.


"Iya ayo kayanya amu goes engga jadi?"tanya Zidan memastikan kondisi safy.


Safy sudah jalan duluan meninggalkan mereka semuanya.


"Maaf aku harus pergi assalamualaikum"ucap Nayla pergi menyusul Kaka iparnya.


Zayn naik mobil bersama Hana lalu yang lain mengikuti Kaka iparnya dari belakang,ternyata mencari penjual mie ayam sedang menunggu pesanannya tak lama akhirnya sudah jadi.


Zidan serta Nayla menghampiri kaka iparnya sedang makan mie ayam.


"Ay sudah jangan makan lagi sini aku habiskan"ikut makan mie ayam.


Terasa dunia milik mereka berdua tak lama akhirnya selesai serta membayar pesanannya tadi lalu masuk kedalam mobil.


Di perjalanan safy merasa mengantuk lalu tidur di bahu sang suami.


Setelah sampai safy di gendong masuk ke kamar untuk istirahat,sedangkan Zidan duduk bersama Zayn di kamarnya sedang berbincang-bincang bersama.


"Zayn menurut mu arka sudah berubah?tidak mencintai istriku?"ucap Zidan penasaran.


"Ku rasa sudah tidak lagi tapi kemungkinan masih ada,kalau mas arka belum tau tentang mba safy sedang hamil Zi kau engga usah terlalu di pikiran masiha ada aku.Mas arka akan tau cemat atau lambat pasti akan menjauh dari kalian"Zayn cuma bisa menasehati sang Kaka yang sedang gelisah.


Menepuk bahunya supaya lebih bisa menjaga perasaan orang lain serta menghindarinya.


"Iya benar juga sebelum tau dari orang lain aku akan menemui arka secepat mungkin".


"Terserah mau saja,Zi calon keponakan ku engga bisa pergi jauh-jauh dari ku"ucap Zayn.


Zidan menggaruk kepalanya engga merasa gatal serta agak memikirkan juga.


"Zayn minta Abi kekota yuh untuk liburan semester ini kan bentar lagi lulus serta naik kelas butuh waktu untuk membersihkan materi yang di berikan ustazah dan ustadz".


"Ayo mungkin bulan depan Abi masih sibuk banyak urusan dakwahnya"titih Zayn.


Mengetahui kalau Abi sering pergi ke masjid untuk mengisi dakwah ke masjid.

__ADS_1


Zidan pergi kekamar menengok sang istri yang masih tidur,lalu ikut tidur di samping sang istri saling berpelukan tidurnya.


__ADS_2