
Setelah bertemu dengan Samar berjam-jam setelah itu pergi ke cafe Ziza mengambil laporan keuangan.Zayn sudah sampai dan berada di dalam ruangan mengambil dokumen yang perlu di tandatangani oleh umma Nadya,jadi di bawa pulang.
Di perjalanan terkena macet panjang,lama kelamaan kemacetan pun bisa di lalui tak lama akhirnya sampai jalan menuju ruang keluarga memberikan dokumen ke pada umma Nadya serta pulpen.
"Umma,Zayn minta maaf sudah tidak bisa setiap hari ke cafe Ziza.Nayla aja yang menggantikan ku di sana,umma setuju dengan pendapat Zayn?".
"Bener juga kata mu,umma setuju dengan pendapat Zayn.Nanti umma bilang sama Abi mu siapa tau di perbolehkan dan di belikan motor seperti kalian"ucap umma Nadya.
"Oke,Zayn mau istirahat cape seharian penuh di luar sana.Duluan umma oh iya nanti kesini lagi"Zayn jalan masuk ke kamar.
Melihat kearah istri tercinta sedang bersantai menggunakan baju sedikit terbuka membuat Zayn sudah hilang rasa lelahnya begitu saja.
Menghampiri ke arah Husna memeluk dari samping dan rebahan di pangkuannya.
"Manja sekali Kaka ku tercinta, capek?mau di pijat plus-plus?"Husna menggoda suami yang baru saja pulang dari pekerjaannya.
Zayn cuma tersenyum kearahnya"Masyaallah adek bisa aja,Kaka engga membutuhkan itu.Kaka minta untuk sekarang jangan di ganggu istirahat Kaka oke!"Zayn sudah tertidur pulas di pangkuan isterinya.
"Indahnya suami ku saat tidur"ucap Husna mengusap kepala suaminya.
Membenarkan posisi tidur suami sebelum membantu Umma memasak makanan untuk berbuka puasa.Setelah selesai mandi Husna turun jalan ke dapur membantu menyiapkan makanan dan menyiapkan tempat makan.
Setelah itu Zayn terbangun sudah tidak ada istri tercinta,pergi ke kamar mandi 15 menit kemudian keluar memakai pakaian dan turun ke bawah nyamperin istrinya.
"Umma butuh bantuan?"tanya Zayn melihat ke arah Umma Nadya.
"Enga perlu Zayn tinggal menunggu saja bentar lagi juga selesai".
"Oke umma"Zayn jalan ke ruang keluarga bersama yang lain.
Setelah azan magrib berkumandang semua orang sudah membatalkan puasa dan sedang menikmati buka bersama.
Setelah selesai makan tinggal melaksanakan sholat berjamaa.Tak lama kemudian sholat pun sudah selesai mereka sedang bersantai di ruang keluarga.
"Abi sudah mendengar cerita dari Umma,besok nay ikut Abi ke showroom motor pilih salah satu yang Nayla inginkan".
"Tapi bi,nay di rumah saja yah request bisa?nay mau motor seperti mas Zayn boleh kan?".
"Beneran mau motor itu?kalau memang mau pakai aja punya mas Zayn"melihat ke arahnya.
"Memang sampai kakinya?motor itu agak sulit untuk di kandarai awalnya nay,jangan bercanda deh pilih yang metic aja sudah banyak dan keluar terberu.Kalau memang mau mencoba nanti motor mas Zidan bisa di pakai Zayn sementara untuk menjaga mu saat sedang latihan mengendarai motor itu".
Mas Zidan memberikan kunci motor sedangkan Zayn memberikan kunci mobil untuk tukeran sementara.
"Kalau nay bisa kalian harus memberikan hadiah kepada nay"ucap nayla.
"Baik lah Abi izin kan nayla berlatih dengan motor mas Zayn kalau sudah bisa nanti beli motor yang nayla mau"Abi Fatah menyema-
ngati anak perempuan satu-satunya.
"Oke Nayla setuju"titih Nayla dengan semangat besok mau latihan mengendarai motor yang sama seperti kakaknya.
Setelah berdiskusi lama kemudian di lanjutkan dengan sholat isya dan tarawih bersama di musholla rumah.
Lama kelamaan sholat pun selesai kembali kekamar masing-masing, sedangkan di kamar Zayn.Mereka berdua sedang bercanda satu sama lainnya tiba-tiba Nayla datang ke kamarnya mengganggu pasangan tersebut.
"Sudah malam engga tidur?pergi ke kamar mu saja sana,mas juga putuh istirahat besok pagi sekitar jam 7 latihan motor.Untuk permulaan bawa motor satu aja dulu kalau sudah lumayan bisa mas ayn ikut dari belakang oke"ucap mas Zayn kepada adiknya.
"Oke mas, motor yang mas punya berat atau engga untuk permulaan?"melihat ke arah mas Zayn sekalian jahil kepadanya.
"Nayla untuk permulaan memang agak sulit nanti kalau sudah bisa dan sering makai akan mudah,tenang aja mas ayn temenin latihan sampai bisa.Adek juga mau motor?nanti mas Zayn belikan yang mudah seperti meric aja jangan seperti dia"memberikan kode pada istrinya kearah Nayla.
"Kenapa ka?"Husna penasaran kepada adik ipar yang kini melihat ke arahnya.
"Dia sedikit tomboy,apa yang mas Zayn punya pasti mau membeli yang sema bahkan sedikit petakilan.Sering melompat dari belakang sofa ke depan sofa sampai diberi nasihat dari Abi dan Umma secara bergantian".
"Ingga aja kejadian itu"menahan tertawa tetapi ikut tertawa juga.
"Ingat lah buat apa mas Zayn melupakan kejadian tersebut,mas Zayn mau tidur nay kembali saja ke kamar.Sudah punya kamar kan?atau mau tidur di sini mas ke asrama saja nanti pulang assalamualaikum".
"Wangalaikumusalam ka"Husna mencium tangan suami.Nayla pun mencium tangan makanya lalu pergi ke asrama menemui Samar di sana.
Masuk kedalam kamar rebahan di tempat tidur,Samar melihat kalau ada orang yang tidur di tempat mas Zayn.Ternyata benar itu mas Zayn duduk di sebelah tempat tidurnya.
"Eh ka baru datang,mau tidur di sini atau mau tanya program yang sedang berjalan sekarang?"ucap Samar kepadanya.
"Mau tidur di sini, untuk beberapa hari ke depan aku engga bisa ke memantaunya karena mau menemani Nayla belajar mengendarai motor"hendak memejamkan mata sudah sangat mengantuk.
"Kan biasanya di anter kemana-keman tapi sekarang belajar naik motor.Motor metic kan? engga mungkin kalau motor yang sama seperti Kaka kan?".
"Betul Nayla mau belajar motor yang sama seperti ku,maaf aku sudah mengantuk lanjut besok aja yah atau lanjutan aja aku dengar semuanya"titih Zayn kepadanya.
"Engga usah ka,Kaka tidur aja besok kan harus menemui ning Husna kan".
"Iya, Samar besok ada rapat atau engga?ada kegiatan yang harus aku hadiri atau engga?kau hendel dulu untuk beberapa waktu kedepan"setelah itu Zayn tertidur nyenyak.
"Tidak ada ka"celetuk Samar.
Melihat ke arah Zayn, ternyata sudah tidur duluan sedangkan Samar juga tidur di tempat tidur.Setelah waktunya untuk sahur Zayn kembali menemui istri tercinta di kamar serta membangun menyantap sahur bersama.
__ADS_1
"Assalamualaikum dek ayo bangun".
Tak lama Husna bangun mencium bibir suami lalu memeluknya dengan erat.
"Wangalaikumusalam baru pulang? gendong ke kamar mandi"Husna masih setengah sadar yang baru bangun tidur.
"Sini, manjanya istri tercintik yang selalu ada di samping hidup ku"Zayn memuji istrinya.
Menggendong sampai kamar mandi lalu Husna engga mau melepaskan tangan dari suami tercinta,mereka berciuman panas di dalam kamar mandi sebelum menyantap sahur bersama yang lain.
Di sela-sela kegiatan"Dek sudah yah.Kaka mau sahur dulu mau jalan bareng atau sendiri-sendiri"tanya Zayn kepada istrinya.
"Nanggung ka,engga puasa lagi aja seperti hari pertama itu loh".
"Jangan ngaco deh"melihat ke arah Husna yang kelihatan sangat sedih.
Menarik napas panjang"kali ini aja engga ada lagi,bentar Kaka mau keluar dulu tunggu di sini mau ngunci pintu kamar sebentar".
Jalan keluar kamar mandi ternyata Nayla datang hendak mengajak untuk turun dan menyantap sahur bersama.
"Maaf nay,mas Zayn engga bisa tidur bersama Husna.15 menit lagi kesana oke".
"Oke mas"Nayla kembali ke ruang makan.
Zayn sudah mungunci pintu kamar lalu masuk ke dalam mandi, melepaskan pakaian istri di sana sambil melakukan ciuman panas bersamanya setelah itu keluar melakukannya di tempat tidur.
Kali ini mereka melakukannya dengan duduk Zayn sudah memasukan miliknya.Husna berada di bawahnya dan menggerak-gerakkan pinggulnya berkali-kali.
"Awwwww, nikmat ka tambah lagi"punya husan kepada suami tercinta.
"Dek kira engga bisa melakukan ini kelamaan karena sudah janji 15 menit akan kesana".
Zayn sengaja menaikan tempo permainan dengan cepat serta lembut.
"Arghhhhh.Arghhhhhhhh,maaf dek sudah yah hampir 15 menit kira harus menemui yang lain dan Kaka janji nanti malam di lanjutkan lagi.Dek mukanya jangan gitu dong nanti cantiknya hilang loh kalau ronde permainan di tambah mau?"melihat kearah istrinya.
"6 ronde iya atau tidak sama sekali".
"Oke Kaka setuju"Zayn melepaskan penyatuan mereka lalu bersiap untuk menyantap sahur bersama.
Setelah menyantap sahur Zayn dan Husna kembali ke kamar hendak mandi terlebih dahulu sebelum imsak dan azan subuh berkumandang.20 menit sudah selesai mandi bersama serta sudah memakai pakaian juga seperti biasa,tinggal menyemil Snack sambil nonton dramkor bersama suami tercinta.
...----------------...
Jam menunjukkan pukul 07.00 Kaka adek sedang pergi bersama,ke jalan yang sepi untuk Nayla belajar naik motor pertama kali dengan kakanya.Zayn sudah memberikan contoh yang bisa di lakukan adiknya setelah itu Nayla mencoba mengendarai di ikuti dari samping kanannya.
"Nay fokus dikit lagi bisa".
"Mas pulang sekarang aja yuh,nay cape mau pulang untuk hari ini sudah selesai kan mas?engga ada lagi"tanya Nayla melihat ke arah kakanya masih duduk di atas motor.
"Iya nay,turun dulu nanti mas yang di depan.Capek?mau melanjutkan latihan atau tidak latihan kalau engga mau mendong beli yang lebih budaj aja"titih Zayn kepadanya.
"Lanjut dong ayo pulang"Nayla turun dan pindah duduk di belakang.
Zayn mengambil alih mengendarai motor tak lama kemudian sudah sampai,jalan ke ruang keluarga bersantai-santai dengan yang lain.
"Anak umma sudah pulang gimana tadi latihannya?mudah,lumayan susah atau susah?"tanya umma melihat ke arah anaknya.
"Lumayan mudah Umma,besok di lanjut lagi tapi yang nay tau engga ada orang bercadar mengendarai motor seperti Nayla".
"Tidak masalah nay asalkan Nayla sanggup mengalahkan semua rintangan di hadapanmu"celetuk Zayn mengusap kerudung adik tersayang.
"Lusa baru Nayla pikir kan mau membeli motor matic atau Kawasaki".
"Kalau gitu mas mau mandi semua badan sudah lengket"Zayn jalan ke kamar menemui istrinya sedang rebahan.
Duduk di samping istrinya menemani sebentar sebelum mandi.
Husna sengaja mengusal-ngusal di ketiak suami, suaminya sengaja menghindar supaya tidak melanjutkan mengusal di ketiaknya.
"Dek jangan gitu Kaka belum mandi bau asam"Zayn mencium ketiaknya sendiri.
"Gimana asam atau wangi?"melihat ke arah suami baru saja mencium ketiaknya sendiri.
Zayn cuma tersenyum"Asam lah kan belum mandi,dek lusa nay mau ke showroom motor kau ikut saja nanti Kaka nemenin juga supaya tidak perlu menunggu Kaka kalau mau pergi bertemu dengan teman-teman adek".
"Kenapa engga mau nemenin Una?".
Husna ngambek kepada suami,suami merasa bersalah kepada Husna.
"Bukan begitu,Kaka mau nemenin cuma kalau mempunyai kendaraan sendiri lebih mudah sayang.Kalau engga mau juga engga masalah Kaka akan nemenin itu pun kalau engga sibuk"ucap Zayn kepada istrinya.
"Sudah lah Una mau membantu Umma menyiapkan makanan aja".
Zayn menghentikan langkah istri memeluk dari belakang,bersender di bahunya menikmati aroma yang melekat di tubuh istri tercinta sampai saat ini.
"Ka lepaskan,Una mau memasak untuk buka puasa bersama.Una engga marah sama sekali"titih Husna kepada suami.
"Mau pergi seperti ini?sama saja nanti Kaka akan mendapatkan dosa"mengingatkan Husna kerena masih memakai pakaian sedikit terbuka.
__ADS_1
Husna melihat ke bawah ternyata belum ganti pakaian, tersenyum ke arah suaminya berdiri berhadapan dengan sang suami.
"Maaf Una lupa"sesal Husna baru menyadari bahwa dirinya lupa.
"Engga masalah dek,di sini aja nanti Kaka mau pergi bersama Samar menghadiri acara tauziah sekitar sini".
"Iya ka"jalan kekamar mandi sengaja tidak mengunci pintu kamar mandi.
Menunggu suaminya datang untuk membujuknya saat sedang marah.Zayn menghampiri membuka pintu kamar mandi melihat ke arahnya.
"Dek,tadi cuma bercanda.Acaranya besok bukan sekarang dan malam ini susah yah engga usah ngambek lagi maaf".
"Sudak lah jangan deketin Una dulu"keluar dari kamar mandi.
Di saat tidak tepat Nayla datang ke kamar menemui kakanya.
"Mas bentar lagi azan magrib ayo keluar".
"Nay mas nyusul aja"Zayn menolak ajakan adiknya untuk keluar dari kamarnya.
Setelah keluar azab magrib pun berkumandang,mereka berdua membatalkan puasa lalu mengganti pakaian mereka berdua.Dan turun menyantap buka bersama dengan yang lain.
Serta melaksanakan sholat berjamaah lama kelamaan susah selesai,pasangan suami-isteri masuk ke kamar masing-masing.
Begitu pula dengan Zayn dan husna.Yang bermanja-manja satu sama lainnya menikmati keindahan malam hari.
Setelah selesai melaksanakan sholat tarawih berjamaah di sakam kamar Zayn menepati janjinya kepada istri tercinta.
Husna memulai permainan kali ini dengan penuh semangat, suaminya menikmati sentuhan yang di berikan dari Husna sambil membuka kancing bajunya.
Lama kelamaan baju mereka berdua sudah terlepas semua,sambil Zayn memasuk miliknya dengan sempurna dengan satu masukan 'jleb'.
"Arghhhhhhh,dek pelan-pelan dong".
Husna menggoyang pinggulnya sambil mencium bibirnya.
"Emmmm, nikmat mana yang engkau dustakan.Makasih sayang untuk saat ini sudah sangat sempurna"Zayn memuji istri tercinta sambil meremas py nya.
"Kaka geli tau,gantian Una capek".
Zayn memimpin permainan sambil bermain py istri sesekali di gigit olehnya.
"Kaka jangan di gigit,sakit!"tegur Husna.
"Maaf tapi enak kan?".
"Enak dari mana,sakit tau"Husna membalikkan badan di atas suaminya.
Sambil membalas rasa sakitnya tadi,sengaja melepaskan penyatuan tersebut.
"Una sudah tidak mau lagi? tidak masalah Kaka mau melakukan dengan yang lain aja"ledek Zayn hendak memakai pakaiannya kembali sambil menunggu istri bereaksi seperti apa nantinya.
'Prak' mendarat dengan sempurna di pipi suami,Zayn mengusap dengan tangan rasa sakit tadi sampai merasa mendingan.
"Kalau bicara seperti itu Una pergi saja dari sini"Husna membalas kedekatan tersebut.
"Mas bercanda, istirahat saja yang maaf dek kalau begitu tampar lagi aja biar Una merasa lebih baik dan tenang".
"Engga perlu nanti pipi tampannya hilang orang yang pertama kali di cari pasti Una".
"Astaghfirullah halazim adek tersayang Kaka engga akan pergi ke mana pun apa lagi dengan orang lain,mas engga berani melanggar aturan yang sedang di tentukan syarat agama Islam"ucap Zayn mencium seluruh wajah san bibirnya.
"Una izin kan kalau mau mencari yang lain asal kan lepaskan Una selesai urusan ini beru boleh dan jangan berharap memadu di belakang Una!"husna memperingati suami.
"Hutsss,mas janji engga pernah melirik perempuan lain.Jangan ngambek lagi yah nanti cantiknya hilang di ambil orang".
Zayn melepaskan pakaian serta me nutupi dengan selimut.Husna sudah tau langsung membuka kembali pakaiannya lalu melakukannya kembali.
Di saat tidak tepat mas Zayn datang sudah di depan pintu kamarnya.
"Dek benter ada mas Zidan"Zayn memakai pakaian kembali jalan nyamperin kakanya.
Membuka pintu kamar lalu keluar dan menutup pintu kamar kembali.
"Kenapa mas?"tanya Zayn.
"Kau sedang melakukan itu kan?".
"Kalau engga penting zay masuk"ancam Zayn kepada kakanya.
"Besok mas engga bisa memantau bisnis karena mau menemani kontrol safy ke dokter"ucap Zidan melihat ke arah adiknya.
"Oke biar Zayn aja yang mengurus semuanya sudah kan!"Zayn masuk duluan ke kamar.
Zidan jalan ke kamar juga.Zayn membuka pakaian melanjutkan permainan yang tadi belum selesai baru 4 ronde.
"dek sudah 4 ronde,mau melakukan di kamar mandi?dengan suasana yang berbeda?".
"Boleh"jawab singkat dari Husna.
__ADS_1
Zayn menggendong ke kamar mandi melakukan penyatuan kepada di sana,sambil meremas py milik istri berkali-kali serta melakukan mandi bersama.
Pasang tersebut membantu memakai kan sabun satu sama lainnya sambil bercanda.