Aku Mencintaimu Karena Allah

Aku Mencintaimu Karena Allah
31.Bisnis bersama teman part 2


__ADS_3

Pagi hari seperti biasanya...................


Setelah selesai sarapan berkumpul di ruang keluarga menunggu byla datang.


Tak lama sudah sampai masuk ndalem.


"Assalamualaikum Abi umma apa gimana kabar kalian?"sapa byla kepada umma serta Abi sedang ada di ruang keluarga jalan kesana menunggu mereka menyuruh duduk baru duduk bersama yang lain.


"Wangalaikumusalam alhamdulilah baik silahkan duduk,gimana kabar byla serta habib Usman?gimana lancar kan bisnis kalian dapat keuntungan berapa kemarin?"ucap Abi Fatah.


"Alhamdulillah bi lumayan modal kita sudah balik,modal awal 50 ribu perorang ada lagi belum di hitung kan kemarin sempat di titipkan je cafe Bima nanti baru aku ambil".


"Gitu kah?kemarin dapat berapa ada 200 RI u lebih?Abi ikut senang kalau gitu semangat masih lama setelah selesai baru membuat laporan tentang kegiatan selama bisinis ini"titih Abi kepada anak-anaknya.


"Siap bi maaf umma kemarin aku engga ke cafe tapi di gantikan mas Zidan kemarin"sesal Zayn keoada umma Nadya tidak pergi kesana melainkan sibuk dengan tugas kelompok.


"Engga papa dong terserah kalian saja ada dua cafe kalau kalian mau bisa di lanjutkan untuk memegang saham nanti kalau sudah lulus sekolah, sekarang kalian fokus serta membantu cefe itu pun cuma menerima beres nanti laporkan ke pada umma Nadya".


"oke umma"jawab mereka bersama serta sangat kompak sekali.


Setelah itu mereka sibuk dengan urusan masing-masing,Bu guru sudah datang sedang memberikan pelajaran kepada Hana selama perjalanan sesekali di ajarkan terapi juga seperti kemarin di ulang-ulang.


"Hana sekarang tambah pinter sudah meningkat rajin-rajin melakukanya mau ibu hal yang baru, ikutin gerakan ibu yah i-----bu ayo di coba dulu kalau engga di coba mana tau Hana pasti bisa ibu yakin itu"menyema-


ngati Hana tampa lelah supaya bisa berbicara lagi seperti semula.


(I-----bu) ucap Hana dengan pelan di dengar ibu guru yang berada di sampingnya.


"Good job Hana lakukan lima belas kali,umma tentang saja Hana akan cepat sembuh sebenarnya cuma ketakutan pertuwa kecelakaan itu lu menangis terus menerus sampai kehabisan suara jadi seperti ini".


"Insyaallah akan sembuh dalam beberapa bulan kedepan jadi terus di awasi jangan sampai seperti itu lagi, pelajaran hari ini sudah selesai sampai besok ibu akan bawakan hadiah untuk Hana oke".


(Oke ibu guru baik)memberikan yang tadi sempat di tulis kepada ibu guru.


"Sama-sama sayang ibu pulang dulu sampai besok assalamualaikum cantik".


(Wangakaikumusalam hati-hati Bu).


Sedangkan di cafe Bima........


Zidan sedang mempromosikan bisnis baru bersama teman-temannya.


Sambil melayani pengunjung datang ada sebagian orang yang membeli cemilan yang di buat oleh teman-temannya.


"Perhatian sebentar......... Makasih sudah mau membeli cemilan ini gimana pendapat kalian bisa di katakan sekarang"ucap Zidan sambil membuka buku catatan kelempoknya.


"Mas Zidan rasanya rengah terasa daun jeruknya tiap hari dong ada seperti ini,kalau bisa di tambahkan ke daftar menu"pendaoan dari pengunjung yang sedang menikmati cemilan yang Zidan serta teman-temannya.


"Maaf ka engga bisa,itu tugas sekolah buka menu di sini makasih masukannya kalau nanti ada yang mengajukan untuk daftar menu akan si pertimbangkan lagi".


Mencatat saran tadi lalu sedang menunggu kalau ada saran tambahan dari yang lain.


"Kalau bisa di tambah varian rasa seperti rumput laut, balado, jagung dan yang lain".


Safy datang jesana memberikan saran sudah di tulis tadi saat sedang berbicara oleh Zidan.


"Insyaallah silahkan bisa di lanjutkan lagi maaf mengganggu waktu kalian".


Jalan mendekat ke reseller bersama Zidan mau menyetorkan uang yang kemarin duduk di representasi bersama yang lain lalu mba Syafa datang membantu Zidan karena kebanyakan reseller perempuan semua jadidi bantu.Di cafe Ziza pun sama ada perempuan lumayan banyak di banding kan laki-lakinya.


"Silahkan mba serta ibu reseller yang mau menyetor kan hasil penjualan cake nya".


"Mba minta waktu untuk mengumpulkan uang dulu boleh?kemarin kepakai uangnya cuma ada segini,nanti akan aku ganti uangnya mba Syafa tenang saja aku engga akan kemana-mana?"ucap safyra kepada mba Syafa dengan menundukkan kepalanya.


"Iya boleh sisanya masih ada kan?berikan ke mba Syafa!angkatlah kepalamu jangan seperti itu engga akan di marahin juga sama umma amu tabg akan bertanggung jawab untuk itu"timpal Zidan dengan santai.


Setelah selesai urusan dengan reseller jalan masuk keruangan bersantai-santai.


Safyra jalan ke ruangannya mau berterima kasih kepada Zidan yang telah memberikan waktu untuk mengumpulkan uang lagi.


Tok........ Tok......... Tok.


"Iya masuk saja"celetuk Zidan.


Setelah masuk serta menutup pintu ruangan zidan lalu jalan kearah sofa.


"Silahkan duduk maaf aku buka dulu pintunya engga baik kalau di ruangan cuma berduaan".


Membuka pintu ruangan lalu duduk di sofa.


"Ada apa?engga ada pesenan cake dari pelanggan mu?safy kau kenapa katakan!"memulai pembicaraan dengan safy.


"Apa aku boleh membantu menjual kan cemilan yang kemarin di titipkan di cafe ini?".


"Tentu boleh bawa saja yang kau mau,bentar lagi aku pulang jadi kalau kau mau ato ke ikut ambil saja serta akan mempertimbangkan yang tadi pendapat kau"titih Zidan sedang membuka ponselnya mencari mainan untuk Hana karena sudah mulai bisa berbicara lagi.


"Minta pendapat dong ini atau itu yang cocok untuk anak perempuan?"menunjukkan kepada safy memberikan ponselnya.


Tak lama safy sedang mencari yang lain di ponsel Zidan masih sibuk sendiri.


"Kalau ini saja gimana? permainan ini seperti perawat-perawatan bisa meningkatkan kecerdasan memori anak-anak".


"Oke bisa temani sekalian beli ini,bawa motor kan bensin tentu aman kan?"ucap Zidan kepadanya sambil berdiri menutup leptopnya.


"Masih kenapa?kalau abis aku punya uang. Ayo katanya mau beli hadiah untuk Hana".


Di toko permainan...................


Sedang memilih permainan yang sama seperti di foto ponsel tadi tak lama sudah ketemu memilih yang lain untuk Hana.


Setelah selesai tinggal membayar 300 ribu.


"Zi tunggu sepertinya bensin ku habis tinggal sedikit banget pom dekat si di mana?".


"Ayo ke pon dulu aku juga mau mengisi bensin,kau duluan nanti kalau habis aku bantu"ucap zudan naik motor menuju pom.


Setelah sampai sedang mengisi full dua motor lalu tinggal membayarnys.


Setelah itu kembali ke pesantren tak lama akhirnya sampai bertemu dengan Hana.


"Hana apa kabar?ka safy kangen"sapa safy sambil mendekat kearahnya memeluk hana.


Membalas pelukannya dengan erat,zudan memberikan hadiah yang sudah di bungkus kertas kado tadi sebelum ke pesantren.


"Ma-------makasih"ucap Hana kata pertama yang mereka berdua dengar dari mulutnya.


"Sama-sama sekarang sudah bisa bilang makasih,kalau Hana sudah banyak kata yang di ucapkan ka Zidan akan memberikan hadiah lagi itu dari kaka sama ka safy"ucap Zidan.


"Dari ka Zidan semuanya Kaka cuma mengantarnya saja"timpal safy di tengah-tengah pembicaraan mereka berdua.


"Ti-------tidak ma--------masalah"masih kurang terbiasa mengucapkan kalimat-kalimat itu.


Masuk kedalam melaksanakan sholat dhuhur berjamaah di rumah setelah selesai baru bermain bersama di ruang keluarga.


"Hana engga boleh jahil, minta maaf kepada ka safy sekarang atau mainannya Kaka ambil lagi?"tegur Zidan mendekat kearah mereka sedang bermain dokter-dokteran.


"Ma---------maaf ka"ucap Hana sambil menundukkan kepalanya takut kepadanya


"Iya Hana engga masalah,Hana engga tidur siang? seumur kamu sekarang sedang tidur".

__ADS_1


"Bentar lagi mungkin,oh iya kalau kau mau istirahat di kamar tamu saja engga masalah".


Sedang di kamar masing-masing istirahat siang sambil bersantai.


Kalau sedang di kamar siang-siang jarang menggunakan baju cuma menggunakan tentop saja,Hana engga mau tidur kalau engga bersama Zidan jadi sudah berada di kamar mengganggunya.


"Hana tidur dulu bersama ka safy saja yah?".


(Engga mau, maunya sama Kaka saja).


"Nanti di cariin loh kalau engga kesana lagi"membujuk Hana supaya mau ke kamarnya bersama safyra.


Tak lama safy sudah berada di depan pintu kamar mencari Hana.


"Masuk aja engga di kunci"ucap Zidan menarik selimutnya ke atas sampai tertutup seluruh tubuhnya dan Hana mengganggunya.


Setelah masuk ada rasa canggung serta engga nyaman di kamar Zidan apalagi cuma ada Hana doang pasti ada dramanya.


"Hana ayo sama ka ada fyvaja tidurnya"pinta safy dengan tulus supaya mau ke arahnya.


Hana cuma menggeleng kan kepalanya.


"Biarkan saja kau istirahat nanti Zayn serta yang lain akan pulang"menenangkan pikiran safyra serta tersenyum sedikit.


Hampir keluar kamar Zidan lalu selimut yang di gunakannya di tarik dengan kencang alhasil tentoo yang di gunakan kelihatan.


Memutar badan kearah Hana melihat sekilas kearah Zidan lalu tersenyum mengalihkan pandangan ke arah lain.


"Hana! tidurlah sudah jam segini kalau engga mau tidur ya sudah Kaka mau tidur kau akan sendirian, tolong pintunya di tutup sekalian tuh ada suaranya burung beo sudah pulang".


Datang ke kamar Zidan menghampiri adik kecilnya serta memeluk dengan sangat erat.


"Hust adik mu loh itu"tegur sapa safyra kepadanya masih diam di sana.


"Mba tadi mas Zidan bicara apa pasti ngatain aku kan?dasar kulkas tujuh pintu engga pernah cari sampai sekarang"sekarang giliran Nayla yang meledek kaka laki-lakinya.


"Terserah kalian saja,bisa kan keluar dari kamar ku?aku mau istirahat makasih".


Hendak memejamkan matanya serta di tarik selimut oleh Nayla untung saja engga sampai bawah kalau saja........ pasti akan malu.


"Nay!tau salah mu di mana?mas Zidan jarang membentakmu sampai sekarang Jagan ulang lagi, sekarang pergi lah bersama safy maafkan mas kalau tadi menyakiti perasaan mu.Nay tunggu sebentar dengerin penjelasan mas zudab sebentar"ucap Zidan merasa sangat bersalah kepada Nayla.


Sore hari................


Yang lain sedang menyiapkan bahan-bahan untuk membuat basreng serta somay kering.


Zayn sudah ada di sana dari tadi bersama adik dan byla tak lama Zidan datang membantu memasak semuanya.


"Kau kenapa nay? cemberut aja dari tadi?"tanya byla penasaran dengan sikapnya sekarang engga berbicara satu kata pun.


"Mba kalau varian rasa seperti balado, jagung dan yang lain pasti tambah banyak yang beli seperti original daun jeruk"masukan safyra.


"Boleh tuh kemarin kan beli bumbunya kalau mau bantu juga boleh, sepertinya ada yang salah lebih muda aku deh dari mbanya"ucap byla masih sibuk memotong bakso satu persatu hingga selesai.


"Ku rasa seperti itu,aku panggil namamu byla saja yah?nay jangan ngalamun kalau sakit istirahat saja engga masalah"titih safyra kepadanya darivtadi siam saja engga fokus dengan pekerjaannya sekarang.


"Engga papa mba,maaf"kata itu yang bisa di ucapkan Nayla sekarang.


"Zayn lanjut sebentar nanti aku kesini lagi"menarik tanga Nayla mengikuti langkah kakinya masuk ke kamarnya.


Mengunci pintu kamarnya cuma ada mereka berdua di dalam situ engga ada yang ikut campur masalah mereka berdua.


"Nayla Alfatah maafkan mas Zidan tadi,kau tau kan?makanya tadi kau kebentak lagian disaba tadi ada safy engga ada hubungan apapun dengannya"ucap Zidan menjelaskan kepada Nayla dari hari ke hati.


"Iya nay tau,maaf kalau nay seperti tadi kapan dong di resmikan hubungan kalian jadi kalau aku drama engga perlu seperti itu lagi"memberikan kode sudah di di setujui hubungan mereka berdua.


Membalas pelukannya dengan erat.


......................


Seperti biasa sedang bersantai di ruang keluarga sambil nonton televisi bersama.


"Umma kalau Zidan sudah memiliki perempuan apa kah kalian memperbolehkan untuk menjadi menantu rumah ini?"memulai pembicaraan engga ada yang berbicara sama sekali jadi sepi engga seperti biasanya.


"Boleh dong kalau kau menyukainya kenalin kepada keluarga kalau memang serius Abi dan umma akan meminangnya untuk mu".


"Kaka serius?bukanya selalu menolaknya bantu saja masih mau mengejar cita-cita mu"sekarang giliran umma yang berbicara kepada anaknya sambil memeluk dengan erat"Umma engga menyangka kalau kau mau menikah yang penting kau sudah siap berjuang jawab kepada istrimu nantinya".


"Insyaallah siap umma,Zidan sudah mempunyai tabungan untuk keluarga kecil nanti cuma belum banyak baru 8 JT belum sempat Abi.Umma uang segitu kita-kita cukup untuk keluarga kecil ku?"tanya Zidan kepada umma Nadya minta pendapatnya.


"Cukup kalau kau tetap pekerjaan seperti Abi pasti akan bahagia siapa nama perempuan itu yang bisa melelehkan hati mu nak?".


"Mba safy dia yang mencairkan es batu tujuh pintu"timpal Nayla sambil senyum mengejek nya merasa senang.


"Betul yang di katakan nay entah kenapa Zidan penasaran serta menginginkan untuk menjadi istri dan ibu dari anak-anakku nanti".


"Masyaallah anak umma dan Abi sudah mau menikah engga kerasa,hilangkan sikap cuekmu tapi jarang juga yang mau dekat-dekat dengan orang seperti Muhammad Zidan Alfatah dulu Abi juga seperti mu cuma umma doang hingga sekarang"ucap Abi Fatah kepada anaknya.


"Bener kah?tapi sekarang kan sudah mempunyai anak tiga sudah dewasa serta remaja juga"celetuk umma Nadya merasa tersinggung dengan ucapan suaminya tadi.


"Jangan ngambek dong,maaf umma Nadya Alfatah"membujuk umma Nadya dengan romantis tetap engga mereda ngambeknya.


'Cup'kecupan mendarat di bibirnya lalu di lihat anak-anaknya,mereka menutup mata masing-masing lalu melihat ke arah mereka.


"Abi ada anak-anak"ucap umma Nadya merasa malu dengan kejadian barusan.


"Tenang aja mara kita engga akan ternoda dengan kejadian tadi"titih Zayn kepada umma nadya serta Abi Fatah.


"Syukur lah maaf Abi kelewatan,jadi mau kapan nih kerumah orang tua safy?kalau Zidan sudah siap katakan saja atau cari tau ulang tahunnya nanti pas langsung lamaran sekalian iya kan umma engga usah nunggu lama-lama,cuma 4 bulan lagi kalain lulus sekolah kan?safy kelas tiga sama seperti mu Abi minta laporan keuangan bisnis kelompok kalian tiap minggunya"ucap Abi Fatah.


"Iya bi sedang di kerjakan tunggu beberapa hari lagi pasti akan di kirimkan".


Siang hari..............


Safy sedang menjualkan produk kelompok Zidan engga menyangka akan di gemari bemanyak orang harganya cuga bersahabat serta lezat engga akan menyesal beli ini.


"Alhamdulillah lari semua tidak ada sisa sama sekali"seru safy kembali ke cafe Bima menemui Zidan.


Setelah sampai sedang menunggu di resepsionis tak lama Zidan datang kesana.


Pintunya sengaja di buka sedikit oleh Zidan.


"Gimana laku semuanya?"tanya Zidan memberikan es coklat kepadanya.


"Alhamdulillah habis semua enga ada sisa ini uang penjualan dan ini untuk yang kemarin sudah pas makasih mas"dengan malu-malu.


"Iya sama-sama habiskan pasti lelah kan?mau tanya boleh?kau sekarang sedang dekat dengan siapa,ada orang yang mengejar-ngejar mu untuk menjadi mu kekasih?maaf jadi mbahas itu engga perlu di jawab pertanyaan ku barusan"meminum es coklat lalu berdiri hendak pergi dari resepsionis karena kurang percaya diri.


"Tunggu duduk lah akan aku jawab pertanyaan barusan engga ada orang yang dekat dengan ku,serta tidak ada yang mau menjadikan ku sebagai kekasihnya sudah kan?kebaka tanya seperti itu?"jawab safy sangat santai sambil menikmati es coklat.


Rasa es coklat juga berbeda tidak seperti biasanya,ada rasa cinta di dalam es coklat itu.


"Syukurlah tunggu saja kalau gitu aku keruangan dulu, satu lagi kalau ada sesuatu yang terjadi kepada mu hubungi aku saja".


Pergi keruangan sambil tersenyum bahagia mendengar kan jawaban dari safyra.


Lalu membaca laporan yang sudah berhari-hari tidak di lihat sana sekali lupa.


Sedang membuat laporan bulanan kepada umma bentar lagi selesai tinggal di cetak saja serta di verikan kepada beliau.

__ADS_1


Tok........ Tok.......... Tok.


Masuk kedalam membawa kan es coklat yang sama seperti Zidan membawa kan untuknya tadi,meminum sampai habis tanpa ada sisa sama sekali rasa yang sama sudah di berikan kepada Zidan.


"Makasih mau tanya satu lagi boleh?".


"Katakan saja aju akan mendengarkan serta menjawabnya yang aku bisa"celetuk safyra.


"Miladmu tanggal berapa bulan berapa?"merasa maku menanyakan hal seperti itu jeiada safyra karena baru pertama kali tanya seperti itu.


"Pertengahan bulan ini kenapa tanya seperti itu?ada yang aneh deh katakan saja mas akan aku akan menjadi pendengar yang baik".


"Engga ada makasih kalau mau ambil cemilan seperti tadi masih ada ambil saja ada umma".


"Mas Zidan menyembunyikan sesuatu kan dari ku?maaf mas kalau memang mas sudah engga mau menceritakan tidak masalah"merasa kecewa kepada mas Zidan.


"Beneran mendengar kan semuanya?safyra tunggu saja di miladmu nabru akan tau sendiri,ada kejutan sepesial dari ku aku mau pulang mau ikut?cuma memberikan laporan keuangan kepada umma engga kesini lagi".


Sedang berada di perjalan tak lama sudah sampai,jalan kedalam menemui umma Nadya memberikan laporan seta ada catetan jesil di dalamnya senagaja di buat oleh Zidan tadi.


'Pertengahan bukan ini'serekah membacanya meletakan di laci lalu duduk kembali.


"Safy sudah makan siang?makan dulu engga masalah bentar lagi Zayn,Nayla dan byla bentar lagi sampai sedang ada di perjalanan.


Tak lama akhirnya saya sampai masuk kedalam menemui umma Nadya.


Mencium tangannya lalu duduk istirahat sejenak melepas lelah sambil berbincang-bincang bersama di ruangan itu.


"Mas laporannya sudah jadi?"tanya Zayn kepadanya sambil memejamkan matanya.


"Tinggal sedikit lagi kalau kau mau selesai sendiri saja bentar aku ambil leptop dulu"jalan kekanar mengambil leptop nya lalu kesana lagi memberikan kepada Zayn.


Sedang memeriksa laporan Yanga kan di serahkan kepada Abi Fatah serta abi Usman.


"Membuat satu laporan atau dua?byl Habib Usman nitip pesan atau engga keiada mu?".


"Engga kenapa?kalau nitip pesan sudah aku sampaikan ke kalian, membuat satu aja dulu kalau kurang tinggal cetak lagi mba safy gimana tadi jualannya habis semuanya?"tanya byla kepadanya dari tadi diam mulu engga berbicara sama sekali.


"Alhamdulillah laku semua kalau besok membawa lebih boleh?"menanyakan kepada byla sebagai ketua kelompoknya.


"Silahkan mba kalau ada setok di ndalam engga masalah,nay kau punya obat maag? sepertinya kambuh deh tadi sarapan sedikit engga makan cemilan"ucap byla megangi perutnya yang sedang sakit sekali.


Setelah mengambilnya obat serta sudah di minum istirahat sejenak di sofa ruang keluarga yang lain juga sedang bersantai.


Zayn sedang mencetak laporannya lalu sedang duduk bersama yang lain.


Mejetakan di lagi yang sama seperti laporan keuangan cafe Bima.


"Gimana byl sedang mendingan?"tanya Zayn penasaran kondisinya sampai tadi ngangkat lemas tidak ada tentang lagi.


"Sudah mendingan engga papa"jawab byla santai kepadanya sambil duduk.


Kapan yah aku seperti mereka selaku di lihat menyenangkan'ucao safyra di dalam hatinya.


Langsung istirahat serta engga akan terjadi.


"Ayo makan dulu Abi tadi sudah umma bawakan bekal sekarang kalian makan yang banyak"pinta umma Nadya jalan duluan keruang makan.


Sedang akan siang bersama dengan ada yang berbeda dari makan siang bersama.


Setelah selesai byla sana safy sedang membantu umma membersihkan perlahan yang kotor tak lama sudah selesai.Duduk bersama yang lain di ruang keluarga seperti biasa ada yang bercanda dan ada yang diam saja lama kelamaan sudah berada di kamar.


Istirahat siang tidur engga kerasa sudah jam 4 sore lalu bangun dan melaksanakan sholat di kamar masing-masing.


Pakaian byla menang ada di sini cuma beberapa doang di titipkan kepada Nayla.


Safy baru datang ke kamar Nayla dengan malu-malu belum terbiasa.


"Mba safy mau mandi?pakai baju ku aja engga masalah,tapi kamar mandinya mau aku pakai untuk mandi kalau mau nungguin silahkan mba byla juga pernah tapi memilih numpang kamar mandi mas Zayn".


"Engga usah malu-malu mba,milih salah satu bajunya nay mba nanti engga kelamaan aku pilihkan saja yah?"ucap byla mengambil baju untuk mba safyra.


Menerima pakaiannya Nayla,di anterkan kekamar mas Zidan tak lama di perbolehkan masuk dan masih malu-malu.


"Iya ada apa byl?mau numpang mandi kan silahkan engga masalah bentar lagia ku keluar pakai saja,nanggung oh iya kalau bisa jangan kelamaan aku juga belum mandi".


"I----iya mas"ucap safyra dengan terbantah-bantah dalam mengucapkan kalimat kepada mas Zidan.


Menengok kerahnya ternyata bersama safyra engga sendirian.


"Maaf engga tau,pakai saja aku keluar jangan lama-lama aku juga mau mandi"pergi keluar menuju ruang keluarga.


"Byl aku sedang datang bulan engga membawa pembalut gimana ini?".


"Tunggu sini biar aku ambilkan mba"ucap byla pergi keluar tak alam kembali kamar mas Zidan memberikan kepadanya.


Safyra sedang mandi 15 menit kemudian belum keluar dari kamar mandi.


Zudan masih bermain bersama Hana di ruang keluarga sambil menunggu kamarnya.


"Hana sudah jam setengah lima Ka zudan kekamar dulu yah sebelum"ucap mas Zidan.


Pergi ke kamarnya engga ada sahutan dari dalam kamarnya jadi langsung masuk saja.


Mengetok pintu kamar mandi takutnya belum selesai ternyata belum selesai.


"Iya sebentar lagi selesai"ucap safyra dari dalam kamar mandi.


Tak lama sudah selesai lalu keluar berdiri di samping pintu kamar mandinya.


"Maaf lama kan? makasih sudah mengizinkan aku numpang kamar mandinya".


"Tidak masalah engga ada yang ketinggalan?kalau masih ada silahkan di ambil saja aku tunggu sementara itu aku mau nonton dramkor dulu"ucap Zidan menyetel televisi dramkor lalu duduk di tempat tidur.


Safy merasa tidak ada yang ketinggalan lalu pergi kekamar Nayla.


Zidan jalan kekamar mandi tak lama sudah selesai menakian pakaian sekalian.


Tak sengaja melihat b*a yang masih ada di kamar mandinya kaku tersenyum dan keluar.


Jalan ke kamar Nayla iseng saja.


"Khem...... ada yang merasa kehilangan barang?ada tuh di kamar ku cari saja sendiri".


Safy mengingat barang bawaannya tadi pas numpang ke kamar mandi mas Zidan.


"Beneran?susah aku bawa semuanya tadi"sempat mengelaknya masih belum percaya kepada ucapan mas Zidan.


"Ya sudah kalau engga percaya nay kau ambil saja Sanah sekarang!!"menekan perkataannya kepada sang adik yang sedang nonton dramkor romantis.


"Barang apa?tinggal di bawa kesini ngapain harus aku?"tolak Nayla engga mau mengambilnya dari kamar mas Zidan.


"Beneran engga mau?ini ada yang uang untuk mu kalau kau mau ambil dari kamar mas Zidan sekarang jangan sampai ada lagi yang ketinggalan!cuma satu batang untuk uang segini enga mau ya sudah engga masalah".


"Iya aku ambil ada di mana?kamar mandi doang kan?bentar uangnya dulu baru aku ambilkan"memberikan uang kepada Nayla.


Tak lama kembali sambil menyiramnya di saku bajunya meletakan di keranjang kotor.


"Sudah?makasih bay,lama-lama uang ku habis cuan untuk sat barang itu saja".

__ADS_1


__ADS_2