Aku Mencintaimu Karena Allah

Aku Mencintaimu Karena Allah
51.Nempel terus


__ADS_3

Sedangkan ada kerjaan di pesantren atau tepatnya program yang di buat Zayn dan teman-temannya sudah berjalan.


Sesekali Nayla pergi menemuinya bersama Husna dan yang lain,Zayn berusaha profesional dalam semua yang sedang di kerjakan sampai-sampai Husna lebih sering menyendiri,supaya dapat perhatian dari suaminya.Dan Zayn tau kalau istrinya membutuhkan waktu untuk berduaan bersamanya walaupun masih sekitar halaman pesantren.Yang di mana engga boleh berdua-duaan tanpa ikatan suami-istri,yang sudah tau mereka menikah pasti mengerti serta membantu untuk mengawasi supaya tidak ada yang melihatnya.


"Ka,Kaka sekarang jarang ada waktu untuk Una.Iya kan mas samar? katakan sesuatu kepadanya untuk lebih perhatian sama istrinya dari pada sama santriwati"melihat ke arah santri dan santriwati tersebut.


"Maaf Kaka cuma bisa mengajak Una ketempat yang sepi cuma samar dan Una doang yang tau tempat ini,kalau Una mau biar samar aja yang melanjutkan ini.Mar tolong laporkan semuanya"ucap Zayn mencium kening istrinya dengan kasih sayang.


"Pulang saja ka,biar aku yang mengawasi mereka.Siap ka,Kaka istirahat saja pasti melelahkan serta menguras energi kan?".


"Makasih mas,ayo ka pulang dan istirahat assalamualaikum mas"titih Husna jalan duluan serta menunggu di halaman depan asrama santriwati.


Tak lama setelah itu baru datang.Sudah ada putri duluan yang menghalangi jalannya dan menatap tajam kearahnya.


"Maaf ning saya ada urusan penting"Zayn masih berada di dekat samar.


"Tunggu tapi aku melihat Gus bersama Gus Samar bergi menyusul ning Husna kan?".


"Engga usah cari masalah atau kau yang akan tau akibat dari perbuatan mu sendiri"Samar tidak habis pikir lagi kepada satu orang ini.


"Kenapa ada masalah dengan ning?apa dia mengganggu aktivitas ning?apa dia juga mengganggu ning setiap saat?setiap waktu?"entah kenapa Zayn mengajukan pertanyaan seperti tadi.


"Tidak Gus cuma aku kurang sukai dengan ning Husna"putri menjawab pertanyaannya.


"Lalu di mana letak kurang sukanya ning kepadanya,katakan saja nanti di sampaikan kepadanya.Dan sudah saya katakan engga ada hubungan di antara kita jadi jangan harap apa pun yang nantinya membuat rasa yang pahit seperti saat,mar duluan sudah di tunggu dari tadi assalamualaikum hati-hati takut jadi fitnah"Zayn jalan menghampiri istri yang sedang merajuk lama menunggu kedatangannya sampai duduk melemas.


Kebetulan ada Nayla yang memapah sampai ke ruang keluarga dan mendapatkan uang 200 ribu dari mas Zayn.


"Maaf nunggu lama,mau tidur siang?jangan di sini tidurnya engga sopan.Perempuan tidur di kamar bukan di sini seperti nay aja malau untuk pindah ke kamarnya"Zayn bersiap untuk menggendong istri ke kamar seperti ala-ala Korea,meletakan di tempat tidur serta menarik selimut ke atas.


Di sini lain........................


Putri masih berusaha untuk mendekati Gus Zayn adik dari Gus Zidan yang sekarang sama-sama sudah menjadi pendakwah muda.Yang sukses menjadi perbincangan hangat dan belum tau tentang pernikahan putra kedua dari Abi Fatah dan umma Nadya.


Nayla datang ke kamar tidur di tengah-tengah mereka serta belum mendapatkan tauziah dari mas Zayn hari ini.


"Nay tidur di kamar mu sendiri,mas capek mau istirahat keluar lah sekarang dan nay tidur saja di kamar mu sendiri yah!".


"Engga lah mas saja tidak di sana tuker kamar yah mas"Nayla membujuk kakanya supaya mau tukaran kamar.


Memejamkan mata serta membuka mata nya kembali"Nay itu kamar mu jadi tidur lah di sana, terserah mas tidur di bawah saja pakai kasur lipat saja daripada berdebat engga ada habisnya"Zayn mengambil kasur lipat agak tebal di dalam lemari dan menaruh di dapan televisi serta langsung tidur nyenyak.


Setelah bangun tidur Nayla melihat mba Husna baru saja mandi, melihat ke arah suami tercinta tidur siang pulang dan keluar aura ketampanan yang melekat padanya.


Mengganggu tidur nyenyak sang suami.Zayn terbangun sambil terkejut sudah ada istri di depannua sambil melihat kearahnya,Zayn membuka mata dengan sempurna tersipu malu di lihatin segitunya.Sambil menutupi dengan kedua tangannya dan memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Adek!jangan gitu Kaka masih pusing biarkan Kaka istirahat sejenak"titih Zayn duduk di kursi lipat bersamanya.


"Khem.......... Lupa ada nay disini!".


"Maaf sini kemari nau"Zayn memanggil adiknya untuk ikut duduk bersama mereka.


Jalan mendekat duduk di sebelah kirinya,dan memeluk Zayn serta menempatkan tangan ke mba Husna.


"Mas engga bisa bernafas lepaskan"pinta Zayn kepada mereka berdua.


Setelah itu pindah rebana di tempat tidur,Nayla tiduran di samping mas Zayn,di sampingnya sang istri tercinta.


"Una setop hentikan"Zayn berusaha menghindar dari sang istri, memalingkan wajahnya ke arah Nayla dan memeluknya.


"Ka,Una engga di peluk juga?"tegur Husna


Memeluk Husna serta menutup mulut dengan tangannya,Husna sering kali mencium di bibir berkali-kali sampai Husna lelah baru berhenti.

__ADS_1


"Una engga akan mencium sekarang,kan kaka sedang puasa kalau melakukannya gugur pahala Kaka"husma cuma memeluk sampai beberapa saat.


Setelah itu Zayn pergi ke kamar mandi membawa pakaiannya sekalian,20 menit kemudian keluar juga memakai celana sarung dan baju Koko.Sudah ada bocil-bocil di sana.


Jalan mendekat kearahnya asal loncat ke tempat tidur,lalu tak sengaja mengenai perut sang adik sambil mengusap dan menghilangkan rasa sakitnya.


"Sudah hilang rasa sakitnya?maaf engga sengaja nay"Zayn melepaskan tangannya.


Dan Nayla sudah memaafkan kalanya.Husna mememeluk suami yang sedang rebahan di samping adik iparnya,jadi penghalang antara pasangan kekasih itu sampai-sampai Husna pindah ke tengah menggeser adik iparnya.


"Iya nay tau,nay pergi dulu papay nikmati siang ini untuk istirahat"Nayla pergi dari kamar kakanya dan menuju ke kamar.


Nayla menggunakan teman dekat untuk tidur bersamanya.Sekarang mereka sedang berada di kamarnya sedang tidur siang sambil menunggu waktu buka bersama.


Setelah waktu buka puasa sudat tiba, mereka sedang makan bersama lama kelamaan sampai habis tanpa sisa sama sekali.


Husna menarik tangan suaminya ke kamar yang lain melihat ke arahnya, setelah sampai husna melakukan yang pertama di lihat saat nonton dramkor waktu itu.Zayn membalas setiap kiss tersebut lama kelamaan kiss tersebut sudah memanas seperti bara api.


"Dek maaf,Kaka engga bisa melanjutkan kiss ini dan Kaka tau kalau adek sudah hilang masa indah sidah beberapa hari yang lalu".


"Masa indah?oh maksudnya sudah lewat datang bulan adek?"ucap Husna.


"Iya kalau melakukan juga belum bisa seperti mba safy,adek mau? melakukannya bersama Kaka?"melihat ke arah istrinya.


"Engga deh ka pasti sakit kan!"Husna takut untuk melakukannya bersama sang suami.


"Oke Kaka engga akan melakukannya sebelum adek siap,lagian masih bisa fokus ke sekolah belajar bersama yuh dek"ajak Zayn kepada sang istri.Mengekuarkan buku pelajaran yang enggak ada tugas sama sekali.


Sedang belajar bersama dengan suka riang sambil bercanda satu sama lainya.


Keduanya saling bahagia sampai-sampai Husna ketiduran saat belajar.Zayn menggendong ketempat tidur dan tidur di samping sambil berpelukan.


...----------------...


"Pagi-pagi gini sudah nakal"melihat ke arah istri tercinta yang berada di bawahnya.


"Maaf ka,jangan hukum adek yang aneh-aneh adek takut kalau Kaka melakukannya".


"Kaka engga akan menghukum mu bersiap untuk turun,kaka mau ke kamar mandi sebentar kau duluan saja""Zayn pergi ke kamar mandi sedangkan Husna membuka ponselnya melihat isi ponselnya.


Tak lama sudah keluar,Husna tapi lebih saat keluar masih fokus pada ponselnya.


"Ka ini siapa?"Husna memperlihatkan sebuah foto kepadanya yang tadi seperti di cari.


"Yang mana,Kaka engga pernah menyimpan sesuatu yang nantinya adek akan marah".


Mendekat melihat foto yang sempat di ambil di sosmed dan di simpan di galeri.


"Astaghfirullah halazim hapus dek foto tersebut,atau tukeran ponsel ini masih lumayan bagus tapi Kaka engga akan mengambil ponsel yang sedang di pegang".


"Kenapa?ini kan cantik, bodynya manteb dan bajunya keren"Husna menggodanya.


Zayn memperbanyak berzikir"dek dengerin Kaka,Kaka engga seperti orang lain mana ponselmu mau tak pinjam sampai foto tersebut di hapus"Zayn mengancamnya mengambil ponselnya.


Aduk kalau tukeran ponsel bisa panjang urusannya dengan suami nanti'batin Husna.


Ponsel Husna di bawa bersamanya,Zayn pergi ke asrama menemui samar di sana.


Sambil melihat kontak yang di miliki Husna di ponsel yang ada di tangannya,


"Ka ponselnya baru lagi?"celetuk Samar.


"Ponsel ini? punya Una tak pinjam kalau perlu engga akan aku kembalikan".

__ADS_1


"Kenapa,ada masalah yah? selesaikan baik-baik"Samar memberikan saran kepadanya dan melihat ke arah ka Zayn.


"Engga ada, cuma salah paham doang oh iya karena sekarang Kaka pakai ponsel ini mana nomor mu tak simpan di sini"meraih ponsel Samar menulis dijit nomor ponselnya.


Setelah selesai baru di kembangkan, sedang Husna masih memikirkan sesuatu untuk mengambil ponsel kembali.


Masih di sisi yang sama,Zayn menghubungi nomor teleponnya dan menunggu di angkat oleh Husna.


Setelah di angkat sama Husna merasa bersalah kepadanya.


[Assalamualaikum dek,ponsel adek sementara di pegang Kaka sedangkan ponsel Kaka di pegang adek].


[Wangalaikumusalam ka,oke tapi jangan liat galery banyak foto-foto penting di situ].


[Iya dek,kalau gitu Kaka mau melanjutkan mantau dulu nanti menemui adek kalau sudah selesai]ucap Zayn kepadanya.


Telepon pun sudah berakhir.Zayn kembali lebih cepat untuk melakukan istri tercinta yang berada di kamarnya.


Setelah masuk ke dalam kamar mereka berdua sedang bersantai,Zayn melihat ke arah ponsel yang sedang di pegang membuka galery.Melihat foto-foto di dalamnya banyak banget foto Husna saat tidak memakai hijab.


"Cantik banget istri ku"Zayn memuji istrinya.


"Liat apa?jangan bilang liat foto ku kan?".


Mendekat ke arahnya merebut ponsel dari tangan suami,Zayn engga mau memberikan ponsel tersebut kepada istrinya sampai selesai ngeliat isi galery ponsel tersebut.


"Ka jangan liat yang terakhir yah!una suka foto pakai baju ketat jadi malu".


"Beneran?jadi penasaran"Zayn menggeser layar ponsel melihat satu persatu.


Ternyata benar ada beberapa foto Husna dan terlihat sangat cantik.


"Masyaallah dek! foto ini sudah berapa tahun yang lalu masih ada,kalau di hapus boleh? takutnya kalau ponsel ini hilang dan ada orang lain yang menemukan pasti akan di salah gunakan"titih Zayn.


"Baik lah,Una minta maaf kepada Kaka masih menyimpan foto itu.Hapus saja ka engga masih masih banyak foto Una yang lebih baik dari itu"celetuk Husna.


Zayn menghapus foto tersebut, dan segera menyelesaikan pekerjaan yang harus segera dilakukan.Husna mendekat mengganggu suami yang sedang bekerja membereskan dokumen yang sedang dikerjakan.


"Dek duduk saja di sofa".


Husna meraih tangan suami dan duduk di pangkuannya,sambil menggoda Zayn yang sedang fokus pada laptopnya saat ini.


Dengan lihay tangan Husna membuka kunci baju satu persatu hingga kini sudah terlepas semuanya.zayn melihat ke arah sang istri serta menutupi dengan tangan satu dan agak sulit untuk menyelesaikan pekerjaannya.


"Dek kenapa,adek seperti ini?"tanya Zayn.


"Karena mau melakukan kenakalan lagi"Husna sangat menggoda suami yang sedang menjalankan puasa Ramadhan.


"Dek sayangku,Kaka masih puasa jadi plis enak usah melakukan apapun yah.Kalau seperti ini engga masalah tapi Kaka mohon kepada adek jangan macam-macam".


"Oke"Husna menggerak-gerakkan tangan menyentuh seluruh tubuh suaminya.


Sampai Zayn selesai mengerjakan dokumen yang akan di serahkan ke mas Zidan.


"Dek pindah ke tempat tidur,Kaka sudah selesai mau di gendong?".


Menggendong Husna sampai ke tangan tidur menunjukkan di sana, tangan Husna engga mau melepaskan pelukannya dari suaminya.


"Una mau tidur ka"Husna sudah tidur nyenyak di pelukannya.


"Adek beru gitu aja sudah tertidur pulas".


Zayn melepaskan tangan lalu hendak pergi dari samping sang istri.Tangan Zayn di pegang sangat erat dan ketarrik serta terjatuh di pelukan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2