
Sudah satu minggu penerimaan santri baru sesekali Zidan membantu persiapan 'Kemah bersama' lalu setelah selesai baru kembali ke ndakem menemui sang istri.
Sebelum sampai di depan pintu sudah di panggil untuk menemui dewan pembina.
"Makasih nanti nyusul kesana"ucap Zidan.
"Secepatnya mas sudah di tunggu kalau gitu saya duluan assalamualaikum"santriwati pun pergi kembali ke asrama.
Zidan jalan ke ruang keluarga menemuinya memeluk dari belakang serta mencium keningnya melepas lelahnya.
"Ay kenapa?mau es coklat?"menawarkan minuman untuk sang suaminya.
"Engga usah nanti saja ay sudah di tunggu assalamualaikum"ucap Zidan mengulur kan tangan lalu safy mencium tangannya.
Lalu pergi menemui dewan pembina (Zayn) mendekat kearahnya.
"Ngapain manggil aku?bisa mengurus sendiri kan,tadi engga sempat minum es coklat gara kau"ucap Zidan menyalahkan sang adik.
"Maaf mas kau akan menjadi wakil dewan pembina perintah dari Abi".
"Engga mau Abi mana?aku mau bicara nanti akan panjang urusannya dengan safy"menolak menjadi wakil dewan pembina.
Abi datang nyamperin anak-anaknya yang sedang mempersiapkan semuanya.
"Maaf bi Zidan engga bisa menjadi wakil dewan pembina menemani Zayn yang lain saja,bisa kan bi?lagian tadi engga bilang kalau mau mendampingi Zayn".
"Engga bisa sudah mepet susah mencari orang yang menggantikan mu nanti Abi yang akan menjelaskan kepada safy"ucap Abi Fatah untuk menyakinkan putranya.
"Makasih bi,Zayn sudah di umumkan apa saja yang harus di bawa? sekertaris pembimbing siapa?"tanya Zidan kepada sang adik tercinta.
"Sekertaris byla kalau engga salah yang mendampingi byla aku kurang tau".
"Baiklah"jalan kembali ke ndalem menemui istrinya tercinta dan tersayang.
Di sana Zidan sedang bermanja-manja dengan sang istri engga mau di tinggal kemanapun harus bersamanya.
Umma Nadya datang bersama Hana melihat pasangan yang sedang di mabuk cinta.
"Khem!inggat dong ada orang lain juga hargai orang sekitar juga"pinta umma Nadya.
Melepaskan pelukannya lalu menyadari kalau dirinya salah serta kelakuannya.
"Umma nanti pas acara kemah ikut juga kan? kalau ikut safy juga ikut kan?".
"Tentu ikut tinggal beberapa hari lagi jaga kesehatan nanti kau tidak bisa vit apa lagi banyak kegiatan juga nantinya"pinta umma.
"Iya umma safy sudah menyiapkan vitamin untuk mas Zidan sebelum berangkat berkemah dan setelah pulang berkemah".
"Ay engga marah kan?ay susah menolong dan meminta di ganti kan dengan yang lain tapi engga bisa karena waktu juga terbatas".
Memeluknya serta menenangkan kalau dirinya engga marah sama sekali.
"Engga dong kenapa harus marah,ay minta satu serta harus di penuhi engga boleh menolaknya"safy menjelaskan bahwa suaminya engga boleh sampai menolaknya.
"Tentu katakan"pinta Zidan kepada istrinya.
"Tidak boleh dekat-dekat dengan santriwati seperlunya saja,kalau di panggil ay engga boleh sampai datang terlambat kecuali ada kegiatan mendesak bersama pembina,dan yang terakhir mau tidur bersama satu tenda".
"Yang ketiga engga yakin nanti tanya Abi dulu sama habib Fatah beliau yang mengatur semuanya"ucap Zidan memeluk sang istri lalu melepaskan pelukannya.
Abi serta habib Usman datang ke ruang keluarga sambil membahas kelanjutan persiapan berkemah dengan Zayn dan Zidan.
"Bi kalau safy datu tenda dengan aku boleh atau engga?"tanya Zidan dengan sangat ragu.
"Boleh tapi terbisah dengan yang lain nanti ada tempatnya sendiri di sebelah tenda Abi".
"Beneran bi? boleh makasih"ucap safy kegirangan engga percaya bisa satu tenda.
"Khem!nanti aku sama siapa dong".
"Sama nay saja mas"tiba-tiba datang jalan menghampiri yang lain di ruang keluarga.
"Iya sama nay aja kan kalian Kaka beradik"ledek Zidan kepada sang adiknya.
"Bisa satu tenda tapi engga bisa kau sama yang lain saja,sama Aldo mau?dia sekertaris Yaang akan membantu byla nantinya satu lagi Nayla sama jaja saja akan menyusul kesama nanti dengan bodyguardnya"ucap habib Usman mencarikan solusi yang terbaik.
"Oke mau setuju"timpal Nayla dengan senang hati akan satu tenda dengan nya.
...----------------...
Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba.semua orang sedang mempersiapkan barang bawaannya lalu di letakan di mobil khusus yang sudah di sediakan dari pesantren.Semua santri dan santriwati akan di bawa kesana menggunakan truk santri sendiri dan santriwati sendiri.
"Bi kita naik mobil Abi saja"pinta Nayla.
"Memang satu mobil"sambung Zidan baru datang menghampirinya.
Susah masuk ke mobil Abi Fatah serta jalan melaju ke perkemahan di susul oleh oleh mobil habib Usman serta mobilnya arkara.
Tak lama sudah sampai di perkemahan lalu jalan ke beskem masing-masing yang sudah di siapkan penyelenggaraan.
Zidan sedang membuat tenda di bantu Abi Fatah setelah selesai baru membangun tenda Abi Fatah tak lama akhirnya selesai.
"Ay masuk saja istirahat nanti aku nyusul mau memantau yang lain assalamualaikum".
Setelah mencium tangan sang suami lalu masuk kedalam di temani Hana disana.
__ADS_1
Bertemu dengan Arkara Dewantara sedang membantu mendirikan tenda santriwati.
"Mau aku bantu?"ucap Zidan menawarkan diri untuk ikut membantu arkara Dewantara.
Tak lama akhirnya selesai lalu jalan lagi mengelilingi tempat perkemahan bersama.
"Kau Zidan kan?aku arka senang bertemu dengan mu"ucap arka mengulurkan tangan.
Menjabat tangannya"Iya aku Zidan senang bertemu dengan mu juga"ucap Zidan berjalan duluan"kau yang membantu safy kan?kalau boleh tau hutang ayahnya tinggal berapa bilang saja ke aku".
"8 juta tadinyasekarang,9 juta sudah berkurang setiap ada uang pasti membayar hutang ayahnya"ucap arka dengan santai.
"8 juta,oke makasih aku duluan mau ke tenda assalamualaikum"mengulangi ucapan arka sendirian masuk ke tendanya.
Melihat Hana datang ke tenda sedang bermain bersama safy terasa ke ibuan.
"Ay istirahat nanti akan ada acara mau itu atau di sini saja?akan menyenangkan pastinya".
"Engga mau kalau kau akan bersama santri baru itu"menolak dengan lembut.
"Ay engga gitu juga,cuma ngawasin engga ikut bersama santriwati itu sudah ada tugasnya sendiri-sendiri".
Zayn datang ke tendanya lalu memanggilnya keluar untuk melanjutkan kan kegiatan saat ini serta kegiatan selanjutnya.
"Bentar duluan saja nanti aku nyusul".
Masuk kedalam menemui istrinya melaksanakan tugas sebagai dewan pembina santri dan santriwati.
"Ay tanya sekali lagi mau ikut atau di sini saja?sudah di tunggu Zayn mau di resmikan kemah bersama,ay engga mau mungkin meninggalkan sendirian di sini besama Hana"mencemaskan keadaannya sekarang.
"Iya ikut ayo"ucap safy menggendong Hana.
Jalan duluan menghampiri Nayla bersama temannya serta sedikit jahil.
"Dor"ucap safy kepada mereka berdua.
Lalu terkejut serta terlantah-lantah membuat safy tertawa juga.
Zidan melihat itu langsung menarik serta menatap tajam kearah istrinya.
"Maaf engga sengaja"lalu pergi menghampiri Nayla dan temanya itu.
"Mba safy!engga gitu juga serta engga lucu"tegur Nayla dengan tidak suka dengan bercandanya tadi.
"Maaf nay,maaf enga sengaja Azalia kan?ikut juga bersama mas arka?"tanya safy.
Zidan jalan menghampiri kearah mereka berdua,acara membuka sedang berlangsung.
"Khem........ Dengerin kalau ada orang yang sedang berbicara atau pelankan suara kalian"tegur Zidan menatap tajam kearah safy.
"Iya mba,Kaka sedang bersama dewan pembina bukanya masnya juga ikut? kenapa engga bergabung dengan yang lain?".
"Bukan urusan mu"ucap Zidan seperti biasanya cuek serta dingin yang akan berlangsung nanti.
"Zayn acara selanjutnya apa?menjari jejak atau estafet air?"tanya singkat Zidan.
"Byl minta catetan yang kemarin".
Memberikan buku catetan yang pernah di diskusikan waktu itu.
"Estafet air dulu yang sudah di
persiapkan anggota yang lain"ucap Zayn.
"Oke,kita cuma memantau serta membantu kan?sepertinya kita seumur deh kau tahun kemarin kan?"ucap Zidan kepada arkara.
"Iya"jawab singkat arkara sangat cuek.
Estafet air sedang berlangsung di lalu dewan pembina serta semua anggota juga ikut basah-basahan bersama.
Zidan kembali ke tenda lalu mengambil pakaian serta mengganti di tenda sekalian.
Tak lama selesai juga safy masuk kedalam mengambil pakaian basah sang suami meletakan pada tempatnya.
"Lain kali kalau mengganti pakaian langsung di letakan pada tempatnya"tegur safy.
"Iya maaf,habis dari mana ay?laper cemilannya ada di mana?"ucap Zidan.
Mengambilkan cemilan lalu di berikan kepada suami,arkara datang ke beskem (tenda) Zidan serta membawa beberapa cemilan untuk safy ada perasaan kepadanya.
"Fy kau ada di dalam?bisa keluar sebentar?".
Mendekat ke arahnya lalu Zidan merasa terganggu dengan kedatangan arkara kesana.
Memberikan paper bag berisi cemilan safy merasa tidak nyaman takut menyakiti perasaan arkara yang pernah membantunya.
"Maaf mas engga bisa menerima ini aku sudah ada cemilan"tolak sady dengan sopan.
"Ambil lah ibi untuk mu dari Jaja bukan dari ku"elak arkara membohongi safy.
Zidan mendekat kearah mereka lalu terkejut melihat ada di dalam tenda yang sama.
"Apa? makasih sudah mau memberikan cemilan kita juga punya di dalam"ucap Zidan.
"Kau ada di sini?ini kan veskem untuk yang sudah menikah, jangan-jangan kalian sudah menikah kapan?"tanya arkara engga percaya.
__ADS_1
Zidan memperlihatkan cicin pernikahan dengan safy yang di pakai di lehernya.
"Hampir beberapa hari yang lalu setelah kejadian safy kerumah mu dengan kondisi kurang baik,kalau memang kau suka sama safy akan berhadapan dengan ku kita sudah menikah secara agama dan negara".
"Maaf aku engga tau,kalian sudah ada persediaan cemilan kan?engga mau ini juga aku perdu dari beskem kalian"ucao arkara pergi kembali ke beskemnya.
Masuk kedalam di perhatikan oleh Zayn yang dari tadi sibuk sekarang melihat kearahnya.
"Kenapa ka?engga jadi memberikan cemilan keorang yang spesial?"tanya Zayn penasaran.
"Engga jadi makan saja kalau mau,kau engga mengatakan kalau Zidan sudah menikah dengan safy kenapa! Muhammad Zayn Alfatah katakan?"memulai marah melupakan emosi kepada adiknya Zidan.
"Engga di publikasikan jadi buat apa Kaka tau?Kaka suka sama mba ada safy?".
"Iya kalau kau menceritakan aku engga sekecewa ini sudah lah aku mau istirahat".
Memejamkan matanya sambil berusaha tidur melupakan semuanya.
Di sisi lain.
Zidan sedang diam engga bicara sama sekali laku sampai istrinya pusing mau bagaimana lagi serta engga ada umma di beskem itu.
"Ay kenapa jangan marah dong"memeluk suaminya dengan erat serta menenangkan pikiran serta merendah emosinya.
"Lepas kan tangan ay aku amu sendiri".
Tidak menbales pelukannya safy merasa bersalah dengan sang suami.
"Ay minta maaf kalau ada salah iya aku tau ka arka memang baik sama seperti mu jarang berbicara banyak tapi satu perbedaan kalian,ay selalu bisa mengabulkan serta memberikan cinta dan kasih sayang begitu banyak sedangkan ka raka cuma teman".
"Sudah lah hentikan aku mau menenangkan diri dulu di beskem Abi nanti kalau mereda aku kesini"Icao Zidan hendak pergi dari situ.
Safy menekuk dari belakang engga memperbolehkan pergi dari situ lalu tak lama amarahnya mereda memeluk balik sang istri.
"Maaf ay aku kelewat marahnya sekarang kalau ada apa-apa cerita saja nanti aku akan membantu jdi engga salah paham lagi".
"Iya maaf"mencium tangan suami berkali kali.
Duduk sedang bermesraan serta jahil satu sama lainnya dan tertawa bersama.
......................
Cuaca yang indah di pagi hari serta sedang menyiapkan makan pagi bersama di depan beskem masing-masing.
Arkara datang lagi ke beskem Zidan mau menyelesaikan masalah yang kemarin.
"Maaf aku sudah menaru perasaan kepada safy serta sudah merelakan untuk mu jaga dan jangan pernah kecewa ku,maukah jadi temen ku?tenang engga aku kasih racun makan kah"ucap arka memberikan dua porsi makanan kepada mereka berdua.
"Engga usah repot-repot,bebter lagi juga matang masakannya.Ka kenapa engga nyari yang lain saja? banyak orang yang mau sana Kaka di luar sana"ucap Zidan.
Membantu istrinya memasak lalu makan bersama di depan beskem Zidan.
Tak lama sudah selesai makan serta mempersiapkan kegiatan hati ini yaitu menjari jejak yang sudah di letakan di mana saja tinggal ambil dan mengumpulkan.
"Minta tolong bisa?panggilkan mas Zidan untuk kesini makasih"ucap safy kepada petugas PMR yang berjaga di sekitar beskem.
"Bentar mba akan saya panggilkan"jawab petugas PMR lalu pergi memanggil Zidan.
Zidan engga mendengar kan kalau ada orang yang memanggil dari tadi mendekat kepada- nya lalu menyampaikan pesan dari safy.
"Mas di panggil mba safy di tunggu di beskem permisi"ucap petugas PMR itu.
Lalu jalan mendekat ke beskemnya masuk kedalam safy sengaja melepas nikhobnya.
"Ay pakai nikhobnya!"tegas Zidan kepadanya.
"Kalau tak mau"meledek sang suami lalu engga bisa berbuat apa pun selain mencium bibirnya langsung.
Seketika ada aliran listrik yang menyambarnya setelah itu melepas ciuman pertama kepada suami tercinta.
"Kalau melakukan sesuatu yang akan membuat ay marah akan terima hukuman mulai sekarang"ucap Zidan dengan sedikit membuat sang istri terkejut.
"Kenapa harus gitu? kalau mau ay yang berbuat salah gimana?"tanya safy penasaran.
"Sama terserah hukum yang akan ay berikan kepada suaminya ketika berbuat salah".
"Beneran apa saja?"tanya safy kepadanya.
Zidan menganggukkan sedikit kepalanya yang artinya 'iya'.
Tak lama mencari jejak susah selesai tinggal menghitung beberapa bendera yang sudah di kumpulkan setiap kelompok masing-masing.
Dewan pembina serta anggotanya menghitung berapa yang di dapat kan setiap kelompok masing-masing.
Lalu mengungkapkan pemenangnya 'semua santri dan santriwati pemenangnya'tidak ada yang kalah serta menang dalam mencari jejak kalian hebat pertahankan serta perkembangan prestasi kedepannya.
"Ini malam terakhir kita kalian harus melepaskan kesedihan,amarah serta kekecewaan.Kalian engga usah khawatir api unggun pasti ada bersiap lah untuk malam nanti sekian dari saya assalamualaikum".
'"Wangalaikumusalam"jawab kompak semuanya serta bertepuk tangan.
Zayn jalan ke tendanya istirahat sejenak melepaskan rasa lelahnya.
Lama kelamaan ketiduran serta sudah kebawa ke alam mimpi.
Arkara juga berada di sebelahnya ketiduran engga kerasa sudah berada di alam mimpi.
__ADS_1