Aku Mencintaimu Karena Allah

Aku Mencintaimu Karena Allah
3


__ADS_3

nada, bunda dan melody menuju salah satu butik muslimah langganan keluarga. 2 minggu sebelumnya melody sudah melakukan fitting gaun pengantin yang akan ia kenakan 1 bulan kedepan lagi. sementara nada asyik menyetir tiba tiba saja ponselnya berbunyi. "nanti aja ya de angkatnya bahaya. nanti kamu telpon balik orangnya" pinta bunda saat tahu nada gelisah melirik tasnya seolah penasaran siapa yang menelpon. "iya bund" nada membalas lembut dan melanjutkan lagi menyetirnya.


mas rayhan: assalamualaikum nada, aku minta tolong boleh?


me: waalaikumussalam, boleh mas insyaa allah kalo nada sanggup ya. kenapa? maaf tadi nada lagi nyetir mobil jadi ga bisa angkat telepon mas rayhan.


mas rayhan: aku mau pilih jas pengantin, tapi aku bingung. boleh minta pendapat kamu untuk pilih?


deeeeeeeggggg ada rasa menyambar di hati nada. entah harus menjawab iya atau tidak atas permintaan rayhan itu. kenapa laki laki itu masih selalu mengganggu pikirannya. nada bingung harus bersikap apa. setelah acra lamaran melody nada sudah tidak oernah menghubungi rayhan. walau sesekli rayhan masih selalu menanyakan keadaannya. lama nada tertegun sampai ia lupa ada laki laki disana yang menunggu jawaban chatnya.

__ADS_1


mas rayhan: nada you different. maaf mengganggu waktunya


me: eehh iya mas maaf nada lagi temenin ka melody sama bunda ambil gaun pengantin. kalo nada boleh kasih pendapat, mas rayhan bagus pake jas apa aja🙂


nada galau. nada tak mau berada di posisi sulit ini.


"makasih yaaa la. emang dabest dah usaha lu." nada menyeringai memukul lengan lala sahabatnya yang ia mintai bantuan untuk mendekor aula yang akan digunakan kakanya menikah esok hari. lala sahabat nada dari SMA, memiliki usaha wedding organizer yang sudah ia rintis sejak 4 tahun. bermodalkan warisan dari mendiang ayahnya lala nekat membuka usaha demi bisa mencukupi kebutuhan ibu dan adik adiknya. alhamdulillah klien nya sudah banyak dan hampir setiap minggu ia menangani pernikahan besar yang dipercayakan kepada wo nya. "giliran lu kapan nih gw dekorinnya? masih mau gw cariin ga calonnya?" nada melotot ke arah lala. harusnya lala tahu 4 bulan lalu lala mengenalkan cowo yang katanya baik tapi ternyata malah berniat poligami demi mengikuti sunnah rasul. belum lagi 1 tahun yang lalu sepupunya lala, rangga berniat taaruf dengan nada tapi ternyata dia sudah punya pacar di kota lain yang menunggunya untuk dinikahi. "ga beres deh kalo lu yang cariin. yang ada gw patah hati terus nanti." lala tertawa mendengar pernyataan sahabatnya itu. rasanya tak sanggup nada memikirkan jodoh untuk saat ini. ia masih ingin melanjutkan cita citanya kuliah di Kanada.


"assalamualaikum" nada menjengit dan menoleh sumber suara. "waalaikumussalam" jawab nada dan lala bersamaan. nada terkejut mendapati rayhan berdiri di belakangnya yang entah sejak kapan berada disana. "kamu kesini??" tanya nada gugup "tadi lagi lewat trus mampir aja mau liat gimana tempat untuk besok aku nikah" jawab rayhan yang membuat nada tersadar besok laki laki yang ada dihadapannya ini akan menikah dengan kakanya sendiri. laki laki yang sudah ia bayangkan kehadirannya, yaaaa nada harus tahu diri bahwa ia tak seharusnya menaruh perasaan lebih kepada rayhan karena sebentar lagi ia akan menjadi kaka iparnya.

__ADS_1


"hhmmm warna pink pastel???" rayhan mengamati gedung dengan seksama sambil memperhatikan detail warna yang memang di penuhi dengan warna pastel. "eehh iya kamu ga suka yaaa?" nada menatap mata rayhan lekat. "anythink. aku selalu suka pilihan kamu.". rayhan mengulur senyum penuh arti sementara ada lala diantara mereka yang sedang memperhatikan bagaimana sikap sahabatnua begitu bahagia ketika menatap wajah rayhan. nada dan rayhan berkeliling gedung resepsi untuk melihat sudah sejauh mana dekorasi yang terpasang untuk acara penting rayhan dan melody. "ternyata harapanku tak sesuai dengan kenyataan" kata rayhan tersenyum getir. "maksud kamu?" ada rasa kecewa terpancar di wajah rayhan. "ternyata jodohku tak sesuai dengan keinginanku. semoga kamu mendapat jodoh yang baik" rayhan mengusap lembut kepala nada yang tertutup jilbab. rayhan meninggalkan nada dengan tatapan heran. nada masih memperhatikan punggung laki laki itu yang semakin menjauh "aku pake jas pilihan mu kemarin assalamualaikum" rayhan tersenyum dan melambaikan tangan sambil menaiki motornya yang terparkir di depan gedung itu. "waalaikumussalam"


nada masih tak percaya dengan apa yang ia dengar tadi. mengapa rayhan harus mempedulikan pilihannya yang sebenernya ia hanya tunjuk asal asalan saja agar percakapan mereka segera berakhir di chat tempo hari. hati nada semakin tersiksa kenapa dia harus merasakan rasa yang tak seharusnya ada di antara dia dan rayhan. kenapa rasanya nyaman sekali berada di dekat laki laki yang akan menjadi suami kakanya itu. Ya allah berat sekali ini, batin nada


"saya terima nikah dan kawinnya melody indah andriawan dengn mas kawin tersebut tunai" dengan sekali nafas rayhan mengucapkan ijab kabul yang di sambut gemuruh ucapan hamdallah dari para tamu undangan yang hadir menyaksikan acara akad nikah itu. lantunan doa terdengar khusyuk mengiringi persatuan dua manusia yang telah Allah jodohkan dalam ikatan suci pernikahan. rayhan memegang pucuk kepala melody sambil mendoakan perempuan yang sudah sah menjadi istrinya itu. melody mencium tangan rayhan takzim yang dilanjutkan cium kening dari laki laki yang telah sah menjadi imamnya.


dari sudut gedung ada perempuan yang menangis haru menyaksikan ikatan suci yang telah Allah satukan. dalam hatinya mencoba untuk membuang rasa yang tak pantas menjalar dalam dirinya selama ini kepada laki laki yang kini berstatus kaka iparnya itu.


acara hari itu begitu khidmat. hanya keluarga dan sahabat dekat yang hadir demi lancarnya acara sakral itu. permintaan rayhan juga yang tak ingin mengundang banyak tamu karena memang tak ingin membuat pesta yang terlihat sia sia.

__ADS_1


__ADS_2