
Sedang menikmati pemandangan yang indah di pagi hari sekitar rumah.
Sudah satu hari yang lalu keluargaku berada di Yogyakarta menikmati hari libur panjang tepatnya liburan sekolah.
Kali ini safy sangat dekat bahkan menghabiskan waktu bersama dengan adik ipar terutama Hana.
"Ay ini suami mu bukan Zayn!"menatap tajam kearah sang adik laki-laki.
"Biarin kalau sama ay engga pernah di belikan es krim yang banyak serta coklat"ucap safy pergi kekamar Zayn.
Setelah masuk kedalam ternyata Zayn mau mandi serta agak canggung.
"Mba bisa keluar sebentar?nanti bisa kesini lagi"pinta Zayn dengan lembut supaya tidak menyakiti perasaan kaka ipar.
"Aku pergi"ucap safy sangat kecewa.
Pergi dari kamarnya lalu masuk kekamar menemui sang suami datang.
Tak lama suami datang membawa kan es krim kekamar serta coklat memberikan kepada safy.Setelah menerima langsung di makan dengan lahapnya serta tidak ada sisa sama sekali untuk suami.
"Ay engga kerasa sudah dua minggu kehamilan"ucap Zidan mengelus perut sang istri serta menciumnya.
"Benar sudah dua minggu ini,dua minggu lagi akan periksa kedokteran.Ay entah kenapa akhir-akhir ini sering laper deh apa mungkin anak kita kembar?"memeluk sang suami.
Tiduran di bahunya sambil memeluk dari samping sangat nyaman.
Zidan merasa hari-hari akan di penuhi dengan kebahagiaan bersama dengan calon anaknya.
"Ay mandi dulu tunggu di sini"Zidan melangkah kekamar mandi.
Tak lama kemudian keluar melangkah keluar untuk memakai pakaian.
Setelah selesai menghampiri serta rebahan di samping sang istri tercinta.
Lalu Nayla datang langsung mengacaukan kemesraan pasangan kekasih yang sedang berdua-duaan menikmati kebersamaan.
"Nay kesini?engga usah ngajakin pergi atau pun makan-makanan pedas!"tanya Zidan.
Tau aja kalau aku mau ngajak beli seblak'batin Nayla melihat kearah Kaka iparnya memberikan kode kepadanya.
"Ay boleh kan beli seblak?"sambil tersenyum manis kepada sang suami.
Menghela nafas panjang mengambil uang di dalam dompet 100 ribu kepada sang istri.
Menerima uang dari suaminya merasa senang bisa beli serta menambah toping kesukaannya.
"Belikan untuk semua orang termasuk ay juga mau, banyakin toping seafood kalau uangnya kurang bilang aja nanti ay nyusul kesana".
"Oke mas"Nayla pergi duluan jalan kekamar bersiap-siap sebentar.
Setelah selesai bersiap-siap baru jalan ke 'taman cinta' tak lama sudah sampai.
Berkeliling sebentar serta berfoto-foto mencari tempat yang cocok untuk foto.
Tak sengaja bertemu dengan arkara sedang di sana juga menghampiri mereka berdua.
"Assalamualaikum ukhti"sapa arkara kepada mereka berdua.
Lalu melihat kearah arkara menghentikan berfotonya serta berhadap-hadapan.
"Wangalaikumusalam iya kenapa?"ucap safy sengaja membedakan suaranya.
"Mau tanya boleh?"arkara sengaja menghangatkan seperti tadi.
"Silahkan tanya apa ka?"giliran Nayla yang menjawab pertanyaannya.
Arkara tau kalau mereka kenal dengan aroma yang melekat padanya masing-masing.
"Kalian kesini sama siapa?Nayla dan safy kan sedang jalan-jalan"tanya arkara"Zidan engga ikut bersama kalian?"mengalihkan pandangan awalnya melihat kearah safyra.
"Iya kenapa mas?maaf kita duluan ayo nay nanti di cariin orang rumah"menarik tangan Nayla menjauh dari mas arakara.
Jalan kepenjual bakso membeli untuk orang di rumah juga sambil menunggu pesanannya jadi,duduk sejenak serta stroll tok-tok di ponsel masing-masing tak lama pesannya sudah jadi tinggal membayar serta pulang kerumah.
Jalan berdampingan bersama Nayla kebetulan sekali bertemu di jalannya.
"Nay boleh pinjam Kaka ipar mu sebentar?".
Menoleh kearah mba safy sedikit mengganggukan kepalanya.
"Makasih nay nati kalau urusan sudah selesai mau es krim?nanti beli yang banyak".
Flashback on.
Sebelum pergi berlibur bersama keluarga Zidan pergi jerumah arkara tak lama akhirnya sampai,masuk kedalam menemuinya di ruang tengah Arkarna jalan menghampirinya.
__ADS_1
"Iya ada apa?"tanya arkara singkat.
Duduk di hadapan Zidan sambil menunggu berbicara kepadanya.
"Aku kesini mau menjelaskan sesuatu kepada mu"ucap Zidan kepadanya.
"Silahkan katakan apa yang mau kau sampaikan kepada ku?"Arkara penasaran apa yang mau di sampaikan kepadanya.
"Sebenarnya safy sedang mengandung buah cinta kita hampir satu minggu tolong jauhi istri ku!"Zidan berbicara dengan nada tinggi kepada arkara Dewantara.
Menghembuskan nafas panjang menenangkan diri supaya tidak membuatnya marah sama sekali.
"Oke aku akan menjauh dari safy,kabulkan satu permintaan ku!"arkara memberikan satu syarat kepadanya.
"Katakan saja"jawab Zidan dengan santai.
"Jagalah istri mu berikan kasih sayang serta jagalah anak kalian jangan sakiti kalau lu lihat kau sakiti safy akan berhadapan dengan ku.Sudah itu saja aku engga suka meliha ada orang yang menyakiti perasaan perempuan apa lagi sampai dia menangis baik adik ku ataupun orang lain"arkara menyampaikan pendapat tentang perempuan.
"Tentu saja,makasih sudah menyampaikan pendapat kalau gitu aku pulang ada acara keluarga assalamualaikum"Zidan perdiri dari tempat duduk lalu pergi keluar rumahnya.
Flashback off.
"Duduk lah"pinta Arkara menjaga jarak darinya serta menarik nafas panjang serta menghembuskan nafas panjang.
Duduk serta menjaga jarak dengannya menjaga perasaan sang suami.
"Aku cuma mau berpamitan saja karena ada urusan mendadak,engga tau sampai kapan serta mau tinggal di sini lagi atau engga maaf kalau ada salah ataupun perkataan yang menyakiti perasaan.Bukan untuk menjauhi mu karena perasaan ini!Arkara Dewantara mau pergi makasih sudah mengenal mu serta bisa melihat kebahagiaan dengan keluarga mu assalamualaikum ukhti"arkara berdiri mengambil uang di dalam dompetnya.
Mengambil uang yang sudah di janjikan tadi bersama dengan menyampaikan perpisahan dengan safyra Alfatah.
Sekarang safyra sedah mendapatkan nama belakang dari sang suami.
"Tunggu ka,sebentar belum selesai!"menghentikan langkah kaki arkara.
Bodyguard sudah datang untuk menjemputnya pulang untuk bersiap-siap untuk pergi ke bandara suka maju.
"Maaf sudah terlambat nanti saja bicaranya atau bisa WhatsApp ke nomor ku,pak bentar tunggu saja di mobil segera kesana makasih".
Memberikan uang kepada Nayla lalu berbincang-bincang sebentar sebelum pergi ke mobilnya serat pergi jauh dari daerah ini.
"Nay maaf kalau ada kalau ada salah makasih untuk semuanya,duluan susah di tunggu sampai bertemu kembali satu lagi kalau nanti bertemu kembali lupakan saja kalau kita pernah bertemu sebelumnya".
"Kenapa ka?katakan sesuatu"Nayla mencoba menci jawaban sebelum pergi kearah mobil.
Jalan kearah mobil,pintu mobil pun sudah di bukakan oleh bodyguard masuk kedalam.
Mobil sudah pergi engga kelihatan lagi tatapan kosong terlihat jelas pada safy.
Nayla menghampiri melihat kondisinya bersamaan dengan itu sang suami datang menghampirinya.
"Ay jangan ngalamun!"tegur Zidan menggerakkan sedikit badannya.
Terkujut ada suami datang ketaman sudah berada di hadapannya.
"Astaghfirullah halazim ngagetin aja".
"Kenapa?ngalamun di tunggu dari tadi engga pulang-pulang?enggga jadi beli seblak".
"Bukan beli seblak melainkan bakso ayo pulang cape mau istirahat aja"pinta safy jalan duluan meninggalkan mereka.
...----------------...
Malam hari..................
Suasana sunyi terlihat jelas di vila tidak ada berkumpul seperti biasanya.
Makan malam sedang pun sedang berjalan seperti biasanya setelah selesai baru kembali kekamar masing-masing.
Pasangan suami-isteri sedang bermesraan serta melakukan ciuman mesra di kamarnya.
Saling menikmati sensasi sampai terhanyut dalam ciuman tersebut,lama kelamaan terlelap dalam tidur sambil berpelukan satu sama yang lain.
Di sepertiga malam safy terbangun menunaikan sholat tahajud terlebih dahulu.
Mengambil air wudhu lalu menunaikan tak lama akhirnya selesai berzikir dan berdoa.
Lalu membangun kan sang suami untuk menemui nonton dramkor tak lama suami sudah bangun membulatkan pandangan melihat sang istri sedang melihat dramkor.
"Ay jam berapa ini?tidur lagi saja besok akan pulang Zayn dan Nayla serta Hana akan segera di mulai sekolahnya".
"Sampai film ini selesai nanti tidur"pinta safy kepada sang suami.
"Engga bisa tidur atau ay hukum!"ucap tegas Zidan duduk di sampingnya.
"Ayolah ayang Zi boleh kan?"safy memperlihatkan wajah yang tidak bisa menolaknya sama sekali.
__ADS_1
Memberikan kode kepada safy yang artinya boleh lalu tidur berpindah posisi tidur di pangkuan sang istri tercinta.
Satu jam sudah berlalu safy sudah membetulkan posisi tidur sang suami.
Gilirannya untuk tidur kembali dalam pelukan sang suami tidak di ketiaknya.
Jam terus berputar azan pun sedang berkumpul pasangan kekasih itu masih tertidur nyenyak, Nayla datang untuk membangunkan karena pintu tidak di kunci jadi bisa masuk ke dalam.
Jalan menghampiri pasangan kekasih itu berusaha membangunkannya.
"Emmmmm,sudah jam perapa ini?".
"Bangun sudah azan subuh!di ajak ke masjid ayo bangun sekarang sebelum mas Zayn datang"Nayla sengaja berbicara sedikit ketiak.
"Erghhhhhh,ay berisik masih ngantuk".
Duduk sejenak supaya tidak pusing saat berdiri sambil mengusap rambut hitam yang terurai begitu saja.
"Bangun sholat dulu,ay mau ke masjid dekat sini bersama Zayn kau sana nay dulu sebentar"hendak pergi ke kamar mandi.
"Cepat pulang aku kangen"mencintai bibirnya.
Mengambil air wudhu serta menghampiri Zayn dan jalan kemasjid engga jauh dari vila.
Setelah selesai melaksanakan sholat subuh berjamaah tak sengaja bertemu dengan anak kecil terlihat sedang menangis.
Menghampiri serta menghapus air matanya menunggu sampai orang tuanya datang.
"Sakit hiks............Mau pulang".
Tak lama tantenya datang menghampiri keponakan sambil membawa kotak p3k.
Mengobati lukanya sampai selesai sedangkan Zidan pulang duluan ke vila.
"Makasih sudah menjaga Fariz maaf merepotkan kalian"menggendong keponakannya sambil membawa kotak p3k.
"Sama-sama duluan sudah di tunggu assalamualaikum"ucap Zayn.
Setelah Zayn jalan lalu keponakannya merengek meminta menghampiri Zayn.
Mau tak mau akhirnya mengikuti sampai ke vila bertemu dengan temannya Abi Gibran.
"Om Fatah kan?masih kenal dengan suara ku?coba tebak siapa aku?"tersenyum manis.
Sedikit mengingat namanya anak kedua dari Muhammad AlGibran mempunyai satu Kaka laki-laki yang kini sudah menikah.
"Una kan?apa kabar gimana kabar ayah mu?".
Menurunkan Faris lalu melekatkan kedua tangan di dada sambil tersenyum.
"Alhamdulillah om sehat,om dan keluarga ada di sini juga? kebetulan aku kesini sedang berlibur kerumah Kaka ini anaknya".
Mencium tangan Abah Fatah sama seperti Abah Gibran memanggilnya sama sepertinya.
"Abah kenalan kan aku Faris anaknya Abi Raka keponakanna Tante Una".
"Abah Fatah temannya Abah Gibran".
"Om tadi anaknya Abah?omnya ganteng boleh bermain bersamanya bah?"tanya fariz.
"Silahkan masuk mereka sedang makan bersama ayo masuk silahkan".
Masuk kedalam jalan keruang makan berdiri di samping tempat duduk kosong di samping kanan Zayn persis.
"Bi itu siapa?"tanya Zayn penasaran.
"Silahkan duduk makan bersama kami"ucap Nayla membantunya untuk duduk.
Setelah duduk serta merasa sedikit tegang baru pertama kali makan bersama mereka.
"Makasih tan,engga perlu tadi sudah makan di rumah.Ka Zidan kan sebelumnya Tante?".
"Tau dari mana!"melanjutkan makanannya.
"Tentu beberapa bulan yang lalu pernah di rawat kan?di rumah sakit sejahtera kebetulan sedang ada di sana menemui ayah".
"Salah bukan Mas Zidan tadi aku"Zayn mengacuhkan tidakmemandangnya.
"Maaf engga tau tan numpang ke WC ada di mana?"tanya Husna kepadanya.
"Dari sini lurus belok kiri ada di situ".
"Makasih Fariz tunggu sini dulu cuma sebentar oke?".
"Oke"jawab singkat Faris.
__ADS_1