
Sesampainya di rumah mertua Zayn jalan ke kamarnya,memeluk tubuh istri dengan erat sampai Zayn mulai tenang di pelukannya.
"Kaka kenapa?ada masalah?"tanya Husna sambil mengusap punggung suaminya.
"Engga ada masalah,maaf kemarin Kaka engga ada kabar sama sekali sudah membuat adek cemas.Maaf dek maaf sudah membuat mu cemas"ucap Zayn melepaskan pelukannya sambil melihat ke arah istrinya.
"Iya ka,adek maafin sudah jangan sedih lagi".
Zayn rebahan di pangkuan istri sampai benar-benar lebih tenang, adiknya datang langsung masuk ke dalam kamarnya.
"Nay mau membantu mas Zayn?jaga Una sampai nanti sore,mas mau menenangkan diri dulu di kamar lain.Maaf dek nanti akan Kaka jelaskan semuanya untuk sekarang engga bisa permisi"pergi meninggalkan mereka berdua masuk kedalam kamar lain.
Menyalakan televisi menonton film paling horor yang belum pernah di lihat sama sekali.
Sudah beberapa kali Zayn melihat film horor untuk menghilangkan kecemasan tersebut.
Sampai ketiduran saat sedang menonton film horor, sampai-sampai tidak mendengar azan dhuhur berkumandang Zayn masih tidur nyenyak sudah di bangun belum bangun juga.
Tak lama kemudian bangun melihat ada Nayla di hadapannya,duduk supaya tidak pusing saat berdiri lalu Nayla menatap kearah mas Zayn minta penjelasan kepadanya.
"Nay percaya kepada mas Zayn kan?".
"Mas Zayn kenapa?asa apa katakan kepada Nayla mas, supaya lebih tenang"ucap Nayla.
"Jawab aja pertanyaan mas Zayn!"sambil menekan perkataan kepada sang adik.
Nayla baru melihat sisi lain dari kakanya"iya Nayla percaya,mas Zayn ada masalah?engga biasanya seperti ini.Sebelumnya cuma marah biasa tak lama mereda amarahnya".
Menarik napas panjang"kemarin siang mas pergi ke sebuah hotel, mendapat pesan dari orang lalu mas Zayn di jebak olehnya.Setelah menunggu beberapa saat mas Zayn sudah menyiapkan semuanya di bantu Samar,lalu orang itu keluar cuma memakai baju handuk tebal.Mas engga nyangka kalau orang itu berpikir yang seharusnya tidak di pikirkan lihat di ponselku"memberikan ponsel melihatnya sendiri,Nayla juga engga percaya dengan orang itu serta memeluk tubuh kakanya dengan erat menunjukkan bahwa Nayla juga mendukung sepenuhnya.
Mengembalikan ponselnya,Nayla memeluk tubuh sang Kaka supaya lebih tenang.
"Nayla tau kalau mas Zayn tidak akan mengecewakan mba Una dan keluarga besar"ucap Nayla,masih memeluk tubuh sang Kaka dengan erat.Mengusap punggungnya.
"Insyaallah nay, makasih sudah memberikan dukungan penuh kepada mas Zayn.Kembali lah ke Una nanti mas kesana"ucap Zayn.
"Baik mas"melepaskan pelukannya,jalan kembali ke kamar mas Zayn untuk menemani Kaka iparnya.Selagi mas Zayn sedang menenangkan diri sendiri di kamar lain.
...----------------...
__ADS_1
Janji tadi sudah di tempati,Zayn sedang berada di dalam kamarnya.Jalan mendekat memeluk tubuh istrinya dengan erat sambil tersenyum manis padanya.
Di sela-sela pelukan hangat yang di berikan Zayn kepada istrinya,mencium kening serta seluruh wajah berkali-kali.
"Nay tinggalkan mas dulu"titih Zayn,Nayla pergi keluar dari kamar kakanya menunggu di depan pintu kamar.
"Kaka kenapa?ada apa?"tanya Husna penasaran apa yang sebenarnya terjadi.
"Maaf sudah membuat mu khawatir,dek dengar kan cerita Kaka sampai selesai jangan di potong"melihat ke arah istri sambil memegang kedua pipi istri tercinta.
"Katakan saja ka"Husna memegang tangan suami sambil berkaca-kaca saat menatapnya.
Zayn menarik napas panjang lalu membuang perlahan-lahan"pas kaka mendapatkan pesan dari orang itu,lalu pergi ke sebuah hotel yang sudah di atur olehnya.Lalu Kaka menyuruh Samar untuk datang membawakan yang Kaka minta, memasang di tempat tersembunyi saat orang itu keluar cuma menggunakan baju handuk tebal------"ucap Zayn belum selesai berbicara sudah di potong oleh istrinya.
"Kaka melakukan hal yang seharusnya tidak di lakukan kan?"menatap tajam ke arah sambil meneteskan air matanya.
"Maaf dek liat aja di ponsel ini"memberikan ponsel ke pada sang istri,melihat semua dengan jelas kalau suami tidak akan melakukan apapun dengan perempuan lain.
Memeluk tubuh suami, menangis di pelukannya sampai menangis bersamaan.
Nayla masuk kedalam kamar, melihat kondisi mereka berdua lalu jalan mendekat kearahnya.berpelukan bertiga bersama Nayla.
"It's oke mas,Nayla tau kalau mas Zayn bisa melewati ini semua tapi ingat pernikahan kalian belum satu bulan.Gimana kalau honeymoon ke vila aja iya kan mba Una".
Husan melihat ke arah suami,kiss di bibirnya sampai lama kelamaan melepaskan kissnya.
"Inggat dong ada orang lain"tegur Nayla engga di perhatikan saat mereka sedang berdua-dua menikmati satu sama lainya.
"Maaf-maaf,mau jalan-jalan bidadari-bidadari ku?"melihat ke arah Nayla,beralih menatap ke arah istrinya nunggu jawaban dari keduanya.
"Boleh mau jalan-jalan ke mana?".
"Ke mana aja boleh, bersiaplah sekarang oke".
Nayla ke luar,menuju kamar bersiap-siap hendak pergi bersama dengan mas Zayn.
Sedangkan di sisi lain Husan menjahili suami yang sedang mengganti pakaian,Zayn mencoba untuk mengantikan kejailan dari istrinya.Karena Nayla menunggu lama jadi langsung masuk ke dalam kamar kakanya melihat keduanya sangat romantis.
"Khem.......Jadi pergi atau engga nih!".
__ADS_1
Nayla merusak suasana yang romantis tersebut,lalu keduanya melihat ke arahnya sambil tersenyum manis seperti tidak terjadi apa pun di dalam kamar tersebut.
"Dek jadi jalan-jalannya, terserah adek aja".
"Jadi lah kan sudah bersiap-siap iya kan nay?"melihat ke arah Nayla lalu melihat ke arah suami,Zayn mengambil pakaian di lemari setelah itu masuk ke kamar mandi tak lama keluar menghampiri mereka berdua.
Sedang rebahan,sambil makan cemilan fokus ada layar televisi.Mas Zayn duduk di samping istri memeluk tubuhnya dari belakang.
"Engga jadi pergi?"tanya Zayn memastikan bahwa tidak jadi pergi jalan-jalan.
"Kelamaan ganti bajunya"timbal Nayla.
Ikut rebahan juga di samping Husna,tangan Zayn bergerak-gerak di punggung istri lalu melepaskan pengait bra.Membuat husan tidak nyaman kalau pengait bra terlepas.
"Engga usah jahil"Husna berbisik ke telinganya, menggerakkan tangan untuk membalas kejahilannya barusan.
...----------------...
Suasana malam hari,Nayla masih ada kamar bersama pasangan suami-istri tersebut.
"Mas boleh Nayla tidur di sini?"melihat ke arah mba Husna,memberikan kode supaya di izinkan tidur bersamanya di kamar ini.
"Boleh nay"ucap Husna,jalan ke kamar mandi tak lama kemudian sudah rebahan lagi.
"Terserah kalian berdua,dek kamar dulu yang di tempati adek masih di pakai atau engga?".
"Kenapa ka?masih di tempati Una,sekarang jarang di tempati lagi setelah menikah dengan ka Zayn"membalikan badan ke arahnya kiss bibir lalu melepaskannya.
"Kaka tidur di sana yah,kalian tidur lah sudah malam.Dek besok ke rumah Abi Fatah mau kan? selamat malam bidadari-bidadari ku"mencium kening adik dan istrinya.
Jalan ke luar kamar meninggalkan ponsel di laci,masuk kedalam kamarnya banyak boneka Teddy bear tertata rapi pada tempat nya.
Karena kelelahan Zayn langsung tertidur saat menyentuh tempat tidur, setelah Nayla tidur nyenyak Kaka iparnya pergi menemui suami di kamarnya.Masuk kedalam mengganggu tidur suaminya Husna sudah menyiapkan sesuatu untuk suami tercintanya.
Membuka jilbab yang di gunakan,Zayn terbangun melihat kalau istri memakai pakaian terbuka untuk dirinya seorang.
"Dek apa yang kau lakukan?Kaka sangat letih tidur lah sudah malam"Zayn memejamkan mata lalu tidur lagi.
Husna juga tidur,hari semakin malam semua orang sudah tertidur nyenyak.Tanpak di sadari mereka berdua tidur dengan posisi yang paling sering berdekatan satu sama lainya.Di sepertiga malam Zayn terbangun melaksanakan shalat tahajud,15 menit kemudian melanjutkan tidurnya bersama istri tercinta sambil berpelukan dengan erat.
__ADS_1