
"kamu tau ga kenapa laporan ini banyak banget salahnya?" tanya nada di sela makan siang mereka. sudah hampir 2 minggu rayhan dan nada saling berbagi pekerjaan sehingga menciptakan komunikasi yang cukup intens diantara mereka. nada yang awalnya merasa tidak suka dengan laki laki itu akhirnya bisa memahami bahwa memang rayhan tipe laki laki yang cuek dengan perempuan. "kita semua udah tau. maka dari itu jangan sampai ada karyawan lain yang denger masalah ini. cukup kamu Pak reza dan aku yang tau." jawab rayhan santai. "hhmm okeeee. eehh kamu udah ikut ayah berapa lama sih?? kok kayanya kamu tahu banget sama semua rahasia perusahaan ayah?" Nada memandang wajah laki laki dihadapannya merasa tertarik untuk mengenal lebih jauh. "alhamdulillah ini tahun ke 4 aku ikut di perusahaan ini. sebelumnya aku di salah satu cabang jawa barat. kebetulan tahun ini ayah minta aku untuk ngurusin high office di Jakarta yaaa akhirnya aku ke Jakarta." Nada mengangguk seraya menatap lekat mata rayhan.
"mau jamaah?" nada mengajukan pertanyaan ketika mereka berjalan menuju musholla kantor yang disambut dengan tatapan heran dari rayhan. "kita udah ketinggalan sholat jamaah loh. maksud aku baik kok.tapi kalo kamu ga mau yaaa gapapa" nada merasa malu dan mempercepat langkahnya menuju ruang wudhu untuk menyembunyikan wajah merahnya karena sudah lancang mengajak laki laki itu menjadi imamnya.
"udah ?" nada terkejut mendapati rayhan menunggunya di dalam musholla dan merentangkan sajadah tepat di depannya. "iya udah" nada gugup dan segera memakai mukenanya dan berdiri di belakang rayhan.
hari demi hari suka dan duka dilewati nada bersama rayhan. hubungan mereka semakin dekat. bahkan sesekali rayhan mengantar nada pulang dan kadang menjemputnya untuk pergi ke kantor bersama.
__ADS_1
6 bulan berlalu dan Nada sudah bisa kembali ke aktifitas semula menyelesaikan skripsi nya dan berjuang demi segera lulus. setelah ia berhenti membantu kegiatan perkantoran ayahnya, rayhan dan nada masih saling bertukar kabar. terkadang nada mengajak rayhan bertemu untuk sekedar berdiskusi tentang isi skripsi yang akan ia buat. ada rasa nyaman ketika nada berada di dekat rayhan. tak dipungkiri bahwa nada tertarik dengan kepribadian laki laki itu. banyak hal positif yang ia dapat ketika mereka bertukar cerita dan pendapat.
"kamu ga malu kan jalan sama aku naik motor gini?" nada tertawa kecil mendengar kalimat yang dilontarkan rayhan. "ya enggalah mas. yaaah seenggaknya ga diajak jalan kaki juga" rayhan tersenyum mendapat jawaban polos dari nada. rayhan menatap mata gadis di hadapannya dengan mesra. "kamu udah punya calon?" nada menatap rayhan heran "calon apa maksudnya?" "calon suami" rayhan mempertegas kalimatnya "belum kepikiran mas. tapi kalo Allah udah kasih ya aku terima" nada menyembunyikan wajah gugupnya. "kalau suatu saat ada yang datang mengkhitbah kamu, kamu mau?" nada terkesiap dengan kata kata rayhan. ia merasa tidak siap mendapat pertanyaan itu. "ya kalo emang udah jodohnya insyaa allah siap mas" nada tersipu. seolah olah ia tahu kemana arah pembicaraan rayhan. rayhan tak lepas memandang wajah gadis di hadapannya. "aku sedang meminta pada Allah agar segera membuka jalan jodoh untukku. semoga semua berjalan dengan semestinya. aminkan doa ku ya" nada mengangguk menatap mata rayhan lembut. tatapannya mampu menenangkan hati nada.
Di dalam kamar berdinding pink, nada tengah sibuk berkutat dengan laptop yang membuatnya tidak sadar kehadiran melody di dalam kamarnya. "tumben ka dirumah??" tanya nada tanpa menoleh ke arah melody dan masih terus menatap layar laptop.
"de ada yang mau khitbah kaka" nada terkejut mendengar pernyataan yang keluar dari mulut kaka satu satunya itu. "serius???" tanya nada heran tak percaya. nada yang sedari tadi sibuk mengamati layar laptop langsung menghampiri melody yang berada di ranjangnya. "iyaaaa lah. ayah yang cariin. katanya aku udah ketuaan tapi belom nikah juga" melody meringis geli dengan kata katanya sendiri "ayah yang cariin? orang mana ka? aaaaaa ini kejutan namanyaaaa kamu mau kawin loooh" nada memeluk erat kakanya dan tertawa keras sehingga membuat melody membungkam mulut adik perempuannya.
__ADS_1
"ayooo anak anak kita keluar. rayhan dan keluarganya udah nunggu dibawah." bunda mengajak nada dan melody untuk segera keluar untuk bertemu calon suami melody.
nada mengapit tangan melody menuntunnya menuju ruang tamu dimana sudah ada rayhan dan keluarganya menunggu jawaban atas lamaran mereka untuk melody. mata nada menangkap sosok laki laki yang sudah hampir 6 bulan ini mengisi ruang hatinya. dengan baju koko warna navy dan celana warna hitam entah mengapa penampilannya hari itu membuat nada merasa deg deg an melihatnya. laki laki yang pernah ia lihat hampir setiap hari, membantunya menyelesaikan laporan restoran dan pernah sesekali menjadi imamnya ketika waktu sholat tiba dan mereka tertinggal untuk berjamaah. kenapa rayhan menjadi begitu tampan malam itu. entah kenapa saat tahu rayhan yang akan mengkhitbah melody ada rasa yang mengganjal dalam hati nada. nada tidak pernah sadar akan perasaan apa yang ia rasakan. tak terasa bulir air mata jatuh dengan segera nada mengusapnya agar tak ada yang melihat. entah menangis untuk apa ia malam itu, bahagia ataukah sedih. rasanya tidak mungkin nada sedih atas kebahagiaan yang dirasakan kakanya.
"alhamdulillah melody sudah menyetujui untuk menikah dengan nak rayhan. pernikahan akan dilaksanakan 2 bulan setelah hari ini yaaa pak bu, bagaimana?" tanya pak reza pada keluarga rayhan yang disambut anggukan tanda setuju dari mereka. melody terlihat bahagia dan diam diam mencuri pandang kepada laki laki yang akan menjadi suaminya kelak. sementara di sisi lain rayhan malah asik memperhatikan nada yang sedang sibuk wara wiri menyiapkan sajian untuk para tamu.
setelah ramah tamah para tamu dipersilahkan menyantap hidangan yang sudah disediakan oleh bunda secara prasmanan. melody masih terlihat senyum senyum malu dan itu terjadi akibat adiknya yang sesekali menggodanya.
__ADS_1
"kamu cantik" nada menjengit mendengar suara yang ia hapal siapa pemiliknya. "astaughfirullah mas rayhan. makasih puniannya. selamat ya mas insya allah sebentar lagi jadi kaka ipar aku. ga nyangka ya kalo kamu akan nikah sama melody" nyeeeessss ada rasa aneh yang menjalar ketika kata kaka ipar ia sebutkan barusan. "kelihatannya kamu seneng aku akan nikah sama melody??" seketika nada tertampar dengan kalimat yang ia dengar barusan. kalau saja ia bisa bilng kalau dia yang ingin berada di posisi melody dan menikah dengannya. bahkan nada sendiri saja sadar bahwa ia sudah kalah perang karena tak bisa mengungkapkan perasannya pada rayhan.
nada merutuki diri kenapa ia bisa merasa berdebar ketika berhadapan dengan rayhan. dalam hati nada ia tidak boleh memiliki perasaan apa apa terhadap laki laki yang baru saja mengkhitbah kakanya itu. nada menjauh dan berlari ke kamar. ingin rasanya ia teriak kalau ia menginginkan rayhan sebagai pendampingnya. tangis nada tumpah. dalam diam ia sadar bahwa ia mencintai rayhan, mencintai calon kaka iparnya.