
Husna kecewa engga jadi pergi ke vila,di karenakan suami sibuk dengan urusan bersama dengan teman-temannya.
Mereka sedang beberes hendak kembali ke rumah Abi Fatah, setelah semua sudah siap.Barang bawaan juga sudah di masuk kan kedalam mobil, mereka semua jalan bersama menuju ke tempat palkiran mobil.
Masuk kedalam mobil,Zayn mengemudi mobil 30 menit kemudian sudah sampai akhir sampai.Menurunkan barang bawaan,jalan ke kamar masing-masing serta istirahat sejenak sebelum melanjutkan aktivitas seperti biasa.
Husna berada di dalam kamar bersama dengan suaminya, setelah selesai membereskan pakaian di dalam lemari lalu jalan rebahan bersama suaminya.
"Dek,setiap malam adek tidur sendirian engga masalah kan?Kaka ada kegiatan bersama para santri mengkhatamkan Al-Qur'an sampai hampir sahur"ucap Zayn melihat ke arahnya.
"Iya adek engga masalah ka,tapi kalau tiap hari adek engga mau tidur sendirian"Husna merengek seperti anak kecil lagi.
”Ada Nayla tidur bersama dengannya,nanti Kaka yang bilang sama Nayla untuk menemui mu.Hari terakhir melihat Kaka melihat adek nanti malam dan seterusnya Kaka akan sibuk dengan kegiatan seperti tiap tahunnya".
"Ketemu ning putri lagi dong ka?"tanya husna mencari topik lain,serta menguji kesabaran yang di miliki suami sambil tersenyum manis.
"Astaghfirullah halazim dek!harus berapa banyak kaka bilang? insyallah Kaka engga akan berpaling dari istri tercinta ku"mencium kening istrinya sambil tersenyum ke arahnya.
Hendak pergi ke kamar mandi,lalu di halangi oleh Husna tidak boleh pergi ke mana-mana.
"Dek,Kaka mau ke kamar mandi sebentar doang engga bisa di tahan lagi".
"Cuma sebentar?"mengulangi kata dari suami,lalu memperbolehkan dia pergi ke kamar mandi.Tak lama setelah selesai baru keluar jalan menuju tempat tidurnya lagi.
Rebahkan di pangkuan istrinya, tiba-tiba Nayla datang langsung masuk ke dalam.Melihat mereka berdua lalu menyingkirkan tubuh mas Zayn dari kaia iparnya.
"Apaan datang-datang mengganggu saja".
"Kenapa engga boleh?"tanya Nayla ke pada mas Zayn,sambil melihat seperti tidak suka melihatnya kalau adanya di kamar serta mengganggu kenyamanan kakanya.
"Bukannya engga boleh tapi jangan di ulang lagi, karena sudah ada nay di sini mas minta tolong temani Una tiap malam di sini atau di kamar mu.Mas Zayn akan di sibuk kan dengan mengkhatamkan Al-Qur'an bersama yang lain,tenang aja aja hadiah untuk mu".
Mengambil uang dari saku baju,100 ribu di berikan kepada Nayla untuk menemani tidur selama tidak ada suaminya.
Setelah menerima uang tersebut Nayla menggelengkan kepala,lalu memberikan uang 100 ribu lagi kepadanya adiknya.
"Makasih kalau gini Nayla mau"ucap Nayla.
"Dek,Kaka minta maaf kepada mu karena membatalkan kepergian ke vila.Lain kali aja kalau ada waktu pergi kesana enga masalah kan?"melihat ke arah wajah Husna seperti kecewa tidak jadi pergi ke vila.
"Di sana berapa malam ka?lama kah?".
__ADS_1
"8 malam kalau engga salah,Kaka harus pergi sekarang tapi nanti akan kembali kesini cuma sebentar untuk menemui istri ku tercinta".
Mencium kening istrinya,Husna mencium tangan suami begitu pula dengan adiknya.Sebelum pergi Zayn mencium kening adiknya setelah itu baru pergi ke asrama santri menemui sahabatnya.
Rebahan di tempat tidurnya,Zayn sedang memikirkan sesuatu lalu sahabatnya mengejutkan dirinya lalu duduk di tempat duduk sambil merasa kesal kepadanya.
"Maaf-maaf engga sengaja,mas ada ustadz yang akan membantu kita sudah di urus pak yai Fatah.Nama beliau ustadz Ali nanti kesini tapi hari pulang ke rumahnya"ucap Samar.
"Oke, biarkan mas Zayn istirahat sejenak baru sampai dari perjalanan jauh".
Samar tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan sahabatnya barusan,padahal perjalan-
an engga terlalu jauh dari sana ke sini.
"Iya deh,iya terserah mas Zayn aja.Mau curhat dong bang"samar membutuhkan bantuan dari orang yang sudah memiliki keluarga kecilnya.
"Curhat apa?jangan banggil bang dong,kan belum Abang-abang banget"tegur Zayn.
"Iya deh maaf,mas zayn kan sudah memiliki keluarga kecil.Sebebarnya aku menyukai putri tapi cuma sebatas mengaguminya".
Zayn meresa senang kalau sahabatnya sudah memiliki perkembangan walaupun cuma sedikit"cie...........cie,khem ada yang cinlok nih ceritanya"meledek sahabatnya itu.
"Apa sih,engga lah cuma mengagumi ning putri.Sudah lah mas Zayn istirahat saja"Samar merasa panas searea wajah menjadi merah.
Pergi meninggalkan sahabat,jalan keluar mencari udara segar lalu melihat ada orang yang menangis di halaman kosong.
Nyamperin kesana,duduk di samping ning putri sambil melihat sekilas ke arahnya.
"Ning kenapa sendiri an di sini?jangan ngalamun bahaya, mending istirahat di asrama ning"ucap Zayn kepada ning putri.
"Eh ada orang,maaf engga tau kalau ada orang lain di sini.Engga apa cuma mau di sini aja lebih tenang,nyaman dan santai".
"Nanti ning ada kegiatan? kalau engga ada bisa minta tolong,nanti sore seperti biasa ning sebelum buka puasa"ucap Samar sambil sesekali melihat ke arah ning putri.
Ustadz Ali baru nyampe dari perjalanan melihat ada seorang yang sedang berdua-duaan di sana, nyamperin ke arahnya.
"Assalamualaikum sedang apa kalian ada di sini?engga ada orang lain yang menemani kalian?"ucap ustadz Ali kepada mereka.
"Wamgalaikumusalam tadz,maaf tadi cuma nemenin ning Putri sendirian di sini jadi saya temenin"Samar menjawab pertanyaan tersebut dengan sopan serta tersenyum.
"Gitu?lain kali ajak teman kalau mau seperti ini,takut terjadi yang tidak di inginkan mengerti!!"tegur ustadz Ali melihat ke arah mereka berdua bergantian melihat mereka.
__ADS_1
Lalu Samar mencium tangan beliau,ning putri menyatukan kedua tangan menghormatinya.
"Maaf tadz tadi?"sebelum selesai berbicara sudah di potong oleh ustadz Ali.
"Lain kali jangan di ulang lagi,Zayn ada di mana?kau ikut saya ke rumah pak yai Fatah".
Ning putri kembali ke asrama santriwati,lalu Samar melihat ke arahnya sampai masuk ke asrama santriwati setelah itu melihat ke ustadz Ali.Ustadz Ali menatap tajam ke arahnya sambil melipat kedua tangan di dada.
"Maaf tadz,mas Zayn ada di asrama nanti saya panggilkan untuk menemui ustadz Ali di ndalam"ucap Samar ketakutan melihat beliau.
"Panggilkan secepatnya,saya tunggu di rumah pak yai assalamualaikum".
"Wangalaikumusalam tadz"jalan ke asrama santri menemui sahabatnya.
Setelah beberapa saat membangun mas Zayn,sekarang sedang duduk di tempat tidur.
"Cepat mas sudah di tunggu ustadz Ali".
"Sebentar dong,mas kan bari bangun mau cuci muka dulu"jalan ke kamar mandi mencuci muka,setelah selesai baru keluar menemui sahabatnya yang sedang bermain ponsel.Mengambil dari tangan Samar lalu pergi menemui ustadz Ali di susul olehnya.
Masuk kedalam duduk di sofa ruang tamu,Samar juga ikut duduk bersamanya.
"Mas kembalikan ponsel ku"ucap Samar.
Mengembalikan ponsel ke tangan temannya,sambil melihat ke arah Samar.
"Makasih sudah mengembalikan ponsel ku".
"Iya sama-sama,eh maaf tadi mengambil dengan paksa ponsel mu.Maaf tadz,tadi kata samar ustadz Ali memanggil saya?ada apa?".
Masalah mereka berdua sudah selesai,Zayn mencari keberadaan istrinya engga kelihatan dari tadi.Saat Zayn bersama sahabatnya tadi.
"Iya benar,saya sudah tau kalau kau sudah memiliki pendamping mu Husna kan?anak dari dokter Gibran, beliau adalah direktur rumah sakit sejahtera"ucap ustadz Ali.
"Benar tadz"melihat ke arah Abi,Zayn penasaran dengan yang di katakan beliau.
...---------------...
Semua orang sedang berada di masjid setelah melaksanakan sholat tarawih di lanjutkan dengan tadarus Al-Qur'an bersama.
Di pimpin oleh ustadz Ali, mereka sudah membaca 2 juz semalam penuh sampai azan subuh berkumandang.Di lanjut sholat berjamaah bersama,tak lama setelah itu kembali mereka ke asrama masing-masing.
__ADS_1
Begitu pula dengan ustadz Ali,juga kembali ke rumahnya.Zayn bersama istrinya sedang tidur bersama di kamarnya,saling berpelukkan satu sama lainnya serta tidur nyenyak.