Aku Mencintaimu Karena Allah

Aku Mencintaimu Karena Allah
56.Cabang ke 2.


__ADS_3

Setelah berhasil membuat cabang di luar kota akhirnya Zayn bisa menambah cabang lagi,tak jauh dari rumah mertua tepatnya di sekitar rumah sakit sejahtera.


Kondisi Zayn sudah membaik setelah beberapa hari mendapatkan penanganan dari Kaka ipar,sekarang mereka sedang bersiap-siap hendak melihat cafe untuk cabang bisnis baru Zayn.


15 menit perjalanan dari rumah ke cafe.Jalan bersama masuk kedalam renovasi sudah 98% hampir selesai.


"Gimana pendapat mas Zidan mengenai cafe ini?"tanya Zayn melihat sekeliling cafe,banyak tempat keren untuk berfoto untuk pengunjung yang sengaja di buat olehnya.


"Sangat cocok untuk semua kalangan usia,engga sia-sia waktu mu terbuang untuk mengembangkan bisnis ini"menghampiri adik memeluk tubuh merasa bahagia kepadanya.


"Alhamdulillah mas,ini kan karena dukungan kalian dan mas Zidan juga membantu ku mengembangkan bisnis ini.Cafe ini mau di kasih nama apa?minta saran dong".


"Cafe Zina gimana? singkat dari Zidan Una, sekaligus untuk promosi di medsos kan keren"celetuk Husna sedang berfoto bersama Nayla,tak jau dari tempat duduk bersama suami serta yang lainnya.


"Tapi masa nama cafe gitu, keren si tapi nanti di pertimbangkan lagi.Kalau Una mau cafe ini akan menjadi teman dimana kita mengembangkan bersama,Una mau kan?"mendekat kearah istrinya.


Ikut berfoto juga,di usia muda Zayn sudah mempunyai bisnis sendiri dia bisa membagi waktu antara bisnis, sekolah dan keluarga.


"Dek di dapur ada bahan makanan coba di lihat,mba safy pasti lapar kemarin sempat membeli beberapa bahan makanan pokok".


"Zayn cafe ini membutuhkan pegawai kau sudah menyiapkan semuanya?"tanya mas Zidan mendekat kepada adiknya.


"Sudah bentar lagi juga datang"baru saja Zayn bilang mereka sudah ada di depan pintu masuk cafe tersebut.


Duduk melihat cv calon karyawan,lama kelamaan Zayn bersama mas Zidan memberikan tes keberhasilan kepada mereka.Setelah itu baru di terima untuk melayani castemer.


"Makasih pak sudah menerima kami sama,nama saya Namira senang bertemu dengan anda"mengulurkan tangan kepada mas Zidan dan Zayn.


Mas Zidan bersama adiknya menyatukan kedua tangan di depan dadamereka berdua. "Sama-sama,jangan panggil pak!saya masih muda belum kepada dua"ucap Zidan.


"Maaf ka"memundurkan tangannya.


"Besok peresmian cafe,saya harap kalian bisa bekerjasama mengembangkan cafe ini.Saya Zayn pemilik cafe ini sekaligus pengelolaan keuangan,ini Husna yang akan membantu saya di sini tapi engga tiap hari kesini karena masih sama-sama masih sekolah"menunjuk kan Husna kepada karyawannya.


Yang lain menyimak penjelasan dari Zayn sebelum mendapatkan tugas masing-masing.


"Benar yang di katakan mas Zayn,mas kita harus membuat menu di cafe.Nama cafe serta yang lainnya".


Salah satu dari mereka mengangkat tangan"kalian lebih muda dari kami? panggil nama boleh? takutnya kurang sopan".


"Tidak masalah mba,ada usul untuk menu minum kekinian atau yang lain"ucap Zayn.


Usul dari mereka sudah di tulis oleh Nayla setelah seharian memikirkan nama menu minuman doang.Dan membikin minuman yang sempat di bahas tadi,setelah sudah jadi baru di putuskan harga minuman tersebut.


"Silahkan di minum kalau ada yang sedang datang bulan,saya menghargai orang tersebut kalau malu meminum di depan kita bisa keruangan samping.Silahkan mba nanti bilang seberapa enak rasanya".


4 orang yang mencoba minum dingin yang di buat tadi,tak lama kemudian sudah datang menyampaikan pendapat mereka masing-masing dan di tulis Nayla.


"Oke makasih banyak saran kalian,nanti menu minuman ini aja gimana? setuju dengan ucapan saya?"melihat sekilas semua orang.


"Setuju banget"Namira seperti ada perasaan kepada Zayn.Dari tadi memperhatikan kearahnya sambil tersenyum ketika saling berpandangan sama sama lain.


"Nanti jangan pulang dulu istirahat di sini aja,buka bersama kalau keberatan dengan usul saya bisa pulang duluan.Nay kau atur semua mas tunggu di ruangan ku"mengajak husan pergi bersama.Masuk kedalam sengaja ada tempat tidur di dalam ruangan Zayn ataupun ruangan lainnya.


Ada dua ruangan khusus untuk pemilik cafe yang sengaja di buat untuk bisa istirahat siang di sana,Nayla sudah melakukan tugas yang di minta kakanya lalu jalan keruangan yang di mana ada mas Zayn.


Langsung masuk kedalam tidur di tengah-tengah mereka berdua.


...----------------...


Setelah bangun tidur Zayn sengaja membawa perlengkapan mandi biar bisa mandi terlebih dahulu, membawa pakaian ke kamar mandi 15 menit kemudian sudah selesai lalu keluar membangun kan istri tercinta.


"Dek bangun,nay dari kapan ada di sini?".


"Dari tadi saat mas Zayn dan mba una tidur,kam berapa mas?"tanya Nayla masih setengah sadar dalam mimpinya.


"Jam 4,dek bangun mandi dan sholat lau juga buruan!"Zayn menekan perkataan kepada mereka berdua.


Husna bangun lalu duduk bersandar begitu saja,suami sigap menjadi senderan Husna.


"Iya ini sudah bangun,ka sholat di sini aja"memeluk tubuh suami dengan erat.


"Ambil air wudhu malu sholat berjamaah di sini,Kaka mau ambil air wudhu lagi tadinya udah tapi sudah batal demi Isti ku"mengusap hijab Husna dengan lembut.


Jalan ke kamar mas Zidan ternyata kamar mandi sedang di pakai,lalu pergi ke kamar mandi lain yang tersedia di cafe tersebut.


Ada 4 kamar mandi,dua di ruangan khusus dua di lantai satu dan lantai dua.


Zayn ke lantai atas ternyata ngantri juga.Tak lama gilirannya masuk kedalam setelah selesai baru keluar menemui istrinya.


Masuk ke ruang sudah di tunggu mereka berdua,15 menit kemudian sudah selesai sholat ashar berjamaah.Bersiap-siap untuk buka puasa bersama ada yang menata piring,gelas dan air mineral yang sengaja sudah di sediakan oleh Zidan.

__ADS_1


"Mas Zayn makanan sebentar lagi sampai,nay pesen nasi kotak yang simpel totalnya 300 ribuana uang untuk mbayar".


Memberikan uang 350 ribu kepada Nayla setelah menerima makanan lalu di bagikan ke semua orang satu persatu,ada 5 meja terpisah perempuan sendiri laki-laki sendiri.


Waktu buka puasa sudah tiba,lama kelamaan makan pun sudah hampir selesai begitu pun dengan Zayn sambil melihat ke arah istrinya.


"Makasih udah bergabung dengan kami,kalau mau pulang hati-hati".


"Maaf mas saya perna makan di cafe Ziza itu milik kalian juga?"tanya karyawannya.


"Bukan mba,itu punya orang tua saya.Peresmian cafe di undur bukan besok tapi lusa bilang ke teman yang sudah pulang duluan"ucap Zidan kepada mereka.


"Iya mas,mas Zidan kakanya Zayn?"Namira mau mendapatkan informasi tentangnya.


"Kenapa mir?tanya seperti itu?iya dia adik ku".


"Engga papa mas,cuma nanya dong"ucap Namira memperhatikan kearah Zayn.


"Oh,jangan berharap banyak kepada Zayn.Inggat perkataan ku Mira permisi"jalan kembali duluan ke pesantren.


Yang lain juga ikut pulang ke rumah masing-masing,Zayn menginap di rumah mertuanya sudah berada di dalam kamar.Berdua-duan sesekali bercanda bersama satu sama lainnya.


"Maaf dek"mencium bibir istri,lama kelamaan mulai memanas sampai tangan Zayn membuka pengait bra miliknya.


"Untuk tadi siang?Una engga marah sama Kaka,santai aja ka"ucap Husna.


"Tapi Kaka tidak bisa menjauh dari Namira"Zayn sudah berhasil melepaskan bra dan baju yang tadi di gunakan istrinya.


Husna mendesis kenikmatan, baru setelah yang sudah di buka sambil melakukan seperti biasanya.Zayn merasa bersalah tidak bisa menjauhi perempuan bukan makhromnya.


"Dek maaf,Kaka sudah menjadi berkali-kali menyakiti perasaan mu.Sekarang adek boleh minta apa aja kepada Kaka".


"Meneran?kalau kenaikan tahun ini Una minta publikasikan pernikahan kita,kalau tidak juga engga amsalah ka"titik husna.


"Oke dek,Kaka kan berbicara dengan Abi Fatah secepatnya.Dek lusa izinkan Kaka bertemu dengan sahabat lama,di pesantren Abi Usman ada sesuatu yang penting kalau mau ikut Kaka boleh"ucap Zayn.


Menghentikan kegiatan tersebut, melepaskan pakaian cuma tersisa celana pendek saja.


"Kesana mau ngapain ka?"tersenyum manis pada suami,Husna masih cemburu kalau suami bertemu dengan mantan kekasih dulu.


"Menghadiri undangan dari Aldo,dia yang pernah melakukan hubungan terlarang dengan byla.Adek cemburu? beneran Kaka engga ada hubungan apapun lagi dengan bulan"memeluk tubuh istri dengan lembut.


"Una engga marah,engga cemburu juga buat apa Una cemburu?"memalingkan wajah kearah lain sambil memejamkan matanya.


Memeluk dari belakang, menaikkan satu kaki ke tubuh husna lalu luluh cuma seperti itu.


"Kaka tau kalau Ade belum tidur,adek boleh marah tapi jangan seperti ini"mencium leher meninggalkan ukiran untuknya.


...----------------...


Setelah sampai di pesantren Ustadz Usman masuk ke dalam rumah, berbicara dengan teman lama tidak ada kabar lagi setelah pergi dari pesantren itu.Zayn di undang untuk menjadi bagian penting dari mempunyai pria.


Menjabat tangan sahabat lama, memeluknya melepas rindu lama engga ketemu lagi.


"Apa kabar?lama engga ketemu,ini Una istri ku"ucap Zayn memperkenalkan istrinya.


Menyatukan tangan di depan dada"Aldo Sahabat dari suami mu dulu,maaf merepotkan kalian nanti bisa berbicara dengan Zayn sebentar?".


"Husna,biasa di panggil Una boleh silahkan".


Zayn pergi ke kamar mempelai pria,byla membawa Husna ke kamarnya.


Byla menutup pintu kamarnya, memberikan air mineral yang masih tertutup rapat.


"Maaf sudah hadir di kehidupan suami mu,aku harap kau tidak akan meninggalkan Zayn seperti ku"ucap byla duduk di sofa kamarnya sambil melihat ke arahnya.


"It's oke,aku juga tidak mempermasalahkan itu lagi.Kenapa kau meninggalkan mas Zayn?dan melakukan hubungan terlarang?".


"Entah apa yang aku lakukan tapi aku bahagia mendapatkan orang yang hampir sama seperti Zayn,aku temukan dari Aldo iya sih ada perbedaan di antara mereka ada beberapa yang sama sepertinya"byla tidak bisa menahan diri pipi sudah membasahi pipinya mengalir terus menerus.


"Hai jangan menangis dong,Una salah yah maaf.Nanti saat pernikahan kalian nanti Una datang bersama mas Zayn tenang aja".


Byla menghampiri dan memeluk tubuh Husna dengan erat menangis di bahunya,Husna cuma bisa menenangkannya sampai beberapa lama akhirnya sudah lama baik.


Keluar menunggu suami di rumah tamu tak lama,Zayn jalan menghampiri dan mengajak pulang ke rumah untuk istirahat.


Setelah sampai di rumah Zayn menggendong istrinya masuk ke kamar, menurunkan di tempat tidur membuka pakaian di hadapannya.Memeluk Husna dari tadi menekuk muka dan tidak berbicara apa pun.


"Adek kenapa lagi?muka adek celek kalau seperti itu"Zayn menggoda, istrinya tidak cemberut lagi.Memeluk suami sambil menatap wajah suami tercinta.


"Adek sudah berjanji kalau pernikahan mereka kita datang".

__ADS_1


"Iya Kaka temenin,dek ke cafe yuh kasihan nay pasti lelah melakukan sesuatu tanpa kita"mencium kening istri hendak mengambil pakaian di lemari.


Husna menarik tangan suami dan terjatuh tepat di hadapannya,Zayn henak bangun dari atas tubuhnya tetapi di halangi oleh istrinya.


"Mau berteman dengan mba Namira?"Husna menggoda menaikkan alis sebelahnya.


"Astaghfirullah halazim Kaka engga akan berpaling dari adek,kalau Adak engga izinkan Kaka pergi kesana tidak masalah.Adek kan sudah bisa bawa motor Nay pun sama,gini aja untuk beberapa bulan kalian yang akan mengembangkan cafe tersebut terserah adek yang penting laporan keuangan harus lengkap"ucap Zayn menghela nafas panjang.


"Beneran bukannya Nayla sudah berada di cafe Ziza?"hysna memastikan bahwa mas Zayn tidak sedang bercanda.


"Nanti Kaka ambil alih lagi,Nay di cafe bersama mu supaya adek tidak berpikir negatif Mulu,iya Kaka sudah menikah jadi lebih baik mengelola cefe Ziza.Ada mba Syafa yang akan mengawasi ku untuk mu".


"Sudah lah Una cape mau istirahat".


Zayn engga tau harus berbuat apa supaya Una tidak marah lagi kepadanya.


Setelah beberapa saat Una terbangun dari tidurnya,Zayn sibuk dengan leptop mengerjakan pekerjaannya sebagai dewan pesantren yang membantu abi Fatah menangani kasus kecil darinya.


"Khem.....Sibuk mas?mau di pijat plus-plus?".


"Dek sudah bangun? maaf Kaka harus ke pesantren sekarang,engga masalah kan?nanti Fariz akan kesini menemani mu"ucap Zayn.


Bersiap hendak pergi ke pesantren Abi Fatah,Zayn mendapatkan kabar kalau harus pergi kesana secepatnya.


"Iya Una mengerti"ucap Husna dengan wajah penuh berharap agar suami tidak pergi.


Mencium kening"dek maaf banget,Kaka harus pergi sekarang nanti pulang kalau ada sesuatu kabarin Kaka oke".


"Dek plis jangan ngambek lagi,kalau gini Kaka engga bisa berfi meninggalkan mu seperti ini"Zayn mengambil ponsel mencari nama Samar lalu meneleponnya.


[Assalamualaikum mar, maaf aku engga bisa pergi kesana bilang sama Abi kalau aku tidak bisa membantu mu].


[Wangalaikimusalam tapi ka ini penting banget untuk program ini]ucap Samar penasaran kepada sahabatnya.


[Iya aku tau ini penting,di sisi lain Una engga bisa di tinggal sendirian walaupun ada mas Zidan dan yang lain.Gini aja kalau nanti aku nyusul aja gimana?ayo lah kau dulu yang menghendel sebelumnya aku datang].


"Kaka pergi aja Una oke"ucap Husna.


"Engga nanti aja biar Samar mengehendal semua sebelum Kaka datang kesana"memeluk Husna dengan penuh kasih sayang, telepon masih terhubung dengannya.


[Oke Samar hendak,kirim aja ke Emil ku ka dan pesan Kaka akan sampai ke pak yai fatah assalamualaikum sampai nanti]samar menutup telepon,menyimpan di saku celana menunggu yang lain datang ke ruang meeting begitu pun dengan pak yai Fatah.


...----------------...


Diruang meeting Samar menyampaikan hasil kegiatan yang sudah di terapkan pada santri dan santriwati,30 menit berlalu Zayn baru datang masuk ke ruang meeting menyimak penjelasan dari Samar.


Sudah satu jam meeting sudah selesai dan penambahan program penyaluran tenaga kerja yang membutuhkannya sudah di setujui oleh pak yai fatah,Zayn membantu mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang mudah di dapatkan dan bisa bergabung dengan bisnisnya.Abi Fatah masih memerlukan bantuan dari anaknya untuk menyalurkan bantuan untuk korban yang terdampak bencana.Zayn mencari nama istri tercinta menelpon tak lama kemudian di angkat.


[Assalamualaikum dek,maaf Kaka engga bisa pulang sekarang mendapatkan tugas dadakan dari Abi Fatah.Engga masalah kan?besok siang pulang]ucap Zayn takut kalau istri akan ngambek lagi kepadanya.


[Wangalaikumusalam ka,iya engga masalah ada ning putri juga?].


Zayn menghela nafas panjang,susah tau kalau istri membahas tentang ning putri.


[Iya dek dia anggota penyelamatan mau engga mau harus ikut,kalau adek engga mengizinkan nanti Kaka pulang].


[Kenapa gitu!kan susah mendapatkan tugas dari Abi,harus di laksanakan ka].


"Gus Zayn ayo susah di tunggu"ucap putri jalan duluan ke arah mobil.


"Duluan aja nanti nyusul dari belakang".


[Sudah dulu yah nanti sambung lagi,jangan gambek kelihatan kalau sedang adek tidak menyukai Kaka dekat-dekat dengan orang lain]Zayn naik motor sendirian memasang helem menunggu yang lain belum datang.


Husna mematikan telepon, melampiaskan amarahnya dengan cara membaca Al-Qur'an sampai amarah hilang.


Setelah berkumpul anggota yang di amankah untuk membantu korban bencana yang sedang terjadi.Setelah sampai membagi dua tim satu untuk penyelamat dan yang satu mendirikan tenda,ada dua tenda besar untuk tempat istirahat santri dan santriwati memasukkan barang bawaan ke dalam.


Samar membantu membersihkan luka dari yang terkena benturan serta memar dan darah sampai keluar.


Setelah saat berbuka puasa Zayn membagikan kan makanan yang sempat di bawah tadi ketika kesana.Mereka sampai meneteskan air mata terpukul dengan kondisi mereka sekarang,Zayn dan rombongannya memberikan harapan untuk warga sekitar yang ada di tenda sementara.


"Ini engga seberapa dengan kalian alami sekarang bu,kami cuma membantu semampu kita iya kan teman-teman?".


"Benar bu,kami ikhlas membantu semua di sini.Om mempunyai pertunjukan untuk adik-adik di sini mau liat?"tanya Samar me arah bocil-bocil sambil tersenyum kearahnya.


"Boleh ka,kaka dari mana?"tanya anak tersebut, penasaran kepadanya.


"Kaka dari pesantren pak yai Fatah".


Mengajak bocil-bocil ke luar tenda bermain bersama semua orang yang ikut bersamanya,putri memperhatikan teman dekat dari Zayn seperti ada sesuatu darinya.

__ADS_1


Bermain seadanya sampai mereka hilang rasa cemas pada di masing-masing anak kecil.Zayn pulang duluan ke rumah 30 menit kemudian baru nyampe langsung ke kamar nyamperin istri sudah tidur nyenyak.


__ADS_2