
"hati hati ya de. jaga diri disana. ayah sama bunda insyaa allah akan sering sering kesana jengukin kamu." ayah mengusap lembut punggung anak bungsunya. "jaga nada ya nak ryan. ayah sama bunda percaya kamu bisa menjadi imam yang baik untuk nada" pelukan hangat ayah dan bunda melepas kepergian nada dan ryan untuk menetap di Kanada. baru beberapa bulan kebersamaan mereka setelah nada lulus kuliah namun kini nada sudah harus ikut suaminya bertugas di luar negri. "ka melody titip salam maaf ga bisa ikut anterin karena harus bed rest" nada mengangguk memaklumi keadaan kakanya yang sedang hamil besar. dia tak ingin melody merasakan duka kembali setelah kehilangan janin diperutnya. nada melambai berlinang air mata. kali ini kepergiannya bukan untuk kembali dengan sebuah gelar pendidikan melainkan untuk mengikuti dimana suaminya bertugas mencari nafkah untuknya.
"kamu suka pemandangannya?" nada terkejut mendapati ryan memeluknya dari belakang ketika ia sedang menikmati pemandangan kota dari balkon apartemen mereka. "suka. ini akan jadi favorit aku selama nunggu kamu kerja" nada mengusap lembut wajah ryan sambil terus menghadap keluar balkon. "i'm happy with you. terimakasih sudah bersedia menemaniku di sisa hidupku" ryan mengecup lembut pipi nada sambil mengeratkan pelukannya. 'i'm pleasure" ryan begitu mencintai nada. dia merasa jatuh cinta pada pandangan pertama pada istrinya itu. dia merasa lebih baik saat bersama nada dan merasa beruntung bisa mendapatkan hati nada. nada juga merasa ryan mampu membuatny melupakan masa lalu cintanyanya dengan rayhan. mereka berjanji untuk selalu mwndukung saru sama lain dan setia dalam keadaan suka dan duka
__ADS_1
senja berganti dengan langit yang dipenuhi bintang. terlihat indah sekali.
"dinner time honey" nada menarik tangan ryan yang sedang asyik memandangi langit di balkon. ryan tersenyum mengikuti langkah istrinya. capcay ayam dan sambal goreng kentang balado tersedia di meja makan. dengan lahap ryan menyantap masakan nada. "masakanmu selalu enak sayang" nada tersenyum mendapat pujian. nada menikmati peran barunya melayani suami dan mengabdikan seluruh hidupnya untuk laki laki yang telah berjuang untuknya. dengan lahap ryan menghabiskan makanannya. "pelan pelan sayang makannya" nada menuangkan segelas air putih saat melihat ryan tersedak. mereka tertawa bertukar cerita sambil menikmati makan malam mereka.
__ADS_1
"selamaaaat ya kaaaaa. i' m happy for you" nada melakukan video call untuk memberi selamat pada melody yang telah melahirkan anak pertama mereka yang berjenis kelamin perempuan. "cepet ke jakarta yaaaa de lihat ponakanmu" jawab melody di sebrang sana. mereka tampak bahagia menyambut anak melody dan rayhan. bunda dan ayah terlihat begitu antusias menimang cucu pertamanya. tampak ayah dan bunda bergantian memamerkan wajah bayi lucu itu pada nada dan ryan.
"semoga kita cepet nyusul yaaa sayang dikasih anak anak yang lucu" ucap ryan semangat. "insyaa allah sayang doanya di panjangin sekarang yaaa" sahut nada tersenyum. "doa nya udah panjang mungkin usahanya harus lebih sering kayanya" nada berteriak ketika ryan mengangkat tubuhnya dan menuju kamar mereka. dengan lihai kaki ryan menutup pintu kamar dan membaringkan tubuh nada di ranjang. "are you ready honey" dengan lembut ryan mengusap kepala nada dan membaca doa agar memperoleh keturunan sholeh dan sholehah. entah kenapa raut wajah nada selalu merona setiap ryan memperlakukan nya dengan mesra. padahal hari itu bukanlah malam pertama mereka, tapi nada selalu bahagia saat ryan bersikap manis padanya. "bismillah" ryan dan nada selalu berdoa dan berusaha agar segera diberi momongan dalam waktu cepat. 4 bulan sudah mereka menikah namun nada belum juga menunjukan tanda tanda hamil. dalam doa yang panjang mereka terselip keinginan agar segera diberi rezeki anak oleh Allah. tak sabar rasanya nada menanti karunia Allah yang luar biasa tumbuh di dalam rahimnya.
__ADS_1