Aku Mencintaimu Karena Allah

Aku Mencintaimu Karena Allah
57.Membantu penyaluran donasi.


__ADS_3

Ketika bangun tidur Husna melihat kalau suami sudah pulang masih tidur nyenyak di sampingnya,membelai rambut suami lalu pergi ke kamar mandi setelah selesai baru keluar.Zayn bangun melihat sudah tidak ada orang di samping tempat tidurnya.


"Nyari siapa?kenapa Kaka pulang kan mereka masih membutuhkan bantuan Kaka dan teman-teman yang ikut kesana".


"Nanti siang kalau engga malam hari Kaka kesana,mas Zidan di mana?masih ada di rumah Abi Gibran?kan?"jalan ke kamar mandi.


Setelah selesai baru keluar menghampiri istri sedang memajaak makanan,mendekat ke arah Fariz duduk di meja makan bersamanya.


"Om malam tadi pulang larut malam?Fariz melihat om Zayn jalan di koridor".


"Betul,Fariz liat om?tapi om engga liat di koridor malam tadi, mungkin om kelelahan jadi kurang fokus ngeliat jalan"mengambil air minum,Zayn menerima makanan yang di berikan oleh istrinya lalu menyantap sahur bersama.Mas Zidan baru keluar bersama mba safy duduk bersebelahan dengannya.


"Mas engga sibuk kan hari ini? mau nitip cafe boleh semu sudah selesai tinggal cetak spanduk,menu dan lain-lain"ucap Zayn sambil melanjutkan menyantap sahur bersama.


"Engga ada kirim ke email dan WhatsApp,kau bantu korban bencana yang kemarin.Kau sedang membuka donasi kan untuk mereka? nanti mas Zidan akan kirim bantuan melalui mu aja"mengambil ponsel mengirimkan sejumlah uang yang tak seberapa di bandingkan kebahagiaan warga tersebut.


Mendapatkan notifikasi masuk ke ponselnya melihat uang yang sudah di transfer mas Zidan, jumlahnya sangat banyak dan uang tersebut akan di belikan untuk keperluan mereka semuanya dan meletakkan ponselny kembali di meja sebelah kanan tempat duduk.


"Makasih mas ini sangat membantu mereka,dek mau kemana atau butuh apa bilang aja engga usah di sembunyikan dari Kaka"Zayn sudah selesai jalan kearah istri mencium kening setelah itu baru ke kamar.


...----------------...


Husna rebahan di kamar bersama adik ipar sedang nonton dramkor bersamanya,suami baru saja selesai mandi sudah memakai pakaian juga.Ikut rebahan juga sebelum pergi lagi ke tempat yang kemarin.


"Mas ponsel mu bunyi"Nayla memberikan ponsel ke mas Zayn, menerima ponsel mengangkat telepon dari sahabatnya.


[Assalamualaikum ka,kita butuh beberapa popok balita nanti aku kirim ke WhatsApp].


[Wangalaikumusakam oke asa lagi?kirim aja di butuhkan sekarang banget atau gimana?]tanya Zayn masih nonton dramkor bersama dengan adik dan istrinya.


[Engga juga yang paling nanti siang sudah ada,stik cukup untuk nanti siang sekalian bahan makanan juga kurang ka bisa sekalian?eh tunggu ka.......]mendekat ke arah putri melihat catatan darinya.


Samar melihat ada orang yang membawa kan bahan makanan yang bisa di masak untuk beberapa hari kedepan.


[Gimana jadi atau engga nih?bentar aku beli dulu secepatnya aku kesana].


Mematikan telepon lalu bersiap-siap hendak pergi ke tempat tersebut.


"Dek mau ikut atau engga?nay bantu mas Zayn belanja untuk keperluan anak kecil".


"Oke mas,nay siap-siap dulu nanti bertemu di lobby rumah sakit bay"nayal jalan duluan kw kamar untuk bersiap-siap.


Husna ikut bersama mereka, setelah sampai di Alfamart masuk ke dalam membeli barang yang di perlukan.Beberapa Snack untuk anak kecil dan membayar belanja, total belanja 2,5 juta rupiah lalu memasukkan kedalam mobil.


Mobil pun langsung menuju ke tempat sementara yang di gunakan untuk korban bencana tersebut,Zayn menurun kan belanjaan dan membagikan ke orang tua yang mempunyai anak kecil di bantu Husna dan Nayla.Setekah itu membantu menghibur dan bermain bersama anak kecil.


Nayla melihat mereka masih bisa tersenyum bahagia walaupun masih ada trauma padanya.Samar mendekat ke arah ning Nayla duduk bersama dengan jarak agak jauh.


"Kenapa ning,jangan ngelamun sendirian".


Nayla mendengar kalau ada orang di sebelah-


nya menengok ke arah orang tersebut.


"Maaf kenapa?panggil nama aja"pinta Nayla.


"Engga ning,saya kan seangkatan ning karena saya seneng berorganisasi jadi bisa lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar.Kenapa ning ikut kesini?engga di rumah saja?kan di sini panas engga ada AC"ucap Samar penasaran kepada adik dari sahabat,batu kenal belum lama dengannya.


"Mau ikut aja males di rumah cuma ada Fariz doang,maaf saya harus panggil kamu dengan mas atau nama?"ucap Nayla.


"Terserah ning aja"jalan meninggalkan sendirian, pergi bermain kembali bersama anak-anak.Samar melihat ada rombongan yang datang membawa banyak mainan untuk mereka semua,melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya sangat bergembira.


...----------------...


Saat waktu berbuka puasa di pimpin doa oleh Zayn,setelah selesai baru mulai makan bersama lama kelamaan makanan sudah habis.Karena belum membersihkan tempat ibadah jadi sholat di halaman tak jauh dari tenda tersebut,10 menit kemudian sudah selesai kembali ke tenda untuk istirahat.

__ADS_1


Zayn bersama tim yang mendapatkan tugas dari pak yai Fatah, berkumpul membahas tentang pembersihan masjid yang ada di tempat mereka tinggali.Benerapa menit berlalu sudah sepakat juga besok pagi akan di bantu membersihkan masjid.


"Sudah dapat informasi tentang cuaca beberapa hari kedelan?samar stok makanan masih ada untuk beberapa hari kedepan?".


"Kurang tau tanya ke ning putri,dia yang mengurus makanan dan mengelola bahan masakan.ka kita engga menjaga seperti meronda gitu?"tanya samar sambil melihat ke arah ka Zayn berada saat ini.


"Boleh kalau engga ada yang keberatan,tapi maaf sebelumnya Kaka enggak bisa ikut kemarin pulang larut malam eh sekarang badan engga bersahabat".


"Masik angin? pulang aja ka"Husna berbicara di dekat telingan suaminya sedikit menggoda suaminya,lalu melihat ke arah yang lain.


"It's oke,i'm fine.Engga usah khawatir kalau gitu istirahat saja besok pagi sudah harus siap di sini lagi"Zayn pergi masuk duluan ke tenda santri untuk istirahat lebih dulu.


Yang lain nyusul, santriwati tidak bisa masuk kedalam walaupun sudah menikah serta halal tapi yang lain bukan makhromnya.


Husna cemas memikirkan kondisi suami di dalam tenda,nayala melihat me arah mba Husna memeluk serta menenangkan dirinya.


"Mba tidur aja yah sudah malam,kalau mas Zayn tau istri belum tidur kasihan mungkin sudah tidur sekarang".


"Benar juga,nay besok pulang aja yuh lagian disini engga ada yang memperhatikan keberadaan kita"ucap Husna menyindir suami yang super sibuk,disisi lain bangga kepadanya selalu profesional dalam mengerjakan pekerjaan yang dilakukannya.


...----------------...


Sebagian orang sedang membersihkan masjid yang sangat kotor belum sempat di bersihkan karena kejadian itu.Zayn mencari keberadaan adik dan istrinya tidak kelihatan sama sekali, setelah selesai membersihkan masjid pun masih mencari-cari mereka berdua belum ketemu juga sampai sekarang.


"Nyari siapa Gus?ning Uma sudah pulang tadi bersama ning Nayla,kalau gitu saya duluan assalamualaikum"ucap putri kebetulan lewat di depannya,jalan duluan meninggalkannya.


Zayn menghampiri ning putri jalan bersama"makasih ning oh iya tadi liat Samar?maaf tadi belum sempat di jawab salam ning wangalaikumusalam"mengambil ponsel.


Mendapatkan pesan dari istri kalau sudah pulang duluan ke rumah.


Setelah semua sudah pulang, kondisi sudah mulai membaik dan pulang ke rumah masing-masing begitu pun dengan yang lain.Samar satu mobil dengan sahabat melihat ke arah ning putri belum masuk kedalam kendaraan sama sekali.


"Mar ajak dia masuk kedalam kau yang nyetir aku mau istirahat sejenak".


Putri masuk kedalam duduk di pintu belakang, setelah beberapa saat sampai di pesantren turun begitu pun dengan Zayn.


Jalan ke asrama tidur siang di sana, setelah jam 5 Zayn kembali rumah mertua menemui istri di sana.Setelah sampai langsung ke kamar untuk menemui ternyata engga ada di kamar,mencari di mana-mana ternyata di kamar Nayla sedang nonton dramkor.


Duduk di samping Husna,tanpa sedikitpun menengok ke arahnya.Zayn sangat terluka merasa sesak kalau istrinya tidak menengok sedikitpun ke arah Zayn berada.


"Dek,Kaka minta maaf kepada mu kalau engga ada waktu memperhatikan setiap saat.Kalau Kaka ada perkataan atau sikap yang kurang baik maafin yah,bentar lagi buka puasa sudah masak atau pesan makanan untuk nanti?"tanya Zayn menahan diri untuk tidak menyakiti perasaan istrinya lagi.


"Mas tidak usah khawatir nay sudah memesan makanan untuk kita".


"Oke,jaga Una sampai benar-benar tenang.Mas akan ke kamar lain kalau butuh sesuatu telepon aja assalamualaikum"ucap Zayn pergi dari kamar Nayla,mesuk ke kamar yang di inginkan sambil menunggu nuka puasa.Cuma membatalkan puasa dengan air mineral lalu sholat di kamar.


Setelah selesai makan Snack sehat sempat di beli sebelum pulang ke rumah mertua.Zayn menonton film paling horor yang baru di terbitkan beberapa bulan yang lalu.


Di sisi lain Husna mencemaskan kondisi suami tidak kelihatan sejak bertemu di kamar Nayla,mencari keberadaan suami laluasuk kedalam kamar tersebut melihat ada beberapa bungkus plastik cemilan yang belum sempat di buang ketempat sampah.


"Kaka"Husna memangil suami,cuma menengok ke arahnya lalu membuang bungkus plastik ketempat sampah.


"Iya ada apa? silahkan duduk,maaf tadi makan bungkus plastik belum aku buang".


Duduk melihat ke arah televisi,rebahan di tempat tidur sambil menunggu istri ikut duduk di samping tempat tidurnya.


Setelah Husna duduk melihat ke arah suami,mencium tangan berkali-kali sampai suami melihat kearahnya.


"Iya santai aja ka,maaf tadi engga bilang pulang duluan.Aku rasa Kaka terganggu kehadiran ku ada di sana jadi pulang duluan bersama Nayla"ucap Husna melepaskan tangan suami melihat ke arahnya lagi.


"Engga masalah dek,Kaka juga lupa tidak melihat ponsel.Tenang aja Kaka sudah buka puasa tadi lumayan bisa bertahan untuk beberapa jam kedepan"titih Zayn mencium kening istrinya fokus lagi pada film tersebut.


"Kaka engga marah sama adek,maaf sudah lalai saat mengajak mu pergi tidak memperhatikan adek.Maaf,kalau adek butuh waktu untuk menenangkan diri silahkan mungkin itu lebih baik"Zayn tidak bisa menahan air mata yang sudah mengalir membasahi pipinya.


Begitu pun dengan Husna, sama-sama menangis memeluk satu sama lainnya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian sudah lumayan tenang,Zayn mengganti film dramkor kesukaan istrinya.Mereka masih terbawa suasana sedih saat melihat ke arah televisi sedihnya sudah hilang begitu saja.


"Ka,Una sudah memaafkan semua yang sudah berlalu.Kalau Una selalu merepotkan Kaka Una minta maaf kepada suami ku".


"Iya dek,kalau bukan untuk istri kesiapa lagi? Kaka memberikan perhatian lebih dari Nayla,tapi maaf sebelumnya tadi saat pulang dari tugas Kaka pulang dengan Samar pakai mobil Kaka ada putri juga.Kalau adek marah tidak suka itu wajar kepada suami mu ini".


Meneluk Husna lagi,Nayla melihat mereka sedang berpelukan langsung menutup kedua matanya dengan tangan.


"Tutup pintu kalau mau melakukan yang lebih dari itu"Nayla mengganggu pasangan yang baru saja baikan satu sama lainnya.


Melepaskan pelukan menatap kearah Nayla,Nayla melihat balik ke arah mereka berdua sambil tersenyum ketika mereka tersenyum juga melihat Nayla.


"Iya maaf, ngapain kesini?nay minta apa untuk puasa kali ini?uang atau barang tapi satu?"tanya Zayn serta melihat ke arah istri.


"Kalau uang berapa?"tanya balik kepadanya.


"1 juta,kalau mau beli hp pakai uang mu kalau kurang.Adek juga mau hadiah apa? barang atau uang,kalau barang beli besok".


"Apa yah pusing barang sudah punya mau koleksi apa lagi?uang aja deh"timpal Husna melihat ke arah suami tercinta.


Zayn mengambil uang di dompet ternyata cuma ada beberapa engga sampai 1 juta.


Mengambil ponsel mentransfer uang kepada adik dan istrinya 2,5 juta rupiah.


"Sudah masuk kan?Kaka mau istirahat yah jangan di ganggu,ka tama ada di mana dek?".


Keluar jalan ke kamar ka Tama,masuk kedalam menemui Kaka iparnya.


"Ka tubuh ku merasa kurang vit lagi, infus penambah imun bisa?aw koh aku pusing yah"Zayn memegangi kepalanya merasa pusing lalu Kaka ipar membantu untuk rebahan di tempat tidur,infus penambah imun pun sudah masuk kedalam tubuh Zayn.


"Istirahat lah,jaga kesehatan mu itu lebih penting dari pada yang lain".


"Iya ka Zayn paham,nanti juga merasa lebih baik daripada sebelumnya"ucap Zayn.


Ka Tama rebahan di sofa sampai infus Zayn habis,larut dalam baru habis infus penambah imun setelah itu masuk kedalam kamar menemui istri menekuk dari belakang.


Zayn tau kalau istrinya sudah tidur nyenyak,membalik tubuh ke arah Zayn lalu diam-diam melepaskan bra miliknya membuang ke sembarang arah.Meremas py sampai Zayn tertidur pulas tiba-tiba adiknya datang tidur di tengah-tengah mereka berdua.


...----------------...


Siang hari tidak ada yang bisa mengganggu pasangan suami-isteri, mereka sedang berpacaran di dalam kamarnya Husna sengaja memakai pakaian sedikit terbuka pahanya terbuka.Zayn rebahan di panggung istri lama kelamaan tangannya bergerak kesana-kemari sampai istri terheran-heran.


Berhasil melepaskan daleman istri,husna tau kalau suaminya membutuhkan tenaga darinya lalu membuang kesembarang arah.


"Gimana mau dek?plis kali ini,Kaka sudah bolong 4 kali kalau di tambah ini jadi 5 kali".


"Mau atau engga yah?"husan sengaja bilang seperti itu kelaa suami supaya membatalkan permintaan yang di inginkannya.


"Kalau tidak mau engga masalah dek".


Zayn kecewa dengan sikap istrinya barusan,lalu istrinya kiss di bibir Zayn dengan senang hati membalas ciuman tersebut.


"Makasih dek,dek kita sudah sering melakukan ini sebaiknya Kaka akan memakai ini,bismillahirrahmanirrahim"Zayn memasuk-


kan miliknya kedalam sana,di bawah sana kedua menikmati sambil Zayn memaju mundurkan seperti biasa.


Husna merasa miliknya sangat penuh serta aneh dan sangat nyaman, berkali-kali suara mereka menghiasi kamar tersebut.


"Dek untuk saat ini dan seterusnya Kaka enggak akan sering melakukan ini,Kaka mau kalau nanti di kasih amanah kita harus menjaga dengan baik,dan beberapa bulan kedepannya jugakaka akan melakukan setelah badan dari pusar ke atas".


"Kenapa ka?Kaka punya yang lain?"tanya Husna penasaran kepada suaminya.


"Tidak ada tapi Kaka engga mau merusak masa depan mu,kalau Kaka engga masalah dek lagian satu tahun lagi Kaka lulus serta melanjutkan mengelola bisnis sedangkan adek masih dua tahun lagi.Apa mau adek mengurus anak kita?nanti waktu belajar potong dan engga akan fokus belajar dek"ucap Zayn mungusap rambut istrinya.


Husna memikirkan yang di bilang suami ada benarnya juga,Zayn membungkus yang tadi di gunung ke tempat sampah dengan bener

__ADS_1


__ADS_2