Aku Mencintaimu Karena Allah

Aku Mencintaimu Karena Allah
37.Pulangan kemah bersama.


__ADS_3

Malam yang cerah suana juga mendukung semua orang sedang mengelilingi api unggun Nayla duduk bersebelahan dengan Kaka ipar serta mba byla,Hana dan Azalia.


Sedangkan Zidan duduk agak jauh darinya engga bisa bersama ataupun saling berdekatan,Zidan duduk di samping Nayla persis jadi masih bisa memantau istrinya.


Bernyanyi bersama serta ada yang menyanyikan untuk merek asemua,arkara menyanyikan salah lagu seduh ada yang kebawa suasana sampai ikutan menangis.


Setelah selesai arkara melihat ada yang ikutan menangis setelah mendengarkan lagu


yang di nyanyikan arkara.


"Maaf sampai kalian kebawa suasana serta menangis"ucap arkara merasa bersalah.


Tak lama mereka sudah tenang serta tidak menangis lagi.


...----------------...


Setelah selesai melaksanakan sholat subuh berjamaah lalu bersiap-siap untuk kembali ke pesantren,calon santri dan santriwati sudah di terima menjadi santri dan santriwati lalu masuk kedalam truk dan mobil.


Tak lama akhirnya sampai orang tua dari santri dan santriwati sudah menjemput satu persatu sudah ada yang pulang.


Keluarga Abi Fatah masuk jalan keruang keluarga istirahat sejenak,bersama habib Usman dan rombongannya ada di sana juga.


"Gimana menyenangkan bukan?"tanya Abi Fatah kepada seorang orang yang ada disitu.


"Menyenangkan bi"ucap Nayla yang cuma ikut-ikutan bersama Azalia.


"Bi beberapa hari lagi akan ada tes kelulusan lalu aku belum punya materi untuk bekal belajar serta selama ini engga pernah mencatat materi sama sekali".


"Besok abi akan minta materi ringkasan untuk mu,Usman aku liat kau mencemaskan sesuai?katakan ada apa nanti kalau aku bisa akan aku bantu"tanya abi Fatah melihat kearah sahabatnya merasa cemas sekali.


"Tidak ada masalah tenang saja ayo pulang sudah jam segini Abi ada acara di kota tiga hari,byla sama Kaka yah?jaga jangan sampai kenapa-kenapa Tah pulang dulu yah assalamualaikum sampai nant kalau ada waktu lagi"ucap Abi Usman setelah berpamitan lalu masuk mobi.


Mobil sisah tidak terlihat lagi tak lama akhirnya sampai di kediaman arkara dewantara masuk kedalam.


Jalan menuju ruang tengah bersantai di sana byla dari tadi murung terus engga mengatakan satu katapun sejak pulang dari perkemahan tadi.


"Kenapa katakan"pinta arkara mencemarkan keadaan saudara perempuan nya.


"Engga ada yang perlu di katakan ka,ka boleh peluk?"tanya byla ragu-ragu takut engga di perbolehkan oleh saudara laki-lakinya.


"Tentu sini"memeluknya dengan perasaan yang di campur aduk jadi satu.


Sama-sama sedang ada masalah cinta antara kedua kaka beradik itu itu.


Azalia juga ikut berbeluk bersama serta tidak merasa mereka meneteskan air mata.


Lalu menghapus sebelum ada yang melihat air mata satu sama lainnya serta melepaskan pelukannya masing-masing.


Masuk kamar masing-masing istirahat.


Di kamar arkara.


Arka selalu melepas baju kalau sedang sendirian apa lagi kalau mau tidur siang serta malam hari sudah kebiasaan.


Tak lama berselang byla datang ke kamarnya langsung masuk serta melihat sedang tidur.


Mendekat dan sudah ada di dekatnya mencoba membangun kan tetap engga bisa.


"Emmm,ada apa byl masih mengantuk".


"Bangun ka cepat atau aku tarik selimutnya!"ucap byla sudah megang selimut.


Membuka kedua mata dengan sempurna laku melepaskan tangan byla dari selimut itu.


"Byl katakan ada apa?".


"Ka waktu di perkemahan Zayn menceritakan sesuatu kepada mu?"tanya byla penasaran.


"Engga,yang ku ingat cuma Zidan sudah menikah dengan safy beberapa hari yang lalu"menjelaskan semuanya yang arka tau.


Azalia datang mau mengganggu mood sang Kaka langsung masuk kedalam.


"Kaka arka baru bangun?"tanya Azalia basa basi doang mau membuatnya marah.


"Tumben ada arka segala biasanya Kaka doang,engga aku tau byl bisa pergi dari sini? sekarang di lanjut nanti tanya-jawabnya".


Menghalangi kepergian byla lalu menyuruh duduk lagi di tempat tadi.


"Ja engga gitu juga biarkan byla pergi".


"Engga boleh pergi titik"menekan perkataan lalu duduk di samping byla.


Arkara sudah tau kedatangan adiknya ke kamar serta bersikap seperti itu.

__ADS_1


"Ayolah Azalia urusan mu dengan ku bukan byla,byl pergi saja engga masalah biar Jaja aku yang mengurusnya"ucap arkara.


Pergi dari kamar arka lalu jalan ke kamarnya istirahat sambil nonton drama Korea.


Azalia sudah mulai drama menarik selimutnya serta sedikit berbuat aneh-aneh.


"Ja engga bisa gitu dong kau mau ngapain?".


Selimut yang tadinya sampai atas sekarang sudah setengah di atas pusar sedikit.


"Engga bisa sudah sampai sini aja kau engga boleh walaupun adik ku"ucap arkara.


Sedangkan di kamar Zidan.........


Safy sedang bermalas-malasan bersama suaminya serta tidur di pangkuan sang suami karena Zidan Yadi memakai celana panjang levis,safy sengaja memainkan resleting lalu tangan sang suami menghalangi tangannya.


"Ay engga boleh lain kali saja".


"Iya kapan?lucu tau kalau aku melihat mu seperti itu ada rasa cemas- cemasnya".


"Astaghfirullah halazim ay sudah lah aku mau mandi tadi belum sempet mandi"ucap Zidan.


"Engga boleh mau seperti ini dulu,maaf ay belum bisa menjadi istri yang bisa melayani suami seperti yang lainnya"celetuk safy.


"Sudah tenang saja ay engga akan meminta sesuatu memberikan kepada ay sendiri".


"Bener kah?makasih ayang tapi kalau suatu hari salah satu dari kita harus siap?"memeluknya dari samping serta mencapatkan ciuman dari sang suami.


"Tapi ay boleh jadil kan?"tanya safu sudah membuka resleting suaminya.


Zidan menghalangi dengan tangannya lalu menutupnya kembali.


Dua insan manusia sedang berciuman mesra di kamarnya Zidan mengajarkan caranya lalu di serap baik oleh sang istri.


Lama kelamaan mereka saling engga mau berhenti serta masih berciuman mesra.


Di tengah-tengah aktivitas"ay sudah takut khilaf plis aku mau mandi sekarang"ucap Zidan hendak pergi ke kamar mandi.


Mengambil handuk serta pakaiannya lalu masuk kamar mandi tak lama sudah selesai.


Keluar menghampiri sang istri tercinta sedang bermain ponselnya.


"Ay mandi dulu ada pesan atau engga?".


"Insyaallah ay,nanti aku mau pergi ke toko Zayn mau ikut?naik motor kalau ada uang pasti aku akan beli mobil"ucap Zidan bersungguh mau beli mobil.


"Amin semangat,ay mau basreng beli sanah".


"Iya nanti setelah pulang beneran engga mau ikut?ya udah assalamualaikum".


Mencium tangan suami lalu pergi ke toko cemilan Ziza tak lama akhirnya sampai.


Hampir dua bulan pendapatannya lumayan meningkat setiap harinya karena membuka reseller juga seperti cafe serta resto umma.


Hari ini reseller akan mendapatkan bonus dari Zidan yang sudah membantu meningkatkan omset tiap hari.


Setelah selesai mengambil cemilan untuk istrinya serta untuk stok sekalian.


"Mba nanti lanjutkan pesenan dari kastemer sudah di catet tdi tinggal di kemas saja".


"Siap mas akan di siapkan segera"ucap karyawan toko'Ziza.


"Oke makasih,saya pulang sekarang nanti kalau ada masalah telepon ke nomor biasa mba"pinta Zidan hendak pergi dari toko.


Lalu naik motor kembali ke pesantren tak lama akhirnya sampai menemui istrinya.


Ternyata sedang membuatkan cake coklat dengan topping keju kesukaannya.


Memeluk dari belakang lalu melepaskan pelukannya,mencium tangan sang suami dan menyuapi cake dengan tangannya.


"Makasih ay ini buat cemilan yang sudah di janjikan tadi"memberikan cemilannya.


"Ay banyak banget?engga di marahin Zayn?".


"Engga bakalan aku yang tanggung jawab,lagian Zayn cuma menerima laporan tiap bulan doang oh iya hampir dua bulan tokonya berjalan mendapatkan omset yang lumayan tiap harinya"ucap Zidan memberikan kabar bahagia kepada istrinya.


Umma mendengar kabar dari anaknya marasa bangga sudah punya bisnis sendiri.


"Umma dari kapan ada di sini?".


"Kenapa ganggu yah?itu beneran omset tiap hari naik terus?"tanya umma Nadya penasaran mendengar kabar itu.


"Benar dong ngapain aku bohong,umma tenang saja karyawan susah mendapatkan bonus juga.Umma Zayn belum pulang?masih ada di cafe ziza?"tanya Zidan engga melihat dari tadi sejak pulang ke pesantren.

__ADS_1


"Iya lah mau di mana lagi,kalau bukan di sana mungkin mau membuka cabang atau mau membuat kreasi makanan lagi".


Pergi menemui Hana yang sedang belajar di ruang keluarga sendirian.


...----------------...


Dua insan manusia sedang bermanja-manja di dalam kamar serta nonton dramkor bersama sambil makan cemilan.


"Ay mau jalan-jalan?"menawarkan pergi keluar rumah takut bosen di ndalem terus.


"Engga mau, pernikahan kita hampir satu bulan nanti saja kalau malam pernikahan saja"ucap safy kepada sang suami.


"Oke tinggal berapa hari lagi ay mau hadiah apa?aku punya ponsel dua kalau mau yang lama pegang ay aja gimana?"menawarkan untuk memegang ponsel yang lama.


"Engga mau,pasti ada dokumen penting di dalamnya.Kalau di perbolehkan ay mau menjadi reseller lagi di cafe Bima"pinta safy.


"Sangat boleh tapi aku engga bisa tiap hari mantau di cafe Bima,toko'Ziza sedang banyak castemer yang memesan dari luar kota bahkan luar negeri seperti Malaysia".


"Masyaallah sudah sampai sana?ternyata suami aku bisa mengembangkan bisnis kalian berdua"ucap safy sangat bangga.


"Alhamdulillah sudah berkembang,amin sudah-sudah jangan di bahas lagi aku harus menemui Zayn secepatnya".


Tak di duga Zayn sudah ada di depan kamarnya lalu mengetok pintu kamar Zidan.


"Iya bentar"ucao Zidan singkat jalan mendekat keara pintu.


Membuka pintu kamar melihat siapa yang datang ternyata adiknya.


"Panjang umur baru di bilang".


"Ikut aku ke kamar aku tunggu di sana sekarang!"ucap Zayn pergi begitu saja.


Lalu mengikuti langkah Zayn serta masuk ke kamarnya duduk di sofa.


"Kenapa? mukanya kusut banget ada masalah"tanya Zidan penasaran.


"Tentu ada mba nysa sudah pulang ke Indonesia sedang ada di hotel terkenal di dekat sini"ucap Zayn kepada kakanya.


"Lalu kenapa kau takut kan sudah engga ada hubungan apa dengannya".


"Kau belum tau? ternyata dia anak dari om Gibran tapi belum menemui ayahnya".


"Apa urusannya dengan mu?"tanya Zidan penasaran dengan sikap adiknya.


"Mba nysa suka kepada ku,tadi aku membaca pesan darinya mau menwmui ku secepatnya".


"kau mau menemuinya?akan aku temani sekarang atau nanti"ledek Zidan kepadanya.


"Engga lucu kau punya ponsel dua kan?satu buat ku boleh kan ponsel ini untuk Nayla".


"Boleh yang lama saja yang baru untuk ku disana banyak castemer dari luar negeri ternyata toko cemilan mu sudah sampai sana tau banyak yang suka,tiap harinya ada yang memesannya serta omset naik terus kau engga mau menambah cabang?".


"Secepatnya kalau kau sudah lulus aja lebih banyak waktu,satu lagi kalau kau mau bukan madu akan aku siapkan kado dari ku"ucap Zayn untuk kakanya yang mau membantunya.


"Engga usah makasih simpan aja untuk kau kalau menikah nanti,engga di coba ta'aruf lagi dengan byla?kalau di ambil orang baru rasa sakit"menasehati sang adiknya.


"Belum ada rencana kesana sekarang fokus kepada toko cemilan'Ziza kalau mau buka cabang namanya apa?"tanya Zayn.


"Kalau toko'Ziza 2 gimana? cabangnya di luar kota seperti Jakarta"tanya Zidan mengusulkan pendapatnya.


"Yogyakarta saja gimana disana banyak wisata kalau bosen tinggal jalan-jalan,serta beli rumah disana kalau ada rezeki kan lumayan bisa sekalian menginap engga tapi hari pulang cape di perjalanan dang".


"Oke akua kan mencarikan rumah untuk kita tempat kalau liburan kesana oke?".


"Sip atur saja nanti laporkan keaku serta bisnisnya,kalau liburan sekolah bisa kesana Abi kan sering keluar kota tanya saja siapa tau punya rekomendasi".


"Oke nanti aku tanyakan"ucap Zidan.


.


.


.


.


.


.


Makasih yang sudah mendukung author terus sampai sekarang.


Cerita ini akan makin seru di baca.

__ADS_1


Pantau terus kelanjutan cerita Aku mencintaimu karena Allah.


__ADS_2