
Sore hari yang indah Zidan sedang rebahan di tempat tidur sedangkan safy keluar mengambil kopernya lalu masuk ke kamar.
Jalan ke kamar Zidan akan tidur di sana juga lalu menaruh sebagian di lemarinya.
Zidan baru selesai mandi sudah menggunakan pakaian lalu keluar.
"Mandi dulu lalu istirahat pasti capek kan?".
"Males mandi besok aja yah"pinta saty sambil membaringkan tubuhnya di tempat tidur.
"Bau asam mandi sekarang!safy mandi dong masa cewek engga mandi corak"sambung Zidan lagi kepadanya.
"Iya mas suami aku mandi"ucap safy membawa handuk doang lupa membawa pakaiannya sebelum mandi.
Setelah hampir selesai baru ingat ada yang ketinggalan.
"Mas ambil kan koper mu dong".
Zidan engga mendengar ucapan safy barusan membuka sedikit pintu kamar mandinya.
"Mas tolong ambilkan koper ku"pinta safy.
"Iya sebentar,maaf tadi engga mendengar ucapan ay maaf ini kopernya"memberikan koper ada yang berbeda engga berat sama sekali seperti koper umumnya.
"Baru ingat bajunya ada di lemari tolong dong"saft merasa malu kepada Zidan.
Mengambil kan pakaian lalu sasy memakainya setelah itu keluar.
"Makasih mas,ayo keluar mau bertemu Hana".
Jalan duluan ke ruang keluarga menekuk Hana dengan erat.
"Ka safy kapan dong aku punya temen bermain? seperti teman-teman Hana yang lain"ucap Hana masih sangat polos bekum tau apa pun yang di ingat cuma punya teman bermainnya bersama.
Safy cuma tersenyum dengan ucapan Hana lalu Zidan datang mendengar ucapannya.
"Hana kan ada teman bermainnya ka nay pasti mau bermain dengan Hana"memberikan penjelasan Hana.
"Engga mau,mau yang lain atau bekukan mainan yang banyak untuk Hana"sambung Hana merengek mau mainan yang banyak.
"Oke besok saja Hana bisa memilih yang di sukai Hana sakarang tidur yah sudah malam".
"Mau tidur bersama ka safy"ucap Hana kepada mas Zidan engga mau kalah berdebat melihat ke arah istrinya.
"Ayo tidur sudah malam"menggendong Hana ke kamarnya lalu tidur di kasur.
Menekuk Hana sambil mengusap rambutnya Zidan baru masuk melihat mereka istrinya seperti ke ibuan mencium keningnya lalu tidur di sofa.
Pagi harinya.
Safy sudah bangun duluan baru selesai mandi sudah memakai pakaian lalu keluar.
Menghampiri Hana jalan mendekat ke arah suaminya mencium kening lalu pergi kedapur.
Membatu umma Nadya masak sarapan pagi setelah itu baru masuk ke kamar memanggil suaminya dan juga Hana.
"Mas bangun sarapan dulu"pinta safyra.
"emmmmmm,masing mengantuk"ucap Zidan masih di dalam mimpinya.
'Cup'satu kecupan mendarat di kening suami.
"Ay ngapain gitu?tarpaksa Bagun dah".
"makanya kalau habis sholat jangan tidur lagi ayo bangun"jalan menggendong Hana.
Turun bersama makan pagi dulu setelah selesai makan pagi lalu bersantai sejenak.
"Ka katanya mau beli mainan sekarang saja".
"Hana toko-toko masih tutup agak siang aja ka Zidan mau mandi"ucap Zidan.
Ada yang menganggap sudah melakukan suami-istri.
"Hayo ngapain yah?"Zayn menggoda kakanya.
"Zayn!enga usah mulai deh,aku tadi sudah sholat lalu tidur lagi baru mau mandi".
"Iya deh pasangan baru mah bebas"sekarang menyindir kakak dan istri.
"Zayn!kan sudah di jelaskan sudah lah males debat percuma engga akan selesai juga".
Zudan sedang mandi lupa membawa baju ganti ke dalam lalu keluar dari kamar mandi.
Safy masuk kedalam melihat suaminya cuma menggunakan handuk yang melilit di pinggang membalikan tubuh membelakangi.
"Maaf engga tau aku kau mau ke kamar"mengambil baju ganti masuk ke kamar mandi tak lama laku keluar.
Menyolek safy engga menghiraukan suami.
"Khem........Sudah bisa balik badan ay kalau tadi bilang pasti aku abea baju ganti".
Memutar balik badan ke arah suaminya"Iya engga masalah maaf juga mas"ucap safy"mas kenapa selalu memanggil ku ay?".
"Ay,ayang kalau kau mau panggi aku seperti itu juga engga masalah.Ay ini untuk mu engga banyak insyaallah cukup untuk mu kalau kurang bilang aja satu lagi hutang ayah akan aku bantu jadi lebih ringan"ucap Zidan.
Safy reflek memeluk suaminya lalu melepaskan pegangannya.
"Kenapa di lepas?kan sudah halal,ay mau ikut beli mainan bersama Hana? siap-siap sekarang aku tunggu di ruang keluarga"jalan duluan keruang keluarga menghampiri Hana.
Tak lama safy datang setelah itu masuk mobil menuju toko mainan.
Setelah sampai Hana dan yang lain jalan duluan masuk kedalam sedangkan Zidan akan menyusul kedalam.
Sedang memikirkan mau beli yang mana Hana menyukai semuanya.
"Hana kalau mau beli mainan seperlunya saja"nasehat dari safy serta sedang menunggu suaminya datang.
Tak lama datang juga kesana menghampiri istri serta adik-adiknya.
"Sudah?nay kau juga mau beli,kan di rumah sudah ada ngapain beli lagi?"tegur Zidan kepada sang adik yang ikut memilih mainan.
__ADS_1
"Mau boneka mas boleh kan?"pinta Nayla.
"Iya ambil lah satu saja kalau Hana sudah memiliki mainan yang mau di beli?ambil dua saja"ucap Zidan kepada adik-adiknya.
"Masa hana dua sedangkan aku satu engga adil dong?"protes Nayla mengambek kepada kakaknya.
"Gini aja nay kau ambil tiga,Hana ambil dua lalu berikan mainan nay kepada Hana setuju?"mengambil jalan tengah untuk adik-adik iparnya.
"Oke setuju dari pada saran dari mas Zidan engga adil lagi"celetuk Nayla kepada kakanya.
"Maaf kalau engga adil pada kalian ini uang untuk membayar mainan kalian"memberikan uang kepada safy sang istri.
Menerima uang pemberian dari Zidan untuk membayar mainan adik-adiknya.
Setelah selesai beli mainan lalu kembali pulang ke pesantren.
Lalu berjalan ke ruang keluarga bersantai bersama sambil bercanda ruang bersama.
"Mana nih hadiah untuk ku?nay sama Hana sudah"ucap Zayn meminta hadiah dari Zidan.
"Kau mau apa katakan?jangan yang sulit-sulit"titih Zidan tau kalau adik yang satu ini mintanya yang aneh-aneh.
"Tenang saja sinih aku krisikin".
Mendekat ke arah Zayn dan sedang berbicara pribadi mereka berdua.
"Aku mau jadi om,akan aku tagih lagi nanti oke sana pergi"mengusir Zidan supaya menjauh dari hadapannya.
"Insyaallah fokus aja pada sekolah mu".
"Mas Zayn minta apa?"tanya Nayla penasaran dengan kakak-kakaknya.
"Pribadi dong antara aku dan Zayn,bi tinggal satu hari lagi di rumah ini lalu safy juga ikut ke pesantren atau aku yang ikut kerumah safy?"ucap Zidan menanyakan kedepannya.
"Terserah kalian saja abi akan mendukung pendapat kalian,safy mau sama Zidan atau Zidan yang ikut safy?".
"Kalau aku mau sama mas Zidan dulu satu bulan kan sudah sepakat satu bulan bersama belajar bersama sudah lupa ya boleh".
"Engga lupa cuma memastikan saja,bi ayah kemana engga kelihatan dari tadi?"tanya
"Sudah pulang ke rumah tadi engga mau di sini lagi pakaiannya juga sudah di bawah".
"Tapi kan masih satu hari lagi engga di cegah kepergiannya kan?"
"Zidan!Abi sana umma serta xatn sudah menghentikan cuma engga bisa memaksa orang untuk mau ikut sama kita"ucap Abi.
"Maaf bi engga usah di pikirankan ucapan mas Zida,gimana kalau nanti BBQ an?malam terakhir di rumah atau memainkan permainan gitu sebelum ke pesantren"saran dari safy.
"Boleh tuh tapi mau main apa?"tanya Zidan.
"Truut or deer dong"sambung Nayla dengan senang hati merekomendasikannya.
"Oke setuju"jawab bersamaan dengan kompak menyetubuhinya.
Malam hari.
Sedang berkumpul di ruang keluarga bermain truut or deer serta bercanda bersama.
Karena safy menggunakan nikhob membalik tubuhnya membelakangi adik iparnya.
"Ih curang"protes Nayla engga melihatnya tadi saat menjalankan hukumnya.
"Mau liat?nati aja kau belum melihatnya kan?"ledek Zidan kepada sang adik tercinta.
"Oke nanti loh ulang lagi"tegas Nayla.
"Iya,nay ayo ikut mba safy sama mas Zidan".
"Permainannya gimana? lanjutkan besok saja"tanya Zayn kepada yang lainnya.
"Lanjut besok dong"ucap Zidan.
Mereka bertiga masuk ke kamar Zidan duduk di tempat tidur,safy membuka nikhobnya lalu Nayla sangat terkejut melihat wajah Kaka iparnya sangat cantik dan manis.
"Masyaallah mba safy sangat cantik pantas saja mas Zidan tidak mau jauh-jauh dari mu".
"Masa sih mba tidak merasa seperti itu"ucap safy melihat ke arah suaminya yang kini melihat balik ke arahnya.
"Tadi bilang apa?tidak merasa seperti itu kah".
"Aku engga mau ikut campur masalah kalian"hendak pergi dari kamar itu alhasil di halagi sang Kaka.
"Kalian harus tanggung jawab"ucap Zidan sambil memikirkan hukum yang pantas untuk mereka berdua.
"Tanggung jawab apa?aku tidak melakukan kesalahan apapun"elak safy kepada suami.
Memeluk suaminya supaya tidak jadi menghukum dirinya.
"Sudah lah sana pergi ke kamar mu mas mau istirahat"pinta Zidan untuk pergi dari kamar itu kepada sang adik tercinta.
Nayla pergi ke kamar tinggal pasang suami istri di kamar itu,Zidan tidur di kasur bersama sang istri tercinta tidak merasa mereka saling berpelukan.Safy tidur di bahunya dan tidak ada jarak lagi di antara mereka berdua.
Pagi Hari.
safy bangun duluan masuk kamar mandi cuma membawa handuknya doang.
"Yah aku lupa membawa baju ganti"ucap safy kepada diri sendiri.
Tiba-tiba Nayla datang di saat engga tepat langsung masuk kedalam,melihat Kaka ipar sedang mengambil pakaian di lemari saat itu juga mempunyai ide yang cemerlang.
"Mas Zidan"Nayla teriak memanggil namanya.
"Nay!mba safy lupa engga membawa baju ngapain teriak-teriak nanti bangun gimana?"tegur safy kepada adik ipar satu ini.
"Biarin kan sudah halal atau kalian sedang berpacaran setelah menikah?"tanya Nayla.
"Emmmm kenapa berisik pagi-pagi gini nay".
Cuma memindahkan posisi tidur yang nyaman untuk dirinya.
"Tuh kan cuma pindah aja kalau bangun gimana"sambung safy ketakutan takut terbangun dari tidurnua sekarang.
__ADS_1
Zidan mencari sesuatu laku memeluknya tapi itu ternyata sang istrinya sendiri.
Nayla kabur melarikan diri ke kamarnya.
Sedangkan Safy berusaha melepaskan tangan dari tubuhnya sekarang.
"Mas lepaskan sakit tau"mengkrisik kan ke telinga sang suami sangat pelan.
Membuka mata dengan sempurna melihat sang istri ada di hadapannya lalu melepaskan pelukan sedangkan safu sangat malu belum memakai pakaiannya.
"Maaf-maaf engga sengaja"membalikkan tubuh ke arah lain supaya safy bisa memakai pakaiannya.
Tak lama akhirnya selesai lalu memeluk sang suami dari belakang Zidan sangat terkejut.
"Ay maaf sakit kah tadi? kirain bantal guling eh ternyata ay"sesal Zidan kepada sang istri.
"Lain kali engga boleh"ucap safy mencium kening sang suami serta ketikanya.
"Ay aku bau jangan gitu dong"pinta Zidan.
Bukannya berhenti malah terus menerus mencium kedua ketiak secara bergantian.
"Engga masalah walau pun engga mandi masih bau wangi, bangun mandi lalu kembali ke pesantren Abi ada acara nanti sore jadi pulang nanti setelah sarapan".
"Males mandi ketularan virus males nih dari ay"tolak Zidan menekuk sang istri dengan sangat hangat sampai lima belas menit.
Nayla kesana melihat pasangan kekasih itu langsung masuk kedalam.
Tak sengaja melihat mereka sedang berpelukan sangat mesra tanpa jarak lagi.
"Astaghfirullah halazim inggat dong kalau mau gituan pintu di kunci"membubarkan semuanya seketika.
Lalu melepaskan pelukan hangat satu sama uang lain serta merasa malu di hadapannya.
"Kalau masuk kamar orang ketok pintu sudah lupa?kalau pemilik kamar sudah mengizinkan baru masuk,kenapa kesini mau pulang kan ay pakaian bersih di koper mu dan pakaian kotor di koper ku"ucap Zidan membantu membersihkan kan semua pakaiannya.
"Iya sudah di tunggu abi,mas Zidan naik motor bersama mas Zayn sedangkan istri mas bersama ku dan Abi"ucap Nayla.
Tak lama akhirnya selesai berberes sudah masukkan kiper kedalam bagasi tinggal menuju ke pesantren.
Di perjalanan Zayn mampir ke cafe Ziza mengambil laporan yang ketinggalan waktu itu setelah urusannya selesai baru ke pesantren,masuk dan jalan ke ruang keluarga bersantai di sana sedangkan Abi pergi ada urusan mendadak.
"Umma nanti masakin sambal telur balado"pinta Zidan kepada umma nadya.
"Minta ke istri mu dong umma bisa si tapi kan sudah ada safy pasti akan di masakin".
"Iya nanti aku masakin sekarang mandi dulu bawa sekalian koper pakaian bersih kekamar yang kotor akan aku cuci sekalian"ucap safy.
"Baik ay"jalan ke kamar sambil membawa koper kekamar.
Sedang mandi tak lama selesai memakai baju oblong serta celana jeans keluar kamar.
Bergabung dengan yang lain di ruang keluarga sambil bercanda bersama.
"Tadi kalau engga salah kau panggil mba byka dengan sebutan ay?ayang kah?"tanya Zayn.
"Betul sekali"ucap Zidan kepada adiknya.
Lalu melihat safy kesulitan membawa keranjang agak besar ke tempat jemuran.
Membantu menjemukan pakai tak lama sudah selesai jalan ke ruang keluarga.
"Cie cie sedang pacaran mas mbaknya?"ledek Zayn ketika mereka baru duduk di sofa.
"Kakai iya kenapa?ada masalah dengan mu".
Safy menyubit keras pinggangnya lalu di lepas kan seperti orang sedang pacaran.
"Sakit ay ngapain di cubit kan benar"membela diri sendiri serta mengusap pinggangnya.
"Lain kali engga boleh gitu ada yang masih di bawah umur"menyindir adik iparnya.
"Iya deh yang merasa sudah punya istri mah bebas"mekedek baik Kaka iparnya.
"Sudah lah engga akan selesai juga debatnya,ay mau tanya dong kalau sedang datang bulan bilang aja nanti beli bersama nay aja tapi engga boleh sama Zayn"ucap Zida kepada sang istri.
"Iya,kan nay selaku beli sama Zayn lalu aku?".
"Sama aku aja deh"sambung Zidan lagi.
"Mas Zidan gaje banget kalau gitu ngapain bilang kalau ujung-ujungnya sama mas juga?"tegur Nayla kepada Kakaknya.
"Iya deh aku yang salah maaf".
"Engga cukup dengan kata maaf ka"ucap Nayla meminta yang lain kepada kakanya.
"Lalu Kaka harus apa?aku tau pasti belum dapat uang belanan kan nanti mas engga bawa uang ada di kamar"menyarankan yang terbaik untuk sang adik
"Oke lah nanti yang sama sekali tiap bulannya"Nayla senang akan mendapatkan uang yang sama tiap bulanya.
"Iya nay mas Zidan engga lupa,umma ada rekomendasi untuk Zidan bulan depan pasti perlu uang untuk keluarga kecil ku".
"Sama,aku aja kau bisa memegang akun bisnis ku serta memasarkan melalui online seperti tok-tok"ucap Zayn mencari solusinya.
"Beneran?oke aku mau sudah muat akunnya?Zayn kalau ini sukses buka cabang seperti umma gimana kau setuju?"saran dari Zidan.
"Sudah Cemilan'Ziza tapi akun tok-tok belum sempat kan waktu itu kepotong pernikahan mu kau buat saja lumayan tau"membuka ponsel Zayn membuat akun di tok-tok.
Tak lama selesai Zidan juga di bagikan kata sandi untuk bisa mengakses tok-tok.
"Makasih Zayn kau engga pernah melupakan nama ku?Zi(Zidan) kan,Za(Zayn)kan?".
"Iya mas engga masalah walaupun kau yang menghendel bisnis itu aku percaya nanti pasti akan sukses seperti umma,ada kedai engga jauh dari rumah Abi"ucap Zayn kepadanya.
"Beneran ada di sana?ada berapa karyawan mu sekarang?nanti aku akan ke sana".
"Ada 4 karyawan cuma engga seperti di cafe atau pun di resto"ucap Zayn sedikit kecewa.
"Tidak masalah kalau berusaha pasti bisa".
"Semangat ay, istri ay akan mendoakan yang terbaik supaya bisnis kalian sukses"ucap safy kepada suaminya.
__ADS_1
"Amin"jawab Zidan mengaminkan doa sang istri tercintanya.