Aku Mencintaimu Karena Allah

Aku Mencintaimu Karena Allah
18.Tidak ada yang menduganya


__ADS_3

Setelah membuka kedua matanya melihat Nayla di hadapannya aku lega kalau itu bukan byla melainkan Nayla.


"Nay kenapa kau seperti tadi?kalau benar itu bukan kau mas bisa di hukum sana abi serta mungkin akan di keluarkan dari sini".


Tiba-tiba byla datang sudah ada di depan pintu kamar Zayn melihat Nayla ada di sana mau nyamperin tapi ada yang aneh dengan perasaan byla sekarang.


"Nay kekamar ku nonton dramkor saja yuh".


"Engga mbaba saja atau nontonnya di sini pakai leptop mas Zayn kan bawa ada tuh di meja belajarnya"aku sengaja supaya mas Zayn terjebak engga bisa keluar dari permasalahan dengan ku.


"Plis jangan nonton di sini ambil leptop bawa saja keluar,nay ayo lah keluar bersama byla mas Zayn ada urusan bersama teman-teman anti bawa nay juga bersama mu."


Nayla menarik-narik handuk yang ku pakai serta masih ada byal di sana tempat yang sama sesudah mengambil leptop di tangannya byla.


"de mas Zayn sudah bilang kan tadi mas engga mau kena hukum,mas amsih ingin menjadi seperti Abi Fatah serta abi Usman nay kalau kau mau mendapatkan Kaka ipar nanti saja kalau aku sudah lulus jangan sekarang".membicarakan kepada Nayla dengan suara mengecil.


"Byla bisa tinggalkan nay si sini sebentar".


"Iya bisa leptopnya aku bawa yah Zayn".


"Silahkan sekarang!"sambil menekan perkataan ku kepada byla.


Setelah byla keluar serta tidak ada orang lain selain aku dan Nayla menutup pintu kamar.


"Nay lain kali engga boleh serta kalau misalkan mas Zayn sudah ada jodohnya pasti akan menikah tapi engga sekarang!pasti mas Zidan dulu tahun depan kan lulus kau minta saja kepadanya pasti di kasih".


Nayal mulai bosan mendengarkan ucapan masnya padahal yang di inginkan dia menikah duluan dari pada mas Zidan.


"Sudah lah tapi aku mau mas Zayn menikah dengan byla aku yang akan mengatur pasti bisa menikah dengan mba byla".


...----------------...


Setelah selesai melaksanakan sholat ashar di rumah bersama Nayla lalu kembali ke asrama bersih-bersih serta mandi sekalian.


Di rumah habib Usman Nayla serta byla juga baru selesai mandi mendengar suara dari ponsel mendekat dan mendekat.


trut........trut.........trut.


"Zayn bisa ke pesantren habib Fatah? diminta kesini oleh beliau"ucap santriwati menggunakan telepon rumah ndalem.


"Iya nanti aku sampaikan ning makasih".


"Sama-sama ning Nayla assalamualaikum".


"Wangalaikumusalam"menutup teleponnya.


"Kenapa nay ada masalah kah?"tirih byla penasaran kepada penelepon tadi.


Aku datang kesana mencari ponsel Nayla menunjukkan di tangan ada ponsel ku.


"Jawab dulu mas Zayn engga aneh-aneh kan?tadi ada yang menelpon dari ndalem Abi katanya di suruh kesana oleh Abi ini ponselnya aku kembalikan"dengan nada amarah Nayla engga suka kepada penelepon tadi yang meminta maz Zayn datang kesana.

__ADS_1


"Ngawur mas Zayn masih sayang sama Abi serta umma maa iya berbuat seperti itu,byl pinjam montor boleh?nanti aku kembalikan".


Memberikan kunci motor kepada Zayn setlah itu naik motor serta pergi ke pesantren Abi Fatah tak lama akhirnya sampai,masuk kedalam ternyata sudah ada habib Usman juga di sana mencium tangan mereka lalu duduk di sana.


"Abi meminta ku kesini ada apa?".


"Engga papa kau pulang bersama Abi montor ini biar habib Usman yang bawa pulang".


"Tunggu-tunggu ada apa bi?kenapa aku pulang kan masih kelas satu belum kenaikan masa pulang"aku cuma menebak-nebak ada yang aneh dari sikab Abi.


"Kalau engga mau tahun depan kau akan pindah di sini sedangkan byla bersama abi Usman cuma tahun depan sampai kenaikan kelas tiga!"menjelaskan kepada Zayn kalau Abi menginginkan kau menikah dengan byla.


"Iya Zayn sudah tradisi dari dulu mau kan? mengabulkan permintaan abi mu? untuk beberapa hari tinggal lah bersama Abi di rumah"membuka pembicaraan yang tadinya diam sekarang berbicara.


"Maaf aku itu engga bisa,aku tidur di asrama saja bib maaf tidak bisa mengabulkan permintaan habib kepada ku".


"Ada nay juga Abi sudah siapkan pakaian untuk diberikan kepada nay nitip kau pulang kepesantren lagi"mengambil pakaian Nayla yang dusah di siapkan di samping tempat duduknya memberikan kepada Zayn.


"Bi disini ada es coklat atau engga?".


Tanpa di perintah aku masuk ke dapur mencari coklat di setiap lemari akhirnya ketemu,lalu bikin es coklat kesukaan ku meminum disana juga setelah habis bari keluar bergabung dengan Abi Fatah serta Abi Usman duduk kembali.


"bib mau pulang sekarang atau nanti?Zayn ada tugas belum di kerjakan nanti malam di kumpulkan,besok sudah bebas engga ada tugas lagi kan libur sekolah".


"Ayo kalau mau pulang dulu lusa Nayla sama byla akan kesini lagi".


Setelah berpamitan serta membawa tas Nayla naik motor menuju ke pesantren tak lama akhirnya sampai.


"Nay ini ada titipan dari abu untuk mu,mas amu keasrama sebentar mau ngerjain tugas dari ustadz tadi belum sempat".


Hendak pergi dari rumah habib Usman lalu Nayla menarik tangannya supaya engga pergi dari rumah habib Usman.


"Jangan pergi disini saja mas"merengek seperti anak kecil saja.


"Bentar doang nay nanti kesini lagi kau sama byla dulu nanti malam jalan-jalan mau yah lepasin tanga mas Zayn".


"Engga mau maunya sama mas Zayn aja engga boleh kemana-mana titik".


"Nayla sedang datang bulan"mulai membuka pembicaraan menjelaskan kepada Zayn.


"Oh pantas saja,nay mau apa sekarang nanti malam aja ngerjain tugasnya,do sekedap bisa kesini sebentar?".


Jalan mendekat kearah ku sedangkan Nayla kembali keruang tengah duduk bersama mba byla sambil bersantai serta makan cemilan.


"Iya ada apa Zayn? memanggil ku kesini?".


"Kau mau kemana?kalau mau keasrama bisa ambilkan buku ku yang ada tulisan mapel tafsir minta tolong do"pinta ku kepada Aldo.


"Bentar aku ambilkan"titihnya sebelum pergi ke dari rumah habib Usman.


"Makasih do"ucap ku kepadanya sudah mau mengambilkan buku tafsir di asrama.

__ADS_1


...----------------...


Setelah selesai mengerjakan tugas tafsir serta malam hari cuaca sangat cerah Nayla sedang pergi bersama ku serta byla sekedar jalan-jalan malam.


"Byla kalau mau beli sesuatu bilang saja nanti sekalian untuk makan malam,habib belum ada lauk kan?beli nasi goreng aja gimana tuh ada nay beli 4 ini uangnya"mengambil uang dari dalam dompet 50 ribu di berikan kepada Nayla untuk membeli nasi goreng.


"Mba temenin beli nasi goreng spesial aja yah mas?"pinta Nayla kepada mas Zayn.


"Uangnya kurang nay ini takut kurang pasti kau engga membawa uang kan?"memberikan 20 ribu lagi kepada Nayla.


"Iya dong kan ada atm berjalan ngapain mbawa uang"ledek ku kepadaas Zayn.


"Emak saja sana pesan nanti pulang aku tunggu di sini".


Sedang memesan nasi goreng spesial satu porsi harganya 15 ribu tak lama akhirnya sudah jadi serta sudah membayar pesenan tinggal pulang kepesantren.


Di tengah jalan ada penjahat mendekat kearah kita lalu salah satu dari mereka mengancam serta meminta uang serta bahwa bawaannya,ada 2 penjahat Zayn dengan berani maju melawan serta melindungi adik serta teman sahabatnya tak lama setelah itu mereka melarikan diri.


Zayn terluka di tubuh serta beberapa luka di bagian wajahnya bungkus plastik di berikan kepada byla,Nayla yang memapah sampai pesantren tinggal beberapa langkah lagi sampai disana serta di obatin di rumah habib Usman,byla mengambil obat p3k setelah itu di berikan kepada Nayla lukanya sangat parah sampai keluar darah di wajahnya.


"Mas di rawat keuks aja yah?aku takut banyak darah di wajah mu hiks......ayo mas aku bantu keuks sekarang!!".


"Engga nay biarin aja nanti juga sembuh cepat obatin lukaku atau panggil Aldi saja biar Aldi aja yang ngobatin kau lama".


Tak lama akhirnya datang juga bersama habib Usman tadi ada urusan dengan beliau,masuk kedalam melihat Zayn sudah terpapar di sofa mendekat serta mengobati lukanya.


"Tahan biar aku yang obatin,gimana caranya tadi berangkat bersih engga ada luka pulang banyak darah"tanya Aldo kepada ku sambil mengobati serta mengompres lukaku.


"Jangan banyak bicara obati saja,ada luka juga di tubuh ku kau bantu aku obatin di dalam kamar"sambil menahan rasa sakit yang ku rasakan sekarang.


"Nay jangan bilang Sam umma serta yang lain minta juga habib jangan beritahu ku mohon nanti juga sembuh,gimana do sudah selesai atau belum?lama banget ih sakit jangan di tekan dong"sambil marah-marah sama Aldo.


"Maaf-maaf ini sudah selesai ayo aku bantu kamar mu ada dimana?"Aldo tau kalau Zayn juga punya kamar di rumah habib Usman.


"Sebelah sana nay bikinin es coklat dong itung-itung buat berterimakasih ke aku".


Setelah berada di kamar serta sedang mengobati lukanya karena banyak di bagian tubuh ku,baju ku di lepas susah kalau engga di lepas Aldo sangat khawatir dengan keadaan ku sekarang ini.


"Kenapa?laki koh cengeng lama banget es coklatnya,nay es coklatnya mana buruan bawa kesini"ucap ku sambil teriak kepadanya.


Bukan Nayla yang bikin es coklat melainkan mba byla setelah selesai di berikan kepada Nayla lalu sudah di depan pintu kamarnya.


"Mas ini es coklatnya".


"Masuk saja engga di kunci"menarik selimutnya keatas serta masih lemas buat menggerakkan tubuh ku.


Setelah memberikan minuman kepada ku lalu pergi dari sana duduk bersama mba byla.


"Gimana masih sakit?".


"Masih mba es coklat sudah ku berikan bentar lagi juga sembuh mba byla khawatir yah,bilang saja iya nantia ku sampaikan ke mas Zayn mba byla kalau bohong pipinya memerah"goda ku kepada mba bila.

__ADS_1


__ADS_2