
Hari-Hari di lalui pasangan kekasih tanpa berpacaran mereka selalu menghabiskan waktu bersama dengan teman dekat.
Bermain bersama,bercanda bersama dan jalan-jalan bersama.
Zidan selalu menjaga perasaan tidak mau orang yang di cintai menangis di hadapannya.
Mengajak adik dan kekasihnya pergi makan siang di luar menikmati pemandangan sore hari yang sangat indah ada samsetnya.
"Mas mau makan apa sekarang?akan aku pesankan"tanya safy kepada calon suami tinggal beberapa Minggu lagi bersamanya.
"Di sama kan saja,nay kau tau byla kenapa engga pernah menemui Hana.Zayn kau apakan sampai engga pernah ke pesantren?".
"Apaan si,tanya saja ke orangnya langsung ngapain tanya ke aku?mas aku rasa byla menghindar dari ku atau aku yang engga mencari akar masalah ada di mana"sambung Zayn merasa tidak bersalah sama sekali.
"Itu mba byla bersama orang lain"timpal Nayla melihat mereka sangat akrab engga ada jarak di antara mereka bertiga tertawa bersama.
Safy sedang memesan makanan,yang lain melihat ke arah byla bersama orang lain melepaskan kebahagiaan bersamanya.
"Zayn sudah lah engga usah menyiksa dirimu seperti itu"titih Zidan menenangkan adiknya.
Berjalan kearah Zidan lalu melihat byla.
Itu kan arkara Dewantara.
"Bentar aku ke sana nanti kembali lagi"jalan meninggalkan Zidan mendekat kearah arkara.
"Assalamualaikum kalian di sini juga?"sapa safy kepada mereka dengan tersenyum.
"Iya kenapa?ini safy kan sedang di sini juga ayo gabung bersama kita, bodyguard engga ikut aku yang meminta mereka mengawasi dari jauh"ucap arka menawarkan untuk ikut bergabung bersamanya.
"Maaf ka aku bersama mereka ada di sana,kalau boleh tau kalian sangat dekat maaf kalau ada masalah dengan Zayn jelaskan dengan baik dia merasa bersalah dengan mu kalau gitu maaf sekali lagi duluan ka assalamualaikum"pergi kembali ke Zidan.
Di sisi lain..................
Makanan yang tadi si pesan arka sedang di sajikan di hadapannya.
Setelah di sajikan tinggal di makan bersama.
"Katakan kepada ku apa yang terjadi?byl engga usah bohong katakan saja kalau aku bisa membantu mu menyelesaikan masalah akan aku bantu"memulai membuka pembicaraan mereka semuanya.
"Engga papa ka, setelah ini ke butik beku baju boleh tapi uang Kaka?"pinta byla kepadanya.
"Iya habiskan dulu makanya,jaja boleh beli juga sudah lama engga seperti ini.Ada yang hutang penjelasan kepada ku tadi ada cowok yang melihat ke arah kita melihat engga suka melihat mu bersama ku?"sedang mengintrogasi byla dengan sikapnya selalu cer kepadanya.
"Dia adik dari orang yang pernah bersama mu"jawab byla singkat.
"Adik? maksudnya safy ada hubungan sepesial dengan mereka?"mengulangi perkataan byla barusan.
"Kurang lebih seperti itu,ayo katanya mau membeli baju du butik Kaka mau mengingkari janji yang sudah di buat bersama ku?".
"Bentar aku mau mbayat dulu"memberikan kode kepada bodyguardnya.
Mendekat kearah arkara Dewantara.
"Kenapa tuan muda?iya kalian jalan dulu biar di selesaikan paman saja"ucap salah satu bodyguardnya lalu pergi ke mobil sambil menunggu di sana.
Sedang membayar pesenam bertemu dengan Zayn di casir sama-sama mau mbayar.
Setelah selesai baru masuk ke mobil sama-sama mau ke butik langganan mereka.
Tak lama sudah sampai di butik langganan masuk kedalam menemui pemilik butiknya.
"Bunda Zidan kangen bunda"ucap Zidan memeluknya dengan erat.
"Bunda juga kangen sama kalian pasti mau membuat baju kan silahkan masuk ada".
Masu kedalam ruangan khusus untuk mengukur baju pengantin.
Yang lain sedang melihat baju-bajun yang di rancang dengan anggun,melasik tapi berkelas atas dan sederhana tapi elegan ciri kas dari butik bunda sudah terkenal di mancanegara.
Arkara dan yang lain baru datang sedang melihat rancangan juga.
Mendekat ke arah Zayn karena sendirian.
"Khem....... tadi saat di cafe Bintara kau melihat kearah ku seperti engga suka?".
"Maaf kau siapa?aku enggak melihat kalian seperti itu,oh yang tadi maaf enga sengaja"jawab Zayn dengan santai.
"It's oke katakan kau siapnya safy?bisa minta waktunya untuk menjelaskan tentang byla".
"Aku adik dari Zidan, Muhammad Zayn Alfatah ada masalah dengan Kakaku?bisa atur saja permisi"jalan ke arah Nayla duduk di sebelahnya menyenderkan kepala ke bahunya melepas lelah untuk hari ini.
"Kenapa?bete lagi sudah lah mas kalau mba byla bahagia dengan orang itu ikhlaskan saja"menasehati kepada kakaknya.
"Iya bicara memang mudah yang menjalankan itu sulit nay plih baju mu Zidan yang akan mentraktir baju,bunda masih lama kah?bete nih boleh nonton film hantu di ruangan bunda,bunda kan baik,manis boleh kan........Kan.......kan".
"Boleh dong masuk aja nanti giliran kalian kabar Nadya gimana?udah lama engga kesana sibuk dengan bisnis bunda hehe".
"Alhamdulillah bun,papay bunda yang terbaik ummmmah"mencium kedua pipi bunda lalu pergi keruangannya.
"Anak itu engga pernah berubah dari kecil hingga sekarang"ngedumel sendiri.
Langsung istirahat mendekat ke arah arkara Dewantara bersama keluarganya.
Keluarga?byla keluarganya?.
"Tuan muda bersama keluarga mau beli baju atau bikin baju?"ucap bunda kepadanya.
"Cuma nemenin adikhadikku saja,panggil nama lebih baik"pinta arka kepada bunda.
"Baik lah arka, silahkan di pilih-pilih dulu nanti akan mendapatkan diskon seperti biasa".
"Sesuai harga saja makasih sudah mau menawarkan tapi kalau beli dapat diskon nanti rugi butiknya!"tegas arkara Dewantara.
"Baik lah saya tinggal dulu ada urusan sebentar,nay masuk lah kedalam ruangan itu Kaka mu sudah selesai"sambil jalan mendekat kearah Nayla.
"Bunda wnggga usah teriak nay dengar"tegur Nayla engga suka kebiasaan bunda.
"Maaf bentar lagi juga akan keluar".
Byla mendengar kata yang tadi di keluarkan pemilik butik yang sedang si kunjunginya.
"Aku engga salah dengar kan?tadi Tante itu bilang nay? maksudnya Nayla kah ada di sini juga bersama keluarga?"menanyakan kepada diri sendiri engga berani mendekat kearahnya.
"Kau kenapa dengan orang itu? sebenarnya apa yang terjadi sauqi salsabyla!cepat selesaikan belanja kalian lama bosen juga nungguin kalian belanja seperti ini".
"Iya sabar sedikit napa jadi orang marah-marah mulu engga capek?jaja kau sudah atau belum?ka bagus yang ini arau itu"menanyakan pendapat dari arkara.
__ADS_1
"Yang pink cewe kan suka pink?"memberikan jawaban kepada byla.
"Bagusan yang ini dong,Kaka engga mengerti tentang fashion kalau yang ini ada yang kurang"menjelaskan masalahnya arkara.
"Kalau gitu ngapain tanya aku?ambil dan bayar ini"memberikan kartu kredit kepadanya.
Kebetulan Zayn lewat mau keruangan khusus gilirannya Nayla susah keluar dari tadi.
Membayar belanjaan bersama Azalia.
Setelah selesai enggak sengaja menabrak Nayla yang sama-sama engga melihat jalan.
"Maaf engga sengaja"sesal Nayla.
"It's oke maaf juga aku engga melihat jalan,Nayla?kau bersama siapa kesini"ucap byla sambil mengambil barang belanjaannya.
"Mba byla sudah selesai belanjanya?aku bersama keluarga lama engga ketemu".
Zayn sudah selesai lalu keluar menghampiri keributan yang terjadi tadi.
"Nay kemari ayo pulang sudah di tunggu umma di ndalem"pinta Zayn engga mendekat melainkan meninggikan suaranya.
"Iya sebentar"ucak Nayla kurang suka.
Mendekat kearah Zayn lalu memukul tubuhnya lalu jalan ke arah mobil.
Kembali ke pesantren setelah sampai serta bersenang-senang bersamanya.
Zayn sengaja engga ikut bergabung bersama yang lain cuma ada di kamarn ya.
Memikirkan kejadian di butik bunda,safy menghampiri kekamarnya melihat kondisi di kamar sendirian.
"Zayn kenapa lagi?engga ikut bergabung kan satu Minggu lagi kakamu sudah milik ku juga"mencari tau apa yang terjadi dengannya.
"Tidak ada kenapa kesini satu minggu kau akan jadi Kaka ipar ku jadi tinggalkan aku sendiri"ucap Zayn kepadanya agak menyakitkan untuk safyra.
"Jadi gitu,kau tau kenapa byla engga kesini?sudah minta maaf atau belum?mau tau tentang ka arka aku punya nomor WhatsApp kalau kau mau bantu akan di kirimkan"melontar pertanyaan yang terjadi pada Zayn sekarang ini.
Dengan susah punya menelan saliva"Sudah minta maaf terap sama masih marah tadi di butik juga menawarkan untuk berbicara dengan ku lalu keburu masuk keruangan khusus hadu belum sempat deh".
Kring pesan dari ponsel Zayn.
Safy sudah mengirim kan nomor arkara.
"Sudah kan tanyakan saja pasti di jawab aku keluar sudah lama aku meninggalkan mas Zidan jangan terlalu memikirkan kalau engga terjadi apapun kepada byla".
Jalan kembali ke ruang keluarga membahas pernikahannya bersama Zidan.
...----------------...
Engga menyangka akan menjadi suami dari safyra tinggal menghitung hari menuju pernikahan tidak mengadakan pesta cuma keluarga inti serta kerabat dekat dari keluarga mempelai wanita dan pria.
Pernikahan akan di langsung di rumah Abi Fatah selama tiga hari di sana sebelum kesana safy serta ayahnya akan di ****** serta menginap di rumah Abi Fatah.
Persiapan sedang di laksanakan mengunakan tetangga dekat rumahnya.
Setelah sampai di rumah Zayn belum menghubungi arkara cuma masih bimbang.
Sengaja memisahkan diri dari yang lain mencari udara segar dengan bersepeda lalu melihat arka dengan perempuan lain lagi.
"Dengan cewe batu lagi?"ucap Zayn asal bicara lalu di tertawa kan oleh Azalia.
Setelah itu bakso pun datang sambil menikmati kelezatannya.
"Kalau iya kenapa ada yang keberatan?kau keberatan bersama ku?"menengok kearah Azalia lalu menggelengksn kepalanya.
"Aku dengar banyak dari orang sekitar kau pernah melakukan yang tidak seharusnya kau lakukan?"lagi-lagi bertanya seperti itu.
"Apa masalahnya dengan mu?aku engga keberatan dengan itu!lagian kau siapa melarang ku engga ada hubungan juga dengan ku,kalau mau tau banyak tentang ku main kerumah saja kalau di tanya bodyguard sudah ada janji dengan ku engga akan di tanya basa basi olehnya serta menyingkat waktu ku"memakan baksonya kembali.
"Engga janji di rumah ada acara keluarga jadi akan aku usahakan,nama ku Zayn".
"Tunggu aku pernah denger nama itu kau yang menyakiti perasaan byla kan! katakan kalau iya akan berurusan dengan ku,asal kau tau selama ini byla selalu berusaha melupakan mu tapi engga bisa sekarang ada di rumah ku bersama habib Usama"menjelaskan kondisi byka saat ini.
"Maaf kalau memang aku sakah besok pagi akan kerumah mu nanti aku WhatsApp duluan assalamualaikum"pergi meninggalkan arka dan Azalia.
Pagi hari...............
Zayn mencari celah untuk bisa pergi kerumah arkara naik sepeda tak lama akhirnya sampai.
"Maaf pak saya mau bertemu dengan arkara ada?sudah ada janji dengan beliau".
"Silahkan masuk tuan muda ada di ruang keluarga bersama yang lain"ucap scurity arka.
Masuk kedalam jalan menuju ruang keluarga melihat mereka sedang tertawa lepas sangat hangat ragu-ragu untuk masuk ke dalam.
"Assalamualaikum habib di sini juga?"sapa Zayn masih enga percaya melihat ini semua.
"Wangalaikumusalam silahkan masuk"pinta arka kekada Zayn sembari tadi berdiri di sana.
Masuk serta bergabung dengan uang lain.
"Gimana Lanjar kan?om jadi ini yang selalu di ceritakan di belakang byla,tapi byl tau engga pernah menceritakan kepada ku jakian sedang ada masalah akan aku bantu".
"Maaf bib telah menyakiti perasaan byla karena ucapan ku dan kalau memang kalian bahagia aku ikhlas assalamualaikum"hendak pergi dari ruang keluarga di halagi oleh arka.
"Kenapa bilang seperti itu?aku kan sudah bilang akan aku bantu hubungan kalian seperti dulu sebelum ada aku,arkara dewantara keponakan dari om Usman adik dari ayah ku.Azalia Dewantara adik ku masih belum percaya?bisa di tanyakan saja kepada om Usman aku kesini belum lama".
"Jadi kalian keluarga besar?maaf aku engga tau kalian Kaka adik?"tanya Zayn belum pernah dengan semua ini.
"Iya,om adik dari orang tua arak.Mereka selalu memanggil arka cumanggil Kaka tidak lebih serta tidak ada tambahan lagi".
"Syukurlah sudah jam segini aku harus pulang ada acara di rumah kapan-kapan bertemu lagi assalamualaikum"ucap zatn terburu-buru meninggal kan ponselnya.
Setelah sampai masuk kedalam kamar mengganti pakaiannya ada foto keluarga.
Setelah pemotretan selesai baru mengingat satu kata 'ponsel'.
"Mas tau di mana ponsel ku?aku lupa meletakan di mana,bantu cari dong biar lebih mudah ketemu"pinta Zayn mencari kesana kemari belum ketemu juga.
Byla kesana naik sepeda lalu masuk kedalam.
Melihat orang sedang mencari sesuatu.
"Nyari ini kan?"ucap byla menunjukkan ponsel Zayn berada di tangannya.
Mendekat serta mengambil ponselnyanya.
__ADS_1
"Makasih byl maaf merepotkan,aku lupa tadi ayo masuk"mengajaknya masuk kedalam.
Nayla memeluknya sangat erat lalu memeluk Hana juga berpelukan bertiga.
"Khem......... Engga mau memeluk ku juga?".
"Kau iri kan katakan saja,fy tolong ambilkan es coklat dong"pinta Zidan kepadanya.
Jalan kedapur membuatkan es coklat untuk semua orang setelah jadi es coklatnya serta membagikan satu persatu.
"Makasih"meminumnya dalah hitung menit sudah habis tidak ada sisa lagi.
"Mas Zidan mau menikah kan?aku engga dapat undangan pernikahan kalian?"mengkonfirmasi kepada mereka.
"Dapat dong kartunya sengaja engga di cetak kemarin sudah aku kirim ke Zayn mungkin lupa"meledek adiknya lalu tersenyum.
"Maaf aku lupa nanti aku kirim".
"Sudah masuk kan?mas acara besok gimana mau aku bantu atau kau saja?"Sambung Zayn meledek balik kakanya.
...----------------...
Keesokan harinya.
Sedang di rias seperti pengantin pada umumnya sudah ada orang untuk membantu mereka masing-masing.
Zidan sedang di rias oleh WO (wedding organizer) begitu pula safy serta yang lain.
Sesekali Zidan datang ke kamarnya melihatnya di balik tirai khusus untuk zudan.
"Kapan aku bisa melihat mu?mba bisa di percepat riasnya?"pinta Zidan kepada mba WO(wedding organizer).
"Sabar sedikit mas penghulunya juga belum sampai baru kali ini ada orang yang engga bisa menunggu waktunya"menggoda Zidan.
"Iya-iya aku pergi"ucap Zidan pergi ke kamarnya melanjutkan riasan padanya.
Setelah Zayn selesai datang ke kamar Zidan langsung masuk.
"Sudah siap coba latihan dulu awas saja sampai salah tiga kali akan di tunggal".
"Iya aku ingat engga akan lupa"ucap Zidan dengan bangga mau menikah.
"Maaf mas ganti baju dulu"sambung mba Wonya memberikan baju kepada Zidan.
Menerima banju darinya lalu masuk kamar mandi mengganti pakaiannya.
"Zayn bantu aku"pinta Zidan memanggilnya.
Jalan mendekat ke arah kamar mandi lalu masuk kedalam membantu Zidan.
"Ngapain panggil aku?kan ada mba itu yang membantu mu"Lagi-lagi Zayn meledek Zidan.
"Kau!bantu dong tangan ku engga sampai,Zayn yang kau katakan tidak akan aku lakukan kecuali bersama safy".
"Mau aku bantu atau tidak".
Membantu Zidan lalu setelah selesai baru keluar dari kamar mandi dan duduk melanjutkan riasannya.
"Mas penghulu bentar lagi sampai jadi ini tinggal di rapikan sedikit,masnya bisa bantu dia akan aku arahkan ikuti petunjuk dari ku"pinta mba WOnya mengarah Zayn untuk membetulkan pakaian kakanya.
Setelah selesai baru keluar serta duduk di tempat yang sudah di siapkan.
Sudah siap semuanya tinggal mengucapkan janji suci serta ijab Kabul.
Nenjahat tangan Zidan lalu mengucapkan ijab kabul di ikuti oleh zudan sampai selesa.
'Sah'sorakan dari orang sekitar menangib bahagia sudah melalui proses selanjutnya.
"Alhamdulillah bi Zidan su-------sudah menjadi suami dari safyra"ucap Zidan menangis di pelukan Abi Fatah engga bisa membendung air matanya terus mengalir dengan deras.
"Sudah jangan menangis,nay sama byla tolong panggil kan safy kesini makasih".
Tak lama safy datang di dampingi adik ipar serta temanya jalan dengan perlahan.
Mendekat kearah Zidan dengan ragu begitu pula safy lalu selesai tinggal menyelesaikan dokumen pernikahan setelah selesai penghulu pergi melanjutkan tugasnya.
"Cie ada pengantin baru nih,seharusnya aku dapat hadiah dong?"pinta Zayn pasangan suami-istri yang tadi menikah.
"Sama aku juga mau lebih banyak dari mas Zayn satu lagi kan sudah menikah nih ye kapan dong aku dapat teman seperti Hana".
"Hana juga mau dong"sambung Hana mulai ikut-ikutan menagih kado dari mereka.
"Iya nanti akan di bagikan tapi belum sempat beki jadi kalian bebas mau beli apa pun mas Zidan yang bayarin"ucap safy melihat ke arah Zidan memeluknya dengan erat di dadanya
"Sudah puas?gerah nih baju mau ganti baju dulu sebentar"hendak pergi ke kamar lalu di halangi istrinya mau foto bersama dulu sebelum pergi ganti baju.
Setelah mengganti beberapa foto lalu ganti baju dan foto-foto lagi dan lagi.
Hampir satu jam setelah capek berpose masuk ke kamar ganti baju di kamar masing-masing.
Di kamar pengantin baru.
Zidan ganti baju duluan setelah selesai baru keluar gantian dengan safyra.
Sedang nonton dramkor tak lama safy keluar sengaja engga memakai nikhobnya.
Zidan melihat ke arah safy lalu tersenyum bahagia akhirnya bisa melihat wajahnya.
Sangat cantik,Hidupnya mancung,serta ada lesung pipinya sangat indah.
"Masyaallah istri ku, makasih engkau menyipitkan istriku sampai ini"memuci kecantikan safy sudah lama menanti ini.
Lalu Zayn datang langsung masuk alhasil safy mengambil nikhob yang dari.
"Maaf aku lupa susah ada mba safy".
"Ngapain kesini?katakan kau engga mempunyai pekerjaan lain sekarang"sambung Zidan engga mau di ganggu siapapun termasuk adik-adiknya.
"Pinjam laptop dong,leptopku kehabisan baterai lupa mengisi dayanya"berbohong kepada kakanya.
"Ambil saja lalu keluar kalau ada sesuatu ambil sekarang"ucap Zidan kepada adiknya
Mengambil leptop serta powered lalu keluar dari kamarnya pergi ke ruang keluarga.
Membuat poster dari foto-foto pasangan kekasih baru menikah.
Lalu jalan ke kamarnya istirahat di kamar.
__ADS_1