Aku Mencintaimu Karena Allah

Aku Mencintaimu Karena Allah
54.Berita duka.


__ADS_3

Nayla sedang melancarkan menjalankan naik motor bersama kakanya.Tak lama kembali ke rumah istirahat sejenak sebelum memantau bisnis online sedang naik daun.


Setelah sampai jalan menemui istri di kamar duduk di sebelah tempat tidur, Husna melihat ke arahnya yang sedang kecapean.


"Cape ka?"tanya Husna penasaran.


"Kalau sudah liat adek tersayang capenya hilang,tau kenapa? karena adek obat yang bisa menghilangkan apamun dari di pantainya.


"Engga masalah dek,Kaka mau pergi nanti kalau pulang bawa celana untuk adek.Aatu lagi Kaka engga bisa janji bisa pulang telat waktu atau engg"mengeluarkan tengan kepada istrinya lalu Husna mencium tangannya.Zayn mencium kening lalu pergi ke luar jalan ke halaman pesantren bertemu dengan Samar.


"Assalamualaikum mau ke mana ka?".


"Wangalaikumusalam,Kaka mau pergi kirimkan ke email aja laporan program tersebut.Kalau besok engga ada halangan Kaka akan menemui dan menghendel sisanya"ucap Zayn kepada temannya.


"Oke, hati-hati ka"titih Samar.


"Makasih duluan assalamualaikum"Zayn hendak pergi ke luar gerbang.


"Wangalaikumusalam"jawab samar kembali ke asrama dan ke kamarnya.


...----------------...


Setelah sampai di pesantren Zayn masuk kedalam kamar bersiap untuk melaksanakan shalat berjamaah bersama.


Tak lama kemudian keluar sudah memakai pakaian, azan magrib berkumandang Zayn cuma membatalkan puasa sambil makan kurma 7 butir yang sudah habis di makannya.


Sesudah menyantap buka bersama mereka sedang melaksanakan sholat berjamaah di musholla rumah,tak lama kemudian selesai yang lain sedang bersantai di ruang keluarga sedangkan Zayn bersiap-siap hendak pergi menghadiri tauziah bersama Samar.


Masih berada di dalam kamar bersama Husna,ia tidak mau di tinggal sendirian tanpa ada Zayn bersamanya.


"Adek sayang, cinta ku.Habis ini engga ada acara lagi Kaka janji untuk malam ini mau nitip apa?nanti sekalian di belikan".


"Baik lah, belikan adek seblak langganan yang sering beli di sana komplit level 4"ucap Husna mendampingi suami menemui Samar.


Kebetulan Samat baru saja nyampe menunggu sebentar lagi.


"Oke dek, bilang ke nay kalau mau seblak WhatsApp aja nanti sekalian di belikan.Kaka pergi dulu assalamualaikum".


"Wangalaikumusalam hati-hati,iya nanti Una sampaikan ke Nayla dan mba safy sama mas Zidan sekalian"ucap Husna tersenyum manis ke arah suami tercinta.


"Iya,ayo mar.Dek Kaka pergi dulu sampai nanti"Zayn memberikan kunci motor kepadanya.


Di perjalanan menuju tempat tausiyah,tak lama lagi sampai di sambut oleh warga setempat yang kebetulan hendak sholat isya berjamaah.5 menit kemudian akhirnya sudah selesai sholat, ponselnya di titipkan ke Samar lalu Zayn bersiap menyampaikan materi tausiyah.Warga setempat menerima materi yang di sampaikan oleh Zayn sangat santai sekali-kali jamaah di ajak bercanda di sela-sela tausiyahnya.


Setelah selesai menyampaikan materi tinggal melanjutkan sholat tarawih berjamaah.Lama kelamaan akhirnya selesai juga tinggal berpamitan kepada warga setempat.


Zayn mendapatkan bingkisan berupa foto bersama dengan jama'ah tadi.Setelah selesai baru pulang dan salah satu warga setempat memberikan amplop untuknya.


Lalu menerima amplop tersebut sebagai bentuk apresiasi dari warga setempat,Zayn berserta samar pergi untuk membeli seblak pesenan dari istri tercinta.


'Kring' pesan masuk ke ponsel Zayn lalu membaca pesan dari Nayla.


[Mas,nay mau seperti biasa level 2 aja.Mba safy juga mau yang sama seperti Nayla level 4 makasih mas].


Mengetik pesan untuk Nayla [oke nay,mas bentar lagi pula sedang membeli pesenan kalian]Zayn mengirimkan pesan tersebut.


Menyimpan ponsel kembali,menambah 4 lagi level 4 sambil menunggu pesenannya selesai.Samar terlihat lebih lemas tidak seperti biasanya.


"Mar biar aku aja yang membawa motor,kau sangat lelah kan?".


Memberikan kunci motor kepada mas Zayn menerima kunci motor dari tangan Samar.Membayar pesenan setelah selesai baru kembali ke pesantren dan memberikan pesenan mereka.


Setelah sampai memberikan satu bungkus seblak untuk samar,Zayn masuk menemui istri serta adik dan Kaka iparnya.


Membaringkan pesanan sesuai dengan yang tadi sudah di pesan kepada Zayn,makan bersama di ruang makan ada pasangan yang sedang suap-suapan satu sama lainnya.


"Mas Zidan kalau mau seblak tadi bilang sama mas Zayn"tegur Nayla.


"Iri bilang dong"mas Zidan meledek adiknya.


"Buat apa iri,nay engga mau menikah secepat kalian"ucap nayla melanjutkan makan seblak.


"Mas Zayn juga berharap agar Nayla melanjutkan ke jenjang lebih tinggi seperti kuliah"masih fokus menghabiskan seblaknya.


"Nay mau melanjutkan mengambil S1 cuma mau fokus ke tahun ini dulu".


Setelah selesai makan seblak mereka kembali ke kamar masing-masing,Zidan fokus pada istrinya yang sedang mengandung buah cinta mereka sudah 2 bulan lebih beberapa hari ini.


"Mas mau deh"ucap safy menjauh dari suami.


Tak percaya Zidan mencium ketiak dan seluruh badan"engga bau badan,ini bau parfum seperti biasa cuma sedikit pakainya".

__ADS_1


"Mau,safy engga mau tidur di sini sebelum yantu baju terlebih dahulu"pinta safy kepada suami tercinta.


Akhirnya mengganti baju setelan itu mendekat ke arah istrinya.


"Tapi masih bau pakai parfum lagi?Safy mau tidur sama nay aja yah mas".


"Iya tapi kalau ada apa-apa gimana?"tanya Zidan takut terjadi apapun.


"Nanti safy telepon sampai pagi oke"melihat ke arah suaminya.


Menghelah nafas panjang"baik lah nanti mas Zidan ke kamar nay,mau di anter atau jalan sendiri?"tanya Zidan kepada istrinya.


"Jalan sendiri aja assalamualaikum"jalan ke kamar Nayla.


Sudah masuk di dalam kamarnya,tidur bersama Nayla terasa lebih nyaman serta bisa tidur nyenyak.


...----------------...


Sedangkan di kamar lain.Pasangan suami-istri tersebut baru bangun tidur dan mendapatkan asupan pagi satu sama lain.


Kiss susah mulai panas Zayn melepas dari istrinya engga mau berlama-lama.


"Dek sudah yah,ini baru puasa ke 15 loh masih lama hari kemenangan.Kaka sudah bolong 2 kali sekarang engga mau lagi.Ayo lah dek hentikan sudah cukup sampai di sini".


"Tapi cuma kiss panas doang ka"pinta Husna.


"Sama saja takut kelabas,Kaka mau ke kamar mandi dan keluar sahur bersama yang lain".


Jalan ke kamar mandi,tak lama keluar Husna menunggu di depan pintu kamar mandi saat Zayn keluar lalu kiss panas lagi.


Mendorong suami ke tempat tidur, Husna sangat menginginkan penyatuan lagi dengan suaminya.Lama kelamaan pakaian kedua pasangan itu hampir tidak memakai pakaian lagi,sudah terbuka sempurna tidak sehelai kain pun yang menutupi seluruh tubuhnya.


Zayn mengalihkan permainan di atau tubuh istrinya karena sudah terlu sering melakukan penyatuan jadi lebih mudah masuk ke dalam sana.Husna mencengkram punggung suami dengan erat sampai meninggal bekas di sana.


"Kau yang mau bukan Kaka"Zayn menambahkan tempo permainan lebih cepat.


"Arghhhhhh, Kaka jangan kecepatan.emm sayang maaf sudah membangun kannya".


Zayn makin melakukan yang terbaik serta tidak menyakiti istrinya.


"Lain kali kalau Kaka bilang engga mau jangan di paksa,jadi untuk hari ini sudah cukup.Istirahat terlalu dahulu Kaka mau mandi cuma sebentar".


Menghampiri istri yang masih rebahan di tempat tidur,Zayn memberikan baju handuk dan menggendong ke kamar mandi menurunkan di atas wastafel.


"Mandi nanti Kaka tunggu lebih cepat sudah jam 4 kurang 15 oke"


Husna sedang mandi 15 menit kemudian sudah selesai mengeringkan rambut, setelah kering baru memakai jilbab dan keluar bersama Zayn bertemu dengan adiknya.


"Khem........Pagi mas Zayn"Nayla menyapa kedua pasangan tersebut.


"Pagi juga,baru mau menyantap sahur?".


"Iya nih ayo keburu habis waktunya"safy jalan duluan ke ruang makan.


Di susul Zayn serta uang lain,tak berselang lama safy merasa sakit perut tidak bisa menahan rasa sakitnya.


"Di bawah ke om Gibran aja umma".


"Iya,Umma bantu kau siapkan kendaraan".


Safy di bantu umma dan Husna menuju mobil Abi Fatah.Setelah sampai di depan rumah sakit susah siap untuk membawa ke ruang IGD bersama dokter kandungan.


Hampir 1 jam dokter pun keluar memberitahu kondisi pasiennya.


"Maaf suami pasien di mana?"melihat seluruh orang yang ada di sana.


Om Gibran datang menemui mereka semua dan membawa orang tuanya.


"Dok ini orang tua dari pasien, sebelumnya gimana kondisi dari safy? baik-baik saja kan?"tanya om Gibran penasaran.


"Dari USG baik-baik saja cuma ada masalah dengan kondisi janinnya dok,bisa bicara dengan orang tua serta suaminya?".


Mengikuti dokter yang menangani safy ke ruangannya, menjelaskan semua tentang kondisi pasien dan janinnya.


"Dok engga ada cara lain?"tanya Zidan melihat ke arah dokter tersebut.


"Maaf mas engga ada,salah satu dari mereka harus selamat.Saya sudah melakukan yang terbaik nanti sore harus sudah ada keputusan mas"dokter pun engga bisa melakukan apa pun selain memberikan yang terbaik untuk pasiennya yang sedang berjuang bersama janjin di dalam kandungannya.


Zidan pergi duluan di susul ayah safy mengerikan dukungan untuk menantu,jalan ke ruangan masuk kedalam cuma di perbolehkan satu orang yang masuk kedalam.


Saat melihat kondisi safy,Zidan engga bisa melihat kalau sampai harus kehilangan calon anaknya yang beru usia 2 bulan.

__ADS_1


"Safy ini suami mu,aku engga mau melihat menjaga mu lebih baik.Maaf kan kesalahan mas Zidan,nanti kita akan membuat lagi seperti ini"mengusap merut istrinya.


Dokter melihat kondisi pasien yang masih terbaring lemas.


"Mas harus mengambil tindakan secepatnya,ambil surat ini minta persetujuan orang tua terlebih dahulu.Setelah itu serahkan kepada suster"dokter memeriksa kembali kesehatan pasien.


Zidan menerima dokumen operasi untuk istrinya membawa ke luar ruangan.


Saat Zidan susah keluar dari ruangan,safy sudah siuman melihat sekilas isi ruangan tersebut dan melihat suster bersama dokter.


"Dok kenapa dengan ku sekarang?".


"Maaf mba kondisi mba sangat lemah, begitu pun dengan janjin yang ada di kandang mba kalau nanti sore belum ada perkembangan lebih baik maka harus di operasi"setelah itu dokter tersebut menemui om Gibran di ruangannya,sambil mencari yang terbaik untuk pasiennya saat ini.


Masuk ke dalam duduk di hadapan om Gibran sambil menunjuk dokumen hasil penelitian dari pasien kepada om Gibran.


"Dok masih ada cara untuk bisa bertahan kan janin dan ibunya?".


"Harapan itu sangat kecil dok,usia pasien masih sangat muda mau engga mau harus di lakukan tindakan secepatnya"ucap dokter kandungan sambil meneliti lagi.


"Benar juga tapi kalau di operasi bisa mengandung lagi kan dok?".


"Bisa,2-3 tahun kedepan saya sudah memberikan dokumen persetujuan keluarga pasien.Dokter mengenal pasien?apa dia menikah muda seperti baru berusia 17 tahun dan di usia itu masih subur-suburnya untuk membuat lagi dok".


"Lakukan yang terbaik dok"pinta om Gibran.


"Baik dok saya permisi".


Pergi keruang untuk istirahat sejenak sebelum memeriksa pasien lain.Setelah sore tidak dokter kembali keruang safy memeriksa kondisi keduanya.


Setelah di periksa kondisi janin semakin melemah,Zayn di panggil masuk kedalam melihat dokumen yang tadi di berikan kepadanya.Membaca semua serta melihat tandatangan yang sudah suster berikan.


"Dok lakukan yang terbaik untuk istri saya,saya tau kalau janin yang ada di dalam kandungan makin meleh dan saya mau menyelamatkan istri.Anak bisa di buat lagi kalau istri tidak bisa!".


"Baik,sus siapkan ruang operasi sekarang.Dan untuk masnya damping terus berikan semangat untuk istri anda saya permisi sebentar".


Dokter kandungan sedang menyiapkan ruang operasi setelah siap safy di bawa kesana di damping suami di sebelah tirai tersebut.


1 jam sudah mereka masuk di ruang operasi belum juga selesai,30 menit kemudian dokter pun keluar memberikan kabar buruk untuk calon cucu mereka.


"Maaf janinnya engga selamat,sudah meninggal dunia setelah di pindahkan ke ruang pemulihan baru bisa di jenguk".


"Makasih dok"ucap Zayn kepada dokter tersebut yang menangani Kaka iparnya.


Zidan sedang mengurus calon anaknya yang baru saja meninggal dunia,setelah di bersihkan oleh suster lalu Zidan menerima janin yang sudah tidak bisa di selamatkan.


Zayn menemani kakanya untuk membantu proses pemakaman calon keponakan yang sudah lebih dulu meninggalkan semuanya.


Kembali ke rumah di taruh kotak khusus yang dulu Bernah di buat saat masih sekolah SMK,di makamkan di TPU sekitar setelah melakukan proses seperti pada umumnya lalu menguburkan bersama Zayn.


Zidan tidak bisa menahan air mata berkali-kali membasahi pipinya,setelah selesai baru di doa kan bersama-sama 30 menit sudah mereka berada di TPU sekitar.


Pulang ke pesantren mengambil pakaian untuk safy berserta alat mandi untuknya.


Setelah itu baru kembali ke rumah sakit sejahtera menemui istrinya yang masih lemas pasca operasi tadi, mendampingi serta menguatkan untuk lebih sabar lagi menghadapi ujian kehidupan.


"Om Gibran dimana?"tanya Zidan melihat tempat sekitar.


Dokter yang menangani satu baru saja datang melihat kondisi sady serta membawakan makanan sehat untuknya.


"Di makan yah,nanti malam dokter akan kesini lagi.Sus pantau terus kondisi pasien".


"Engga mau pasti rasanya pahit"tolak safy.


Zidan menyuapi dengan cara seperti anak kecil, pesawat-pesawat an baru setelah porsi yang di makan safy memberikan minum untuknya serta obat penghilang rasa sakit.


"Mas mau pulang"rengek safy engga mau di sini kelamaan.


"Iya nanti pulang,umma makasih sudah membantu ku dan safy.Yang lain boleh pulang kan bentar lagi azan magrib atau mau membeli makanan aja?"tanya Zidan.


"Boleh tuh mas,nasi goreng pun engga masalah"Nayla bersemangat untuk membeli nasi goreng untuk keluarganya.


Memberikan uang 150 ribu kepada Nayla untuk membeli nasi goreng spesial.Pergi bersama Husna tak jauh dari rumah sakit ada penjual nasi goreng spesial.


Sedangkan yang lain sedang menunggu makanan yang di beli Nayla bersama Husna.


Safy sedang di periksa suster yang lain untuk menunggu di luar sedang Zidan masih mendampingi sampai selesai.


Suster melihat jahitan yang masih basah untuk lebih di perhatikan lagi,tak lama mereka kembali membawa sama air mineral duduk menunggu Zidan keluar.


Suster pun keluar yang lain masuk kedalam.Makan di sofa Zidan masih duduk di samping istri yang sedang menonton dramkor.Zayn memberikan nasi goreng serta air mineral untuk nya,menerima nasi goreng dan memakannya sampai habis tanpa sisa sedikitpun.Zidan mencium kening istrinya dan memberikan buah-buahan kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2