
Setelah waktu yang di tunggu-tunggu oleh Nayla sudah tiba, setelah menikah hari yang di nanti-nantikan sudah di lewati bersama dengan keluarga membereskan barang bawaannya ke dalam koper.
Yang lain juga sedang bersiap-siap hendak pergi ke vila,setelah selesai beres-beres barang bawaan ke koper masing-masing tinggal di masukkan ke dalam mobil.
Kedua keluarga kecil mereka sedang jalan ke arah mobil bersama,masuk ke dalam mobil.Movil pun meninggalkan pesantren menuju ke vila di luar kota bersama-sama.
3 jam sudah perjalanan menuju ke vila,Zayn serta yang lain menurunkan koper lalu membawa masuk ke dalam kamar.
Di kamar Zayn menaruh koper lalu rebahan di tempat tidur,Zayn sengaja menarik tangan istrinya untuk ikut rebahan juga bersama.
"Kenapa ka? kelihatan engga semangat"ucap Husna.Melihat ke arah suami,mencium kening sambil memeluk tubuh dengan erat.
"Iya nih,entah kenapa Kaka kurang di perhatikan oleh istri tercinta"melepaskan tangan hysna dari pinggangnya.
...----------------...
Nayla datang bersama bocil-bocil, langsung masuk kedalam melihat mereka berdua.
"Mas di cariin"ucap Nayla.Sengaja mengerjain kakanya yang sedang bermesraan di kamar.
"Cariin siap?nanti mas Zayn nyusul kesana".
"Kenapa engga sekarang aja om"timpal Fariz
Menarik napas panjang"males aja,siapa sih yang nyariin om Zayn?"tanya Zayn penasaran.
"ada deh, sebenarnya engga ada yang nyariin mas Zayn.Chaaaaaa,kena tipu mau kasihan-kasihan"rebahan di tempat tidur, tidur an di pangkuan kakanya sambil tersenyum.
...----------------...
Suasana yang nyaman segar,serta banyak tanaman di sekitar vila.Bocil-bocil sudah kembali ke kamar masing-masing sedangkan Nayla masih betah di dalam kamar tersebut.
"Nay kembali ke kamar mu,mas Zayn mau tidur siang kalau engga ajak Una tidur bersama mu"ucap Zayn.Melihat kearah mereka berdua saling melihat satu sama lain.
"Engga mau"tolak Nayla,masih dalam posisi yang sama seperti tadi sambil main ponsel.
"Adek juga engga mau"sambung hunsa melihat ke arah suaminya.
"Kenapa engga mau tidur bersama?mas Zayn aja yang pindah ke kamar lain yah".
Hendak pergi ke luar kamar lalu di halangi oleh mereka berdua,sambil memeluk tubuhnya bersamaan.Lalu Zayn melepaskan tangan mereka dan jalan ke sofa yang ada di dalam kamar, rebahan di sana sambil melihat ke arah mereka berdua yang sangat berharga.
"Kenapa lagi dengan kalian? tenang aja mas engga pergi ke mana-mana, tidur saja kalian di kasur biar mas tidur di sofa".
Mereka berdua terharu melihat mas Zayn rela tidur di sofa di dalam kamarnya sendiri.
"Mas Zayn aja yang tidur di kasur, nayla tidur di sofa kan kalian sudah menikah jadi silahkan pindah mas"ucap Nayla jalan ke arah kakanya sambil menunggunya bangun dari tempat duduknya sekarang.
"Engga usah,kalau kalian engga tidur mas Zayn akan keluar dari kamar ini"Zayn mengancam mereka berdua sambil terus memandang dengan tetepan tajam.
Nayla kembali ke tempat tidur,lalu tak lama sudah terlelap dalam mimpi yang indah.Zayn juga baru selesai membaca laporan keuangan bisnisnya, meletakkan letop serta ponsel di atas meja lalu tidur nyenyak.
...---------------...
Setelah bangun tidur mereka sedang bersiap-siap mau berenang bersama dengan ke dua kakanya,setelah siap berenang tinggal pemasangan sebentar setelah itu baru bisa berenang bersama-sama.
Kaka beradik saling bercanda di dalam kolam sari sama lainnya, istri-istri mereka cuma bisa melihat dari tepian kolam renang sambil makan beberapa cemilan di sana.
"Mas engga usah bercanda engga lucu,kalau ada mba safy jangan lakukan itu lagi!".
__ADS_1
"Kau yang mulai duluan bukan aku"ucap Zidan membela diri sendiri dari adiknya.
"Iya deh, terserah mas Zidan aja"naik ke atas permukaan kolam renang menghampiri istri.Memberikan handuk kepadanya,Zayn menerima handuk lalu melilit kan ke tubuh.
Duduk di samping istrinya mengambil cemilan lalu memakannya,tak lama mas Zidan datang duduk di samping istrinya sambil melilit kan handuk ke tubuhnya.
"Kenapa kalian ke sana mas!sini berenang lagi baru sebentar masa sudahan engga asik tau"ucap Nayla, melihat ke arah mereka berdua sambil menunggu datang ke arahnya.
"Lain waktu aja nay,tuh masih ada Hana dan Fariz.Mas Zayn bentar lagi mau ganti baju".
Nayla naik ke atas kolam renang,lalu jalan menghampiri mereka berdua dan duduk bersamanya.Sambil makan cemilan sehat.
"Kalau mau drama sama mas Zidan aja"Zayn sudah tau kalau adiknya akan melakukan apa untuk bisa mendapatkan yang di inginkan.
"Jangan ke mas Zidan yah,Nayla tau kan?apa alasannya kita jarang mengabulkan permintaan mu.Berenang aja sama mereka".
"Iya Nayla tau,tapi kan baru sebentar mas suda mau ganti baju.Kan engga asik".
"Dek,tunggu sini sebentar Kaka mau ke kamar mandi.Ambilkan handuk Kaka"pinta Zayn ke pada istrinya, menerima handuk dari istrinya lalu jalan ke kamar mandi.Di ikut Nayla dari belakang sampai depan pintu kamar mandi.
Balik badan ke arahnya"nay bukannya engga boleh tapi tadi ada mba safy,sudah lah mas zaun mau ke kamar mandi sebenar doang".
"Mau melepas pakaian basah kan?".
Nayla menghalangi jalan mas Zayn,sudah di dalam kamar mandi sengaja di lakukan Nayla.
"Terserah nay,lagian pakaian mas Zayn sudah engga terlalu basah jadi bisa langsung ke kamar aja bay"Zayn jalan ke kamar.Sebelum masuk ke dalam kamar mandi sudah di dahului oleh adiknya,sengaja juga ikut masuk kedalam kamar mandi bersamanya.Membuka tirai lalu masuk kedalam,sedangkan mas Zayn keluar menunggu sampai ada celah untuk menyuruhnya keluar dari sana.
Tetap sia-sia,sudah di tunggu tidak keluar-keluar juga sampai istrinya datang ke sana.Masuk ke kamar mandi lalu melihat ke arah suaminya duduk di atas kloset duduk.
"Bekum mandi juga?dari tadi ngapain ka?".
"Hehehe"Nayla tertawa terbahak-bahak melihat mas Zayn belum mandi juga.
"Engga lucu,Nayla keluar lah mau sampai kapan kau ada di sini?mandi juga sanah di kamar mu sendiri"pinta Zayn pusing karena adiknya engga keluar-keluar jua,Nayla susah melepaskan nikhob serta jilbabnya meletakan di gantung yang ada di dalam sana.
Zayn membuka tirai ternyata adiknya hendak memakai kamar mandinya tersebut.
"Nay mandi duluan aja,nanti giliran mas Zayn".
"Engga mau mandi,kan engga ada perlengkapan mandi Nayla kan"ucap Nayla.
"Kalau mas zayn ambilkan,Nayla mau mandi duluan?ayo lah nay mau sampai kapan?gini aja kau mandi di sini,mas Zayn mandi di kamar mu gimana setuju?"memberikan syaran kepada adik tercintanya.Supaya setuju dengan syarat dari kaka tercinta.
"Kalau Nayla engga mau,mas zayn mau apa?".
"Terserah Nayla aja"pergi dari kamar mandi duduk di kursi makeup sambil menunggu sang adik.Masih bersama iparnya disana.
...----------------...
"Nay kenapa?ada apa cerita dong sama aku".
"Engga kenapa-kenapa mba, masih teringat waktu-waktu yang dulu sama mas Zayn"ucap Nayla sangat merindukan masa lalu bersama.
"Nayla tau kan?mas Zayn jarang sekali berinteraksi dengan bukan makhromnya,jadi Nayla haru menghargai semua yang sudah mas Zayn lakukan kepada mu dan aku".
Nayla memikirkan kembali dengan nasehat yang di berikan oleh Kaka iparnya.
Lalu Husna keluar dari kamar mandi,sedangkan Nayla sedang mandi di kamar kakanya.Setelah selesai baru keluar menghampiri mereka berdua memeluknya.
__ADS_1
Zayn melepaskan tangan adiknya, melihat ke arah Nayla cuma memakai baju handuk yang tadi.Husna mengambilkan pakaian untuknya.
"Nay,maafkan mas Zayn.Mas engga mau menyakiti perasaan mu karena ucapan mas".
"It's oke mas,engga jadi mandi?mau sampai kapan tuh badanmu lengket"ucap Nayla.
Menerima pakaian yang di berikan dari mba Husna,lalu meletakan di atas laci makeup.
"Gantu baju di kamar mandi sanah,jangan di sini! pergi lah nay"mengusir adiknya dari hadapannya sekarang juga.
"Kalau engga mau?"ledek Nayla lari ke kamar mandi.Setelah selesai baru keluar menghampiri mereka berdua yang sedang bermesraan di sana,jiwa jomblonya meronta-ronta melihat kedekatan mereka.
Melihat ke arah Nayla melepaskan pelukannya hendak pergi ke kamar mandi.
"Una udah deh,jangan seperti Nayla.Ini baju sudah hampir kering loh,kalau mau melihat Kaka sakit engga masalah untuk mu saja".
"Apaan sih kalian,jiwa jomblo ku meronta-ronta salah kalian nih"ucap Nayla.
"Sudah nikah mah bebas"husan meledek sang adik,Nayla semakin merasa di asingkan.
Tidak di anggap sama sekali sama mereka berdua,lalu Nayla di ajak berpelukan bersama.
"Sudah kan?mas Zayn mau mandi cuma sebentar saja,makan cemilan dulu sambil nonton dramkor dan menunggu mas Zayn".
Melepaskan pelukannya,Zayn pergi ke kamar mandi.Setelah selesai baru keluar mengambil pakaian di dalam lemari,masuk lagi ke kamar mandi tak lama kemudian menghampirinya.
"Lama banget tau"ucap Husna mencium ketika suaminya, membuat suami merasa kegelian lalu menghindar dari Husna.
Memakan cemilan yang sedang di makan mereka berdua,sambil nonton dramkor bersama sampai dua judul yang berbeda.
"Nayla cantik kembali lah ke kamar mu,engga bosen berada di sini terus?mas Zayn yang bosen melihat mu ada di dalam kamar ini".
Sambil melihat ke arahnya"kenapa engga boleh?nanti nay adukan ke umma Nadya".
"Sanah,mas enga takut dengan ancaman mu.Lagian kalau di adukan paling kau yang akan mendapatkan hadiah dari umma".
Husan memisahkan mereka,duduk di tengah-tengah mereka berdua sambil tersenyum ke arah adik ipar dan suaminya.
"Sudah-sudah,mau samapi kapan?engga cape berantem dengan Nayla?"ucap Husna.
"Engga tuh.Kalau Nayla duluan yang nyari masalah dengan Kaka,bukan Kaka yang nyari masalah dengannya"Zayn membela dirinya.
Begitu pula dengan Nayla engga mau kalah,sampai husan tidak bisa memikirkan apapun lagi untuk bisa memisahkan mereka.
"Ayolah kalian sudah remaja tau lah apa kesalahan masing-masing, minta maaf sekarang!"husan meninggikan suaranya.
Setelah itu mereka berdua minta maaf satu sama lainnya,lalu berpelukan sebagai pelengkap permintaan maaf mereka berdua.
"Dari tadi gitu kan enak di pandang,di dengar engga seperti tadi.Kaka hari ini ada pekerjaan?"Husna memberikan kode kedipan mata kepada suaminya,tak sengaja di lihat oleh adik iparnya yang melihat langsung.
"Mba Una kelilipan?sini biar nay tiup biar cepat sembuh"mendekat ke arahnya.
"Kan masih ada kamar kosong, Nayla mau pindah di kamar ini?besok aja tidur di kamar.Untuk sekarang pergi ke kamarmu".
"Ayo lah mas, izinkan Nayla tidur di kamar ini untuk malam ini saja"mengeluarkan jurus andalan yang tidak bisa terkalahkan sama sekali,lalu mas Zayn mengalah untuk adiknya.
"Kalau mas Zayn pindah kamar,mau tidur di kamar mana?una engga mau sendirian".
"Tenang aja mba kan masih ada Nayla"ucap Nayla tak lama sudah tertidur nyenyak.
__ADS_1
Lalu mereka ke luar mencari kamar lain,masuk ke dalam lalu tidur di sana tanpa harus tidur di sofa lain.Tak lama sudah tidur nyenyak saling memeluk satu sama lainnya.