Aku Mencintaimu Karena Allah

Aku Mencintaimu Karena Allah
4


__ADS_3

"kamu yakin udah mantap mau kesana?" tanya bunda pada nada di dalam kamar anak gadisnya itu. "insyaa allah bund. ini kesempatan nada untuk terus menapaki karir nada nanti. doain ya bund. nada cuma butuh restu bunda sama ayah" bunda terlihat sedih namun ia tahu bahwa keinginan anak bungsunya itu sudah kuat. rasanya tak ada alasan untuk melarangnya karena ia yakin putrinya sudah cukup dewasa untuk membuat keputusan. bunda memeluk nada erat sekali. "rasanya baru kemarin kamu lahir de sekarang udah dewasa bisa kemana mana sendiri tanpa ayah bunda lagi. jaga diri disana ya nak. besok bunda minta ayah cari apartemen yang nyaman untuk kamu selama tinggal disana" nada bergelayut manja pada bundanya sambil tersenyum bahagia. sebenarnya ada alasan lain gadis itu pergi menjauh. dia tak ingin menjadi duri dalam rumah tangga kaka satu satunya. ia ingin mengubur semua kenangan indah bersama rayhan.


hari demi hari nada lewati dengan kesibukan mengurus keperluan untuk melanjutkan kuliah di kanada. ada kerabat ayahnya yang sudah mempersiapkan apartemen mungil yang nyaman untuk ditempatinya selama tinggal disana.


"take care sayaaang. jangan lupa ibadahnya yaaaa. kalo ada apa apa hubungin aku, rayhan atau ayah sama bunda ya. aku kesepian nih ga ada kamu" melody memeluk erat adiknya. "lebaaaay iihh kamu juga kan kerumah sekarang seminggu sekali doang. mas rayhan jagain tuan putri ini yaaaaa, dia suka kumat manjanya hehehe" balas nada sambil merangkul pinggang kaka kesayangannya itu. "hati hati disana nada, sholat jangan tinggal ya. i'll miss you" rayhan setengah berbisik saat di samping nada sementara melody sedang sibuk mengabadikan kepergian adiknya dari kamera handphone. bunda dan ayah bergantian memeluk nada dengan erat sekali. baru kali itu nada akan berpisah lama dari keluarganya. ada rasa cemas menggelayuti pikiran ayah dan bundanya. namun tekad nada sudah keras akan melanjutkan s2 nya di negri orang.


nada melambaikan tangan sambil mendorong trolley yang berisikan 2 buah koper sedang dan 1 tas kabin. sambil terisak nada melangkah menuju counter check in.

__ADS_1


tak terasa 7 bulan sudah nada beradaptasi dengan kampus dan tempat tinggalnya. selama kurang lebih 3 tahun ia akan berada disana dan berniat pulang sesekali ke Indonesia. tak lupa setiap hari ia menghubungi ayah dan bundanya untuk mengobati rindu. terkadang rayhan mengirim pesan untuk menanyakan keadaannya.


waktu begitu cepat sudah hampir ramadhan dan nada bersiap pulang ke Indonesia untuk melaksanakan ibadah puasa dan lebaran bersama keluarganya. berkah ramadhan tahun ini dirasakan oleh keluarga nada karena ka melody alhamdulillah sudah hamil dan memasuki bulan ke 4. setelah idul fitri akan diadakan syukuran kehamilan dengan acara pengajian. nada semakin tak sabar untuk segera bertemu dengan ayah, bunda ka melody dan juga mas rayhan. setelah acara pernikahan kakanya nada sudah mengurangi komunikasi dengan rayhan demi menjaga hatinya. rasanya tak baik harus menghianati melody walaupun hanya sekedar berkirim pesan dengan suaminya. walaupun memang nada masih terus membayangkan kenangannya bersama rayhan.


"ga kebayang kalo aku puasa disana sahur sama buka cuma pake makanan instant terus. aaaa lemak aku semakin numpuk" kata nada sambil menyendok lauk untuk makan sahurnya. "emang disana ga ada resto halal de?" tanya melody sambil menuang air putih untuk rayhan. "ada sih cuma aku ga begitu suka makanannya. ga cocok di lidah aku hehehe" balas nada cengengesan. "lagian males banget kan kalo mau sahur sm buka harus beli makan disitu dulu. disana ga ada ojek online sih buat anter makanan" tambah nada seru. rayhan tersenyum sesekali mencuri pandang pada adik iparnya. dan bunda hanya tertawa kecil mendengar celoteh nada yang bisa membangun suasana menjadi ramai. karena memang nada gadis periang yang terkadang suka melucu untuk menghibur orang orang disekitarnya. "haii little baby aunty ga sabar mau ketemu kamu nih. sehat terus yaaaaa" nada mengusap lembut perut kakanya. melody hanya tersenyum melihat kelakuan lucu adiknya itu.


"kamu betah disana?" tanya rayhan saat nada sedang menata bunga sedap malam di vas. "alhamdulillah betah mas. temen temen disana cukup baik lingkungannya juga aman terkendali untuk muslimah kaya aku gini. bersyukurnya aku ga pernah dibedakan dengan masyarakat mayoritas disana." jawab nada sambil terus memperhatikan bunga dihadapannya. nada merasa dadanya berdebar ketika berada di sisi rayhan. ia tak bisa membohongi hatinya bahwa memang nama laki laki itu masih berada lekat di memorynya. "alhamdulillah aku lega dengernya. kamu udah ketemu pacar disana?" nada terkejut mendengar pertanyaan yang keluar dari bibir rayhan. "aku ga pernah pacaran mas, dulu sempet taaruf cuma ga lanjut karena ga cocok. ayah sama bunda ga bolehin anak anaknya pacaran" nada berusaha menutupi wajah merahnya. tak bisa ia lama lama berada di dekat rayhan karena tak baik bagi hatinya. "aku kehilangan kamu selama kamu di Kanada." nada menoleh menatap rayhan, kenapa bisa dia mengucapkan kata kata yang bisa membuat pertahanan hati nada runtuh. rayhan membalas tatapan nada dengan hangat seolah menyiratkan banyak makna. keduanya tertegun beberapa saat ketika suara langkah kaki terdengar dan menyadarkan mereka berdua. "nada dicariin bunda tuh." suara melody memecah kesunyian antara nada dan rayhan. seolah tak ingin berlama lama berhadapan dengan suami kakanya itu nada segera meninggalkan rayhan dan melody yang baru saja menghampiri suaminya. nada berlari kecil menaiki tangga menuju kamar orang tuanya.

__ADS_1


gemuruh di dada nada begitu membuncah. ada rasa lain menyelinap dalam hatinya. namun ia harus menangkis semua perasaan tak wajar itu demi kebahagiaan kaka kandung yang sangat ia sayangi.


gema takbir berkumandang. hari yang suci telah tiba. sampailah dimana umat muslim di dunia meraih fitrahnya setelah 11 bulan bersatu padu dengan dosa dan khilaf.


nada dan keluarga pergi menuju masjid yang tak jauh dari rumahnya. sudah padat jamaah yang sepertinya sudah datang dari pagi untuk menggelar sajadah.


selesai sholat nada kembali ke rumah untuk melakukan tradisi sungkem kepada kedua orang tua dan kakanya.

__ADS_1


"maafin nada ayah bunda selama ini nada banyak khilaf, banyak ga nurut sama ayah dan bunda. di hari yang fitri ini nada memohon dibukakan pintu maaf dari ayah dan bunda" nada bersimpuh di hadapan ayah dan bundanya dengan mata berkaca kaca menahan tangis. tak jarang selama ini ia membantah perkataan ayah dan bundanya. bunda dan ayah bergantian memeluk dan mengecup dahi anak gadisnya itu. nada melanjutkan bermaafan dengan melody dan juga rayhan. mata nada dan rayhan bertemu. dengan ragu nada menjabat tangan rayhan dan menciumnya. rayhan membalas dengan erat jabat tangan nada dan mengusap lembut pucuk jilbab adik iparnya. hati nada semakin tak karuan. rasanya ia tak sanggup lama lama berada di dekat rayhan karena hanya akan menggores luka di hatinya karena tak bisa memiliki hati laki laki itu.


__ADS_2