ALGASA

ALGASA
Chapter 13


__ADS_3

..."Ternyata ... Sebuah balok es bisa juga seperti layaknya anak kecil."...


...~Asalina Hyena~...


...••••••••...


"Kak Alga!" Panggil seorang gadis sambil berlari kecil ke arah seorang lelaki, yaitu ALGASA.


Alga yang mendengar suara seorang gadis yang dirinya kenal. Kini, dirinya mulai menatap ke arah sahabatnya dengan datar.


"Bom! Lebih baik lu kesana duluan sama yang lain." Ujar Alga dengan datar.


BomBom Alifiansyah, seorang lelaki yang mempunyai badan gendut dengan tinggi yang sangat sempurna untuk menjadi seorang atlet basket.


"Nggak! Gue disini saja sama lu, takutnya nanti lu–"


"Gue masih waras! Nggak mungkin gue bunuh itu gadis, dan apa keuntungan gue melakukan hal itu?" Ujarnya dengan cepat.


Bom mulai menatap Asa yang sudah berdiri di hadapan mereka berdua, dan dirinya mulai menatap ke arah sahabatnya dengan datar.


"Keuntungan lu adalah ... Nggak akan ada yang mengganggu kedamaian lu lagi!" Jawabnya datar, sambil fokus kembali kepada handphonenya.


"Gue traktir lu besok satu porsi!" Ujar Alga yang mulai kesal atas sahabatnya.


Tapi! Tidak ada jawaban apapun dari sahabatnya yang masih terus fokus kepada handphonenya.


"Okay fine, lu mau berapa porsi?" Tanya Alga yang mulai pasrah.


Bom mulai tersenyum kecil, dan mulai menepuk pundak Alga dengan pelan.


"Gue mau sebulan lu traktir gue, bagaimana?" Jawabnya dengan senyuman.


Alga yang mendengar perkataan dari laki-laki di hadapannya, dirinya mulai terlihat heran.


"Sehari lu berapa porsi emangnya?" Tanya Alga yang tidak mau dibodohin lagi sama lelaki di depannya sekarang.


Bom mulai menghitung porsi makannya dengan menggunakan jarinya, "Bisa lebih 10 porsi dalam sehari," ucapnya dengan cengiran.


"Lu gila! Makannya banyak banget, bisa jatuh miskin gue sehari." Ujar Alga yang tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


Asa yang mendengar perkataan Bom ... dirinya mulai tertawa kecil, "Kayak getong minyak," gumamnya dengan pelan.


Bom yang mendengar perkataan dari Asa, dirinya mulai menatap Asa, "Iya ... Beginilah gue, kalau masalah makan nomor satu, apalagi kalau gratisan." Cengirnya.


"Iyaudah, gue kabulin permintaan lu."


"Okay, nanti gue ke rumah lu!"


"Ngapain?" Tanya Alga heran.


"Tanda tangan kontrak perjanjian, kalau lu yang akan menampung semua jatah makan gue!" Jawabnya.


"Lu nggak percaya sama gue?" Tanyanya.


"Iya, gue nggak percaya sama mulut ular berbisa kayak lu." Ucapnya.


"Terserah lu dah ... Lu bahagia, dan gue waras." Ketusnya.


Bom yang mendengar perkataan Alga, dirinya hanya menganggukkan kepalanya, dan mulai melangkahkan kakinya meninggalkan Alga bersama dengan Asa.


Alga yang melihat sahabatnya pergi, dirinya mulai menatap ke arah gadis yang berdiri di hadapannya.


"Roti sama susu kotaknya mana?" Tanyanya.


Asa yang mendengar perkataan dari Alga, dirinya mulai menggerakkan tangannya ke arah mulut, dan turun ke perutnya.


"Asa makan, dan sudah ada di dalam perut Asa." Jawabnya dengan senyuman.


Alga yang mendengar perkataan dari gadis di hadapannya, dirinya mulai mengusap-usap wajahnya dengan kasar.


"Lu itu bodoh, yah! Sudah gue bilang di buang ke sampah, bukan'nya di makan!" Ujarnya dengan kesal.


Asa yang mendengar perkataan dari lelaki di hadapannya, dirinya mulai terlihat heran. "Salah Asa apa? Perasaan–" Ucapnya yang terpotong oleh seseorang.


"Gue tanya sama lu! Itu roti sama susu lu mau kasih ke siapa?" Tanyanya.

__ADS_1


"Kak Alga,"


"Terus, kenapa harus lu makan?"


"Daripada sayang dibuang, mending Asa makan," Gumamnya dengan pelan.


"Disana masalahnya, otak lu bodoh! Sudah gue suruh buang, malah di makan!"


Asa yang mendengar perkataan dari Alga, dirinya mulai memcemberut bibirnya.


"Bukannya ... Kak Alga yang nggak mau sendiri, dan suruh Asa buang ke sampah? Daripada dibuang, mending Asa makan saja." Jelasnya dengan pelan.


Alga yang mendengar perkataan gadis di hadapannya, dirinya mulai menghela nafasnya dengan kasar.


"Kalau nggak ada peraturan UUD ... Udah, dari dulu gue bunuh lu!" Kesalnya.


Asa yang mendengar perkataan dari laki-laki di hadapannya, dirinya mulai menundukkan kepalanya.


"Bukannya nangis! Tapi dengerin, lu ada otak dipakai, jangan tolol jadi cewek!"


Asa yang dimarahin habis-habisan oleh seorang lelaki di hadapannya, dirinya mulai menghapus setiap jejak airmata yang mulai turun di kedua pipinya.


"Sebenarnya, salah Asa dimana?" Gumamnya dengan lirih.


"Salah lu adalah, gue nggak makan sampai sekarang!" Jawabnya dengan kesal.


Asa yang mendengar perkataan dari laki-laki di hadapannya, dirinya mulai mendongakkan kepalanya dengan heran.


"Terus salah Asa dimana? Bukannya, Kak Alga sendiri yang menolak pemberian Asa?" Tanyanya sekali lagi.


"Salah lu adalah ... terlalu bodoh!"


Alga yang ingin mulai meninggalkan Asa sendirian, dirinya mulai memberhentikan langkahnya lagi.


"Temanin gue makan!" Ucapnya.


Asa yang masih terdiam di tempatnya tanpa bergerak sedikit pun, mampu membuat lengannya ditarik oleh Alga dengan lembut.


"Ini hukuman lu, hari ini semua yang gue makan harus dibayar sama lu!" Ucapnya dengan datar.


"Nggak ada alasan! Gara-gara lu, gue harus kasih semua tabungan gue untuk jatah makannya Bom." Ujarnya dengan kesal.


Asa yang mendengar perkataan dari laki-laki di hadapannya, dirinya hanya bisa pasrah untuk mengikuti semua langkahnya.


...•••••••••...


Di sebuah restoran di pinggiran jalan, alias di sebuah tempat para pedagang pada berkumpul di pinggiran jalan. Alga mulai memakirkan mobilnya.


Asa yang masih terdiam di tempatnya tanpa bergerak sedikit, Alga yang melihat tingkah gadis yang dulu dirinya selalu anggap murah, sekarang tatapannya mulai terlihat semakin dingin.


"Lu nggak mau turun?" Tanyanya.


Asa yang mendengar perkataan Alga, dirinya mulai mendongakkan kepalanya, dan menatap lelaki di depan pintu mobilnya.


"Bagaimana Asa mau turun! Kak Alga saja nggak membukakan pintu mobil Asa?!" Jawabnya dengan kesal.


Alga yang mendengar perkataan gadis di hadapannya, dirinya hanya menggelengkan kepalanya.


"Buat apa, Gue buka'kan pintu? Lu punya semua organ-organ tubuh lu dengan lengkap!" Ujarnya datar.


Asa menghela nafasnya dengan kasar, "Asa mau di perlakukan seperti difilm drama Korea, yang di bukakan pintu oleh pacarnya." Jelasnya dengan lirih.


Alga yang mendengar perkataan dari gadis di hadapannya, dirinya tersenyum sinis.


"Siapa pacar lu?" Tanya Alga heran.


Asa mulai berfikir sejenak, sambil menatap ke arah Alga dengan lembut, "Pacar Asa adalah ... Kak Alga," jawabnya dengan senyuman.


"Gila! Lu nggak mau turun, gue kunci dari dalam!" Ujarnya dengan datar, sambil membalik'kan badannya untuk meninggalkan Asa sendirian.


Asa yang diperlakukan seperti biasa, dirinya hanya bisa menghela nafasnya dengan berat, dan mulai menutup pintu dengan keras.


"Jangan pakai tenaga, kalau rusak lu mau ganti rugi?" Ucapnya dengan datar.


Asa yang mendengar perkataan dari laki-laki di depannya, dirinya mulai mengangkat tangannya yang ingin sekali mencekik leher laki-laki di depannya.

__ADS_1


"Untung sayang, kalau nggak sudah Asa makan!" Gumamnya pelan.


Alga yang mendengar perkataan dari gadis di belakangnya, mampu membuat dirinya tersenyum kecil tanpa diketahui oleh Asa.


...••••••••...


Asa yang melihat cara makannya seorang lelaki di hadapannya, dirinya mulai menekan salivanya dengan berat, dan menatapnya dengan heran.


Alga yang mulai ditatap seperti itu, dirinya mulai memberhentikan makannya, dan menatap ke arah gadis di hadapannya.


"Kenapa? Heran?" Tanyanya.


Asa mulai menganggukkan kepalanya, "Kak Alga sangat suka sama cilok?" Tanya Asa balik.


"Gue tanya lu–"


"Kalau Kak Alga sangat suka sama cilok, nanti Asa bawakan untuk Kak Alga setiap hari." Ucapnya dengan lembut.


"Lu bisa nggak sih–"


"Asa nggak nyangka, kalau Kak Alga sangat kekurangan makanan!" Lirihnya, yang melihat orang yang Asa sayangi sangat kelaparan.


"ASA!" Teriak Alga yang mulai kesal.


Asa yang mendengar suara tinggi Alga, dirinya mulai memberhentikan perkataannya, dan menundukkan kepalanya.


"Kalau orang mau ngomong itu di dengerin dulu, jangan langsung dipotong!" Jelasnya kesal.


"Lagipula, gue nggak suka cilok!" Jelasnya lagi datar, sambil fokus kembali kepada makanannya.


Asa yang mendengar perkataan dari laki-laki di depannya, dirinya mulai terlihat tambah heran.


"Terus ... kalau nggak suka, kenapa masih di makan?" Tanya Asa yang penasaran.


Alga mendongakkan kepalanya, "Lu mau gue mati kelaparan?" Tanyanya balik.


Asa menggelengkan kepalanya, "Asa mau Kak Alga gembul kayak panda Asa," jawabnya dengan lembut.


Alga menganggukkan kepalanya, "Iyaudah, lu diam dan makan!" Suruhnya, sambil melanjutkan makannya.


"Bang! Bisa tambah lagi semangkok?" Panggil Alga kepada Abang cilok.


Asa yang melihat porsi makan Alga yang sangat banyak, dan sekarang nambah lagi.


"Kak Alga katanya nggak suka sama cilok ... sudah dua porsi Kak Alga makan, dan sekarang nambah lagi." Ujarnya dengan heran.


Alga yang mendengar perkataan dari gadis di hadapannya, dirinya hanya mengabaikan semua perkataan Asa.


"Kak Alga suka cilok, 'kan?" Tanya Asa sekali lagi.


Alga mulai menghela nafasnya, dan menatap kedua mata gadis di hadapannya dengan datar.


"Lu mau tahu, kenapa gue nambah terus? Karena ... Artinya sebuah CILOK adalah, Cinta lokasi disaat gue bertemu dengan lu! Paham?" Tanyanya dengan datar.


Asa hanya menganggukkan kepalanya, dan tersenyum lebar.


"Berati ... Kak Alga sudah cinta sama Asa?" Tanya Asa sekali lagi.


"Nggak!"


"Tapi! Kata Kak Alga–"


"Itu hanyalah sebuah perumpamaan saja!"


"Perumpamaan, atau perasaan Kak Alga? Hayoo!" Ledeknya Asa.


"Lu itu bodoh, yah? Lu tahu perumpamaan nggak sih? Kalau nggak tahu, nanti minta jelaskan sama yang lain." Ujarnya dengan kesal.


"Asa cuma becanda kok! Kenapa, Kak Alga malah marah?" Ucapnya dengan heran.


"Terserah lu! Lu nggak habiskan makanan lu, gue tinggal disini."


Asa yang mendengar perkataan dari laki-laki di hadapannya, dirinya mulai menghabiskan semua makanan yang sudah dingin seperti laki-laki di hadapannya sekarang. Yang mulai berubah dingin seperti balok es, dan seketika hangat seperti matahari.


AUTHOR : Kalau cilok aku, yah. Kalian semua yang mendukung ALGASA 😊😊

__ADS_1


__ADS_2