
"Jika gue harus memilih antara dirimu, atau masalalu gue. Gue akan memilih seseorang yang selama ini selalu bersama gue, bukannya malah meninggalkan gue sendirian."
...~Algasa Adistia Renanda~...
...•••••••...
Di depan halaman rumah yang sederhana, terdapat kedua kejora yang sedang merasakan apa yang ada di dalam perasaanya, dan ditemanin oleh bisikan angin yang berhembus kencang.
Alga yang masih setia menatap wajah Asa dengan lekat, dirinya hanya bisa menghela nafasnya dengan panjang, dan membenarkan helaian rambut yang menggangu pemandangan yang sangat indah di depannya.
"Bagaimana? Apa yang lu rasakan tentang gue?" Ucapnya, yang mulai membuka suaranya sambil membenarkan helaian rambut Asa.
Asa yang mendengar perkataan dari Alga, dirinya mulai tersadar dari lamunannya.
"Suara Kak Alga bagus, dan rasa Asa tetap sama kok. Asa sangat-sangat sayang, dan cinta sama Kak Alga," jelasnya dengan semangat.
Alga yang melihat seorang gadis di hadapannya, dirinya mulai tersenyum kecil, dan menganggukkan kepalanya.
"Yaudah, masuk gih!" Suruhnya dengan lembut.
Asa menatap Alga dengan berharap, "Kak Alga nggak mau masuk dulu?" Tanyanya dengan lembut.
Alga menggelengkan kepalanya, "Kapan-kapan saja, Sa! Gue belum mengumumkan hubungan antara kita berdua, nanti gue akan mampir ketika gue minta restu buat hubungan kita nanti!" Jelasnya dengan senyuman kecil, sambil mengusap kepala Asa dengan lembut.
Sedangkan, Asa yang mendengar perkataan dari Alga. Asa mulai tersenyum manis, dan menganggukkan kepalanya dengan lembut.
"Kak Alga harus cepat-cepat mengumumkan hubungan antara kita yah?! Asa akan menunggu Kak Alga kok disini! Karena, Kak Alga adalah pangeran balok es untuk Asa." Ucap Asa dengan senyuman lebar.
Alga menganggukkan kepalanya, "Yaudah, masuk sana! Besok gue jemput lagi!" Suruhnya lagi dengan lembut.
"Ternyata, sebuah balok es bisa menjadi orang lain juga, yah? Sekarang, saja Kak Alga sudah menjadi tukang ojek pribadi Asa, nanti mau jadi apa lagi?" Canda Asa dengan cengiran kecil di wajahnya.
"Oh yah?"
"Iya'lah! Kayak bukan Algasa yang Asa kenal dulu!" Jujur Asa dengan perubahan laki-laki dihadapannya.
"Tapi, gantengnya masih sama'kan?" Tanya Alga dengan senyuman kecil.
Asa mengangguk'kan kepalanya, "Iya, sih." Jawabnya dengan jujur.
__ADS_1
"Berarti, masih imutan yang sekarang daripada yang dulu, dan masih manisan yang sekarang daripada yang dulu?" Tanyanya lagi dengan senyuman kecil.
Asa yang mendengar perkataan dari Alga, dirinya mulai tertawa lebar.
"Kak Alga malah nggak cocok kalau imut, dan manis kayak gini!" Jawabnya lagi sambil menggelengkan kepalanya.
Alga mengangguk'kan kepalanya, "Berarti, lu mau pangeran balok es lu ini seperti dulu lagi? Yang kasar, dan tidak punya hati?" Tanyanya sekali lagi dengan senyuman sinis.
Asa dengan cepat menggelengkan kepalanya, "Bukan itu maksud Asa!" Jawabnya dengan cepat.
"Terus?"
"Asa hanya ingin ... Kak Alga cuek ke orang lain, dan kalau bersama Asa Kak Alga harus bucin!" Jelasnya dengan lembut.
"Udah itu saja?" Tanyanya sekali lagi.
"Yah,"
"Lu nggak bilang setia gitu untuk gue?" Ucapnya dengan datar.
"Maksudnya, Kak Alga?" Tanya Asa dengan heran.
Asa langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat, "Maksud, Kak Alga apa dulu barusan?" Tanya Asa dengan tegas.
"Asa! Gue bilang masuk sana, jangan sampai gue berubah pikiran!" Ujarnya dengan penekanan.
Asa yang mendengar perkataan dari Alga, dirinya mulai menghela nafasnya dengan berat.
"Yaudah, Asa masuk dulu! Kak Alga pulangnya hati-hati, yah!" Ucapnya dengan lembut, dan mulai membalikkan badannya dengan lesuh.
"Sa!"
"Kak Alga, ngapain manggil Asa lagi sih? Tadi suruh Asa masuk, dan sekarang manggil lagi!" Ujarnya dengan cemberut.
Alga mulai mencium kening Asa, menatapnya dengan tatapan lembut, dan mengusap kepala Asa dengan cepat.
"Gue harap, perasaan lu untuk gue nggak pernah berubah yah, Sa!" Jelasnya dengan senyuman kecil, dan mulai memberikan punggung tangannya di depan wajah Asa.
Asa yang melihat tangan Alga mengarah di depan wajahnya, dirinya hanya menatap wajah Alga bergantian.
__ADS_1
Alga yang mengerti maksud dari tatapan mata Asa, dirinya mulai meraih tangan Asa, dan mencium punggung tangannya Asa.
"Selamat, lu sudah bikin gue seperti ini!" Ucapnya dengan tertawa kecil.
"Yaudah, sana masuk! Gue nggak akan suruh lu berhenti lagi!" Suruhnya sekali lagi.
"Yaudah, Asa masuk dulu yah!" Pamitnya dengan lembut, sungguh dirinya ingin sekali segera masuk ke dalam rumah, dan segera ingin melepaskan semua kebahagiaan yang ada di dalam perasaanya.
"Sa!"
"Apa lagi?" Asa mulai menatap wajah Alga dengan sinis. Sungguh, dirinya ingin sekali cepat-cepat melompat.
"Nggak apa-apa, gue hanya manggil saja kok!"
"Yaudah, Asa masuk dulu yah!" Pamit Asa sekali lagi.
Ketika, di depan pintu rumahnya. Asa mendengar suara teriakan seorang lelaki yang mampu membuat perasaannya berdegup kencang.
"GUE SAYANG LU, BODOH!" Teriaknya dengan datar sambil sesekali menatap gadis di hadapannya, walaupun jarak di antara mereka sudah beberapa meter.
Asa mulai tersenyum kecil, tanpa harus membalikkan badannya. "Asa juga sayang Kak Alga," gumamnya dengan pelan, segera itu dirinya mulai memasuki rumahnya dengan sangat bahagia untuk perasaannya.
Alga yang melihat Asa sudah memasuki rumahnya, dirinya mulai merutuki dirinya sendiri.
Alga mulai tersenyum kecil, "Bodoh? Kayaknya, gue yang bodoh disini, bukannya gadis itu!" Rutuknya, sambil mengacak-acak rambutnya yang menyadari atas kebodohan yang di miliki dirinya.
Setelah itu, Alga mulai menaiki motor sportnya dan memakaikan helm full facenya. Sesekali, dirinya mulai menatap ke arah rumah Asa.
Disatu sisi, seorang gadis kini sedang menatap atas kepergian seseorang yang dirinya sangat cintai dibalik jendela rumah, sambil sesekali tersenyum manis.
Asa mulai melompat kegirangan, dan mulai teriak dengan sangat histeris. Sungguh, hari ini adalah hari yang sangat luar biasa di dalam kehidupannya.
"Asa nggak sabar. Kapan, Kak Alga akan mengungkapkan isi hati Kak Alga untuk Asa?"
"Dan, Asa akan selalu menunggu kehadiran Kak Alga. Saat dimana, Kak Alga akan mengatakan sejujurnya tentang perasaan Kak Alga hanya untuk Asa!" Gumamnya dengan senyuman kecil di wajahnya, dan mulai berjalan ke arah kamarnya.
Mungkin, hari ini Asa hanya seorang diri dirumahnya. Karena, kedua orang tuanya lagi sibuk bekerja dengan urusan mereka masing-masing. Walaupun, bundanya masih sempet ada waktu untuk Asa. Berbeda dengan ayahnya, yang selalu sibuk dan tidak pernah pulang ke rumah.
Next Selanjutnya ....
__ADS_1