
"Apakah selama ini, dirimu mendekati diriku hanya untuk menemani kesepian yang ada di dalam hatimu?"
"Ketika, kesepian itu sudah terisi kembali oleh seseorang yang kau cintai ... apakah diriku sekarang sudah tidak berarti lagi di dalam kehidupan mu?"
...~Asalina Hyena~...
...•••••••...
Kedua gadis yang berlain tempat, mulai mendengarkan suara siaran radio yang mulai memenuhi di kedua telinga gadis manis tersebut.
"Selamat siang semuanya. Hari ini saya Aldi Bastian akan menyampaikan pesan seorang mahasiswa dari SMA SWASTA BAKTI NUSA, yaitu Algasa Adistia Renanda. Selaku anggota tim basket ALGASA, sekaligus menjadi ketua pemimpin yang membawa sekolah kita menjadi peringkat nomor satu diseluruh daerah Jakarta."
"Baik, kita dengarkan saja apa yang akan disampaikan oleh Alga?" Jelas suara seseorang yang mulai terdengar di seluruh kalangan sekolah.
Semua siswa-siswi yang mulai mendengarkan suara siaran radio sekolah tersebut. Mereka, semua mulai pada berlarian ke area lapangan. Karena, mereka semua sangat penasaran apa yang akan di umumkan oleh laki-laki tersebut.
Sama halnya dengan Asa, dirinya mulai bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke area lapangan.
"Sa! Lu mau kemana?" Tanya Nanda yang mulai datang memasuki ke arah kantin.
"Asa mau–"
Seketika, Asa mulai memberhentikan perkataan yang akan dirinya lontarkan. Karena, dirinya mulai mendengar suara seseorang lelaki yang sangat dirinya cintai.
"Nama gue Algasa Adistia Renanda, seperti yang pada kalian ketahui semua tentang sikap gue selama ini."
"Dan, gue nggak pernah menyangka akan ada seseorang yang mulai membuka kembali perasaan gue ini untuk dia."
"Buat dia, yang selalu bersama dengan gue dan selalu sabar menerima semua perlakuan kasar gue. Gue minta maaf yah, karena perasaan gue ini hanya untuk lu! Maaf, karena gue sudah kasar sama lu!"
Nanda, dan Asa mulai menatap satu sama lain. Asa mulai tersenyum manis, dan melambaikan tangannya kepada Nanda.
"Asa mau tahu apa yang ingin Kak Alga ucapkan. Karena, Kak Alga bilang kalau hari ini dirinya akan berkata sejujurnya tentang siapa yang ada di dalam perasaanya?" Ucapnya dengan lembut.
"Yaudah, gue hanya bisa doain saja."
Asa menganggukkan kepalanya dengan cepat, dan mulai berlari kecil menuju ke arah lapangan.
"Asa berharap kalau yang ada di dalam perasaan Kak Alga itu adalah ... Asa seorang!"
...••••••...
Berbeda dengan seorang gadis manis yang kini sedang mendengarkan siaran informasi radio, suara yang sangat dirinya rindukan, dengan melihat wajah laki-laki yang sangat dirinya cintai, dan pelukan erat yang sangat dirinya inginkan.
Gadis manis itu tersenyum manis, "Apakah, Kak Alga tahu kalau Dasa sudah ada disisi Kak Alga? Apakah, Kak Alga ingin mengatakan semua perasaan Kak Alga itu untuk Dasa?" Batinnya dengan senyuman kecil.
__ADS_1
Dasa pun mulai menatap Mama-nya yang berada di sampingnya, "Mah, Dasa ingin bertemu Kak Alga boleh?" Tanyanya sambil menatap wajah Lusi dengan penuh berharap.
Lusi yang ditatap seperti itu, dirinya menganggukkan kepalanya dengan senyuman kecil juga.
"Yah, kejarlah seseorang yang kamu cintai, sayang!" Ucap Lusi sambil mengusap pipi Dasa dengan lembut.
"Bu, dimana ruang radio sekolah disini?" Tanya Lusi kepada kepala sekolah SMA SWASTA NUSA BAKTI.
"Biar, murid saya Dito yang mengantarkan Dasa ke arah ruangan radio?!" Jawabnya dengan tegas, yang dianggukin oleh Dito.
Dasa yang mulai mendekati ruang radio tersebut, dirinya mulai berlari kecil. Walaupun, dadanya dan semua anggota tubuhnya terasa lemah. Dirinya, tidak ingin menyerah dengan semua penyakit yang dialami dirinya.
Karena, tujuan Dasa sekarang adalah untuk bertemu dengan seorang yang sangat dirinya rindukan dan sangat dirinya cintai. Walaupun, semua tubuhnya tidak ingin bekerja sama dengan dirinya.
...•••••••...
Disatu sisi, seorang laki-laki kini mulai memberhentikan setiap perkataan yang akan dirinya lontarkan. Sesekali, laki-laki itu menghela nafasnya beberapa kali dengan sangat berat.
Alga yang mulai merasa ada yang mengganjal di perasaannya, mampu membuat dadanya merasa sesak. Apakah, dirinya sudah benar melakukan semua ini?
"Sial! Ada apa dengan gue?" Batinnya.
Aldi yang melihat tingkah Alga, dirinya mulai menepuk pundak sahabatnya dengan pelan.
Alga yang mendengar perkataan dari Aldi, dirinya mulai mengangguk'kan kepalanya dengan datar.
"Yah!"
"Yaudah, lanjutin Ga! Semua siswa-siswi pada ingin mendengarkan apa yang ingin lu lontarkan,"
Alga menganggukkan kepalanya, dirinya sesekali menghela nafasnya dengan sangat berat.
"Maafin gue, Dasa! Gue nggak bisa menjaga setiap semua janji yang akan gue lontarkan ke lu!" Batin Alga sekali lagi yang dengan tangan mulai mengepal erat, dan dengan dada yang mulai sangat sesak.
"Seorang gadis manis dan cantik bagi tatapan gue, yaitu–"
suara pintu mulai terbuka dengan sangat kencang, mampu membuat kedua laki-laki yang berada di ruangan radio mulai menatap ke arah pintu.
Termaksud, dengan Alga yang mulai terdiam dan melamun atas apa yang dirinya lihat dihadapannya.
"Kak Alga!" Panggil seorang gadis manis yang sangat dirinya rindukan selama ini, dengan sangat cepat gadis itu mulai memeluk Alga dengan erat.
"Dasa nggak pernah menyangka, kalau Alga akan mengetahui secepat ini. Alga tahu? Dasa sangat merindukan Alga."
"Dasa janji, Dasa nggak akan pernah meninggalkan Alga sendirian lagi!" Ucapnya dengan pelan, sambil memejamkan matanya di dalam bidang dada Alga.
__ADS_1
"Dasa!"
Semua orang yang mulai mendengarkan suara dari mikrofon radio, semua siswa-siswi mulai menatap satu sama lain.
"Dasa siapa? Kok gue nggak pernah dengar namanya dikalangan sekolah ini?" Bisik seluruh murid yang mulai penasaran siapa seseorang yang disebutkan oleh Alga.
Berbeda dengan perasaan seorang gadis manis yang mendengarkan lontaran dari laki-laki tersebut, dirinya mulai tersenyum kecil.
Dengan angin yang berhembus kencang mampu membuat helaian rambutnya berantakan, sama halnya dengan perasaan yang sekarang dirinya rasakan.
Angin yang mulai berbisik, kalau Asa memang tidak pernah ada di dalam perasaan seseorang lelaki yang sangat dirinya cintai. Seakan-akan, angin dan langit sedang menertawakan dirinya sekarang.
"Asa bodoh? Yah, yang Kak Alga bilang benar semua, kalau Asa sangat bodoh disini!"
"Sama halnya, yang selalu Kak Alga lontarkan ke Asa. Bahwa barang murah tidak akan pernah mendapatkan yang sempurna!" Batin Asa dengan sangat sakit di dalam perasaanya sekarang.
Balon udara yang mulai diterbangkan ke udara, mampu membuat semua mata tertuju kepada pertunjukan kembang api, yang diiringi oleh balon warna-warni yang menghias ke udara.
Dan, dengan spanduk yang bertuliskan I LOVE YOU DASA.
Asa yang melihat pertunjukan yang mampu membuat perasaannya tambah sakit, dirinya mulai tersenyum kecil. Sesekali, gadis manis itu mulai mengusap air suci yang mulai ingin mendarat di kedua pipi Asa.
"Asa nggak boleh nangis! Seharusnya, Asa bahagia melihat seorang yang sangat Asa sayangi bahagia!" Ucapnya dengan lirih.
Sungguh, perasaan Asa mulai terasa sesak di dadanya. Sesekali, dirinya ingin mengusap air matanya. Sesekali, itu pula air matanya menetes dengan sangat deras.
"Apakah, ini hadiah yang Kak Alga bilang ke Asa? Apakah, ini yang Kak Alga ingin sampaikan ke Asa tentang perasaan Kak Alga?"
"Apakah, ini semua jawaban Kak Alga untuk Asa? Kalau ... sampai kapan pun, Asa tidak pernah ada di dalam kehidupan Kak Alga, apalagi di dalam perasaan Kak Alga?"
"Apakah, Asa harus menyerah sampai disini Kak? Asa harus bagaimana Kak? Asa bingung, disatu sisi Asa juga nggak kuat kalau cara Kak Alga seperti ini ke Asa!" Lirihnya dengan senyuman kecut.
Asa yang mulai merasa perasaannya merasa semakin sesak, dirinya mulai meninggalkan lapangan, dan mulai berlari kecil untuk meninggalkan kalangan yang banyak dikerumuni oleh siswa-siswi.
Berbeda, dengan seorang lelaki yang mulai memperhatikan Asa dari jarak jauh yang mulai mengepal tangannya dengan sangat kuat.
"Kurang ajar! Lu sudah menyakiti perasaan seorang gadis yang benar-benar buta mencintai lu, Ga!" Batin laki-laki tersebut dengan kesal.
Sesekali, dirinya mulai memukul sebuah tembok yang berada di hadapannya. Dirinya, tidak peduli dengan keadaan tangannya yang mulai keluar terlalu banyak banyak darah kental yang mengalir dengan sangat deras.
Laki-laki itu mulai menuju ke ruangan radio. Ingin, sekali laki-laki itu memberi pelajaran kepada Alga yang telah menyakiti seseorang yang dirinya sayangi, walaupun dirinya yang harus mengalah disini tentang perasaannya.
*Next Selanjutnya ...
Maaf, kemaren ingin update tapi sinyal disini sama sekali nggak ada😭😭 update 2 kali. bonus kali ini* ...
__ADS_1