
"Jika memang hatimu bukan untuk diriku lagi. Aku rela melepaskan dirimu bersama dengannya, dan jika kebahagiaan dirimu bukan bersama denganku. Aku rela melepaskan perasaanku ini, untuk melihat dirimu bahagia bersama dengan orang yang kamu cintai."
"Walaupun, perasaan aku yang sakit disini tanpa kamu ketahui! Aku harap, kamu bisa bahagia bersama dengan dia."
...•••••••...
...~Amanda Carol Rawles VS Dasalina Wulandari~...
Dasalina Wulandari adalah seorang gadis yang sangat manis, baik hati, dan murah tersenyum. Tapi! Sejak dirinya mengenal Alga di dalam kehidupannya, dirinya mulai menganggap kalau Alga adalah malaikat untuk dirinya bertahan hidup, dan cinta pertamanya.
Dasa selalu menerima kelakuan bodoh, dan sifat Alga yang seperti anak bocah sepantaran enam tahun di hadapannya. Tapi! Disaat Dasa mengetahui kalau dirinya mengalami penurunan drastis kesehatan tubuhnya, dirinya mulai menjauh dari Alga.
Bahkan, Dasa pun berpura-pura kalau dirinya tidak mencintai seseorang yang seharusnya Dasa jaga perasaannya, malah dirinya menyakiti perasaan Alga dan Dasa selingkuh di hadapan kedua mata Alga.
Dasa tahu, apa yang dilakukannya adalah kesalahan yang sangat besar, dan fatal. Karena, bukan dirinya saja yang merasa sakit disini. Tapi! Perasaan seorang laki-laki yang selalu memberikan semua perasaannya kepada Dasa, dan kini dirinya ingin sekali bertemu dengan seorang yang dirinya cintai.
Angin yang mulai berhembus, mampu membuat perasaan seorang gadis manis itu bahagia dan lega. Bulu mata yang sangat lentik, dengan helaian rambut yang mulai terhembus oleh angin sore.
"Ga! Dasa nggak sabar untuk bertemu Alga nanti, apakah perasaan Kak Alga masih sama seperti dulu? Karena, Dasa juga masih menyimpan perasaan Dasa ini untuk Alga!" Gumamnya sambil menatap langit-langit yang mulai terlihat agak mendung.
"Alga tahu tidak?! Selama terakhir kali Dasa membuat Alga menangis, disitu Dasa merasa seperti seorang gadis yang jahat, dan tidak berdaya atas semua penyakit kanker yang Dasa rasakan selama ini!"
"Dasa ingin sekali, supaya bisa bersama dengan orang yang Dasa cintai. Tapi! Dasa sadar, kalau penyakit kanker yang Dasa alami pasti cepat atau lambat akan mengambil nyawa Dasa."
"Tapi! Jika, suatu hari nanti. Dasa pergi jauh meninggalkan Alga, Dasa berharap supaya tuhan bisa mempertemukan Dasa kepada pangerannya!" Gumamnya, yang sesekali mulai menghapus kedua pipinya yang mulai basah oleh air matanya.
Sesekali, Dasa menghela nafasnya dengan berat. Sungguh, dadanya sangat sesak sekali.
"Dan, Dasa berharap ... disaat Dasa mulai berada di dekat Alga, Alga tidak mengabaikan Dasa, yah!" Gumamnya dengan pelan, sambil tersenyum kecut.
......•••••••......
Berbeda disatu sisi, Alga mulai menghisap sebatang rokoknya bersama dengan para sahabatnya yang mulai fokus kepada kegiatan masing-masing.
"Vangke benar, gue butuh lembar jawaban nih!" Ucap Putra dengan cemas.
David yang melihat Putra mondar-mandir tidak jelas, dirinya mulai menghela nafasnya dengan berat.
"Lu bisa diam nggak? Jangan kayak bebek nggak bisa diam deh!" Ujar David dengan datar.
__ADS_1
Putra yang mendengar perkataan dari David, dirinya mulai menatap wajah David dengan intimidasi.
"Bu Saskia kasih jadwal UTS besok, emang lu semua pada nggak panik apa?" Tanyanya sambil menatap wajah para sahabatnya satu-persatu.
Dilan menghela nafasnya dengan berat, sambil berjalan mendekati Putra, dan menepuk pundaknya dengan pelan.
"Makanya, kalau punya otak itu dipakai bodoh! Bukannya, dipikiran lu hanya bola basket dan cewek!" Ucapnya, setelah itu dirinya mulai menancapkan gas motornya, dan meninggalkan kalangan parkiran sekolah.
"Sabar gue punya sahabat seperti ini, nanti giliran gue dapat lembaran jawaban pada minta contek ke gue! Giliran, gue nggak dapat apa-apa malah dihina, haish!" Ucap Putra sambil mengusap dadanya dengan pelan.
"Terserah lu dah, gue cabut dulu!" Pamit Alga, setelah itu dirinya mulai meninggalkan kalangan parkiran sekolahnya.
"Salah gue apa sih? Terus saja ninggalin gue, nanti pas gue sudah nggak ada baru pada nyesel dan kangen!" Gumamnya dengan lirih.
"Mulutmu itu adalah harimaumu, Ucapanmu itu adalah doamu. Jadi! Kalau mau ngomong itu harus dipikirkan dulu!" Ujar David setelah itu dirinya mulai meninggalkan kalangan parkiran sekolah, yang diikuti oleh sahabatnya yang lain.
Putra yang ditinggal sendirian, dirinya mulai menggelengkan kepalanya dengan berat.
"Sabar-sabar, beginilah nasib punya sahabat kayak mereka semua. Hanya, gue doang yang berbeda disini dan masih waras!"
Putra yang ditinggal sendirian, akhirnya dirinya dengan sangat malas mulai menyalakan mesin motornya dan mulai meninggalkan kalangan parkiran sekolah.
Sedangkan, Asa yang baru saja keluar dari jam pelajaran terakhirnya, dirinya mulai berjalan ke arah parkiran.
Asa mulai melihat sekeliling parkiran, dan mencari seseorang laki-laki yang menyuruhnya untuk pulang bersamanya. Tapi! Asa hanya menghela nafasnya dengan berat, dan mulai melangkahkan kakinya menuju keluar gerbang sekolah sendirian.
Suara mikrofon mulai berbunyi, Asa dan siswa-siswi yang sedang menunggu angkutan umum. Mereka semua mulai terdiam, karena ingin mengetahui apa yang akan disampaikan.
Sebuah alunan musik yang mulai terdengar mulai membuat perasaan semua mahasiswi mulai pada berteriak histeris, karena seorang laki-laki yang sedang bernyanyi dengan sangat indah dan merdu.
"Lagu ini untuk seseorang yang sudah memasuki ke dalam perasaan gue, jatuh ke hati, bahkan sampai nyawa pun gue rela untuk dirinya."
"Asalina Hyena, makasih yah ... Lu sudah menjadi matahari yang selalu memberikan kehangatan lu untuk gue, mungkin tanpa lu gue bukan Alga yang sekarang."
"Gue harap lu mendengarkan semua lagu yang gue buat untuk lu, walaupun rada jelek dan aneh!"
🎶 Angga Yunanda~Aku Disini Untuk Kamu 🎶
🎶"Aku yang selalu ada untukmu,"
"Slalu memberikanmu cintaku,"
"Tak bisakah kau merasakan itu,"
__ADS_1
"Hingga kau pun mencintaku,"
"Cintaku yang selalu ada untukmu,"
"Tak usah kau pernah meragukan itu,"
"Hingga ku tak bisa bila kau pergi,"
"Jauh meninggalkan ku,"
"Aku disini untuk kamu,"
"Jangan pernah berpikir tuk meninggalkan ku,"
"Sendiri tanpa kamu ..."
"Aku disini untuk kamu,"
"Jangan pernah berpikir tuk pergi dariku,"
"Walau ..."
"Hanya sesaat,"
"Kutak bisa hidup tanpa dirimu ..." 🎶
Asa yang mendengar semua melodi yang dinyanyikan oleh laki-laki dirinya sangat kenal, Asa mulai tersenyum manis dan bahagia.
Alunan musik mulai berhenti, yang menandakan bahwa laki-laki itu sudah selesai bernyanyi.
"Gue harap ... lu selalu menjadi sebuah matahari buat gue yah, Sa! Karena, gue yang sekarang nggak bisa hidup tanpa lu, Asalina Hyena."
Asa yang mendengar perkataan dari Alga, dirinya mulai menghela nafasnya dengan berat. Antara senang, malu, bahagia, ingin teriak, bahkan rasanya dirinya ingin melompat kegirangan atas apa yang dilakukan oleh laki-laki yang sangat dirinya cintai.
"Bagaimana, jawaban lu?" Bisik seorang lelaki yang berada di belakang punggungnya.
Asa yang mendengar perkataan dari seseorang dibelakangnya, dirinya mulai menatap ke arah sumber suara tersebut.
Semua tatapan mata mulai menatap Asa dengan rasa iri, dengki, benci, bahkan bahagia.
Alga yang melihat gadis dihadapannya hanya diam saja, dirinya mulai menghela nafasnya dengan berat, dan menarik lengan gadis itu dengan pelan ke arah motornya terpakir.
"Gue anterin lu pulang!"
__ADS_1
Asa yang mendengar perkataan dari Alga, dirinya mulai memakai jaket yang diberikan oleh Alga. Ntahlah! Dirinya masih bingung sekarang, apakah Alga benaran serius? Tapi! Kalau Alga ingin menembaknya, kenapa dirinya tidak bilang "Asa mau lu jadi pacar gue?" Dan ini malah, sama sekali nggak.
Next Selanjutnya.....