ALGASA

ALGASA
ALGASA|Bab 58


__ADS_3

Bel istirahat mulai berbunyi dengan sangat sempurna. Semua siswa-siswi yang mendengar saatnya waktu istirahat, mereka semua mulai berjalan ke arah kantin yang mulai terisi penuh oleh mahluk hidup.


Berbeda dengan seorang gadis yang kini sedang menunggu sahabatnya dengan helaan nafasnya yang berat. Sesekali, dirinya mulai memainkan benda pipihnya dan membuka sebuah galeri seorang laki-laki yang rela menjadi badut untuknya.


Tapi! Apakah, lelaki itu beneran akan melakukan berbagai cara apapun untuk membuatnya selalu tersenyum manis. Seperti semua kalimat yang pernah dilontarkan oleh laki-laki itu kepada dirinya? Atau bahkan sama sekali tidak?


Haish, Asa yang sudah lelah menunggu seorang gadis untuk menghampiri dirinya di kantin. Asa pun mulai membangkitkan tubuhnya, dan berjalan keluar dari arah kantin untuk bertemu dengan seseorang.


Bugh!


Seorang lelaki yang mulai menabrak dirinya dengan sangat sempurna, mampu membuatnya terjatuh di lantai dan membuat pergelangan kakinya terkilir.


"Sorry, gue nggak sengaja. Lu baik-baik saja, kan?" Tanya seorang lelaki yang memiliki suara berat.


Asa yang merasa harinya sangat tidak sempurna sekarang, dirinya hanya bisa menghela nafasnya dengan berat, dan mulai berusaha berdiri dengan sekuat tenaga yang di miliki olehnya.


Tapi! Seketika, dirinya mulai tidak bisa menahan sakit yang sangat luar biasa di pergelangan kakinya saat ini, dan Asa pun tidak bisa menyeimbangkan antara tubuhnya dan kakinya.


Dengan sangat cepat, lelaki yang memiliki wajah sempurna di hadapannya pun mulai memeluk tubuh Asa dengan sangat hangat.


Ntah kenapa, waktu seketika seperti berhenti hanya untuk kedua kejora tersebut. Kedua kejora yang saling bersautan untuk menatap kedua manik mata yang memiliki mata indah, dan yang satunya pun mulai memiliki tatapan tajam sekaligus datar.


Laki-laki itu pun mulai melepaskan rangkulan kedua tangannya yang terletak sempurna di tubuh Asa, dan menghembuskan gadis itu kembali ke lantai. Sungguh, sakit sekali.


"Aw! Kenapa dilepas, sih? Emang Kakak kira nggak sakit apa?" Ujar Asa dengan kesal.


Laki-laki itu pun mulai menatap wajah Asa dengan sangat sempurna, dirinya pun mulai membenarkan maskernya, dan tudung topi jaket Hoodie-nya.


"Bukan salah gue, itu salah lu yang tiba-tiba jatuh di pelukan gue. Jadinya, gue refleks menghempaskan lu ke lantai untuk kedua kalinya." Jelasnya dengan tegas sambil mengulurkan tangannya kembali.


Asa yang melihat uluran tangan dari laki-laki di hadapannya sekarang. Ntah kenapa, ada sebuah uluran tangan kokoh lainnya, yang ingin memberikan sebuah sandaran kepadanya saat ini.


Asa pun mulai mendongakkan kepalanya, dan mulai menatap ke arah siapa pemilik tangan kokoh tersebut. Ternyata, pemilik tangan kokoh itu adalah orang yang sangat dirinya rindukan saat ini. Yaitu, Alga.

__ADS_1


Kedua laki-laki itu pun mulai menatap tidak suka satu sama lain. Tapi, berbeda dengan pemikiran kedua lelaki tersebut.


'Pilih gue, Sa. Jangan pilih orang lain sebagai sandaran lu saat ini.' Batin Alga dengan berharap menatap ke arah Asa.


'Sial! Semoga saja, dia nggak kenalin penampilan gue yang sudah tertutup seperti ini dengan sempurna.' Batin laki-laki yang masih setia mengulurkan tangan kokohnya.


Sedangkan, seorang gadis masih berfikir sejenak. Asa pun mulai menatap ke arah Alga dengan senyuman manis, dengan helaan nafas yang berat dirinya mulai memilih di antara kedua lelaki di hadapannya sekarang.


Alga yang merasa mendapatkan sebuah harapan, dirinya mulai tersenyum manis juga kepada gadis di hadapannya, dan mulai ingin membantunya.


Tapi! Disaat dirinya ingin membantu gadis yang sangat dirinya sayangi, gadis itu lebih memilih uluran tangan dan sandaran dari lelaki lain ketimbang dirinya. Sungguh, saat ini Alga merasa sangat bodoh dengan pemberian palsu dari senyuman manis dari gadis di hadapannya sekarang.


Asa pun mulai bangkit dari lantai, dengan sangat sempurna seorang lelaki yang menjadi sandaran untuk seorang gadis saat ini. Dirinya mulai memeluk lingkaran pinggang Asa untuk membantunya, dan tersenyum kemenangan di balik maskernya saat ini.


Alga yang melihat seorang gadis mulai menghilang dari pandangannya sekarang. Dirinya hanya tersenyum kecil, dan menghela nafasnya dengan berat.


"Apakah benar, lu memang ingin sekali gue menjauh dari kehidupan lu, Sa?"


Alga yang mulai merasa moodnya sangat tidak baik atas apa yang terjadi saat ini di hadapannya. Dirinya mulai berjalan ke arah kantin, dan menyusul ke arah meja para sahabatnya.


***


Berbeda dengan seorang gadis yang kini sedang diberikan sebuah pijatan kepada seorang lelaki yang telah menabraknya. Dengan sangat sempurna pijitannya, mampu membuat semua pergelangan kakinya membaik sekarang.


Sebuah ruangan UKS kedua kejora tersebut berada sekarang, dengan asyiknya mereka berdua dengan kegiatan masing-masing. Tanpa harus memikirkan sebuah perasaan seorang laki-laki yang telah terluka atas sikap seorang gadis kepadanya saat ini.


"Sudah mendingan?" Tanyanya dengan datar.


Asa menganggukkan kepalanya. "Sudah Kak, makasih." Jawab Asa dengan senyuman manis.


Laki-laki itu pun menganggukkan kepalanya. "Yaudah, kalau gitu." Ujarnya yang mulai bangkit dari tempat duduk di samping sebuah tempat tidur pasien.


Asa dengan sangat cepat mulai meraih pergelangan tangan laki-laki di hadapannya. Lelaki itu pun mulai menatapnya dengan tatapan heran dan bertanya.

__ADS_1


"Kenapa? Kaki lu masih sakit lagi?" Tanyanya dengan datar, dan mulai mendekati pergelangan kakinya dengan sentuhan yang sangat lembut.


Asa mulai menggelengkan kepalanya. "Asa hanya ingin tahu, nama kakak siapa?" Tanya Asa dengan senyuman.


Lelaki yang mendengar perkataan dari gadis di hadapannya, dirinya mulai terkejut atas apa yang dirinya dengar.


'Kalau gue kasih tahu nama panggil gue sama dia, nanti yang ada gadis itu malah bisa gagalin semua rencana gue lagi.' Batin lelaki itu dengan bertanya.


Asa yang melihat lelaki di hadapannya terdiam, dirinya hanya bisa menghela nafasnya dengan sangat berat.


"Kalau, Kakak nggak ingin kasih tahu ke Asa, yaudah gapapa." Jelas Asa dengan senyuman manisnya.


"Nama gue Langit, lu bisa manggil gue dengan sebutan Sky." Jelasnya datar.


"Sky?"


"Yah, karena arti dalam bahasa Inggris sebuah nama Langit adalah Sky." Jelasnya dengan datar.


Asa pun mulai menganggukkan kepalanya. "Nama yang sangat indah, seperti langit pada umumnya." Ucap Asa dengan senyuman.


Sky pun menganggukkan kepalanya. "Mungkin, kalau gitu gue permisi dulu." Pamitnya.


"Kak Sky, kenapa wajah Kakak ditutupin seperti itu?" Tanya Asa yang merasa heran atas sikap lelaki di hadapannya.


Sky pun mulai menghentikan langkahnya, dan mulai berbalik menatap ke arah seorang gadis yang sedang menatapnya juga sekarang dengan heran.


"Karena ... gue monster." Jawabnya yang mulai melepaskan maskernya dengan sangat sempurna di hadapan Asa.


Asa yang melihat tersebut, dirinya mulai merasa tidak nyaman atas semua yang dilihat olehnya sekarang. Seperti, dirinya sedang melihat sebuah film horor yang selalu Asa lihat tidak di sengaja.


"Gue monster, Sa. Lu pasti terkejut melihat wujud rupa gue yang kayak gini? Berbeda dengan seorang lelaki seperti Alga yang selalu lu perjuangkan sampai detik ini."


"Mungkin, nama gue memang sangat indah. Tapi kalau lu melihat kondisi gue saat ini, lu mungkin akan menarik semua perkataan indah yang lu lontarkan barusan tentang gue." Jelasnya dengan senyuman kecil di wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2