
Kelas yang sudah dimulai memasuki pelajaran pertama, semua murid kelas IPA-II mulai terlihat sangat fokus ke arah papan tulis yang sedang dijelaskan oleh Bu Saskia dengan tegas.
Berbeda dengan Asa, dirinya mungkin menatap ke arah papan tulis dengan sangat fokus. Tapi! Dirinya sama sekali tidak memperhatikan semua penjelasan yang dilontarkan oleh Bu Saskia, wali kelasnya. Karena, isi kepalanya sekarang adalah selalu Alga dan Alga. Yah, hanya laki-laki itu yang membuat pikirannya tidak fokus.
"Fisika merupakan salah satu mata pelajaran jurusan mesin yang terbilang sulit dipahami dan sangat membosankan. Namun pelajaran fisika juga bisa menjadi keahlian kita ketika kita bisa belajar dengan sungguh-sungguh. Pengertian fisika yaitu berasal dari kata “physic” yang artinya yaitu alam. Jadi ilmu fisika yaitu sebuah ilmu pengetahuan dimana didalamnya mempelajari tentang sifat dan fenomena alam atau gejala alam dan seluruh interaksi yang terjadi didalamnya. Untuk mempelajari fenomena atau gejala alam, fisika menggunakan proses dimulai dari pengamatan, pengukuran, analisis dan menarik kesimpulan. Sehingga prosesnya lama dan berbuntut panjang, namun hasilnya bisa dipastikan akurat karena fisika termasuk ilmu eksak yang kebenarannya terbukti." Jelas Bu Saskia dengan sangat tegas dan detail.
"Karena, ibu akan membahas mata pelajarannya hari ini. Ibu akan kasih tugas kalian dengan membuka halam 1 sampai 10." Ujarnya dengan datar, setelah itu dirinya mulai keluar dari kelas.
"Haish, fisika adalah pelajaran yang bikin gue pusing tujuh keliling." Cerutus Nanda dengan helaan nafas berat.
Asa yang mendengar perkataan dari Nanda, dirinya mulai menghela nafasnya dengan berat.
"Tadi, Bu Saskia suruh buka halaman berapa?" Tanya Asa dengan heran.
Nanda yang mendengar perkataan dari Asa, dirinya mulai tersenyum kecil.
"Kata Bu Saskia, kapan perasaan lu itu hilang untuk seorang laki-laki seperti Alga?" Jawabnya dengan cengiran.
Asa yang mendengar perkataan dari Nanda, dirinya mendengus sebal. "Nanda, Asa lagi serius ini!" Rengek Asa dengan manja.
"Halaman 1 sampai 10, Sa!"
Asa menganggukkan kepalanya, dan membuka halaman yang dikatakan.
__ADS_1
"Banyak banget soalnya, Nda!" Ucap Asa dengan mendengus.
"Dari tadi sudah gue bilang, malas banget gue sama pelajaran fisika." Ucap Nanda sambil mengisi semua jawaban yang mulai bikin kepalanya pusing.
"Bissmillah, semoga Asa bisa deh."
Kedua gadis yang disini sedang berusaha keras untuk mengisi setiap jawaban dibuku tebalnya, dengan sangat keras mereka mengumpulkan semua jawaban yang mereka temukan dan masuk ke dalam pikirannya.
......••••••......
Berbeda dengan seorang laki-laki yang kini sedang menatap fokus ke arah papan tulis dengan sangat malas, dirinya mulai memainkan handphonenya tanpa harus berpikir panjang Alga mulai mengetik sebuah pesan untuk seseorang.
'Semangat yah, untuk pelajaran pertamanya. Gue harap lu nggak salah sangka di area parkiran barusan.'
Alga yang membaca pesannya lagi, dirinya mulai menghapus pesan tersebut dengan sangat cepat.
Alga yang membaca pesannya seperti orang bodoh, dirinya mulai menghapus beberapa kali semua chat yang ingin dia kirimkan untuk gadis itu. Dengan helaan nafas yang berat, dirinya mulai menaruh handphonenya lagi tanpa harus mengirim pesan apa pun.
'Susah banget gue kirim pesan ke dia, biasanya gue biasa saja kirim pesan ke sahabat gue dengan singkat.' Batinnya dengan datar.
David yang memperhatikan sahabatnya dari tadi, dirinya mulai menghela nafasnya dengan berat. Sungguh, dirinya bingung dengan permainan cinta.
"Lu ingin kirim pesan ke dia? Gue bisa bantuin lu," ucap David sambil menatap wajah Alga dengan datar.
__ADS_1
Alga hanya menggelengkan kepalanya, "Nggak, biar gua saja yang urus. Lagi pula, kalau gue kirim chat ke dia yang ada nanti malah bikin gue bingung." Jelasnya dengan datar.
"Bingung apaan?" Tanya David dengan heran.
"Yah, gue suruh dia ketemuan sama gue. Tapi! Disaat gue sudah dekat dengan dia, gue mau ngomong apa? Perkataan saja belum gue pikirkan sekarang."
"Aneh lu, kayak bukan seperti lu saja. Mana lu yang dulu? Yang biasanya selalu kasar ke dia, dan sekarang lontaran kata saja nggak ada? Bucin banget lu," ledek David dengan tertawa kecil.
Pak Didit yang mendengar tawaan David, dirinya mulai memukul meja di dekatnya dengan menggunakan penggaris kayu yang besar dan panjang.
"DAVID! ALGA! BERDIRI KALIAN BERDUA, DAN KELUAR DARI PELAJARAN SAYA SEKARANG! SAYA NGGAK SUKA KALAU ADA MURID YANG TIDAK INGIN MENDENGARKAN SEMUA PENJELASAN YANG DILONTARKAN!" Ujar Pak Didit dengan sangat tegas.
David, dan Alga yang mendengar perkataan dari gurunya. Mereka berdua mulai berjalan keluar dari kelasnya dengan helaan nafas yang sangat berat, dan dengan sangat bahagia tanpa merasa beban.
"Hehehe, untung disuruh keluar saja. Bosan juga gue di dalam mulu." Ucapnya dengan fokus ke arah handphonenya.
"Terserah lu dah, gue cabut duluan."
David yang melihat tingkah Alga, dirinya mulai tersenyum kecil. "Makanya, jadi laki itu jangan serakah dan plin-plan. Pusing sendirikan lu jadinya," Gumam David dengan senyuman kecil atas sifat sahabatnya.
Manusia pasti mempunyai sifat masing-masing. Bahkan, ada juga seseorang yang masih bingung atau plin-plan atas semuanya.
Tapi, percayalah jika kita mengerti situasi diri kita sendiri dengan baik. Kita akan mengetahui apa yang harus kita pilih dan nggak. So, jangan salahkan takdir bila akan terjadi kedepannya.
__ADS_1
Karena, rasa bersalah dan menyesal akan datang diakhir bukannya di awal mula cerita kita akan dimulai.
See you semuanya, tunggu part selanjutnya yah. Bakalan .... dan .... Jeder!