
"Mungkin, masalalu yang sangat kita rindukan selama ini di dalam kehidupan kita. Akhirnya, masalalu itu menghampiri kita disaat kita telah bersama dengan yang lain."
"Gue mengerti satu hal di dalam kehidupan dulu gue ... gue lemah untuk menjaganya waktu itu, makanya orang yang gue cintai sekarang sudah menjadi masalalu gue."
...~Algasa Adistia Renanda~...
...•••••••...
Alga yang merasa ini hanyalah sebuah mimpi untuk dirinya, sesekali lagi dirinya menatap gadis yang sangat dirinya rindukan.
Dasa mulai mendongakkan kepalanya, tersenyum manis ke arahnya, dan mulai mencubit hidung Alga dengan lembut.
"Pasti, Alga berfikir ini adalah mimpikan? Tapi, ini semua nyata, Ga!" Ucap Dasa dengan lembut, dan mampu menyadarkan Alga ke posisinya sekarang.
Aldi mulai menepuk pundak Alga dengan datar, "Ga! Mikrofon masih menyala, semua yang lu ucapkan barusan mulai terdengar oleh kalangan sekolah! Dan–" Ucapnya yang mulai dihentikan oleh gebrakan pintu yang sangat kencang.
Bugh!
Dilan yang mulai emosi, dirinya mulai menatap wajah Alga dengan sangat merendahkan. Sesekali, dirinya mulai memukul Alga berulang kali.
"Sudah! Dilan sudah, lu nggak ngeliat anak orang bisa mati!" Teriak Aldi, yang mulai memisahkan Dilan untuk tidak memukul Alga lagi.
Dilan menatap wajah Aldi, dan bergantian menatap wajah Alga dengan emosi.
"Gue ingin kasih dia pelajaran, Di! Lu nggak tahu apa-apa, mending minggir!" Ujar Dilan yang mulai menepis kasar Aldi ke samping.
Alga yang mengerti dirinya salah disini, dirinya hanya bisa menerima setiap pukulan demi pukulan keras yang dilontarkan oleh sahabatnya.
"Ini adalah pukulan untuk lu, yang telah membuatnya menangis di depan gue, Ga!" Ucap Dilan dengan emosi.
Pukulan hebat mulai melayang ke arah ujung pipi kanan Alga dengan sangat cepat.
__ADS_1
"Pukulan kedua untuk lu, Ga! Karena, lu telah menyakiti perasaannya, Ga!" Ujarnya sekali lagi dengan emosi.
Pukulan hebat kedua mulai melayang ke arah pinggir pipi kiri Alga, yang mulai keluar darah kental di ujung bibir Alga.
"Dan, terakhir ini adalah pukulan untuk lu yang telah kembali lagi ke masalalu itu, ketimbang bersama dengan seseorang yang selalu berusaha untuk mendapatkan perasaan lu itu!"
Ketika, Dilan ingin melayangkan semua kekuatannya ke arah Alga, sebuah tangan mulai menghalangi niatnya untuk menyentuh Alga lagi.
Seorang gadis manis yang mulai menggelengkan kepalanya dengan cepat, dan menangis.
"Dasa, mohon ke Dilan lepaskan Alga!" Ucapnya dengan lembut, dan lirih.
Alga yang masih menatap sahabatnya, dirinya beralih menatap Dasa dengan tatapan nanar, dan dirinya mulai memberi kode kepada Aldi untuk menahan Dasa.
Dasa yang ditarik menjauh dari area tersebut, dirinya mulai menatap Alga yang sudah dipenuhi oleh darah dan luka.
"Gue nggak peduli persahabatan kita hancur apa kagak! Yang gue peduli adalah, lu sudah benar-benar membuat perasaan gue ini seperti sampah, Ga!" Ujarnya sekali lagi dengan emosi.
Bugh!
Bugh!
Semua orang yang mendengar suara dari mikrofon radio tersebut, mereka semua mulai berlari ke arah tempat jadian yang mulai terasa ramai.
Alga yang masih sadar atas semua pemberian pukulan keras dari sahabatnya, dirinya mulai tersenyum kecil ke arah sahabatnya.
"Gue nggak sengaja, membuat dia terluka!" Gumamnya dengan pelan, sambil mengacak-acak rambutnya dengan emosi.
Dasa yang tidak tertahan atas apa yang terjadi, dirinya mulai mendekati Alga lagi, dan membuka tissue untuk membersihkan luka Alga.
Alga mulai menepis, dan bangun dari tempatnya.
__ADS_1
"Ga! Luka kamu?" Ucap Dasa dengan lembut.
Alga mulai menatap wajah Dasa dengan dingin, mengambil tissue yang ada di tangannya, dan tersenyum kecil.
"Gue bukan Alga yang dulu, Da! Gue dan laki-laki yang lu kenal dulu, sudah beda jauh!"
"Mungkin, Alga yang dulu memang sangat mencintai lu. Tapi! Semua yang gue lakuin ini, bukan untuk lu, Da!"
"Karena, Alga yang sekarang sudah bukan milik seorang gadis bernama Dasalina Wulandari lagi!" Ucapnya datar, sambil berjalan keluar dari kerumunan semua orang yang menjadi penonton.
Dilan yang mendengar perkataan dari sahabatnya, dirinya mulai tersenyum kecil, dan berdiri di arah Dasa.
Dilan mulai tersenyum kecil, "Bukan salah Alga disini, untuk membuka hatinya lagi'kan? Karena, lu duluan yang mulai disini, Da!" Ujar Dilan dengan senyuman kecil.
Dasa yang mulai mendengar perkataan dari Dilan, dirinya mulai berdiri dihadapan Dilan, dan tersenyum kecil ke arahnya.
"Sampai kapan pun! Dasa nggak akan pernah menyukai Dilan! Sama halnya dengan dulu, dan sekarang!" Ujar Dasa dengan penekanan, dan mulai melewati Dilan begitu saja.
Dilan tersenyum kecil, sambil menatap kepergian Dasa pergi dari hadapannya.
"Gue akan pastikan, kalau lu akan menjadi milik gue, Dasalina Wulandari!"
"Karena, gue hanya sedang memainkan perasaan Alga saja disini! Gue ingin tahu, kapan lu akan mulai berhenti untuk mencintai ALGASA lagi?" Ucapnya dengan senyuman kecil di bibirnya.
Dilan mulai berjalan keluar dari keramaian kerumunan semua siswa-siswi SMA SWASTA NUSA BAKTI.
Aldi yang selaku menjaga ruang radio, dan menjadi siaran informasi ruang di radio. Dirinya, mulai membubarkan semua teman-teman sekolahnya.
"Terkadang, sahabat bisa menjadi musuh kita yah? Kadang, dirinya berbuat baik dan kadang juga jahat!"
Next Selanjutnya ....
__ADS_1