ALGASA

ALGASA
ALGASA|Bab 50


__ADS_3

Waktu yang terus berputar setiap detiknya. Kini langit mulai berganti menjadi sangat gelap gulita, yang diterangi oleh para bintang sekaligus rembulan.


Seorang lelaki yang kini memiliki raut wajah yang terlihat sangat pucat pasi. Dirinya beberapa kali menghela nafasnya dengan berat, dan memejamkan kedua matanya berulang kali.


Alga dengan setia menunggu seseorang untuk keluar dari ruang peristirahatan terakhir untuk seorang gadis cantik menurutnya. Yah, dirinya sama sekali tidak berani untuk melihat wajah Dasa untuk terakhir kalinya, dia sungguh tidak pernah menyangka ... kalau pertemuannya berakhir dengan kata perpisahan yang lebih sangat menyakitkan untuknya maupun Dasa.


Pintu ruangan pun mulai terbuka lebar, terdapat tiga mahluk yang berjalan keluar dari ruangan tersebut dengan raut wajah yang terlihat sangat kehilangan. Lusi, Dilan, dan Wahid pun mulai duduk di samping Alga. Lusi yang masih menangis tersedu-sedu di dalam bidang dadanya Wahid.


"Tan? Kapan jasad Dasa akan di bawa ke Indonesia?" Tanya Dilan.


Lusi pun menghela nafasnya dengan berat. "Besok pagi ... kita akan kembali ke Indonesia, dan memakamkan jenazah Dasa di tempat kediaman keluarga kami." Jelasnya dengan lirih.


Alga yang mendengar perkataan dari Lusi. Dirinya mulai mendekati perempuan yang sudah berusia tersebut.


"Bagaimana, kalau makam Dasa dilaksanakan di daerah Bandung?" Saran Alga datar.


Lusi yang mendengar perkataan dari Alga. Dirinya mulai mendongakkan kepalanya, dan menatap ke arah Alga dengan heran.


"Maksud kamu apa, Ga?—"


"Tidak bisa! Dia Putri saya, maka saya yang akan menentukan dimana rumah terakhir dia untuk peristirahatan terakhirnya!" Murka Wahid yang mulai terlihat tidak setuju atas saran Alga.


Lusi yang mendengar perkataan dari suaminya, dirinya mulai menghela nafasnya dengan berat.


"Mas, diam dulu! Kita dengerin dulu maksudnya perkataan dari Alga, nanti kita bisa pertimbangkan semua itu lagi." Jelas Lusi dengan pelan.


Wahid pun mulai menatap istrinya dengan datar, dan mulai diam sejenak.


Alga pun menghela nafasnya dengan berat. "Karena Dasa pernah bilang ke saya, bahwa dirinya suka sekali dengan pemandangan yang indah di Bandung, dan dirinya ingin sekali dikuburkan bersama dengan Abangnya di sana." Jelas Alga yang mulai mengingat kenangan manis bersama dengan Dasa.

__ADS_1


"Nggak! Saya nggak akan rela, kalau seorang pembunuh seperti dia akan di kuburkan bersama dengan anak lelaki kesayangan saya!" Murka Wahid sekali lagi.


Lusi yang mendengar perkataan dari Wahid. Dirinya mulai menenangkan suaminya, dan mengelus punggung belakang suaminya.


"Mas, nggak boleh bicara seperti itu! Begitu juga dia adalah anak gadis kita—"


Wahid pun mulai menghempaskan tangan Lusi dengan kasar. "Mamah selalu bilang, kalau Dasa itu anak aku. Tapi! Walaupun dirinya itu anak kandung dari saya, sejak kejadian itu saya tidak pernah mempunyai seorang anak perempuan bernama Dasalina Wulandari di kehidupan saya!"


"Karena kesalahan yang dirinya perbuat waktu itu, mampu membuat semua perasaan kasih sayang saya kepadanya hancur begitu saja. Bahkan, kesalahan yang dirinya perbuat waktu itu, mampu membuat anak lelaki satu-satunya kesayangan saya pun menghilang dari muka bumi ini!"


"Semua hukuman yang saya berikan itu kepadanya, tidak sepenuhnya besar yang telah dirinya lakukan selama ini kepada putra kesayangan saya! Bahkan, Tuhan pun menginginkan dirinya menghilang dari muka bumi ini untuk selamanya, karena Tuhan tahu apa yang pernah pembunuh itu lakukan selama ini, dan Tuhan pun sedang menghukum dirinya."


"Saya nggak akan pernah ijinkan, semua keinginan seorang gadis pembunuh seperti dia akan terwujud, dan sampai kapan pun dirinya akan dikuburkan di makam keluarga saya!" Murka Wahid dengan penekanan.


Alga dan Dilan yang mendengar semua lontaran langsung dari Wahid. Mereka berdua sungguh tidak percaya, Dasa yang selama ini selalu tersenyum manis di hadapannya maupun dihadapan yang lain. Ternyata semua senyuman manis itu hanyalah sebuah topeng belaka, sebuah topeng yang hanya untuk menyembunyikan sesuatu yang sangat pahit dirasakan olehnya seorang diri.


Apakah ada seorang ayah yang tidak pernah menginginkan anaknya? Apakah ada seorang ayah yang sangat membenci sang anaknya? Walaupun dirinya memang sangat membenci diri kita, tapi mereka pasti akan memiliki perasaan untuk sang anaknya, walaupun itu hanya sedikit saja, karena Dasa hanya ingin ayahnya mencintainya juga.


Dirinya tidak pernah menyangka, bahwa alasan laki-laki yang selalu memberikan kehangatan untuk dirinya, dan perlahan kehangatan dari pahlawan tercintanya itu berubah karena kejadian waktu itu. Gadis itu ingin sekali memberitahu semuanya kepada sang pangeran matahari yang sangat berarti bagi kehidupannya.


Tapi! Seberapa usaha dirinya ingin menggerakkan semua tubuhnya, itu sangat sulit untuk digerakkan oleh dirinya saat ini. Apakah, pilihan yang dirinya putuskan saat ini sudah mulai tertulis di sebuah buku takdirnya saat ini? Terus, bagaimana permasalahan dan salah paham di antara dirinya, bersama dengan orang yang sangat dirinya sayangi akan selesai begitu saja tanpa penjelasan sedikit pun?


Apakah, sebuah mukjizat benar-benar ada di dalam dunia ini? Apakah, dirinya bisa mendapatkan sebuah hidayah dari Tuhan? Kalau bisa, Dasa hanya ingin dikasih kesempatan untuk kedua kalinya hidup di dunia ini lagi, walaupun dirinya harus merasakan semua penyakit kankernya itu. Bahkan, Dasa juga ingin berharap ... ketika dirinya dihidupkan kembali di dunia ini, akan ada seseorang yang sangat Dasa sayangi untuk menemani dirinya.


'Yah, Dasa yakin ... bahwa Ayah pasti juga sangat menyayangi Dasa sampai saat ini. Sama halnya dengan Dasa, yang selalu menyayangi Ayah sampai saat ini.' Batin Dasa.


Seketika, butiran air mata mulai menetes di kedua pipi Dasa yang terlihat sangat pucat, dan sudah dikatakan bahwa dirinya tidak pernah ada di dunia ini lagi. Walaupun, dirinya hanya sebagai seorang mayat maupun jenazah sekarang. Dirinya pasti akan mendengarkan semua lontaran kalimat tersebut, karena hanya raganya saja yang mati, tapi tidak dengan perasaannya.


Kedua suster yang melihat kejadian luar biasa di hadapannya sekarang. Kedua suster pun mulai memasang semua peralatan rumah sakit kembali di tubuh Dasa, dan berjalan keluar ruangan untuk memberitahukan kondisi pasien.

__ADS_1


"Alhamdulillah, pasien yang bernama Dasalina Wulandari, telah melewati masa kritisnya, dan kini semua peralatan sudah dipasangkan kembali." Jelas salah satu suster dengan senyuman ramah.


Semua orang yang mendengar perkataan lontaran dari suster. Wajah mereka semua yang tadinya terlihat sangat pucat pasi, kini raut wajah mereka berubah secara dratis dengan sebuah senyuman yang terukir di wajah mereka dengan sempurna.


Berbeda dengan Alga, dirinya mulai tersenyum kecil, dan menghela nafasnya dengan lega. 'Gue yakin, kalau lu nggak akan pernah meninggalkan dunia ini begitu saja, karena banyak mimpi yang ingin lu raih, Da.' Batin Alga.


Wahid yang mendengar semua lontaran kalimat dari suster, dirinya mulai tertawa kecil. "Sudah saya bilang, sebelum saya menyuruh dia menyerah, dirinya tidak akan boleh meninggalkan saya di dunia ini sendirian." Jelasnya dengan datar.


Lusi yang mendengar perkataan dari suaminya, dirinya mulai tersenyum ke arah suaminya. Karena dirinya paham, kalau suaminya itu masih sangat menyayangi Dasa–Putri kandungnya, walaupun perasaan itu hanya sedikit.


Mukjizat Tuhan memang nyata di dunia ini. Tapi tidak semua orang yang akan beruntung, untuk mendapatkan semua Mukjizat yang diberikan Tuhan kepada kita. Karena Tuhan memiliki cara yang berbeda untuk memberikan kasih rahmatnya kepada seluruh mahluk hidupnya.


Mungkin, Mukjizat kata orang maupun sebuah novel ... Mukjizat hanya datang untuk seseorang yang pernah melakukan kesalahan yang fatal di kehidupan sebelumnya seseorang tersebut, dan seseorang itu pun akan diberi kehidupan keduanya di dunia ini, karena untuk menembus semua kesalahan yang pernah dilakukan olehnya.


Tapi itu semua salah, karena Tuhan akan memberikan kasih sayangnya kepada sang mahluknya dengan cara yang berbeda. Seperti, Tuhan memberikan kehidupan untuk kedua kalinya buat Dasa, karena Tuhan ingin melihat seberapa kuatnya Dasa akan bersabar menjalankan semua kehidupan yang diberikan Tuhan kepadanya.


Kita tidak pernah sendiri untuk menjalankan semua kehidupan ini. Masih ada seseorang yang selalu mendukung kita, walaupun mereka tidak akan selamanya disisi kita. Bahkan, memberikan kita kasih sayang dengan cara mereka sendiri, ada pula yang menyembunyikan semua perhatian mereka kepada kita.


Semua Dokter dan perawat pun mulai melakukan kewajiban mereka sebagai seorang penyelamat maupun pertolongan. Mereka pun mulai memeriksa keadaan Dasa, dan itu mampu membuat mereka terlihat heran atas apa yang terjadi di hadapan mereka semua.


Tuhan bukan hanya ingin memberikan kesempatan kehidupan untuk Dasa di dunia ini. Tapi dirinya juga telah membuat semua kanker, yang tadinya sudah menyebar dengan sangat luas di seluruh bagian syaraf kepala Dasa. Bahkan, semua penyakit kanker itu hanya sebesar seperti biji stroberi.


"Doctor Wahyudi, I never thought that this miracle was before me now. 'Dokter Wahyudi, saya tidak pernah menyangka keajaiban ini ada di hadapan saya sekarang." Jelas salah satu dokter Singapure dengan heran.


Wahyudi pun menganggukkan kepala, dan tersenyum kecil. "This is what is called the Miracle of God. 'Inilah yang disebut keajaiban Tuhan." Balas Dr. Wahyudi dengan sangat tegas.


Semua Perawat dan Dokter pun mulai berjalan keluar dari ruangan Dasa, dengan rasa yang sangat tidak pernah mereka duga selama ini. Karena baru pertamakali mereka akan menemukan hal serupa seperti ini, karena kejadian yang dialami oleh Dasa sangat jarang untuk mereka temuin selama menjadi Dokter.


Walaupun mereka tahu bagaimana cara Tuhan memberikan hidayahnya. Tapi percayalah, Tuhan akan selalu mendengarkan semua doamu, dan permohonan dirimu selama ini kepadanya.

__ADS_1


ALGASA? Memang sebuah nama yang sangat indah dan sempurna. Tapi, dibalik kata kesempurnaan dari nama ALGASA, begitu banyaknya rahasia yang akan menanti kisah mereka selanjutnya ... penasaran dengan rahasia dibalik sempurnanya sebuah nama ALGASA? Next selanjutnya ....


__ADS_2