ALGASA

ALGASA
Chapter 25


__ADS_3

"Masalalu adalah halaman yang sangat indah, dan tercampur oleh halaman yang sangat pahit. Tapi! Jika masalalu itu ingin berbaikan dengan kita bagaimana?"


"Apakah, kita akan berbaikan dengan masalalu tersebut? Dan, meninggalkan seseorang yang selalu setia menunggu kita disini?"


...••••••••...


Angin pagi yang mulai berhembus kencang, dan matahari yang sudah mulai muncul dengan senyuman kecil di langit untuk menyapa seorang lelaki, yang kini sedang berada di sebuah halaman rumah yang sederhana dengan sangat setia.


Sesekali, lelaki itu mulai mengaca dirinya dibalik spion motornya untuk melihat apakah dirinya sudah sangat sempurna untuk menjadi seorang pangeran balok es buat sang mataharinya? Karena, dirinya tidak ingin mengecewakan seseorang yang sangat spesial untuk hidupnya sekarang.


Laki-laki itu mulai mengusap-usap kedua tangannya, dan sesekali menghela nafasnya dengan sangat berat.


"Semoga saja, kejutan gue nanti di sekolah untuk matahari kecil gue nggak akan gagal hari ini!" Gumamnya dengan berat.


"Kak Alga?" Panggil seorang gadis yang kini sedang berdiri di sampingnya.


Seperti biasa, Alga mulai memberikan semua barangnya kepada gadis di hadapannya.


"Ayo, naik! Gue nggak mau nanti sampai telat di sekolah!" Suruhnya dengan datar.


Asa yang mendengar perkataan dari Alga, dirinya menghela nafasnya dengan berat. Sungguh! Laki-laki di hadapannya ini selalu berubah-ubah sifatnya.


"Peluk!" Suruhnya datar.


"Bayar dulu! Baru Asa peluk!" Ucapnya dengan senyuman kecil.


Alga yang melihat senyuman di balik spion, dirinya menganggukkan kepalanya.


"Gue akan bayar, sampai lu nggak akan pernah melupakan hadiah apa yang gue berikan ini ke lu!" Ujarnya dengan dingin.


Asa yang mendengar perkataan dari Alga, dirinya mulai memeluk erat Alga dengan sangat bahagia dirinya sambil memejamkan matanya.


"Asa tungguin setiap janji-janji, Kak Alga!" Ucapnya dengan pelan.


Alga yang mendengar perkataan dari Asa, dirinya mulai tersenyum kecil.


"Kebahagiaan lu sudah tiba, Sa! Dan, akan gue pastikan itu ke lu!" Batin Alga yang masih fokus ke arah jalanan yang mulai dilalui-lalang.


Angin yang mulai berhembus kencang, dan mampu menampar kedua wajah kedua kejora yang berlain jenis. Dengan matahari yang mulai muncul dengan sangat sempurna, dan tersenyum manis ke arah kedua pasangan tersebut.

__ADS_1


Seperti, matahari yang mulai muncul menandakan bahwa dirinya sangat bahagia melihat kebahagiaan dari kedua kejora yang saling memiliki perasaan satu sama lain.


Alga pun mulai menghentikan motornya di area parkiran, dan mulai memakirkan motornya dengan sangat sempurna. Asa mulai turun dari motor sport milik Alga, yang diikuti oleh Alga yang mulai membuka helm full facenya.


Alga yang melihat gadis dihadapannya ingin segera pergi dari dirinya. Kini, dirinya mulai mencegah tangan Asa, dan mulai mendekati wajahnya ke telinga Asa.


"Gue akan tunjukin, siapa yang ada di perasaan gue ini ke lu!" Bisiknya dengan pelan, sambil mengelus rambut Asa dengan pelan.


Asa yang mendengar perkataan dari Alga, dirinya hanya bisa menatap kepergian laki-laki tersebut dengan tatapan lembut, dan dengan senyuman manis di wajahnya.


"Asa tunggu Kak! Asa berharap, kalau Kak Alga nggak akan mengecewakan perasaan Asa." Gumamnya dengan pelan, sambil melanjutkan langkahnya menuju ke kelasnya.


...••••••••...


Jam istirahat mulai berbunyi, menandakan bahwa semua murid mulai berjalan ke arah kantin untuk mengisi semua cacing mereka.


Berbeda dengan Alga, dirinya mulai sibuk dengan persiapan kejutan untuk seseorang yang kini sedang berada di dalam perasaanya.


"Bagaimana? Sudah siap semuanya?" Tanya Alga kepada para anggota OSIS dengan datar.


"Sudah siap, Kak!" Serempak mereka semua.


"Yah, itu akan dilakukan oleh setiap pergerakan yang akan Kakak lontarkan nanti!" Serempak mereka semua lagi.


"Okay, sebelumnya gue bilang terimakasih buat lu semua. Nanti, gue akan traktir sepuas yang lu mau untuk hari ini!" Jelasnya lagi.


"Yah! Semoga berhasil yah!" Ucap Bunga ketua selaku anggota OSIS.


"Thanks, yah! Tanpa bantuan lu, gue nggak akan pernah menyangka bahwa semua ini akan terjadi!"


"Yaudah, lu pergi sana. Jangan sampai telat lagi untuk mengutarakan semua perasaan lu!" Jelas Lusi dengan senyuman manis.


Alga menganggukkan kepalanya, "Doain gue," setelah itu dirinya mulai meninggalkan ruangan gudang sekolah, dan berjalan mendekati ruangan radio sekolah.


"Selamat siang semuanya. Hari ini saya Aldi Bastian akan menyampaikan pesan seorang mahasiswa dari SMA SWASTA BAKTI NUSA, yaitu Algasa Adistia Renanda. Selaku anggota tim basket ALGASA, sekaligus menjadi ketua pemimpin yang membawa sekolah kita menjadi peringkat nomor satu diseluruh daerah Jakarta."


"Baik, kita dengarkan saja apa yang akan disampaikan oleh Alga?" Jelas suara seseorang yang mulai terdengar diseluruh kalangan sekolah.


Semua siswa-siswi yang mulai penasaran, mereka semua mulai pada terdiam untuk mendengarkan apa yang akan nanti diujarkan oleh kedua laki-laki diruang radio.

__ADS_1


"Nama gue Algasa Adistia Renanda, seperti yang pada kalian ketahui semua tentang sikap gue selama ini."


"Dan, gue nggak pernah menyangka akan ada seseorang yang mulai membuka kembali perasaan gue ini untuk dia."


"Buat dia, yang selalu bersama dengan gue dan selalu sabar menerima semua perlakuan kasar gue. Gue minta maaf yah, karena perasaan gue ini hanya untuk lu! Maaf, karena gue sudah kasar sama lu!"


"Seorang gadis manis dan cantik bagi tatapan gue, yaitu–"


Alga yang ingin melanjutkan perkataannya, dirinya mulai mendengar suara seseorang yang sangat dirinya kenal dan sangat dirinya rindukan.


"Kak Alga?!" Panggil seorang gadis yang mulai memeluk Alga dengan sangat erat.


"Dasa!"


Semua orang yang mendengar perkataan dari arah mikrofon sekolah, mereka mulai menatap satu sama lain.


"Dasa siapa? Kok gue nggak pernah dengar namanya dikalangan sekolah ini?" Bisik seluruh murid yang mulai penasaran siapa seseorang yang disebutkan oleh Alga.


Berbeda dengan Asa, dirinya mulai tersenyum kecil dan matanya mulai memerah dengan sangat panas.


Balon udara yang mulai diterbangkan ke udara, mampu membuat semua mata tertuju kepada pertunjukan kembang api, yang diiringi oleh balon warna-warni yang menghias ke udara.


Dan, dengan spanduk yang bertuliskan I LOVE YOU DASA.


"Dasa nggak pernah menyangka, bahwa Alga akan mengetahui kalau Dasa akan satu sekolah dengan Alga!" Ucapnya dengan lembut, sambil memeluk Alga dengan sangat erat.


Alga yang mendengar perkataan dari Dasa, dirinya mulai tersenyum kecil, dan mulai memeluknya kembali dengan rasa erat.


Berbeda, dengan perasaan seseorang yang kini sedang merasakan sakit yang sangat luar biasa di dadanya.


"Apakah, ini adalah hadiah yang Kak Alga bilang ke Asa? Kalau, Asa sama sekali tidak ada di dalam kehidupan Kak Alga? Apalagi perasaan Kak Alga?"


"Apakah, Asa harus menyerah sampai disini Kak? Asa harus bagaimana Kak, Asa bingung, disatu sisi Asa juga nggak kuat kalau cara Kak Alga seperti ini ke Asa!" Lirihnya dengan senyuman kecut.


Asa yang mulai merasa perasaannya merasa semakin sesak, dirinya mulai meninggalkan lapangan, dan mulai berlari kecil untuk meninggalkan kalangan yang banyak dikerumuni oleh siswa-siswi.


"Cinta yang tulus itu bukan dari kata, tapi dari perbuatan. Jika, seseorang yang sudah sangat mencintai diri kita mulai menyerah melepaskan perasaannya itu untuk kita. Apa yang harus kita lakukan? Menahannya?"


Next Selanjutnya ....

__ADS_1


__ADS_2